
Selesai mengantar Devina ke kelas Ziko kembali ke fakultasnya lalu menghampiri teman-temannya yang belum masuk kelas karena dsosen yang mengajar memang belum datang. Duduk disamping Reno yang tengah memainkan ponselnya Ziko menyandarkan tubuhnya ke belakang membuat seorang gadis menatapnya dengan senyuman.
Tentu saja dia Tiara karena hanya gadis itu yang sangat nekat mendekati Ziko meskipun sudah ditolak secara terang-terangan. Sekarang Tiara duduk didekat Nizam dengan Laura serta Nindia yang memang sering bergabung.
Sebenarnya Ziko sendiri tidak terlalu masalah dengan kehadiran Tiara atau yang lainnya karena jujur hal itu tidak penting untuknya, jadi dia santai saja.
"Pacar lo jurusan apa sih Ko?" Tanya Reno
"Sastra"
"Pantes ngomongnya lembut banget pakai aku kamu lagi." Kata Putra
"Gue takut baper." Kekeh Reno membuat Ziko berdecak kesal mendengarnya
"Gue udah baper sih lihat senyumnya aja bikin deg-degan." Kata Nizam
"Terus aja bahas cewek gue." Ketus Ziko
"Salah lo Ko punya pacar cantik plus gemesin gitu." Kata Reno
"Udah mau gue nikahin, tapi kata orang tua gue nanti aja nunggu lulus kuliah." Kata Ziko
"Ya iyalah mau lo kasih makan apa dia nanti." Kata Putra
"Hm makanya gue ajak tunangan dulu." Kata Ziko
"Denger Ra udah lah gak usah ganggu Ziko lagi mending sama gue." Kata Nizam sambil menaik turunkan alisnya
"Bukan urusan lo gue rasa Zam." Kata Tiara
"Nizam bener Ra masih banyak kali cowok yang lebih baik dari gue." Kata Ziko
"Kalau gue gak mau gimana?" Kata Tiara
"Gue kan cuman bilang masalah lo mau atau enggak urusan lo, tapi satu hal yang harus lo tau gue cuman cinta sama Devina." Kata Ziko
"Kenapa bisa seyakin itu? Lo tau Ziko setiap orang itu berubah mungkin semua yang lo ucapin hari ini gak akan sesuai dengan apa yang terjadi nantinya." Kata Tiara
Keadaan hening seketika mereka menatap Ziko yang masih terlihat santai dan sama sekali tidak terganggu dengan perkataan Tiara.
"Kenapa lo juga bisa seyakin itu kalau gue sama Vina bakal pisah? Memang setiap orang itu berubah dan gue juga, tapi untuk perasaan itu gak bakal berubah." Kata Ziko
"Udahlah Ra...."
"Apa yang bikin lo suka sama cewek manja kayak Devina?" Tanya Tiara
"Gue rasa hal itu gak perlu gue jawab dan Tiara berhenti ikut campur masalah hubungan gue." Kata Ziko
"Kenapa?"
"Gue gak pernah mau menyakiti hati seorang wanita apalagi berkhianat dari sebuah hubungan, jadi buang jauh-jauh ekspetasi bahwa gue akan berpaling dari Devina," Kata Ziko.
Semuanya diam sambil menatap Tiara yang kini menatap Ziko dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Devina tetap pemilik hati gue." Kata Ziko
Setelah mengatakan hal itu Ziko memakai lagi tas miliknya lalu berjalan menuju kelas tanpa mengatakan apapun lagi.
Dia lelah dengan tingkah Tiara yang semakin hari sangat menyebalkan.
Masuk ke dalam kelas Ziko duduk di barisan kedua sambil mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi chat, dia selalu suka membaca kembali percakapannya dengan Devina ketika sedang merasa kesal.
Vina capek banget😠Dosennya bikin kesel masa tiba-tiba ujian Vina kan belum belajarrr
Udah itu dia kasih tugas juga untuk minggu depan
Kesell Zikoo jahat banget DosennyaðŸ˜
Ya, Devina memang selalu menceritakan semua hal kepadanya dan hal itu menyenangkan.
