
Sejak tadi Devina hanya pasrah dengan perbuatan Devano yang terus mengomel sambil memainkan kedua pipinya, dia memang selalu di larang potong rambut, tapi Devina mulai merasa tidak nyaman dan merasa rambutnya terlalu panjang. Sebentar lagi mereka akan makan malam dan Devina yakin sekali Daddy nya akan mengomeli dia juga karena Daffa juga sama dengan Devano.
'Pokoknya Vina sama Ara jangan potong rambut ya? Daddy gak izinin awas kalau potong rambut Daddy hapus dari kartu keluarga'
Sebenarnya Devina tau itu hanya ancaman saja karena dulu Sahara juga pernah melakukan hal yang sama, memotong rambutnya sebahu dan Daffa terus mengomel. Katanya dia lebih suka melihat anak-anaknya dengan rambut panjang makanya Daffa tidak mengizinkan untuk potong rambut, kecuali kalau sudah sepinggang dan itu juga boleh asal dipotong tidak terlalu pendek.
Biasnya Daffa hanya akan mengomel dan terus membahas selama dua hari saja lalu setelahnya dia akan bersikap biasa.
"Vano ihh udahhh"
Devina mengeluh ketika Devano mencubit pipinya cukup kuat, dia dapat melihat wajah cemberut kembarannya.
"Makanya jangan potong rambut! Pendek banget ini Devina mah nyebelin." Kata Devano
Devano mengacak-ngacak rambut Devina dengan gemas membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.
"Vanoo"
"Gak suka pokoknya kalau rambut kamu pendek kayak gini! Sana ke salon lagi minta rambutnya dibalikin kayak tadi." Ketus Devano
"Ya mana bisa Devanooo." Kata Devina gemas
"Makanya jangan potong rambut! Gak suka rambut pendek kayak gini." Kata Devano lagi
"Ya kan Vina panas kalau di kampus habisnya Vano gak pernah bolehin di kuncit." Keluh Devina
Devano berdecak kesal lalu mengambil ponsel miliknya dan membuka salah satu foto Devina sambil mendekatkan ke wajah kembarannya.
"Lihat nih cantikan rambutnya panjang! Bukan kembaran aku kalau pendek rambutnya." Kata Devano sambil mencubit pipi Devina lagi
Devina memasang wajah cemberutnya dan memeluk Devano dengan erat.
"Ishh Vano gak boleh ngomong gituu!" Kata Devina
"Boleh!"
"Vanoo aku bilangin Daddy!" Kata Devina mengancam
"Bilang aja Daddy juga gak suka kamu rambutnya pendek." Kata Devano membuat Devina mengerucutkan bibirnya kesal
"Aku bilangin Mommyy!" Kata Devina lagi
"Lagian dapet ide dari mana sih pake potong rambut?" Tanya Devano sebal
"Yaa mau aja Vano." Kata Devina pelan
"Tau ah sebel banget sama kamu." Kata Devano
Devina mengeratkan pelukannya ketika Devano berusaha melepaskannya.
"Ihh Vano gak boleh gitu masa marah." Keluh Devina
"Bukan marah, tapi kesel." Kata Devano
Menjauhkan tubuhnya Devina menatap kembarannya dengan lugu lalu tersenyum manis dan mengatakan sesuatu yang membuat Devano jadi tidak bisa marah.
"Vano jangan marahh"
Ya ampun Devano berasa melihat anak berusia sepuluh tahun sekarang karena Devina yang terlihat menggemaskan dengan rambut pendeknya.
"Nanti kalau udah panjang jangan dipotong lagi rambutnya." Kata Devano
Devina mengangguk dengan semangat membuat Devano menghela nafasnya pelan lalu merapihkan rambut Devina yang tadi dia acak-acak.
"Aku lebih suka rambut kamu panjang Vin soalnya kamu cantik banget." Kata Devano
"Terus kalau pendek jelek ya?" Tanya Devina
Tersenyum tipis Devano menggelengkan kepalanya pelan sambil mencapit hidung kembarannya.
"Cantik cuman aku lebih suka rambut kamu panjang." Kata Devano
"Emm nanti gak dipotong lagi." Kata Devina
Kembali memeluk kembarannya Devina merasakan usapan lembut di puncak kepalanya yang membuat dia tersenyum senang.
"Vanoo"
"Hmm"
"Udah gak marah kan?" Tanya Devina
"Masih sedikit"
"Ihh jangan marah kan udah terlanjur dipotong." Kata Devina
"Hmm"
Devina melepaskan pelukannya dan menatap Devano lagi.
"Lihat gehh Vina kan masih cantik." Kata Devina
Devano tidak bisa menahan sudut bibirnya untuk tidak membentuk sebuah senyuman.
"Iya Vin"
"Yuk turun kita makan malam." Ajak Devina
Saat sampai di bawah Devina melihat Daddy nya yang menatapnya dengan sebal, tapi dia hanya menunjukkan cengirannya lalu melepaskan tangannya dan berlari untuk memeluk Daddy nya dengan erat. Meskipun kesal Daffa tetap membalas pelukan anaknya dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Bandel ya?" Kata Daffa
Devina melepaskan pelukannya lalu tertawa kecil.
