My Possessive Twins

My Possessive Twins
90 : Vano Jorok!



Wajah Adara terlihat begitu gugup ketika motor Devano berhenti di rumah Kakaknya yang cukup besar, dia sudah berusaha menolak karena Adara benar-benar malu untuk kesana, tapi Devano terus memaksanya. Sekarang bukan hanya rasa malu, tapi rasa takut juga mulai menyerang Adara hingga dia ingin kabur saja bahkan tangannya mulai berkeringat dingin.


Berbeda dengan Adara yang merasa gugup Devano justru terlihat bersemangat dan langsung menggenggam tangan gadis itu untuk mengajaknya masuk ke dalam. Sesaat Adara menggelengkan kepalanya pelan dan membuat Devano tertawa kecil lalu meyakinkan kalau tidak akan terjadi apa-apa.


Melihat senyuman Devano juga anggukan singkatnya membuat Adara akhirnya luluh dan mengikuti langkah kaki Devano memasuki rumah. Merasakan tangan kekasihnya yang dingin Devano jadi ingin tertawa padahal dia hanya ingin mengenalkan gadis itu pada Kakaknya.


Tak butuh waktu lama setelah mengetuk pintu Sahara membukanya dan senyum manisnya terbentuk ketika melihat adiknya.


"Ehh Vanooo"


Sahara terlihat antusias dan langsung memeluk adiknya dengan cukup erat membuat Devano tersenyum lalu membalas pelukannya.


"Kakak lagi sibuk enggak?" Tanya Devano


"Enggak lah sibuk apa." Kekeh Sahara


Melepaskan pelukannya Sahara menatap gadis disamping adiknya dan tersenyum, tapi gadis itu malah menunduk dengan wajah memerah.


"Pacarnya Vano yaa?" Tanya Sahara dengan ramah


Perlahan Adara mendongak lalu mengangguk singkat sambil tersenyum.


"Sini masuk dulu." Kata Sahara


Bersama-sama mereka masuk ke dalam dan Sahara langsung mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di ruang tamu.


"Mas Juna lagi kerja kalian tunggu ya? Kakak mau lihat Angga dulu." Kata Sahara


Sambil berjalan menuju ruang tengah Sahara meminta Bi Yuni untuk membawakan makanan serta minuman untuk keduanya.


"Bi bawaiin makanan sama minuman ke ruang tamu ya? Ada Vano sama pacarnya"


Di tempatnya Adara mengedarkan pandangannya dan berdecak kagum melihat betapa bagusnya rumah ini, tidak terlihat mewah, tapi begitu luas dan tertata. Keluarga Devano benar-benar terpandang dan kaya membuat Adara semakin tidak percaya diri untuk menjadi pasangan Devano.


Sesaat kemudian Bi Yuni datang membawa minuman serta makanan dan Devano serta Adara langsung mengucapkan terima kasih. Bersamaan dengan itu Sahara kembali bersama anaknya yang terlihat rewel dan memberontak minta diturunkan.


Setelah duduk didekat adiknya barulah Sahara menurunkan Airlangga dan membuat anak itu terlihat senang.


"Angga"


Seolah tau suara Devano anak itu menoleh dan berjalan menghampirinya lalu Devano langsung mengangkatnya ke pangkuan.


"Sepertinya Angga kurusan Kak." Kata Devano


"Hmm dia susah sekali di suruh makan dan hanya mau bermain saja." Kata Sahara


Adara tersenyum lalu tangannya terulur mengusap pipi Airlangga membuat anak itu menoleh dan menatapnya dengan tatapan polos.


"Nama kamu siapa aku lupa?" Tanya Sahara


Adara menoleh dan tersenyum singkat.


"Adara Kak"


"Kamu teman sekelas Vano ya?" Kata Sahara


"Iya Kak"


Sahara mengangguk faham dan memperhatikan Adara sejanak. Wajah gadis itu terlihat dewasa dan cantik disaat yang bersamaan, dia pernah mendengar cerita dari Daddy nya juga.


Daddy nya pernah bilang kalau Devano pernah meminta dia untuk membeli rumah milik Adara dan mengatakan kalau Daddy nya bisa mengambil lagi mobil yang teah diberikan atau memotong uang sakunya.


Sepertinya gadis itu sangat berarti untuk adiknya.


"Kalian sudah lama dekat?" Tanya Sahara


"Emm enggak juga, tapi kita sekelas dari lama." Kata Adara


"Kamu mau kuliah dimana setelah ini?" Tanya Sahara


Adara terdiam sebentar lalu mengatakan hal yang membuat Sahara jadi merasa bersalah.


"Emm aku enggak kuliah Kak niatnya mau kerja aja setelah lulus." Kata Adara


"Mau kerja dimana?" Tanya Sahara


"Belum tau nanti sedapatnya aja Kak." Kata Adara


"Kerja sama Kakak aja mau gak? Kakak kan punya butik nanti kamu bisa kerja disana, jadi gak usah capek-capek cari kerja." Kata Sahara sambil tersenyum manis


Dia ingin membantu gadis itu dan mungkin memberikan pekerjaan setelah dia lulus nanti bisa memberikan Adara sedikit kemudahan.


