My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (90)



Bagi anak-anaknya Daffa adalah sosok orang tua yang penuh kasih sayang meskipun sering kali sikap posesifnya cukup menyebalkan, tapi mereka tetap menyangi Daffa terutama kedua anak perempuannya, Devina dan Sahara tidak pernah sekalipun Daffa bermain tangan pada mereka. Sejak dulu Daffa sangat perhatian kepada anak-anaknya, tidak pernah membiarkan mereka sakit atau terluka, dia menjaga ketiga anaknya dan tidak peduli ketika ada yang mengatakan kalau dia terlalu banyak mengatur, tapi Daffa tidak peduli semua yang dia lakukan demi kebaikan anak-anaknya.


Setiap kali pria itu ulang tahun keluarganya akan memberikan kejutan special untuknya hingga membuat Daffa merasa begitu bahagia apalagi setiap kali membuka hadiah dari anak-anaknya dia merasa begitu special. Hari ini Daffa pulang cepat karena istrinya meminta dia untuk pulang lebih awal dan Daffa tidak merasa curiga karena keluarganya selalu memberikan kejutan sehari setelah hari ulang tahunnya.


Dia juga tidak berharap karena dia bukan anak muda lagi, dia ayah dari tiga orang anak yang salah satu anaknya Sudah menikah dan memiliki anak.


“Pak Hadi kita ke supermarket dulu ada yang ingin aku beli.” Kata Daffa


“Baik Tuan”


Mengeluarkan ponselnya Daffa menatap poto keluarga yang menjadi wallpaper di ponselnya lalu tersenyum. Dulu dia dan Fahisa ingin memiliki anak lagi, tapi karena kejadian yang pernah menimpa


istrinya dulu membuat mereka hanya bisa memiliki Devano dan Devina saja.


Tapi, mereka tetap bahagia.


‘Mommy Mommyy mau ice cream’


‘Daddyy mainan aku diambil Vina’


‘Daddy adiknya jambak rambut Ara’


Setiap mengingat hal itu Daffa tidak bisa untuk tidak tersenyum. Kehidupan yang sempat membuatnya terpuruk kini bagaikan surga yang selalu memberikan kebahagiaan untuknya. Begitu sampai di


supermarket Daffa bergegas turun dan masuk ke dalam lalu mengambil keranjang belanjaan.


‘Ice cream aku jangan diambil!’


‘Daddyy ice cream aku dimakan


sekarang udah abis’


‘Gak mau itu ice cream aku’


Hanya satu hal yang mampu membuat anak-anaknya bertengkar secara bersamaan ice cream. Tersenyum penuh arti Daffa mengambil cukup banyak ice cream dan memasukkan ke dalam keranjang lalu pergi


untuk membeli beberapa cemilan.


Setelah merasa cukup Daffa pergi ke kasir untuk membayar lalu kembali ke mobil dan melaju pergi menuju rumah, tempat yang paling dia suka.


Kehangatan keluarga yang selaluberhasil menengkan semua lelahnya.


***


“Mommy Mommy sebentar lagi Daddy


sampaii”


Devina berseru heboh sambil berlari


ke dalam rumah, dia baru saja mengintip dari luar rumah lalu melihat mobil yang


sangat dia kenali sudah dekat. Sampai di dalam rumah Devina langsung mengatakan


pada yang lain kalau Daddy nya sudah hampir sampai.


Sejak pagi mereka sudah menyiapkan


kejutan untuk Daffa dan kali ini tidak banyak orang yang datang hanya keluarga


inti saja karena tahun sebelumnya juga begitu. Setelah mendengar perkataan


Devina tanpa berpikir lagi Fahisa mengambil kue yang tadi dia buat bersama


anak-anaknya.


Suara Daffa mulai terdengar


bersamaan dengan pintu yang terbuka lalu seruan kencang terdengar membuat pria


paruh baya itu terkejut bukan main.


“Selamat ulang tahun Daddyyyy!”


Awalnya Daffa terdiam, tapi


setelahnya dia tertawa kecil dan menghampiri mereka semua, pertama Daffa


mencium kening istrinya lalu memeluk ketiga anaknya dan Arjuna serta si kecil Airlangga.


“Daddy tiup lilin ayoo mau Vina potoo"


Tersenyum manis Daffa tersenyum dan


meniup lilin sesuai permintaan anaknya.


“Selamat ulang tahun Daddy sayang.” Kata


Devina sambil memeluk Daddy nya lagi


Daffa bergumam pelan lalu mencium


puncak kepala anaknya dengan sayang.