Ziko jadi merasa kalau dia berguna untuk kekasihnya apalagi tidak jarang Devina menelpon kalau dia terbangun ketika tengah malam.
Zikooo besok kita jalan-jalan yaa😶 Mau yaa Ziko sayang
Mau makan spagheti
Pokoknya Ziko harus mauu besok jemput Vina jam sebelas, harus!
Vina maksa kalau enggak diturutin Vina marahhh😡
"Ko"
Menoleh ke samping Ziko mengangkat sebelah alisnya ketika Nizam datang dan duduk disampingnya.
"Susah jadi ganteng Ko direbutin terus." Kata Nizam membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Banyak kali yang lebih ganteng dari gue Zam." Kata Ziko yang hanya ditanggapi dengan gumaman oleh Nizam
"Gabut banget sampe bacaiin ulang chat gitu." Kata Nizam
"Udah kebiasaan kalau lagi kesel." Kata Ziko
"Kesel sama Tiara?" Tanya Nizam
"Hm gue risih Zam." Kata Ziko
"Batu emang dia suruh berhenti gak mau." Kata Nizam
"Biarin aja lah males juga ngurusinnya nanti kalau dia capek juga berhenti sendiri." Kata Ziko
Baru ingin menjawab Nizam menutup mulutnya ketika Dosen masuk ke dalam kelas dan memulai perkuliahan.
Ziko tidak mau terlalu memikirkannya biarkan saja kalau sudah lelah nanti dia juga akan berhenti.
¤¤¤
Vin aku udah di parkiran
Pesan itu Ziko kirimkan kepada Devina yang tadi meminta dia untuk memberi kabar kalau sudah sampai karena Devina melarangnya untuk menyusul ke kelas. Katanya kelas Devina ada di gedung baru nanti Ziko malah bingung, jadi kekasihnya itu meminta Ziko untuk menunggunya diparkiran saja.
Selagi menunggu kekasihnya Ziko membuka sosial medianya melihat beranda instagramnya lalu membuka akun milik Devina. Berbeda dengan akun miliknya yang hanya ada satu poto bersama dengan Devina di akun kekasihnya itu ada empat poto.
Poto bersama keluarganya, Devano, teman-temannya dan dengan Ziko.
Saat suara pintu mobil terdengar Ziko menoleh lalu tersenyum pada Devina, tapi ada yang aneh kekasihnya itu tidak menyapanya dan malah menunduk sambil memasang sabuk pengamannya.
Merasa aneh Ziko menyentuh pelan pundak Devina.
"Vina?"
Tidak ada jawaban dan hal itu cukup aneh untuk Ziko apalagi sesaat setelahnya dia malah mendengar isak tangis.
"Vin kamu kenapa? Vina sayang kamu kenapa nangis?" Tanya Ziko cemas
Devina tidak menjawab dia malah semakin terisak membuat Ziko melepaskan sabuk pengaman yang sudah kekasihnya pakai lalu membawanya ke dalam pelukan. Berada di pelukan kekasihnya Devina menangis kuat sambil memeluk erat tubuh kekasihnya bahkan mencengkram kuat bahunya.
Cukup lama berpelukan Ziko melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Devina dan membuat gadis itu menatapnya, tapi matanya membulat sempurna.
Ada emosi yang menguasai dirinya ketika melihat wajah Devina.
"Ini kenapa Vin? Kenapa bisa luka?" Tanya Ziko sambil mengusap dahi serta sudut bibir Devina yang terluka
Devina terisak sambil menggelengkan kepalanya pelan lalu memeluk Ziko lagi.
"Mau pulang"
"Vin kamu ken..."
"Vina mau pulang." Lirih Devina
"Iya iya kita pulang." Kata Ziko
Ziko mengusap kedua pipi Devina lalu mencium keningnya dan kedua matanya dengan penuh kelembutan.
"Janji bakal cerita ya?"
Devina mengusap pipinya juga lalu menganggukkan kepalanya.
"Ziko"
Ziko kembali menatap Devina ketika kekasihnya kembali memanggil namanya.
Devina menatapnya dengan sendu lalu mengatakan sesuatu yang membuat tangan Ziko terkepal kuat.
¤¤¤
Hellooo aku updateee😆