My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (34)



Adara tidak bisa memberikan penolakan atas permintaan Devano karena cepat atau lambat mereka akan tetap melakukannya juga, jadi dia hanya mengangguk saja dan membuat senyuman Devano mengembang dengan sempurna. Sekali lagi pria itu menciumnya dengan penuh kelembutan dia menggerakkan pelan bibirnya sambil sesekali mengusap pipi Adara dengan sayang.


Saat hampir kehabisan nafas Devano menjauhkan wajahnya dia tersenyum lalu mengangkat tubuh Adara dan membawanya ke kamar dengan mata yang tidak mau beralih sedikitpun dari Adara. Satu tangan Devano membuka pintu lalu dia membawa Adara ke ranjang dan mendudukkannya di sama.


Adara menatapnya dengan senyuman dia mengusap pelan pipi Devano dan membuat pria itu memejamkan matanya.


"Nyaman Ra"


Bergumam pelan Adara tidak berhenti mengusap pipi itu untuk beberapa saat hingga Devano menahan tangannya dan mencium punggung tangan itu dengan sayang.


"Janji pelan-pelan gak bakal sakitin kamu"


Adara tersenyum dan mengangguk singkat sebagai jawaban.


Perlahan Devano menarik lepas ikat rambut Adara hingga membuat rambut panjangnya terjuntai begitu saja. Setelahnya Devano membuka satu per satu kancing kemeja yang Adara gunakan membuat Adara terdiam dengan jantung yang berdetak sangat cepat.


Dia takut dan gugup di saat yang bersamaan.


Meloloskan pakaian atas yang dia kenakan kini Adara tidak memakai apapun untuk menutupi tubuh bagian atasnya.


"Kamu candu banget Ra." Kata Devano serak


Adara tersenyum malu dia mendekat dan memberikan ciuman di bibir Devano membuat pria itu dengan senang hati membalasnya.


Tubuhnya perlahan terbaring di atas ranjang dan tangan Devano dengan nakal mulai menyentuh setiap inci tubuhnya membuat Adara mengerang pelan.


"Boleh kan?"


Devano menanyakan hal itu begitu dia menjauhkan wajahnya dan Adara hanya tersenyum sambil mengangguk singkat.


Perkataan itu membuat Devano meloloskan semua pakaian yang Adara kenakan juga miliknya hingga Adara harus mengalihkan pandangannya karena malu, dia belum terbiasa meskipun tadi pagi juga dia sudah melihat semuanya.


"Sayang banget sama kamu Ra"


Setelah mengatakan hal itu Devano mendusal manja di lehernya dan tidak lupa meninggalkan beberapa kecupan di sana membuat Adara mendesah pelan.


"Aaa Adara aku gak mau nunggu lagi." Kata Devano


"Nghh Vann"


Devano benar-benar membuatnya gila sendiri setiap sentuhan yang pria itu berikan membuat darahnya berdesir hebat apalagi ketika Devano menyentuh titik sensitif nya dan membuat Adara mengerang pelan.


Tak mau diam saja Adara membawa tangannya untuk memeluk Devano dan mengusap punggungnya dengan penuh kelembutan.


"Vann"


"Adara kamu buat aku gila." Kata Devano


Devano terus menyentuhnya dia juga memberikan kecupan di beberapa bagian tubuh Adara dan membuat istrinya itu terus mengeluarkan suara yang semakin membangkitkan gairahnya.


Ini gila!


Devano bisa gila!


°°°°


Adara hampir berteriak ketika dia merasakan sakit kala tubuhnya dengan Devano menyatu dengan sempurna di bawah sana bahkan dia sampai mencengkram kuat punggung suaminya. Tidak langsung menggerakkan tubuhnya Devano diam untuk beberapa saat seraya memberikan ciuman singkat di bibirnya agar Adara merasa sedikit lebih tenang.


Menahan nafasnya untuk sejenak Adara semakin kuat mencengkram punggung Devano ketika pria itu mulai menggerakkan tubuhnya. Rasa sakit masih Adara rasakan membuat dia terisak pelan, tapi Devano kembali menciumnya untuk memberikan sedikit ketenangan.


"Maaf Ra aku janji pelan-pelan." Kata Devano


Adara hanya mengangguk dan membiarkan Devano kembali menggerakkan tubuhnya hingga perlahan rasa sakit itu menghilang dengan sendirinya bersamaan dengan tangan Adara yang tak lagi mencengkram punggung Devano melainkan kini memeluknya.


Suara Adara terdengar begitu lembut membuat Devano semakin tersulut api gairah yang membuat dia bergerak semakin cepat.


"Van.... Pelan...."


Keringat sama-sama membasahi tubuh keduanya dan Devano merasa sangat panas bahkan meskipun AC menyala, tapi tubuhnya terasa panas.


"Agh Raa aku bisa gila"


Devano berkali-kali mengatakan hal itu membuat Adara melenguh pelan di setiap sentuhan yang Devano berikan padanya.


Ini gila!


Bukan hanya Devano, tapi Adara juga ikut menggila.


Setiap sentuhan yang pria itu berikan memberikan kenikmatan untuk Adara dan sungguh Adara yakin Devano tidak akan mudah untuk berhenti.


°°°°°


"Vano please stophhh"


Adara memeluk tubuh Devano dengan erat dan meminta pria itu berhenti karena dia sudah sangat lelah, tapi Devano tidak mau bahkan pria itu malah bergerak semakin cepat di atasnya. Menggigit pelan bibir bawahnya Adara mempererat pelukannya ketika dia sekali lagi mencapai pelepasannya.


Nafas Adara memburu dia menatap Devano yang sekarang sudah menjauhkan wajahnya tanpa mau melepas penyatuan mereka di bawah sana. Tersenyum manis Devano berkali-kali mencium singkat bibirnya dan berakhir dengan ciuman hangat di keningnya.


"Udah Vannn"


Devano tertawa kecil dia memeluk lagi tubuh Adara dan mendusal manja di lehernya.


"Enggak mau udah." Kata Devano


"Capekk"


"Kamu diem aja aku yang gerak." Kata Devano dengan vulgarnya


"Vannn"


"Iya iya enggak." Kekeh Devano


"Ngh"


Adara melenguh pelan ketika Devano menjauhkan tubuhnya dan kini berbaring tepat di sampingnya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


"Sakit enggak?" Tanya Devano


"Hm sakit"


"Maaf ya?" Kata Devano pelan


Adara hanya mengangguk sebagai jawaban lalu memeluk Devano dan bersandar manja di dada bidangnya.


"Nanti lagi ya Ra?" Kata Devano


"Enggak"


"Aaa mau lagi pokoknya." Kata Devano


Adara hanya diam dan mengeratkan pelukannya.


"Lagi ya?"


"Van"


"Iya, kenapa kamu mau lagi?" Tanya Devano membuat Adara berdecak pelan


"Gimana nanti pulangnya?" Tanya Adara


"Hah?"


"Vann sakit tau pasti nanti susah deh jalannya." Kata Adara manja


"Yaudah besok aja pulangnya kita ke villa nya juga di undur aja." Kata Devano


"Hm kita gak bawa baju." Kata Adara


"Ya gak usah pakai baju." Kata Devano


"Ishhh"


Devano tertawa dan kembali memeluk Adara sambil mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Kita lagi belajar buat kasih cucu untuk Mommy sama Daddy"


Mendengar hal itu pipi Adara merona malu dia langsung mendekat dan semakin memeluk suaminya.


Devano kenapa mesum sekali sekarang?!


°°°°


Satu dua tiga bubar semuanyaaa😭


Ayo bubarrr jangan mengintipp nanti Devano marah😑