
Pentas seni sekolah yang berlangsung hari ini diselenggarakan dengan cukup meriah semua orang menanti waktu dimana murid teladan SMA Kencana dan si most wanted Devano maju untuk menyanyikan sebuah lagu. Ada cukup banyak acara seperti dance, drama, pembacaan puisi, band sekolah, dan tentu saja nyanyian si tampan Devano yang akan memikat hati banyak wanita.
Sekolah hari ini tidak ada kegiatan hanya ada pentas seni yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali dan selama tiga tahun ini penampilan Devano merupakan yang selalu mereka tunggu. Selagi banyak kegiatan yang ditampilkan Devina dan teman-temannya yang lain duduk santai dilapangan sambil memakan jajanan yang mereka beli.
Malas mencari tempat duduk akhirnya mereka memilih untuk duduk di lapangan lagipula rok mereka bukan berwarna putih, tidak akan terlihat kalau kotor. Beruntung rok yang Devina pakai cukup panjang dan Ziko juga memberinya jaket untuk menutupi kakinya.
"Lo gak dimarahin kan Vin pas kita pulang?" Tanya Cessa yang masih saja takut kalau temannya itu dimarahi
"Dimarahin Vano, tapi sekarang kita udah baikan dan aku janji gak bakal pakai kayak gitu kalau mau keluar rumah." Kata Devina
"Iyalah jangan! Aku juga gak suka kalau kamu pakai baju kayak gitu pasti banyak yang liatin!" Sungut Ziko
"Bagus deh gue takut kalau lo sampai marahan sama Devano." Kata Mona
"Enggak dong kita gak pernah marahan lebih dari satu hari." Kata Devina sambil tersenyum
"Kalau Daddy lo marah gak?" Tanya Nayla
Devina tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan Daddy nya memang tidak marah hanya sedikit mengomel saja lalu mengatakan kalau semua yang mereka lakukan untuk kebaikannya.
"Cuman ngomel sebentar terus udah." Kata Devina
"Enak banget Vina gue kalau ngelanggar aturan sih udah pasti kena marah bisa-bisa kena pukul." Kata Nayla sambil tertawa
Mendengar hal itu Devina bergidik ngeri dia tidak pernah merasakan yang namanya dipukul oleh Daddy nya atau Devano karena mereka berdua selalu memperlakukan Devina dengan sangat lembut.
"Daddy gak pernah pukul aku paling kalau udah kesel atau marah dia cubit pipi aku kuat-kuat sampai merah." Kata Devina membuat mereka tertawa mendengarnya
Pantas saja Devina sangat lemah lembut karena di rumah dia memang diperlakukan seperti itu makanya terbawa sampai di luar rumah.
"Kayak gini ya Vin?" Kata Ziko sambil mencubit pipi Devina dengan gemas
Yang lain mendengus kesal melihatnya sedangkan Devina merengek minta untuk dilepaskan.
Selalu begini kalau Ziko ikut gabung bersama mereka dan membuat mereka semua harus menonton adegan romantis pasangan kekasih ini. Berbeda dengan Devina yang malu untuk menunjukkan perhatian Ziko justru selalu menunjukkan hal itu pada orang lain bahkan terkesan sengaja.
Seperti kalau dikantin dia mau buka botol minuman padahal dia bisa sendiri, tapi Ziko akan mengambilnya dan menatapnya dengan senyuman manis.
'Sini aku bukaiin'
Hal lainnya ketika mereka dikelas dan ada yang jahil pada Devina seperti mengambil buku atau pena miliknya Ziko akan langsung mengomel lalu membantu Devina untuk mengambilnya.
Sambil mengatakan hal yang membuat pipi Devina selalu merona karena malu.
'Jangan gangguin cewek gue'
Sekarang Ziko mencubit pipinya di depan yang lain dan membuat mereka langsung berdecak kesal serta menggerutu.
"Ihh lepasinnnn!"
Tertawa kecil Ziko melepaskan tangannya dan mengusap pipi Devina membuat yang lainnya ingin menghilang saja dari muka bumi.
"Tolong ya Ko ada banyak orang." Kata Gio kesal bahkan dia menoyor kepala sahabat baiknya itu sangking kesalnya
"Gak inget tempat." Sindir Mona
"Gue bener-bener mau usir Ziko kalau udah kayak gini." Kata Cessa dengan wajah masamnya
Ziko hanya tertawa mendengarnya dan malah merangkul kekasihnya itu membawanya mendekat.