"Maaf Daddy habisnya Vina panas kalau lagi di kampus." Kata Devina
Menghela nafasnya pelan Daffa mencubit pipi anaknya itu dengan gemas, Devina terlihat semakin lucu dengan rambut pendeknya.
"Awas ya? Daddy hapus kamu dari kartu keluarga." Kata Daffa membuat Devina mengerucutkan bibirnya
"Jangann Daddy nanti kalau kayak gitu Vina harus pergi, memang Daddy mauu?" Tanya Devina
Daffa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, dia juga tidak serius.
"Nanti kalau rambutnya udah panjang jangan di potong!" Kata Daffa
"Siap Daddy"
"Kamu ini sama aja kayak Kakak kamu suka banget bikin Daddy nya kesel." Omel Daffa
"Ya kan aku adiknya Kak Araa." Kata Devina
"Udah berani jawab hmm?" Kata Daffa sambil mencubit pipi Devina lagi
"Yaudah Vina diamm." Kata Devina sambil mengatupkan kedua bibirnya
Menggelengkan kepalanya pelan Daffa mengajak kedua anaknya itu untuk makan malam dan bersamaan dengan itu Fahisa juga baru selesai menata meja makan. Senyumnya tak bisa dia tahan melihat kedua anaknya serta suaminya yang baru saja duduk.
"Mommy sudah masak semur ayam untuk kalian." Kata Fahisa
Devina tersenyum senang lalu langsung mengambil makan malamnya.
Sekarang dia merasa lebih nyaman karena rambut pendeknya tidak membuat dia harus mengikat rambut dulu ketika ingin makan.
Untung saja Daffa dan Devano tidak marah hanya mengomel saja.
¤¤¤
Sekarang sudah pukul sembilan malam Devina masih berada di kamar kembarannya berbaring di ranjang sambil menonton film dari ponselnya. Sedangkan Devano masih sibuk dengan tugasnya dan duduk di sofa sambil fokus pada laptop di atas meja, memang Devano selalu rajin.
Devina bosan karena Ziko tidak mengirim pesannya, kekasihnya itu sedang mengerjakan tugas yang dikumpulkan besok dan Devina juga tidak mungkin mengganggu makanya dia memilih untuk menonton film. Saat tengah asik menonton film Devina merasa haus, jadi dia mempause film yang sedang dia tonton lalu beranjak dari tempat tidur.
"Vano aku mau ambil minum, kamu mau juga gak?" Tanya Devina
Devano menoleh lalu menganggukkan kepalanya membuat Devina tersenyum singkat lalu pergi keluar kamar. Mengambilkan minum untuk kembarannya Devina bertemu dengan Daddy nya di dapur.
"Ehh Daddyy ngapain?" Tanya Devina
"Ambil minum sayang, kamu ngapain? Belum tidur?" Tanya Daffa
"Vina mau ambil minum juga hehe belum ngantukk." Kata Devina
"Yaudah jangan malam-malam tidurnya ya? Gak baik nanti kamu sakit." Kata Daffa
Devina mengangguk patuh fan tersenyum ketika kepalanya di usap dengan lembut. Setelah mengambil dua gelas air putih Devina kembali ke kamar kembarannya dan memberikan minum kepada Devano yang masih belum selesai juga dengan tugasnya.
Melihat Devina yang sudah kembali Devano langsung meminum air yang kembarannya itu ambilkan lalu mengucapkan terima kasih.
"Vano belum selesai? Tugasnya masih banyak?" Tanya Devina
"Enggak kok sedikit lagi selesai." Kata Devano
"Vano jangan sampai malam nanti sakit loh kalau begadang." Kata Devina
"Iyaa"
Devina tersenyum sambil memperhatikan Devano yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya lagi. Mendekatkan tubuhnya Devina memainkan rambut kembarannya membuat Devano menoleh dan menatapnya.
"Kenapa Vin?" Tanya Devano
"Enggak"
"Kamu gak tidur?" Tanya Devano
"Vina masih nonton film." Kata Devina
"Hp kamu kan disana." Kata Devano sambil menunjuk kasurnya
Devina tersenyum lalu mencium pipi Devano sebelum kembali ke atas ranjang dan melanjutkan film yang sedang dia tonton.
Devano menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah kembarannya.
¤¤¤
Aku updatee nihh😋
Maaf yaa kalau cerita ini lebih banyak ke Devina dan Ziko, tapi aku buat kayak gitu supaya ceritanya gak monoton aja soalnya kalo Vina-Vano teruss nanti bosen😂
Makanya aku sering buat Vina-Ziko atau Vano-Dara juga biar ada yang lain gituu😂
Pokoknya makasih deh untuk yang selalu mendukunh cerita ini dan makasih juga untuk semua saran yang pernah kalian kasih😚
Lovee youu😍