
Satu minggu perkuliahan telah berlangsung Devina sudah memiliki beberapa teman yang bisa diajak mengobrol selain Hanifa meskipun tidak terlalu dekat, tapi kalau di kelas dia ada teman untuk mengobrol. Setiap jam kosong tetap saja Devina akan bersama dengan Hanifa karena hanya gadis itu teman dekatnya kalau di kelas.
Biasanya kalau tidak ada kelas dia dan Hanfia pergi ke kantin atau perpustakaan, tapi ada beberapa hal yang mengganggu Devina selama perkuliahan. Pertama adanya Kakak tingkat bernama Lucas yang selalu mengirim pesan padanya bahkan tidak jarang muncul dihadapannya, kedua teman-temannya yang jarang muncul di grup chat mereka lagi padahal dulu mereka selalu chatan setiap malam, dan terakhir gadis bernama Bella yang selalu menatapnya dengan sinis seolah Devina adalah musuh terbesarnya.
Sebenarnya Devina tidak mau ambil pusing, tapi tetap saja beberapa kali dia selalu memikirkan hal itu dan sekarang Devina juga tidak pernah lagi mengirim pesan lebih dulu pada teman-temannya. Devina tidak bercerita pada Ziko karena takut kalau kekasihnya itu malah mengatakan pada Mona atau yang lainnya, dia tidak mau.
Nanti teman-temannya malah berfikir kalau dia lebay.
"Devina"
Panggilan itu membuat Devina tersadar, tapi dia berpura-pura tidak mendengarnya dan terus melangkahkan kakinya. Sekali lagi Kakak kelasnya itu memanggilnya dan Devina tidak suka dia merasa diperhatikan setiap kali Lucas menghampirinya.
"Hanifaaa"
Secepat mungkin Devina berlari menghampiri Hanifa yang terlihat dari arah berlawanan. Kelas baru akan dimulai lima belas menit lagi dan Hanifa baru saja datang.
"Ehh kenapa lo?" Tanya Hanifa bingung
Bagaimana tidak?
Baru datang Devina sudah meraih tangannya dan mengajak dia untuk berjalan lebih cepat, tapi ketika sebuah suara kembali terdengar dia tau alasannya.
"Devinaa"
"Heh dipanggil Vin." Kata Hanifa
Devina menatap Hanifa lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak mau ketemu Kak Lucas ayoo cepetann." Kata Devina
Tapi, terlambat Lucas yang berlari kecil menahan Devina yang ingin melangkahkan kakinya.
Menghela nafasnya pelan Devina menarik tangannya dan menoleh sambil menatap Lucas dengan malas, tapi pria itu justru tersenyum.
"Aku panggilin dari tadi." Kata Lucas
"Maaf Kak aku gak denger." Kata Devina bohong
"Udah dibilang panggil Lucas aja." Kata Lucas
"Emm gak bisa Kak." Kata Devina
"Mau kemana buru-buru?" Tanya Lucas
Bukan Devina, tapi Hanifa yang menjawabnya.
"Mau ke kelas udah telat, yuk Vin." Kata Hanifa
Devina menundukkan kepalanya sebentar lalu mengikuti Hanifa dan meninggalkan Lucas yang tersenyum sambil mengatakan sesuatu.
"Jangan lupa balas chat aku Vin"
Tidak! Devina tidak akan melakukannya nanti Ziko marah dan dia juga tidak mau kalau mereka malah semakin dekat.
Hanya Ziko pria yang boleh dekat dengannya selain dari keluarganya sendiri.
"Aku enggak suka sama Kak Lucas! Nanti kalau Ziko tau dia marah sama aku." Kata Devina
"Makanya lo sama dia tuh galak Vin jangan diem-diem aja." Kata Hanifa
Bukan berhenti Lucas malah semakin penasaran kalau sikap Devina begitu.
