My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (39)



Kalian tau apa yang paling menyebalkan?!


Menghadapi tingkat kemesuman Devano yang melebihi batas wajar dan hal itu membuat Adara geram serta kesal di waktu yang bersamaan. Setelah ada di kamar kalian tau apa yang Devano lakukan, ya tentu saja dia menggerayangi tubuh Adara dengan tangan nakalnya.


Sekarang Adara tengah berbaring di atas ranjang dengan pipi yang bersandar pada bantal, dia menatap Devano yang sekarang tertidur. Senyumnya perlahan terbentuk Adara mengusap pipi pria itu dengan sayang kalau sedang tidur begini Devano terlihat sangat tampan dan tidak menyebalkan.


"Kamu kenapa sekarang nakal banget sih?"


Adara mengatakan hal itu dengan suara pelan tadi Devano memang mengatakan kalau dia lelah lalu setelahnya pria itu sudah tidur dengan lelap.


Jangan khawatir mereka sudah memakai lagi pakaian dengan lengkap.


"Kamu ganteng banget deh Van kalau lagi tidur gini nyebelinnya hilang." Kata Adara pelan


Adara tetap asik menatap wajah tampan suaminya untuk waktu yang cukup lama.


Secara hati-hati Adara bangun dari tempat tidur lalu turun dan mengambil ponselnya yang ada di meja karena ingin menghubungi Ayahnya.


Benar saja begitu ponselnya di hidupkan ada banyak sekali pesan yang masuk.


Adara ponsel kamu tidak aktif ya?


Hubungin Ayah kalau kamu sudah baca pesan ini Ayah mau bicara sama kamu sayang


Nikmati liburan kalian disana


Adara tersenyum senang ketika membacanya dan dia langsung membalas pesan itu.


^^^Ayah maaf tadi ponsel Adara mati hehe^^^


^^^Iya Ayah^^^


^^^Nanti kalau aku udah pulang aku bakal main ke rumah ya? ^^^


Pesan itu tak langsung di baca mungkin Ayahnya sedang sibuk, jadi Adara memutuskan untuk membuka pesan lainnya dan menemukan ada beberapa pesan yang Devina kirimkan.


Adaraaaa


Adara apa kabar? Pasti baik kann aku bakal marah sama Vano kalau kabar Adara gak baik😠


Adara aku udah bilang sama Vano nanti kalau kalian udah selesai kita liburan bareng yaaaa


Vina mau liburan sama-sama


Adara tersenyum membaca pesan itu dan dia langsung membalas pesan yang Devina kirimkan beberapa jam lalu.


^^^Haha kabar aku baik Vin^^^


^^^Ide bagus aku juga mau liburan bareng pasti seru deh^^^


^^^Nanti kalau udah pulang aku sama Vano main ke rumah kalian yaaa^^^


Sama juga Devina tidak langsung membaca pesannya dan Adara memilih untuk meletakkan lagi ponselnya di meja lalu kembali ke ranjang. Duduk di atas ranjang Adara menatap lagi suaminya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Karena Vano dia berbaikan dengan Ayahnya dan karena Vano dia bisa memiliki teman juga saudara ipar seperti Devina.


Ah hidupnya sudah cukup sempurna.


Adara mengingat percakapan antara dia dan Devina ketika Adara sempat menghabiskan waktu berdua bersamanya.


'Adara makasih ya?'


Adara menatap bingung Devina yang tersenyum dengan tatapan penuh ketulusan untuknya.


'Makasih udah hadir di hidup Vano sekarang dia beda banget tau, dia jauhhh lebih bahagia dari sebelumnya Vano jadi sering senyum dan ketawa padahal dulu jarang'


Devina mengatakannya dengan penuh kebahagiaan juga ketulusan seolah dia benar-benar mengucapkan Terima kasih pada gadis di hadapannya.


'Aku gak ngelakuin apapun'


'Em meskipun enggak, tapi karena dekat sama Adara sekarang Vano jadi gitu hehe aku seneng kalau Vano seneng'


Dalam diam Adara menatap Devina yang tersenyum lalu mendekat dan memeluknya dengan erat membuat Adara memejamkan matanya.


Pelukan itu terasa begitu nyaman dan hangat.


'Vina sayang banget sama Adara jangan pernah tinggalin Vano ya? Terus Adara harus percaya kalau di sini ada banyak orang yang sayang sama Adara jangan pernah berfikir untuk pergi ya?'


Dan Adara tau bahwa ketika dia mengenal dan dekat dengan Devano kehidupannya telah kembali.


Dia mendapat keluarga yang baru.


Senyum manis Adara mengembang kala ingatan itu menghampirinya lalu dengan hati-hati dia mengusap pipi Devano, tapi ketika ingin menjauhkan lagi tangannya Devana menahannya. Matanya membulat ketika Devano mencium tangannya padahal pria itu masih memejamkan mata.