"Ziko maluu." Rengek Devina sambil melepaskan tangan Ziko dibahunya dan mendekat kepada Mona
"Gemes banget geh sama Vina maaf." Kata Ziko sambil tertawa
Wajah Devina memerah ketika mendengar perkataan kekasihnya.
Banyak orang yang suka pada sikap malu-malu Devina, tapi terkadang Devina ingin seperti Mona atau Cessa yang selalu bisa mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, mengatakan apa yang ingin mereka katakan.
Dari kecil Devina selalu dimanja dan membuatnya sampai sekarang juga memiliki sikap yang manja juga rewel.
Sering ngambek
Mudah marah
Manja banget kalau sama keluarganya
Rewel
Menurut Devina itu semua membuatnya terlihat menyebalkan, tapi keluarganya terutama Devano malah merasa gemas.
"Ehh anak dance mau tampil tuh"
Seruan itu membuat mata Devina berbinar dan langsung berdiri lalu mengajak mereka semua untuk melihat di tempat terdepan agar terlihat dengan sangat jelas. Dulu Devina ingin masuk ekskul tari, tapi Devano dan Daddy nya melarang keras Devina untuk ikut dengan alasan dia mudah lelah.
Oke bisa diterima, tapi perkataan selanjutnya dari Devano langsung membuat bibirnya mengerucut sebal.
'Nanti kamu tampil di depan banyak orang pasti bakal banyak yang liatin apalagi cowok-cowok, gak boleh!'
Melesak masuk Devina yang kini sudah berada di depan langsung tersenyum senang. Saat melihat cukup banyak orang bahkan beberapa pria ada yang melirik gadisnya Ziko langsung merangkul Devina dan membawanya mendekat.
"Dulu aku mau ikut kayak gitu, tapi gak boleh sama Vano dan Daddy." Kata Devina sambil menoleh dan menatap kekasihnya sebentar
"Kalau Vina beneran gabung dia sama Raya bakal saingan tuh pasti." Celetuk Mona
"Asli dan bakal sama-sama jadi rebutan cowok-cowok juga." Kata Nayla
"Memang lo bisa nari atau dance gitu Vin?" Tanya Gio penasaran
Devina mengangguk dengan semangat dia memang bisa karena kalau di rumah dia sering menonton youtube lalu menirukannya.
"Bisaa"
"Bagus lah Vin kamu gak dibolehin, jadi cowok-cowok gak bakal ngeliatin kamu terus." Kata Ziko
Devina hanya diam dan menatap lurus kedepan dengan mata berbinar apalagi ketika musik mulai diputar.
Ada dua lagu yang diputar.
The chainsmoker - Closer dan Ariana Grande - 7 rings.
Senyum Devina benar-benar mengembang dengan sempurna ketika melihatnya. Seandainya dibolehkan dia pasti sudah ada disana dan bergabung bersama yang lainnya.
Mungkin itu salah satu alasan kenapa Devina tidak pernah serius di ekskul yang lain karena yang benar-benar dia inginkan tidak dibolehkan.
Tapi, Devina tidak marah dia tau kalau dia memang sangat mudah lelah dan sakit sedangkan ekskul tari itu latihan untuk waktu yang cukup lama apalagi kalau mau tampil.
Dia bisa mengerti alasannya.
¤¤¤
Penampilan yang sedang ditunggu-tunggu akan segera dimulai Devano sudah berada diatas panggung dengan gitar dipangkuannya, raut wajahnya masih datar tanpa ekspresi apapun dan matanya mulai menjelajah seolah mencari seseorang. Saat menemukan orang itu sudut bibir Devano terangkat membentuk sebuah senyuman mambuat para siswi langsung bersorak senang melihatnya.
Adara Alexander yang mendapat tatapan itu hanya bisa ikut tersenyum dengan jantung yang mulai menggila. Suara helaan nafas Devano yang terdengar melalui mic semakin membuat keadaan panas dan semakin ramai.
Rasanya apapun yang Devano lakukan membuat para siswi heboh sendiri dan seperti biasa ketika Devano maju bukan hanya murid SMA Kencana, tapi para guru juga ikut berkumpul. Sekali lagi Devano mengedarkan pandangannya dan memberikan sedikit jeda sebelum dia mulai berbicara dengan suara yang cukup berat.