"Enggak bisa galak." Kata Devina
Hanifa tertawa kecil lalu mereka masuk ke dalam kelas bersama-sama dan duduk dibangku terdepan. Sudah cukup penuh yang artinya hanya tinggal beberapa mahasiswa lagi yang belum datang.
Menghela nafasnya pelan Devina menaruh tasnya di meja dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Senyumnya mengembang ketika melihat ada chat dari kekasihnya dan langsung saja Devina membalasnya.
Hai hai cantikkk
Gimana kuliahnya?
^^^Kuliahnya baik bangetttt hehe^^^
^^^Tapi, Zikoo Kakak tingkat aku yang namanya Lucas itu muncul terus aku gak sukaaa^^^
^^^Ziko gimana kuliahnya?^^^
Tidak mendapat balasan Devina menyimpan ponselnya lagi karena berfikir kalau kekasihnya itu pasti sedang di kelas. Sesaat setelahnya Devina merasa tepukan dibahunya yang membuat dia menoleh lalu tersenyum pada Intan.
Intan itu salah satu teman sekelasnya yang selalu mengajak Devina mengobrol bahkan mereka sering chatan juga entah untuk membicarakan pelajaran atau bukan.
"Hai Intan"
"Vin lo diomongin orang-orang tau." Kata Intan sambil duduk disamping Devina
"Aku? Kenapa?" Tanya Devina bingung
"Karena Kak Lucas katanya dia suka sama lo." Kata Intan
"Enggak kok." Kata Devina sambil tersenyum
"Ih tapi bener Vin banyak banget yang bilang Kak Lucas kan famous banget." Kata Intan
Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Memang kelihatan dia suka sama Vina, tapi Vina enggak dia kan udah punya pacar." Kata Hanifa
"Iya yang pernah kesini itu kan Vin?" Tebak Intan
"Heem namanya Ziko dia juga kuliah disini kok, tapi beda fakultas." Kata Devina
"Udah lama Vin pacaran sama dia?" Tanya Intan
"Dari kelas dua belas." Kata Devina
Intan mengangguk faham lalu mengambil tasnya yang ada dibelakan dan menaruhnya dibangku samping Devina.
"Kok pindah?" Tanya Devina
"Enggak enak hehe asikan ngobrol sama lo." Kata Intan
Intan berdecak kesal dan menatapnya dengan sengit membuat Devina tersenyum melihatnya.
"Ehh lagi mau nanya lagi." Kata Intan
"Nanya apa?" Tanya Devina dengan suara lembutnya
"Kalau cowok yang waktu itu jemput lo juga siapa?" Tanya Intan penasaran
"Kembaran aku." Kata Devina membuat Intan menatapnya dengan tidak percaya
"Kembaran? Waww gue kira tadinya dia yang pacar lo Vin habisnya sweet banget sih." Kata Intan
Devina hanya tertawa kecil menanggapinya.
"Memang aku sama dia gak mirip ya?" Tanya Devina
"Mirip kokk cuman kan banyak juga orang pacaran, tapi mukanya mirip." Kata Intan
"Vano memang perhatian banget dari dulu." Kata Devina
"Asik ya? Gue yang anak tunggal cuman bisa gigit jari." Kata Intan membuat Devina tertawa mendengarnya
Saat lagi asik mengobrol dosen mereka datang dan membuat kelas langsung diam. Pelajaran dimulai dan tidak ada satu orangpun yang berani mengeluarkan suara.
Mereka mendengarkan dalam diam.
¤¤¤
"Devina"
Panggilan itu berasal dari dua suara satu tepat didepan Devina dan satu lagi dibelakangnya. Saat mendongak Devina melihat Ziko yang terlihat tidak suka lalu bergegas mendekat dan menggenggam tangannya ketika menoleh dia melihat Lucas yang ternyata memanggilnya juga.
