My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (81)



"Vin mau kemanaa?"


Devina menghela nafasnya pelan ketika Devano menahan tangannya sambil menatap dengan wajah memelas, meminta dia untuk tidak pergi padahal Devina hanya ingin mengambil makan malam saja. Namun, melihat Devano yang sangat tidak ingin ditinggal akhirnya Devina duduk lagi dan membuat kembarannya itu langsung memeluknya dengan erat.


Sepertinya Devano benar-benar sakit biasanya dia tidak pernah sampai begini hanya minta peluk, tapi ketika Devina akan pergi dia tidak akan menahannya. Tadi sore Adara pulang diantar dengan Pak Hadi makanya sekarang Devina yang menemani pria itu di kamarnya.


Suhu tubuh Devano cukup tinggi, tapi pria itu menolak untuk pergi ke rumah sakit dan meminta untuk di rumah saja padahal semua sudah memaksa Devano. Mungkin kalau itu Devina sudah dibawa paksa, tapi karena Devano mereka tidak bisa memaksa.


Dulu pernah Devano dipaksa untuk ke rumah sakit dan pria itu malah mencoba untuk kabur.


"Vano kenapa?" Tanya Devina sambil mengusap kepalanya dengan sayang


"Pusing Vin." Kata Devano


"Vina mau ambil makan untuk Vano ke bawah." Kata Devina


"Jangan sini aja." Kata Devano


"Memang Vano belum lapar?" Tanya Devina lagi


"Sedikit, kamu udah lapar ya?" Tanya Devano


"Hm belum kok." Kata Devina


"Vin kamu disini aja ya?" Kata Devano


"Iya Vina bakal temenin Vano tidur." Kata Devina


"Kepala aku sakit dan sekarang lemes banget." Kata Devano


"Kan Mommy sama Daddy bilang ke rumah sakit aja." Kata Devina


"Enggak mau Vin." Kata Devano


Menghela nafasnya pelan Devin mengusap kepala kembarannya lagi dengan sayang dan bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka. Ternyata Fahisa yang datang sambil membawa makan malam untuk anaknya membuat Devina langsung melepaskan pelukannya.


"Vano itu Mommy sudah bawaiin makan bangun dulu." Kata Devina


Bergumam pelan Devano bangun dengan dibantu oleh Devina dan langsung bersandar pada kepala ranjang.


"Vina sayang kamu makan dulu biar Mommy yang suapin Vano." Kata Fahisa


Devina menatap kembarannya sebentar lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Nanti aja biar Vina yang suapin Vano." Kata Devina


"Kamu makan aja Vin." Kata Devano pelan


Devano tidak mau kembarannya sampai telat makan hanya karena dirinya.


"Em Vano?"


"Sama Mommy kamu makan aja, tapi habis makan kesini." Kata Devano


"Nah Vina ke bawah dulu makan disana ada Daddy kasihan Daddy makan sendirian." Kata Fahisa


Devina mengangguk singkat lalu beranjak dari tempat tidur dan pergi keluar dari kamar untuk menghampiri Daddy nya yang sedang makan malam sendirian. Tersenyum manis Devina berjalan mendekat lalu duduk disamping Daddy nya yang langsung menoleh ketika melihatnya.


"Mau makan?" Tanya Daffa


"Heem Mommy suruh Vina makan." Kata Devina


"Yaudah sini Daddy ambilkan." Kata Daffa


"Eh enggak usah Daddy." Kata Devina sambil tersenyum


"Tidak papa sayang." Kata Daffa


Tanpa menunggu persetujuan Daffa mengambilkan makan malam untuk anaknya lalu mengusap sayang kepalanya.


"Makan yang banyak Vina." Kata Daffa


Mengangguk patuh Devina mulai menyantap makan malamnya bersama dengan Daddy nya tanpa banyak bicara. Sebenarnya di suda cukup lapar, tapi sejak tadi dia tidak tega mau meninggalkan Devano sendirian.


Devina akan menjaga Devano sampai dia sembuh karena Devano selalu melakukan hal yang sama ketika dia sakit. Selesai menghabiskan makan malamnya Devina langsung menaruh semua piring ke dapur lalu kembali menghampiri Daddy nya dan memeluknya dengan manja.


