My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (53)



Sejak pulang dari rumah kekasihnya sekarang Devina berada di kamar orang tuanya karena Fahisa yang tidak turun untuk makan malam dan ternyata Mommy nya itu sedikit tidak enak badan. Katanya Fahisa hanya kelelahan saja dan butuh istirahat makanya Daffa tidak mengizinkan istrinya itu keluar kamar lalu memilih untuk membawakan makan malam ke kamarnya.


Tentu saja kedua anaknya juga merasa cemas meskipun Fahisa mengatakan kalau dia baik-baik saja dan hanya merasa pusing, tapi anak perempuannya Devina tetap tidak percaya. Hal itu mengingatkan Fahisa pada Sahara yang selalu cemas berlebihan kalau dia sedang sakit.


Sudah setelah makan malam Devina duduk di tepian ranjang sambil mengusap kepala Mommy nya dengan sayang dan tersenyum.


"Vina jahat ya? Vina gak pernah bantuin Mommy." Kata Devina


"Tidak sayang jangan bilang begitu hmm? Mommy kan selalu ada yang bantuin ada Bi Santi." Kata Fahisa


"Terus kenapa Mommy sakit?" Tanya Devina sedih


"Hanya kelelahan sayang Mommy juga telat makan." Kata Fahisa


"Ish nakal." Kata Devina membuat Fahisa tertawa kecil mendengarnya


"Kenapa Vina belum tidur?" Tanya Fahisa


"Vina belum mengantuk dan Vina mau tidur disini aja sama Mommy." Kata Devina


"Tidak perlu sayang Mommy tidak papa besok juga sudah sembuh kok." Kata Fahisa


"Nanti Mommy sakit lagi." Kata Devina


"Ada Daddy sayang." Kata Fahisa


"Kalau besok Mommy belum sembuh Vina marah yaaa?" Kata Devina dengan bibir mengerucut sebal


Fahisa tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya besok Mommy sembuh kok sekarang cuman pusing aja sayang." Kata Fahisa


"Nanti aku bilangin Kak Ara!" Kata Devina


"Eh jangan Vina nanti Kakak kamu cemas lagian Mommy kan tidak papa sayang." Kata Fahisa


"Kalau Mommy besok sakit aku kasih tau Kak Ara." Kata Devina


"Iya Devina"


Devina tersenyum lalu mencium pipi Mommy nya dengan sayang.


"Vina ke kamarnya nunggu Daddy." Kata Devina


"Daddy kan lagi di kamar mandi." Kata Fahisa pelan


"Iya nunggu Daddy keluar dari kamar mandi terus tidur di samping Mommy." Kata Devina


Fahisa hanya tersenyum dan membiarkan saja anaknya tetap disana hingga pintu kamar terbuka lalu Devano masuk ke dalam sambil tersenyum manis. Melihat hal itu Fahisa tersenyum apalagi ketika Devano duduk disamping Devina, keduanya memang tidak terlalu mirip.


Devina lebih mirip dengan Fahisa dan Devano lebih mirip dengan Daffa.


"Ada apa Vano?" Tanya Fahisa dengan lembut


"Mommy gak mau ke rumah sakit?" Tanya Devano membuat Fahisa tersenyum mendengarnya


"Mommy cuman sakit kepala sayang." Kata Fahisa entah untuk keberapa kalinya


Mengangguk singkat Devano mengusap kening Mommy dengan sayang.


"Fahisa besok kalau ma.... ehh ada Vina sama Vano." Kata Daffa yang baru saja keluar dari kamar mandi


Melihat kedua anaknya tentu saja membuat Daffa tersenyum senang semua anak-anaknya pasti begini kalau dia atau istrinya sedang sakit. Apalagi Sahara anak itu bahkan sampai menangis kalau Fahisa sudah sakit karena takut kalau Fahisa pergi meninggalkannya.


Berjalan mendekat Daffa tersentak ketika Devina bangun dan memeluknya dengan erat lalu merengek pelan padanya. Tersenyum tipis Daffa membalas pelukannya anaknya lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Pokoknya besok Mommy harus sembuh kalau enggak Vina marah sama Daddy." Kata Devina


"Iya sayang"


"Vina gak suka Mommy sakit nanti kalau Mommy sakit Vina gak bisa manja lagi." Kata Devina membuat Fahisa menggelengkan kepalanya pelan ketika mendengar perkataan anaknya


"Iya Devina udah sekarang kamu sama Vano ke kamar masing-masinh terus tidur, besok kuliah kan?" Kata Daffa sambil melepaskan pelukannya dan mencubit pelan pipi Devina


"Kalau besok Mommy masih sakit Vina gak mau berangkat kuliah!" Kata Devina


"Iya Devina"


Menatap Daddy nya dengan bibir mengerucut Devina mencubit pipi Daffa cukup kuat lalu berlari kecil menghampiri Mommy nya dan memeluk serta mencium pipinya.


"Vano yuk kita keluar nanti Vano harus tungguin Vina sampai tidur dulu." Kata Devina


Devano hanya mengangguk lalu memeluk kedua orang tuanya sebentar sebelum akhirnya mengikuti langkah kaki Devina keluar dari kamar orang tua mereka. Bukan ke kamarnya, tapi Devina membawa Devano ke kamar gadis itu lalu mengajaknya untuk berbaring di ranjang.


Tentu saja tadi Devina bilang minta ditemani sampai tertidur dan Devano tidak akan bisa menolak. Akhirnya Devano ikut berbaring, tapi sebelum itu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh kembarannya dan memeluknya dengan sayang.


