My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (86)



Keadaan Devano benar-benar membaik setelah dia pulang ke rumah bahkan tadi ketika makan siang Devano makan dengan begitu banyak hingga menghabiskan dua mangkuk sup ayam buatan Fahisa. Tentu saja hal itu membuat semua orang merasa senang apalagi Devina yang sekarang sudah berada lagi di kamar Devano.


Sebentar lagi mereka akan malam, tapi Fahisa dan Bi Santi masih belum selesai memasak sehingga Devina memutuskan untuk pergi ke kamar Devano dan menemaninya. Keduanya duduk berhadapan dengan Devina yang memegang ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada kembarannya.


Devina sedang membuka sosial media milik kekasihnya dan menunjukkan akun Tiara teman kuliah Ziko lalu mengadu pada kembarannya.


"Cantik enggak?" Tanya Devina


"Hm cantik." Kata Devano membuat Devina langsung mengerucutkan bibirnya sebal


"Cantikan dia atau Vina?" Tanya Devina


"Cantikan Vina." Kata Devano


"Dia pernah bilang Vina kayak anak kecil." Kata Devina


"Dia? Kenapa bisa bilang gitu?" Tanya Devano tidak suka


"Dia itu suka sama Ziko teman-temannya Ziko juga bilang kalau di kampus dia suka deketin Ziko." Kata Devina


"Tenang aja Vin kamu yang lebih cantik." Kata Devano sambil menepuk-nepuk pelan kepala kembarannya


"Dia kalau lihat Vina sinis banget kayak gini." Kata Devina sambil menunjukkan bagaimana Tiara menatapnya


"Berani sekali dia melihat kamu kayak gitu." Kata Devano


"Heem Vano dia lihat aku kayak gitu terus dia suka chat Ziko dan godaiin Ziko." Kata Devina


"Aku gak suka Tiara ini dia berani banget mau buat kembaran aku sedih." Kata Devano membuat Devina langsung memasang wajah sedihnya


"Iya Vina sedih dan takut Ziko pergi." Kata Devina


"Aku bakal pukulin Ziko kalau dia sampai ninggalin kamu dan buat kamu sedih." Kata Devano


"Enggak kok Ziko bilang dia cuman suka sama Vina terus ini kita udah pake cincin." Kata Devina sambil menunjukkan jari manisnya


Devano tersenyum lalu mengacak gemas rambut kembarannya membuat Devina tersenyum manis.


"Tapi, cantikan Vina kan?" Kata Devina lagi


"Heem Vina yang paling cantik." Kata Devano


"Sayang Vano." Kata Devina sambil memeluk kembarannya dengan erat


"Sekarang aku bener-bener udah sembuh Vin." Kata Devano


Dia membalas pelukan itu dengan sayang dan mencium kepala Devina berkali-kali.


"Vina udah sembuhin Vano ya?" Kata Devina


"Hm kamu udah buat aku sembuh." Kata Devano


Devina tersenyum senang dia melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Devano dan mencium keningnya lama sekali.


"Hey udahh"


Tertawa kecil Devina menjauhkan wajahnya lalu menatap Devano dengan wajah lugunya.


"Besok kita jalan-jalan di sekitar rumah ya?" Kata Devano


"Hm Vano kan baru sembuh." Kata Devina


"Gak papa aku mau menghirup udara segar udah tiga hari yang aku cium cuman bau obat aja." Kata Devano membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


"Oke besok Vina bakal nurutin semua maunya Vano dan bakal temenin Vano seharian di rumah." Kata Devina


"Janji ya?"


Devina mengangguk dengan semangat lalu menautkan jarinya dengan jari Devano dan tersenyum puas.


"Janjii!"


Tak lama setelahnya pintu terbuka Daffa masuk ke dalam untuk meminta anak-anaknya makan malam dan Devina langsung berdiri karena dia sudah merasa sangat lapar. Mengulurkan tangannya Devina meminta kembarannya untuk mengenggam tangannya lalu mereka berdua keluar beriringan dan mengikuti langkah kaki Daffa yang berjalan lebih dulu.


Sampai di ruang makan keduanya duduk bersebelahan dan Fahisa langsung mengambilkan makanan untuk kedua anaknya lalu untuk sang suami juga. Begitu makan malam sudah disajikan Devina langsung tersenyum dan mulai menyantap makan malamnya dengan semangat.