“Aku tidak berpikir akan mendapat


kejutan sayang.” Kata Daffa membuat Fahisa tersenyum mendengarnya


“Daddy duduk dulu.” Kata Sahara


Daffa menurut dan duduk ditengah-tengah


keluarganya lalu menatap mereka satu per satu. Keadaan hening untuk sesaat


hingga mereka semua memberikan hadiah untuknya, tapi ketika cucu nya datang


Daffa tersenyum dan menggendongnya.


“Auu ituu”


Daffa tertawa ketika si kecil


Airlangga menunjuk kue yang ada di meja, betapa sempurna hidupnya.


“Daddy tadi Vina bantuin Mommy sama


Kak Ara bikin kue.” Kata Devina


“Enggak Dad dia itu ngerusuhin.” Kata


Devano membuat Devina memasang wajah cemberutnya


“Vina bantuin kok, tapi pas udah


selesai.” Kata Sahara yang semakin membuat Devina cemberut


“Ihh enggak Vina bantuin tadii Kak Ara


sama Vano jahat!” Kata Devina sambil menatap Daddy nya


“Udah ah jangan gangguin anak Daddy


yang manja ini.” Kata Daffa


“Vina musuhan sama Kak Ara dan Vano!”


Kata Devina kesal


melihat Devina yang hampir mirip dengan Sahara.


“Mas ini dibuka dulu kado dari


anak-anak.” Kata Fahisa


“Ya ampun Daddy ini sudah tua masih


dikasih hadiah juga padahal hanya makan malam bersama saja sudah cukup.” Kata Daffa


“Ihh gak boleh gitu kita kan mau


kasih hadiah untuk Daddy.” Kata Devina membuat Daffa tersenyum mendengarnya


“Baiklah kita buka hadiah dari siapa


dulu?” Tanya Daffa


“Vinaaa!”


Daffa tidak memberikan penolakan dan


mengambil hadiah dari anaknya lalu membuka kotak itu dengan hati-hati. Begitu melihat apa isinya Daffa tersenyum lalu menatap Devina yang ikut tersenyum dan langsung


memeluknya.


“Daddy ingat kenapa belikan itu


untuk Vina?” Tanya Devina


Daffa bergumam pelan dan membalas


pelukan itu dengan sayang, bagaimana dia bisa lupa?


Tidak ada satu kenangan pun yang


Daffa lupakan.


***


‘Vina jatuh kue nya gala-gala kamu’


Devina mengerucutkan bibirnya kesal


ketika suara Devano terdengar bersamaan dengan suara Sahara juga hari ini Daddy


mereka ulang tahun dan Fahisa sudah membeli kue untuk memberikan kejutan, tapi


ketika Daddy nya hampir sampai Devina berlari dan tanpa sengaja menabrak Mommy


nya hingga kue terjatuh.


‘Vina jangan lari-lari makanya’


‘Sekarang kita gak ada kue’


Mendengar hal itu Devina yang masih


berusia empat tahun langsung ingin menangis dan ketika Fahisa ingin


menghiburnya dia malah benar-benar menangis lalu berlari pergi. Bersamaan dengan


itu Daffa masuk ke dalam dan menatap dengan bingung lalu bertanya pada


istrinya.


Begitu dijelaskan Daffa tersenyum


dkemudian mencium kedua anaknya seta Fahisa sebelum akhirnya pergi ke kamar


anaknya. Disana dia dapa meliha Devina kecil yang duduk di ranjang sambil


menangis.


‘Vina’


Anak itu malah mengalihkan


pandangannya membuat Daffa tersenyum lalu menangkup wajahnya dan mengusap air


matanya dengan sayang.


‘Vano nakal cama aku Kakak Ala juga’


‘Sst udah jangan nangis’


‘Kuenya jatuh bukan gala-gala Vina’


‘Iya udah jangan nangis’


‘Vina dimalahin’


‘Enggak sayang udah ah jangan nangis


masa Daddy ulang tahun Vina malah nangis’


Daffa langsung menggendong anak itu


membuat Devina memeluknya dengan manja.


‘Nanti Daddy beliin Barbie biar Vina


gak nangis ya?’


‘Enggak mau belbi mau boneka beluang’


‘Iya besok kita beli’


Hari itu selalu Daffa ingat,


bagaimana Devina menangis hanya karena menjatuhkan kue bahkan anak itu menolak


untuk bicara dengan kedua saudaranya.


***


Dear Daddy,


Selamat ulang tahun cinta pertamanya


Vina.


Makasih banyak Daddy untuk semuanya,


Vina sayang sekali sama Daddy. Sehat selalu Daddy dan maafin Vina kalau Vina


jadi anak yang bandel dan enggak nurut sama Daady.


Happy birthday and I love you Daddy♡


¤¤¤


Part ini khusus Daddy Daffa kesayangannya anak-anak sama Mommy Hisa❤