"Vanoo"


"Hmm"


"Vina mau tanya ya?" Kata Devina


"Tanya apa?" Kata Devano


"Em kalau nanti habis ujian akhir Ziko mau ajak Vina liburan berdua kamu kasih izin gak?" Tanya Devina pelan


Mendengar hal itu Devano melepaskan pelukannya lalu menatap kembarannya dengan wajah muram membuat Devina hanya bisa menunjukkan cengirannya.


"Liburan berdua? Nginep?" Tanya Devano


"Heem katanya Ziko mau ajak Vina ke puncak terus ng...."


"Enggak!"


"Kenapa? Aku kan gak..."


"Devina kamu itu perempuan mana boleh aku kasih izin pergi berdua sama cowok sampai nginep gitu udah gila kali kalau aku izinin." Kata Devano


"Ziko kan tunangannya Vina." Kata Devina


"Selagi kamu belum menikah aku gak akan kasih izin Devina kalian belum ada ikatan secara resmi dan Ziko itu cowok kita mana tau dia bakal ngelakuin apa." Kata Devano


"Vano gak percaya sama Ziko?" Tanya Devina


"Aku percaya Vin, tapi tetap aja Devina kalian belum menikah mana boleh pergi berdua sampai nginap begitu." Kata Devano


"Vina pernah nginap di rumah Ziko." Kata Devina


"Iya aku sama Daddy kasih izin karena disana ada orang tua Ziko dan Daddy kasih izin kita ke villa karena kita gak sendirian, tapi sama teman-teman yang lain juga." Kata Devano


"Jadi gak boleh?" Tanya Devina


"Enggak kalau aku enggak kasih izin, kamu wanita dan aku harus jaga kamu sampai kamu menikah dan tanggung jawab itu berpindah ke suami kamu." Kata Devano


"Hm yaudah"


"Kamu marah?" Tanya Devano


Devina tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak lagian itu cuman rencana aja kok." Kata Devina


"Dengar ya Vina, selagi kamu belum menikah itu artinya kamu masih jadi tanggung jawab Daddy dan aku makanya selama itu aku bakal jagaiin kamu dan jadi kembaran yang posesif." Kata Devano


"Iyaa Vanoo"


Devano tersenyum lalu membawa Devina ke dalam pelukannya.


"Udah sekarang tidur." Kata Devano


Mengangguk singkat Devina mengeratkan pelukannya dan sebelum memejamkan matanya dia mengatakan sesuatu yang membuat Devano tersenyum.


"Vina sayang banget sama Vano"


Dan Devano hanya membalasnya dengan memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya.


¤¤¤


"Vina kok belum berangkat kuliah?"


Pertanyaan itu membuat Devina yang sedang menonton tv mendongak lalu menatap Daddy nya yang sedang menatapnya dan bangun sambil memeluk sayang Daddy nya. Membalas pelukan anaknya Daffa mengusap kepala Devina dengan penuh kelembutan lalu mengajaknya untuk kembali duduk.


"Vina cuman ada satu mata kuliah terus dosannya gak bisa hadir." Kata Devina


Daffa mengangguk faham lalu melihat ke meja yang sudah dipenuhi cemilan dan membuatnya menggelengkan kepalanya pelan.


"Mommy mana?" Tanya Devina


"Ada di kamar sayang Mommy kamu sudah sehat kok, tapi Daddy suruh istirahat." Kata Daffa


"Terus Daddy gak kerjaa?" Tanya Devina


"Hm libur Daddy mau di rumah." Kata Daffa membuat Devina tersenyum senang dan menatapnya dengan penuh antusias


"Daddy gak kerja? Berarti Vina bisa manja sama Daddy." Kata Devina sambil memeluk Daffa dari samping


"Biasanya kalau libur kamu pergi sama Ziko." Kata Daffa


"Em Ziko nya kuliah terus Vina lagi mau di rumah." Kata Devina


Daffa mengangguk faham dan merangkul anaknya dengan sayang.


"Devina ingin sesuatu?" Tanya Daffa


"Emm enggak." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devina menatap Daffa dengan senyuman lalu bertanya sesuatu yang sering kali membuat dia penasaran.


"Daddy Vina mau tanyaaa." Kata Devina


"Tanya apa?" Tanya Daffa


"Daddy kalau kasih uang jajan Vano lebih banyak yaa? Iya kann? Daddy ngakuu sama Vina." Kata Devina sambil menatapnya dengan mata memicing


Daffa tertawa kecil lalu mencubit pelan pipi anaknya.


"Iyaa, apa Vina marah?" Tanya Daffa


Devina dengan cepat menggelengkan kepalanya pelan.


"Vina gak marah soalnya kan Vano suka jajanin Vina banyak banget." Kata Devina


"Vina sering minta beliin apa sama Vano?" Tanya Daffa


"Banyakkk! Aku sering ajak Vano ke super market terus minta beliin jajanan banyak terus sering beliin Vina novel juga dan traktir Vina makan." Kata Devina


Mendengar hal itu Daffa menggelengkan kepalanya pelan, hal itu yang menjadi alasan Daffa selalu memberikan uang lebih untuk Devano karena tau anak perempuannya lebih sering minta sesuatu pada Devano.


"Ya ampun anak Daddy"


Devina hanya menunjukkan cengirannya lalu memeluk Daddy nya dengan sayang.


"Vano pernah marah gak kalau Vina minta sesuatu?" Tanya Daffa


"Enggak Vano cuman senyum terus ajakin Vina untuk beli apa yang Vina mau." Kata Devina senang


Daffa tersenyum ketika mendengarnya, tentu saja dia tau jawabannya.


Devano selalu menuruti keinginan Devina.


¤¤¤


Haii aku updateeee😄


Apakah boleh kalau aku update lagii😌