"Vina gimana keadaan Ziko?" Tanya Daffa


Devina mendongak lalu tersenyum.


"Udah baikan Daddy, tapi sama Mama dan Papa nya dia belum boleh kemana-mana dulu." Kata Devina


"Syukurlah kalau tidak parah." Kata Fahisa


"Em kata Ziko enggak usah Daddy itu cuman luka kecil aja, tapi tiap malam Vina telpon Ziko terus." Kata Devina


Kedua orang tuanya mengangguk faham lalu kembali menyantap makan malam dan tak banyak bicara lagi. Mereka makan dalam keadaan hening hingga kurang lebih tiga puluh menit berlalu Devano sudah menyelesaikan makan malamnya.


Melihat hal itu Fahisa segera memberikan obat untuk anaknya dan tanpa banyak protes atau keluhan Devano meminumnya, dia juga mau sembuh bosan rasanya hanya diam di rumah saja.


"Vina udah selesai juga." Kata Devina senang


"Yuk Vin ke kamar kamu udah janji mau temenin aku tidur." Kata Devano


Devina hanya mengangguk saja sebagai jawaban.


"Mom Dad aku sama Vina ke kamar duluan ya?" Kata Devano


Kedua orang tua mereka hanya mengangguk saja sebagai jawaban dan Devina serta Devano memeluk serta mencium keduanya lebih dulu sebelum akhirnya pergi ke kamar.


Begitu memasuki kamar Devano meminta kembarannya untuk menunggu dulu karena dia mau ke kamar mandi dan selagi menunggu Devano di kamar mandi Devina merebahkan tubuhnya di ranjang. Mengambil ponselnya yang ada di meja Devina langsung membuka chat nya bersama dengan sang kekasih lalu menekan tombol telpon.


'Halo Vin'


"Ziko, kamu udah makan malam?" Tanya Devina


'Hm udah kamu gimana?'


"Aku juga udah ini baru selesai, sekarang keadaan Ziko gimana?" Tanya Devina


'Udah gak papa Vin ini juga perbannya udah bisa dilepas besok dan lagi lukanya udah kering'


"Vina senang dengarnya, besok siang Vina mau kesana ya?" Kata Devina


'Hm boleh, tapi diantar kan?'


"Iya nanti minta antar Pak hadi." Kata Devina


'Okay aku tunggu besok sayang'


"Vina kangen sama Ziko." Kata Devina


'Aku juga kangen banget mau peluk terus mau cium'


"Ish kamu nih cium-cium apa?!" Kata Devina galak


Terdengar tawa kecil ditelinga Devina dan membuat dia tersenyum kala mendengarnya.


'Cium bibirnya Vina'


"Ziko nih nakal banget." Kata Devina


'Eh kamu juga pernah beberapa kali cium bibir aku duluan'


"Ziko mah jangan bilang gitu Vina malu." Kata Devina kesal


'Iya sayang yaudah kamu udah mau istirahat?'


"Iya Vina mau nungguin Vano dulu sampai dia tidur." Kata Devina


'Oh iya gimana keadaan Vano?'


"Udah baikan kok tadi dia udah makan banyak banget." Kata Devina


'Aku senang dengarnya, yaudah kalau kamu mau nemenin Vano aku matiin telponnya ya?'


"Iya Ziko juga tidur ya?" Kata Devina


'Hm selamat malam dan mimpi indah cantik'


"Selamat malam dan mimpin indah juga, Vina sayang Ziko." Kata Devina


'Aku juga'


Setelah itu Devina mematikan sambungan telponnya dan bersamaan dengan itu Devano keluar dari kamar mandi lalu naik ke atas ranjang. Keduanya berbaring lalu Devano mendekat dan memeluk Devina dengan erat, lagi.


Perlahan mata Devano terpejam dia sudah sangat mengantuk karena habis minum obat dan berada di pelukan Devina semakin membuatnya mengantuk.


Devina sendiri hanya tersenyum dan memeluk kembarannya dengan sayang lalu mencium kepalanya.


"Selamat tidur Vano"


¤¤¤


Aku update lagiii💞