Sahara tau susah untuk mendapatkan pekerjaan.


"Emm boleh Kak?" Tanya Adara dengan mata berbinar


"Boleh lah nanti kita bakal sering ketemu jadinya." Kata Sahara membuat Adara tersenyum senang mendengarnya


"Makasih Kak"


Suara rengekan Airlangga membuat mereka berdua menoleh dan melihat Devano yang sedang mencium pipinya dengan gemas.


"Vano ihh nanti nangis." Kata Sahara galak


Devano tertawa lalu melepaskan ciumannya dan menurunkan Airlangga membiarkan anak itu bermain sendirian.


"Kak kapan berikan aku keponakam perempuan?" Tanya Devano


Sahara melotot sedangkan Devano dan Adara tertawa melihatnya, dasar ternyata Devano kalau sama saudaranya jahil juga.


"Kamu minta Kakak pukul ya? Adara kamu jangan heran kalau lihat Vano kayak gini ya? Dia itu memang jailnya minta ampun suka bikin kesel." Kata Sahara


"Ayolah Kak sekarang kan Angga sudah besar Kak Juna pasti mau punya anak lagi juga." Kata Devano


Merasa kesal Sahara memukul lengan adiknya itu cukup kuat dan bukannya merasa sakit Devano justru tertawa lalu mencubit pipi Kakaknya dengan gemas.


Adara memperhatikannya dengan senyuman ternyata Devano memang suka sekali mencubit pipi orang.


"Kakak udah jadi Ibu-ibu, tapi kok masih gemesin sih?" Tanya Devano


"Vano kamu nih." Kata Adara sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Ya terusss kenapaa? Aku ini Kakak kamu ya Vano!" Kata Sahara galak


"Iya maaf"


"Adara kamu seriusan mau sama Vano? Mending cari cowok lain." Kata Sahara


Devano menatap Kakaknya itu dengan sebal, tapi dia tidak peduli salahkan saja Devano yang dari tadi menyebalkan.


"Ini juga masih nyari kok Kak nanti kalau udah dapat Vano aku tinggalin." Canda Adara


"Baguss"


"Dar apaan sihh?" Kata Devano kesal


Adara dan Sahara tertawa bersamaan melihat wajah kesal Devano yang sangat lucu.


Bayangkan saja pria yang sangat jarang berskpresi itu sekarang tampak menggemaskan dengan wajah kesal.


¤¤¤


"Vanoooo"


Ketukan di pintu kamarnya berkali-kali membuat Devano menghela nafasnya pelan lalu membuka pintu kamarnya dan tanpa permisi Devina langsung masuk ke dalam lalu merebahkan dirinya di atas ranjang. Kembarannya itu kebiasaan sekali masuk ke kamarnya lalu tiduran dan bermain ponsel disana padahal kan di kamarnya sendiri bisa, kalau Devano protes dia akan bilang di kamar sendiran kalau disini ada Devano.


Memang Devina itu tidak bisa dibantah, jadi Devano hanya membiarkannya saja dan kembali ke meja belajarnya untuk sedikit mengulang pelajaran. Kembali pada Devina yang tengah asik memilih foto bersama teman-temannya untuk di upload ke instagram dan karena merasa bingung dia menghampiri Devano.


"Vano Vanoo"


"Hmm"


"Bagusan yang mana? Yang ini atau yang ini?" Tanya Devina sambil menunjukkan kedua foto


"Sama aja Vin dua-duanya bagus." Kata Devano membuat kembarannya itu berdecak kesal


"Ihh satu aja pilihnyaa aku mau masukin ke instagram." Kata Devina


Menghela nafasnya pelan Devano memilih salah satu foto dan mengatakan kalau itu yang lebih bagus, tapi jawaban Devina membuatnya kesal.


"Bagusan yang ini tau Van." Katanya


Jadi untuk apa dia bertanya pada Devano?


"Yaudah bagusan ini." Kata Devano


"Tadi kata kamu bagusan yang ini." Kata Devina membuat Devano menghela nafasnya pelan


Sabar, batinnya.


"Dua-duanya bagus Vina." Kata Devano


"Tapi, bagusan yang ini?" Tanya Devina sambil menunjuk gambar yang tadi Devano tunjuk


"Hmm"


"Kata aku bagusan ini." Kata Devina menunjukkan gambar yang lainnya


"Terus kenapa nanya aku?" Tanya Devano gemas


"Enggak papa mau gangguin Vano aja." Kata Devina


Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu meraih tangan kembarannya.


"Vin"


"Emm kenapa?"


"Kamu kok ngeselin sih?" Tanya Devano


Devina tertawa, tapi dia langsung berseru ketika Devano menggigit jari telunjuknya.


"Ihh Vano jorokkk"


Gantian kali ini Devano yang tertawa dan dia semakin tertawa ketika kembarannya berlari keluar dari kamarnya sambil berseru.


"MOMMY DADDY VANO JOROKKK"


Salahkan Devina yang mengganggunya lagi belajar.


¤¤¤


Double up aja yaaa untuk hari ini yaa😉


Dapat salam dari si kembar😚



Angkat aku jadi adikmu Vannn😂