"Kalau besok Vano masih sakit kita ke rumah sakit nanti Daddy yang paksa." Kata Daffa sambil membalas pelukan anaknya dengan sayang.


"Emm"


"Vina mau tidur sama Vano?" Tanya Daffa


"Heem Daddy tadi Vano yang minta." Kata Devina


"Kalau ada apa-apa panggil ya?" Kata Daffa


Devina mengangguk faham membuat Daff tersenyum dan mengusap puncak kepalanya dengan lembut.


"Yaudah kita ke atas." Kata Daffa


Merangkul dengan sayang keduanya pergi ke atas dan masuk ke kamar Devano. Disana pria itu masih memakan makan malamnya membuat Daffa tersenyum tipis ketika melihatnya.


Setiap sakit Devano pasti manja sekali padahal anak itu sering mengatakan kalau Devina manja, tapi lihat sekarang dia juga manja sekali. Masuk ke dalam Daffa duduk di dekat anaknya dan menyentuh dahinya.


"Masih panas, besok kita ke rumah sakit ya?" Kata Daffa


"Dadd enggak mau." Tolak Devano


"Vano!"


"Dad aku gak mau ke rumah sakit ah." Kata Devano


"Lihat besok kalau masih panas Daddy bakal bawa kamu ke rumah sakit, kamu gak biasanya sakit sampai kayak gini Vano." Kata Daffa


Menghela nafasnya pelan Devano menyandarkan kepalanya di pundak Fahisa membuat Daffa menggelengkan kepala pelan melihatnya.


"Udah Vano gak mau makan lagi." Kata Devano


"Yaudah minum obatnya biar besok sembuh dan gak di bawa ke rumah sakit." Kata Fahisa


Mengangguk patuh Devano langsung meminum obatnya dan memberikan lagi gelasnya kepada Fahisa.


"Yaudah Mommy sama Daddy ke kamar kamu disini sama Vina ya? Kalau ada apa-apa panggil Mommy." Kata Fahisa


"Hmm"


Setelah mengatakan hal itu Fahisa mencium kening Devano dengan lembut lalu mengajak suaminya untuk keluar dan membiarkan Devano beristirahat. Begitu kedua orang tuanya keluar kamar Devina langsung naik ke atas ranjang dan menangkup wajah Devano yang terlihat cemberut.


Benar kata Daddy nya suhu tubuh Devano masih panas dan hal itu membuat Devina sedih biasanya kalau sudah minum obat lalu istirahat Devano akan membaik, tapi ini tidak.


"Vano jangan sakit." Kata Devina


"Aku gak mau ke rumah sakit Vin." Kata Devano pelan


"Iya makanya Vano sekarang istirahat biar sembuh." Kata Devina


"Gak mau ke rumah sakit." Kata Devano lagi


Devina tertawa kecil sambil menangkup wajah Devano dan mengusapnya pelan.


"Iya Vano kalau besok Vano udah baikan gak bakal ke rumah sakit." Kata Devina


"Gak suka rumah sakit Vin bau obat." Kata Devano


"Ya kan rumah sakit kalau bau wangi namanya toko parfum." Canda Devina


"Vinn"


"Ih ya makanya Vano tidur sekarang." Kata Devina


"Yaudah temenin." Kata Devano manja


"Iya, makanya sini tiduran biar Vina selimutin." Kata Devina


Berbaring di atas ranjang Devina langsung menarik selimut lalu mematikan lampu dan bergabung bersama Devano. Saat Devano mendekat dan memeluknya Devina langsung tersenyum lalu membalas pelukan itu dengan sayang.


Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher kembarannya Devano membuat Devina merasakan hawa hangat di lehernya.


"Jangan kemana-mana ya Vin"


Devina bergumam pelan sebagai jawaban dia mencium kepala Devano dan memeluknya dengan sayang sambil mengusap kepalanya.


Ya ampun Devano berubah menjadi bayi besar sekarang.


¤¤¤


Ululuuu Vano manja bangettt😶