My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (68)



Devano berbaring di atas ranjang sambil menatap kedua anaknya yang kini duduk di dekatnya sambil memainkan wajahnya, tangan mungil Nadhin berada di pipinya anak itu menusuk pipinya lalu tertawa dan Nathan bermain di hidungnya. Kedua anak itu terlihat begitu senang memainkan wajah Devano apalagi Nadhin yang sampai tertawa bahkan tak jarang anak itu memukul wajahnya dengan pelan.


Saat ini Adara sedang membantu Mommy nya memasak di dapur, jadi Devano yang kini menjaga anak-anaknya dan itu bukan hal yang sulit karena si kembar sangat penurut. Sudah setengah jam mungkin dan sepertinya Nadhin sudah bosan anak itu kini malah berbaring di sampingnya.


"Kenapa cantik?" Tanya Devano


Nadhin mengucak pelan matanya dan Nathan yang melihat itu ikut berbaring di samping kembarannya membuat Devano tersenyum lalu bangun.


Dia duduk sambil menatap keduanya dengan gemas.


"Papa mau mamm"


Devano tersenyum mendengar perkataan Nadhin, rupanya anak itu sudah lapar.


Oh ya sekarang Nathan dan Nadhin juga sudah berusia tiga tahun mereka sudah lancar bicara, lucu sekali.


"Mam? Yuk ke Mama." Kata Devano


"Mama"


"Iya Nathan kita ke Mama." Kata Devano sambil mengusap pelan pipi kedua anaknya


Keduanya mengangguk lalu Devano turun dari atas ranjang dan membantu keduanya untuk turun juga. Tangan Devano menggenggam kedua tangan mungil si kembar dan mereka bersama-sama turun ke bawah untuk makan siang.


Hari ini akhir pekan makanya Devano ada di rumah dan tidak bekerja begitu juga dengan Daffa yang mungkin sedang tidur di kamarnya. Kini Daddy nya itu hobi tidur kalau sedang tidak bekerja pasti tidur di kamar.


"Amaa Amaaa"


Nathan memanggil Adara begitu mereka memasuki area dapur dan Adara langsung menoleh dia tersenyum melihat kehadiran kedua anaknya.


"Amaa mau mamm"


Nadhin mengatakan itu membuat Adara juga Fahisa tertawa pelan.


Mencuci tangannya lebih dulu Adara langsung mendekat, untung saja sudah selesai memasak. Mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang anak Adara mencium pipi mereka bergantian.


"Mau mammm." Kata Nadhin lagi


Ya Nadhin memang sangat rewel kalau lapar kalau belum di kasih makan dia akan terus mengatakan hal itu.


"Iya mam"


Adara berdiri lalu mengambil makan untuk kedua anaknya yang sepertinya sudah sangat kelaparan.


"Ma aku suapin anak-anak dulu ya?" Kata Adara


"Iya sayang udah nanti ini biar Mama sama Bibi yang selesain." Kata Fahisa sambil tersenyum


"Ayo sayangnya Mama makan." Kata Adara


Kedua anak itu berseru senang dan mengikuti Adara membuat Devano gemas sendiri melihat si kembar yang berjalan di samping istrinya. Mereka pergi ke ruang tengah di sana Nathan dan Nadhin langsung duduk dengan manis.


"Sini Ra biar aku suapin Nadhin." Kata Devano dengan penuh semangat


Adara tersenyum lalu memberikan satu mangkuk kepada Devano yang langsung suaminya itu ambil.


"Ayo cantikk mamam." Kata Devano sambil memasang wajah lucu


Nadhin tertawa senang dia membuka mulutnya menunggu suapan dari Papa nya.


"Aaaaa"


Devano tertawa dia langsung menyuapi Nadhin yang dimakan dengan lahap oleh anaknya yang lucu itu.


"Kalian kok cepat banget besarnya sih?" Kata Devano


"Iya dong masa aku kecil terus sih Pa." Kata Adara sambil tertawa pelan


"Kalau udah besar harusnya punya adik Ra." Kata Devano membuat Adara berdecak pelan sambil menatapnya


Devano justru tertawa melihat raut wajah kesal istrinya yang membuat dia semakin ingin menggodanya.


"Nadhin mau punya adik enggak cantik?" Tanya Devano


Nadhin mengangguk dengan semangat.


"Tuh Ra mau." Kata Devano dengan penuh semangat


"Vannn"


"Nathan mau enggak punya adik? Mau dong gantengnya Papa nanti adiknya cowok wah seru bisa ajak main bareng." Kata Devano


Nathan menatap Devano sebentar lalu mengangguk seraya tersenyum.