Bukan pergi Lucas malah berjalan mendekat membuat Ziko benar-benar ingin memukulnya kalau saja Devina tidak menggenggam tangannya juga. Sumpah Ziko tidak tau kalau Kakak tingkat kekasihnya ini sangat tidak tau diri bahkan masih mending Alex.
Kali ini Ziko akan memuji Alex yang tidak pernah berusaha merebut Devina darinya.
"Gak usah ganjen bisa? Udah gue bilang berkali-kali jangan deketin cewek gue." Kata Ziko dengan penuh penekanan
"Ohh sorry"
Mendengus kesal Ziko langsung berbalik dan mengajak Devina untuk pergi ke kantin, tapi sebelum itu dia menoleh untuk mencari Hanifa.
"Ziko temen aku masa ditinggalin." Kata Devina
Ziko menghentikan langkahnya dan membiarkan Devina memanggil kedua temannya.
Hanifa dan Intan tadi mereka sudah janjian untuk ke kantin bersama.
"Temen baru?" Tanya Ziko ketika melihat ada satu lagi selain Hanifa
"Emm kita udah sering ngobrol di kelas terus lewat chat juga, gak papa kan ke kantinnya sama mereka juga?" Tanya Devina
"Gak papa lah Vin." Kata Ziko sambil tersenyum
Begitu keduanya ada di dekat mereka Ziko kembali melanjutkan langkah kakinya masih dengan tangan yang menggenggam tangan kekasihnya. Kelasnya sudah selesai, tapi Ziko ingin memastikan kalau kekasihnya ini makan siang.
"Pulang jam berapa?" Tanya Ziko
"Jam tiga"
"Nanti aku jemput ya?" Kata Ziko
"Hmm"
Begitu sampai dikantin mereka langsung memesan dan selagi menunggu pesanan Devina mengobrol bersama kedua temannya.
"Kan gue bilang juga Kak Lucas itu suka sama lo Vin." Kata Intan membuat Devina melotot dan Hanifa menyenggol lengannya
"Kenapa? Ehh iya lupa ada pacarnya Vina." Kata Intan sambil menunjukkan cengirannya
"Kenapa? Cowok itu sering nemuin Vina?" Tanya Ziko ketus
"Enggak sih cuman kadang-kadang kalau pas keluar kelas dia ada juga terus pasti manggil Vina." Kata Intan
"Kadang di kantin juga." Kata Hanifa menambahkan
Ziko berdecak kesal lalu mengambil ponsel Devina yang ada di atas meja.
"Blokir aja nomornya Vin kalau masih ganggu kamu bilang." Kata Ziko
"Iya"
"Makanya jangan cantik-cantik kenapa sih Vin? Jadi banyak yang suka kan." Kata Ziko sambil mencubit pipinya
"Sakitt"
Mendengar itu Ziko langsung melepas tangannya dan mengusap pipinya pelan membuat kedua teman Devina hanya menatapnya dengan diam.
Ziko memang selalu lupa tempat untuk menunjukkan perhatiannya.
Bahkan selama makan Intan benar-benar seperti menonton film romantis karena Ziko yang sangat peka.
Bukan sekali dua kali dia mengusap kepala Devina atau menatapnya dengan senyuman.
Tanpa Devina minta Ziko juga memberikan minum setelah dia selesai makan lalu mengambilkan tissue juga.
Perhatian sekali kalau gini sih pantas saja Devina tidak mau berpaling.
¤¤¤
Karakter Devina bakal tetap gini yaa soalnya aku terbiasa nulis dengan Devina yang manja dan apa-apa Vano atau Ziko😂
Devina itu kayak aku haha susah banget dapet temen kalau di lingkungan baru karena gak pernah bisa mulai percakapan😂
Pokoknya yang jelas karakter Devina gak bakal aku rubah soalnya aku gak biasa ngubah-ngubah gitu maunya dari awal sampai akhir ya gitu😆
Udah jatuh cinta sama karakter Devina yang manja😋