Devano mengatakan hal yang membuat semua orang menatap Adara secara bersamaan.
"Untuk Adara kamu gak sendirian karena ada aku disini"
Suara bisik-bisik mulai terdengar, tapi keadaan kembali hening ketika Devano mulai memetik gitarnya dan bernyanyi dengan suara merdu sambil menatap Adara yang selalu memenuhi fikirannya.
Sandarkan lelahmu dan ceritakan
Tentang apapun aku mendengarkan
Jangan pernah kau merasa sendiri
Tengoklah aku yang tak pernah pergi
Adara tersenyum haru tidak pernah ada yang memperlakukan dia semanis ini dan Devano benar-benar membuatnta merasa sangat senang sekarang.
Dia janji akan selalu bercerita pada Devano tentang semua masalahnya.
Bagiku kau tetap yang terbaik
Entah beratmu turun atau naik
Kadang kala tak mengapa
Untuk tak baik baik saja
Kita hanyalah manusia
Wajar jika tak sempurna
Saat kau merasa gundah
Lihat hatimu percayalah
Segala sesuatu yang pelik
Bisa diringankan dengan peluk
Benar pelukan Devano selalu membuat Adara merasa tenang dan merasa jika bebannya mulai berkurang, pelukan hangat yang seolah mengatakan kalau dia tidak sendirian.
'Gue disini untuk lo jangan pernah merasa sendirian'
Memang Devano selalu membuatnya merasa begitu spesial.
Suara Devano membuat semua orang larut dalam fikirannya masing-masing dan Devano telah membuat mereka semua hanyut dalam lagu yang dia nyanyikan.
Fiersa Besari - Pelukku untuk pelikmu.
Selama ini Adara selalu merasa sendiri bahkan membuat dia sempat memiliki fikiran untuk mengakhiri hidupnya, tapi Devano datang dan mengubah semuanya. Pria itu memberinya alasan untuk tetap bertahan dan memberikan berbagai warna dalam hidupnya yang kelam.
Saat hampir sampai di bait terakhir Devano menatap Adara dengan begitu dalam lalu tersenyum tulus. Senyuman yang pertama kali pria itu tunjukkan dihadapan banyak orang.
Kita perlu kecewa untuk tahu bahagia
Bukankah luka menjadikan kita saling menguatkan
Kadang kala tak mengapa
Untuk tak baik baik saja
Kita hanyalah manusia
Wajar jika tak sempurna
Saat kau merasa gundah
Lihat hatimu percayalah
Segala sesuatu yang pelik
Bisa diringankan dengan peluk
Segala sesuatu yang pelik
Bisa diringankan dengan peluk
Bersamaan dengan berhentinya Devano memetik gitar suara tepuk tangan terdengar dengan begitu heboh, tapi Devano hanya fokus pada satu objek dihadapannya.
Adara yang terlihat sedang mengusap sudut matanya.
Dia menangis karena merasa terharu dan bahagia.
Saat melihat Adara yang berlalu pergi Devano bergegas turun dan meletakkan gitarnya lalu menyusul Adara yang berlari ke arah rooftop. Benar saja Adara sudah ada disana duduk sambil menatap lurus ke depan membuat Devano tersenyum dan menghampirinya.
Merasakan ada pergerakan Adara menoleh lalu tersenyum dengan sangat tulus.
"Makasih Van"
Devano ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya singkat.
"Sekarang lo tau kan kalau lo gak sendirian?" Tanya Devano
"Hmm tau"
"Kalau tau, siapa yang lo punya?" Tanya Devano
Tersenyum manis Adara mengusap kepala Devano dengan lembut.
"Devano, gue punya Devano"
Tanpa aba-aba Devano mencium pipi Adara dengan cepat dan membuat gadis itu tersentak dengan wajah yang mulai memerah.
Devano gila!
Bagaimana bisa dia melakukan hal itu di sekolah?!
Tak sampai disitu Devano malah mengusap pipinya dan mengatakan sesuatu yang membuat jantungnya semakin menggila.
"I love you Adara"
¤¤¤
Aww akhirnya ngakuu jugaa kamu Vanoo😂
Maaf kemalemann😆