My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (3)



"Vann lepas ihh"


Berkali-kali Adara berusaha melepaskan tangan Devano yang merangkulnya karena dia tidak suka menjadi pusat perhatian di kampusnya, tentu saja mereka memperhatikan kekasihnya dan bukan dia. Namun, bukan melepaskan Devano malah semakin menariknya mendekat membuat Adara tidak ada pilihan lain selain diam.


Katanya Vano sedang jam kosong kelasnya baru dimulai lagi nanti sore dan Adara secara kebetulan juga lagi tidak ada kelas, masih dua jam lagi untuk kelas selanjutnya. Sekarang Devano mengajaknya ke kantin karena dia takut kalau mengajak keluar kampus nanti malah kelamaan dia kan suka lupa waktu.


Jarak kampus mereka itu bisa dibilang sangat jauh bahkan memakan waktu hingga empat puluh lima menit, tapi itu bukan masalah berarti untuk Devano.


"Vann gak enak tau dilihatin orang-orang." Keluh Adara


"Biarin supaya mereka tau kalau kamu punya aku." Kata Devano


Adara diam sambil menghela nafasnya pelan dan begitu sampai kantin mereka mencari tempat yang kosong untuk duduk lalu memesan.


"Nanti pulang jam berapa?" Tanya Devano


"Jam lima deh kayaknya bisa jadi lebih juga." Kata Adara


"Nanti aku jemput." Kata Devano


Adara menghela nafasnya pelan sambil menatap kekasihnya, dia sudah berkali-kali bilang pada Devano kalau itu tidak perlu, tapi kekasihnya tetap tidak mau dibantah.


"Aku pulang sendiri aja Van nanti kamu kejauhan habis-habisin bensin." Kata Adara


"Gak papa"


"Van kampus kamu kesini aja udah jauh dan dari sini ke rumah aku juga jauh belum lagi dari rumah aku ke rumah kamu." Kata Adara


"Aku bilang nanti aku jemput, faham?" Kata Devano sambil menaikkan sebelah alisnya


Ekspresi wajahnya seolah mengatakan kalau dia tidak mau dibantah dan meskipun Adara mengatakan tidak tetap saja Devano akan datang.


"Iya Van faham"


"Mana hp kamu?" Tanya Devano


Tanpa banyak protes Adara mengeluarkan ponselnya lalu memberikan pada Devano yang langsung pria itu lihat. Kemarin ada banyak sekali pesan dari teman sekelas Adara di kampus yang membuat Devano jengah.


"Mereka masih chat kamu?" Tanya Devano


"Kadang aja kok lagian aku juga gak nanggepin." Kata Adara sambil tersenyum


Devano mengangguk lalu mengeluarkan ponsel miliknya juga dan menyerahkan pada kekasihnya.


"Kalau mau periksa." Kata Devano membuat Adara tertawa


"Enggak perlu Van." Kata Adara


"Gak papa aku udah lihat hp kamu sekarang gantian." Kata Devano


Menggelengkan kepalanya pelan Adara membuka chat di hp Devano dan melihat banyak pesan masuk dari nomor yang tidak pria itu simpan. Memang Devano hanya menyimpan nomor beberapa orang saja, dia tidak suka menyimpan nomor sembarang orang.


"Udah nih." Kata Adara sambil mengembalikan ponsel kekasihnya


Devano tersenyum dan meletakkan ponselnya di atas meja lalu tak lama setelahnya pesanan mereka datang juga membuat Adara tersenyum senang, dia sudah lapar.


Dengan lahap Adara memakan makanannya membuat Devano tersenyum melihatnya. Sekarang kekasihnya itu terlihat lebih berisi berbeda dengan dulu ketika mereka masih berteman, tidak bukan teman, tapi hanya orang yang sebatas tau nama.


"Van"


"Hmm"


"Aku seneng deh bisa kerja di butik Kakak kamu dia baik banget sama aku terus gak masalah juga meskipun aku tinggal-tinggal kuliah." Kata Adara


"Bagus dong, jadi kamu bisa kuliah dan kerja barengan." Kata Devano


"Iya seneng bangett bisa kenal Kak Ara dia juga kadang ajakin aku ngobrol dan anaknya Kak Ara juga lucu banget." Kata Adara dengan mata berbinar


"Kamu mau?" Tanya Devano jahil


"Mau apa?" Tanya Adara tidak faham


"Anak"


Ukhukk ukhukk


Adara terbatuk karena tersedak membuat Devano langsung memberikan minum, dia melihat hidung Adara yang memerah.


"Vanooo!"