Saat perlahan mata indahnya terbuka Adara tersenyum ketika melihat tatapan satu Devano sepertinya pria itu masih ngantuk.


"Udah jam berapa?" Tanya Devano serak


"Jam lima sore." Kata Adara sambil tersenyum


Devano bergumam pelan dia menarik lagi tangan Adara dan menciumnya.


"Kenapa Van?" Tanya Adara sambil tertawa kecil ketika Devano menatapnya


"Salah sendiri." Kata Adara


"Ih Raa di sayang kek." Kata Devano


Adara tertawa lalu menangkup wajah Devano dan mencium keningnya.


"Bangun dulu mandi dan nanti malam kita cari makan." Kata Adara dengan senyuman


"Mandinya bareng ya?" Pinta Devano


Adara menghela nafasnya pelan, tapi tetap mengangguk sebagai jawaban dan hal itu membuat Devano semakin senang.


Dia langsung bangun dan memeluknya.


"Katanya capek." Kata Adara


Devano tertawa dia mencium pipi Adara hingga berkali-kali.


"Enggak jadi capeknya udah hilang"


Oh lihat betapa menyebalkan suaminya!


°°°°


Malam ini akhirnya Adara bisa keluar dari Villa untuk mencari makan malam bersama dengan Devano ah rasanya menyenangkan apalagi malam ini sangat cerah dengan banyaknya bintang juga bulan yang bersinar terang. Rencananya besok mereka juga akan berjalan-jalan dan Devano masih belum bilang mereka akan pergi kemana, tapi tidak masalah yang penting mereka tidak menghabiskan waktu satu hari penuh di Villa.


Sekarang Adara berada di perjalanan dengan sang suami yang sesekali menggenggam tangannya dengan mata yang tetap fokus ke jalanan. Saat seperti ini Devano akan berkali lipat lebih tampan dari biasanya hingga Adara terkadang takut kalau nanti Devano akan mencintai wanita lain.


Bukan hanya tampan Devano juga pintar di tambah dia dari keluarga terpandang jelas saja ada banyak gadis yang mengincarnya bahkan mungkin ada banyak rekan kerja Daddy nya yang berniat menjodohkan Devano dengan anak mereka, tapi Devano memilihnya.


Adara harus banyak bersyukur pasti ada banyak orang yang ingin menggantikan posisinya sebagai istri dari Devano sang pewaris utama perusahaan keluarga Wijaya.


"Masih jauh Van?" Tanya Adara


"Hm enggak bentar lagi." Kata Devano


"Van"


"Hm"


"Pasti banyak ya yang suka sama kamu, kalau di lihat kamu itu sempurna banget deh Van pasti banyak banget cewek yang mau rebut posisi aku." Kata Adara


"Gak akan ada yang bisa sayang." Kata Devano


"Kenapa gak ada?" Tanya Adara


"Kenapa kamu takut hm? Masih ragu sama aku?" Tanya Devano


"Ih bukan ragu tauu aku kan cuman bilang apa yang ada di pikiran aku aja Van." Kata Adara


Devano bergumam pelan sebagai tanggapan.


"Aku tuh cuman mikir kalau aku beruntung banget bisa dapat pendamping hidup kayak kamu yang ada banyak bangett cewek yang mau posisi seperti aku sekarang, jadi istrinya Devano." Kata Adara


Devano hanya tersenyum mendengarnya lalu meraih tangan Adara dan menciumnya dengan sayang.


"Van"


"Hm"


"Kamu kalau sama Devina dulu sering berantem gitu gak sih?" Tanya Adara penasaran


"Sering"


"Masa? Kalian kelihatan akur." Kata Adara


"Iya Ra kamu tau kan Devina itu gimana? Dia itu manja banget kadang aku suka gangguin dia sampai dia kesal dan akhirnya kita berantem deh." Kata Devano


"Kamu bisa jahil ternyata ya?" Kekeh Adara


"Bisa, lucu tau liat Devina kesel." Kata Devano


Adara tersenyum mendengarnya dia bersandar pada jok mobil lalu menatap Devano dengan senyuman manis di wajahnya.


"Dulu aku pikir kamu tuh cowok jutek yang jarang senyum tau Van, tapi ternyata kamu semanis ini ya?" Kata Adara


Hati Devano menghangat mendengarnya, tapi dia tak menanggapi banyak karena harus memarkirkan mobilnya di area restoran ketika mereka sampai.


Sebelum turun Devano mendekat dan memberikan ciuman untuk Adara.


"Ayo turun kita makan malam dulu"


°°°°


Aku updateee🥳


Lihatlah ketampanan Tuan Muda Devano🌚