"Mau Ra dua-duanya mau punya adik, ayo kita buat." Kata Devano


"Vano ish." Kata Adara kesal


Pipinya bahkan memerah sekarang dan hal itu malah membuat Devano tertawa.


"Vanoo diem gak?!" Kata Adara kesal


Devano tertawa lagi bahkan mereka sampai lupa kalau sedang menyuapi si kembar.


"Aaa Papa mamm." Kata Nadhin


"Ehh iya sayang iya." Kata Devano


Adara yang ikut tersadar juga langsung menatap Nathan yang sedang menatapnya juga, menunggu suapan yang akan dia berikan.


Suapan demi suapan Adara dan Devano berikan untuk si kembar yang sangat lahap memakan bubur serta udang yang sudah Adara buatkan. Si kembar memang tidak pernah susah makan mereka sangat lahap bukan hanya makan bahkan mereka juga suka memakan cemilan.


Hasilnya lihat pipi Nathan dan Nadhin yang begitu gembul hingga membuat keduanya terlihat begitu menggemaskan.


°°°°


"Canaaaa pelgiii"


Nadhin melotot ketika menatap Arthan yang baru saja datang bersama dengan Devina juga Ardhan tentunya dengan di antar Ziko yang langsung pergi ke kantor. Melihat hal itu Adara langsung menggendong Nadhin yang berbisik agar tidak begitu pada Arthan, tapi anak itu masih saja melotot dan menatap Arthan dengan penuh permusuhan.


Memang sampai sekarang Arthan masih bermusuhan pada Nadhin entah ada apa dengan mereka berdua, tapi Nadhin selalu saja kesal kalau melihat Arthan. Seolah sengaja Arthan juga malah meledek dia menjulurkan lidahnya dan berlari masuk ke dalam.


"Aaaa Ama tulun tulunn." Kata Nadhin heboh


"Ya ampun Nadhin." Kata Adara sambil menurunkan anaknya


Begitu turun Nadhin langsung berlari mengejar Arthan yang sudah masuk ke dalam dan kini berada di dalam pelukan Daffa.


"Aaaaa canaaaa canaaa." Kata Nadhin


"Wleeee"


"Amaaaaa"


Nadhin memasang wajah galaknya dia berusaha menggapai Arthan yang ada dalam gendongan Daffa dan Daffa sendiri hanya bisa tertawa.


"Ampun deh ini berantem aja berdua." Kata Daffa sambil tertawa


"Ini lihat Ardhan sama Nathan anteng banget." Kata Fahisa yang menggandeng tangan Ardhan dan Nathan


Devano tertawa dia langsung menggendong Nadhin dan menciumnya.


"Jangan galak cantik ini kan Arthan dia saudara kamu juga." Kata Devano


"Gakkk nakalll." Kata Nadhin galak


Devano dibuat gemas dia mencium pipi anaknya itu cukup lama.


"Aaaa dahhh"


Nadhin menggelengkan kepalanya pelan agar Devano berhenti menciumnya.


"Arthan baikan dong sama Nadhin." Kata Daffa


Arthan bukan menjawab anak itu malah memeluk Daffa dengan manja.


"Arthan memang jahil makanya Nadhin kesel." Kata Devina


"Tapi, Nadhin juga sama Vin." Kekeh Adara


Devina tertawa pelan dia merentangkan kedua tangannya di hadapan Nadhin dan anak itu kini berpindah ke dalam gendongan Devina lalu memeluknya.


Melihat hal itu Arthan heboh sendiri dia marah melihat Devina menggendong Nadhin.


"Aaaa Amiii Amiii"


"Ami aku." Kata Nadhin sambil memeluk Devina


"Gakk tulun tulunnn." Kata Arthan sambil menangis


Daffa menggelengkan kepalanya pelan dan menurunkan Arthan yang langsung menghampiri Devina.


Anak itu mengamuk dia menarik baju Devina dan memukul mukul kakinya.


"Gakk gakkk"


Nadhin sendiri seolah sengaja malah memeluk Devina dan bersandar di bahunya dengan manja.


Adara tertawa pelan anaknya itu memang sangat sangat jahil entah kepada Nathan atau pada orang tuanya sendiri.


Tidak terbayang kalau Nadhin dan Arthan sudah besar pasti deh jadi musuh bebuyutan.


°°°°


I'm backk heheee Terima kasih yang sudah menunggu🥰