Devano tertawa kecil lalu mengucapkan maaf tanpa suara sambil tersenyum.


"Kamu tuh bikin kaget aja tau ngomong kayak gitu." Keluh Adara


Bukan minta maaf Devano malah tertawa lalu mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.


"Lucu banget sih." Kata Devano


"Van"


"Hmm"


"Dulu kamu tuh pendiam, tapi sekarang kok nyebelin sih?" Tanya Adara


"Dulu kamu cantik Dar." Kata Devano membuat Adara langsung menatapnya dengan tajam


"Terus sekarang je...."


"Sekarang tambah cantik bikin aku makin suka." Kata Devano


Sial, Devano pandai menggoda sekarang.


¤¤¤


Devano tidak bohong ketika dia mengatakan akan menjemput kekasihnya karena tepat pukul setengah enam motornya berhenti di area kampus kekasihnya, tenang saja Devina sudah pulang lebih dulu. Sambil menunggu Adara dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan rasa risih menghampiri Devano ketika ada begitu banyak pasang mata yang menatapnya.


Dia lupa


Selain wajahnya almamater yang dia pakai juga menarik perhatian karena berbeda dari yang lainnya. Memilih untuk tidak ambil pusing Devano mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Adara, tapi kekasihnya itu sudah lebih dulu memanggilnya.


Devano mendongak lalu tersenyum.


"Udah dari tadi?" Tanya Adara


"Baru"


"Yuna duluan yaa?" Kata Adara pada seorang gadis yang tadi jalan disampingnya


Gadis itu tersenyum sambil melambaikan tangannya lalu pergi ke lawan arah.


"Mau langsung pulang?" Tanya Devano sambil memakaikan helm pada kekasihnya


Sekali lagi mereka diperhatikan.


"Van bisa sendiri tau." Keluh Adara


"Mau langsung pulang?" Tanya Devano tanpa mau menanggapu keluhan kekasihnya


"Iya aku capek banget." Kata Adara


Devano mengangguk faham lalu melajukan motornya setelah memastikan Adara naik ke atas motornya. Sekitar dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Adara yang selalu sering Devano kunjungi.


Begitu sampai Devano langsung ikut turun dan Adara juga tidak melarang karena tadi dia yang menawarkan. Mana mungkin dia tidak menawarkan untuk mampir kalau Devano sudah berkali-kali datang ke kampusnya.


Mendudukkan dirinya di ruang tamu Devano menunggu Adara yang katanya ingin mengambilkan minum. Tidak butuh waktu lama Adara kembali dengan dua gelas ditangannya.


"Air dingin nih aku nyimpen di kulkas." Kata Adara


"Makasih Dar"


Adara tersenyum dan mengangguk lalu memperhatikan Devano yang sedang minum.


Minum aja ganteng, batinnya.


"Kenapa Dar?" Tanya Devano ketika sadar kalau kekasihnya itu dari tadi memperhatikannya


Tersentak dengan cepat Adara menggelengkan kepalanya.


"Gimana tadi kuliahnya?" Tanya Devano


"Hmm baik Van cuman pelajarannya bikin pusing." Kata Adara sambil tertawa kecil


"Baru pertama nanti juga enggak." Kata Devano


"Iya Van kalau kamu gimana?" Tanya Adara


"Biasa aja cuman dateng masuk kelas duduk." Kata Devano santai


"Aku lupa anak pinter mana ada keluhan." Kata Adara


"Apasih Dar aku biasa aja." Kata Devano tidak suka


"Iya deh iyaaa"


Devano tersenyum lalu mencubit pipinya dengan gemas membuat Adara berdecak kesal dan balas mencubit tangannya.


Sekarang ada dua pipi yang suka sekali dia cubit.


Pipi Devina dan Adara.


"Sakit tauuu"


Devano tertawa lalu mengusapnya dengan lembut dan mencium pipinya membuat mata Adara membulat sempurna.


"Udah gak sakit kan?" Kata Devano


Wajah Adara memerah sempurna.


"Ehh malah tambah merah." Kata Devano


"Vano kamu tu...."


Lagi, mata Adara melotot ketika Devano mencium bibirnya sekilas.


Kali ketiga Devano mencium bibirnya dan kali ini dia tidak kabur, tapi malah menatapnya dengan senyuman.


Devina dan Ziko biangnya sekarang Devano jadi suka melakukannya.


Jangan sampai Devina tau.


¤¤¤


Vinaaa kembaranmu nakall cepet bawa pulanggg!!!



Vano Dara gak mau kalah uwuww😂