
Bagi anak-anaknya Daffa adalah sosok orang tua yang penuh kasih sayang meskipun sering kali sikap posesifnya cukup menyebalkan, tapi mereka tetap menyangi Daffa terutama kedua anak perempuannya, Devina dan Sahara tidak pernah sekalipun Daffa bermain tangan pada mereka. Sejak dulu Daffa sangat perhatian kepada anak-anaknya, tidak pernah membiarkan mereka sakit atau terluka, dia menjaga ketiga anaknya dan tidak peduli ketika ada yang mengatakan kalau dia terlalu banyak mengatur, tapi Daffa tidak peduli semua yang dia lakukan demi kebaikan anak-anaknya.
Setiap kali pria itu ulang tahun keluarganya akan memberikan kejutan special untuknya hingga membuat Daffa merasa begitu bahagia apalagi setiap kali membuka hadiah dari anak-anaknya dia merasa begitu special. Hari ini Daffa pulang cepat karena istrinya meminta dia untuk pulang lebih awal dan Daffa tidak merasa curiga karena keluarganya selalu memberikan kejutan sehari setelah hari ulang tahunnya.
Dia juga tidak berharap karena dia bukan anak muda lagi, dia ayah dari tiga orang anak yang salah satu anaknya Sudah menikah dan memiliki anak.
“Pak Hadi kita ke supermarket dulu ada yang ingin aku beli.” Kata Daffa
“Baik Tuan”
Mengeluarkan ponselnya Daffa menatap poto keluarga yang menjadi wallpaper di ponselnya lalu tersenyum. Dulu dia dan Fahisa ingin memiliki anak lagi, tapi karena kejadian yang pernah menimpa
istrinya dulu membuat mereka hanya bisa memiliki Devano dan Devina saja.
Tapi, mereka tetap bahagia.
‘Mommy Mommyy mau ice cream’
‘Daddyy mainan aku diambil Vina’
‘Daddy adiknya jambak rambut Ara’
Setiap mengingat hal itu Daffa tidak bisa untuk tidak tersenyum. Kehidupan yang sempat membuatnya terpuruk kini bagaikan surga yang selalu memberikan kebahagiaan untuknya. Begitu sampai di
supermarket Daffa bergegas turun dan masuk ke dalam lalu mengambil keranjang belanjaan.
‘Ice cream aku jangan diambil!’
‘Daddyy ice cream aku dimakan
sekarang udah abis’
‘Gak mau itu ice cream aku’
Hanya satu hal yang mampu membuat anak-anaknya bertengkar secara bersamaan ice cream. Tersenyum penuh arti Daffa mengambil cukup banyak ice cream dan memasukkan ke dalam keranjang lalu pergi
untuk membeli beberapa cemilan.
Setelah merasa cukup Daffa pergi ke kasir untuk membayar lalu kembali ke mobil dan melaju pergi menuju rumah, tempat yang paling dia suka.
Kehangatan keluarga yang selaluberhasil menengkan semua lelahnya.
***
“Mommy Mommy sebentar lagi Daddy
sampaii”
Devina berseru heboh sambil berlari
ke dalam rumah, dia baru saja mengintip dari luar rumah lalu melihat mobil yang
sangat dia kenali sudah dekat. Sampai di dalam rumah Devina langsung mengatakan
pada yang lain kalau Daddy nya sudah hampir sampai.
Sejak pagi mereka sudah menyiapkan
kejutan untuk Daffa dan kali ini tidak banyak orang yang datang hanya keluarga
inti saja karena tahun sebelumnya juga begitu. Setelah mendengar perkataan
Devina tanpa berpikir lagi Fahisa mengambil kue yang tadi dia buat bersama
anak-anaknya.
Suara Daffa mulai terdengar
bersamaan dengan pintu yang terbuka lalu seruan kencang terdengar membuat pria
paruh baya itu terkejut bukan main.
“Selamat ulang tahun Daddyyyy!”
Awalnya Daffa terdiam, tapi
setelahnya dia tertawa kecil dan menghampiri mereka semua, pertama Daffa
mencium kening istrinya lalu memeluk ketiga anaknya dan Arjuna serta si kecil Airlangga.
“Daddy tiup lilin ayoo mau Vina potoo"
Tersenyum manis Daffa tersenyum dan
meniup lilin sesuai permintaan anaknya.
“Selamat ulang tahun Daddy sayang.” Kata
Devina sambil memeluk Daddy nya lagi
Daffa bergumam pelan lalu mencium
puncak kepala anaknya dengan sayang.
“Aku tidak berpikir akan mendapat
kejutan sayang.” Kata Daffa membuat Fahisa tersenyum mendengarnya
“Daddy duduk dulu.” Kata Sahara
Daffa menurut dan duduk ditengah-tengah
keluarganya lalu menatap mereka satu per satu. Keadaan hening untuk sesaat
hingga mereka semua memberikan hadiah untuknya, tapi ketika cucu nya datang
Daffa tersenyum dan menggendongnya.
“Auu ituu”
Daffa tertawa ketika si kecil
Airlangga menunjuk kue yang ada di meja, betapa sempurna hidupnya.
“Daddy tadi Vina bantuin Mommy sama
Kak Ara bikin kue.” Kata Devina
“Enggak Dad dia itu ngerusuhin.” Kata
Devano membuat Devina memasang wajah cemberutnya
“Vina bantuin kok, tapi pas udah
selesai.” Kata Sahara yang semakin membuat Devina cemberut
“Ihh enggak Vina bantuin tadii Kak Ara
sama Vano jahat!” Kata Devina sambil menatap Daddy nya
“Udah ah jangan gangguin anak Daddy
yang manja ini.” Kata Daffa
“Vina musuhan sama Kak Ara dan Vano!”
Kata Devina kesal
melihat Devina yang hampir mirip dengan Sahara.
“Mas ini dibuka dulu kado dari
anak-anak.” Kata Fahisa
“Ya ampun Daddy ini sudah tua masih
dikasih hadiah juga padahal hanya makan malam bersama saja sudah cukup.” Kata Daffa
“Ihh gak boleh gitu kita kan mau
kasih hadiah untuk Daddy.” Kata Devina membuat Daffa tersenyum mendengarnya
“Baiklah kita buka hadiah dari siapa
dulu?” Tanya Daffa
“Vinaaa!”
Daffa tidak memberikan penolakan dan
mengambil hadiah dari anaknya lalu membuka kotak itu dengan hati-hati. Begitu melihat apa isinya Daffa tersenyum lalu menatap Devina yang ikut tersenyum dan langsung
memeluknya.
“Daddy ingat kenapa belikan itu
untuk Vina?” Tanya Devina
Daffa bergumam pelan dan membalas
pelukan itu dengan sayang, bagaimana dia bisa lupa?
Tidak ada satu kenangan pun yang
Daffa lupakan.
***
‘Vina jatuh kue nya gala-gala kamu’
Devina mengerucutkan bibirnya kesal
ketika suara Devano terdengar bersamaan dengan suara Sahara juga hari ini Daddy
mereka ulang tahun dan Fahisa sudah membeli kue untuk memberikan kejutan, tapi
ketika Daddy nya hampir sampai Devina berlari dan tanpa sengaja menabrak Mommy
nya hingga kue terjatuh.
‘Vina jangan lari-lari makanya’
‘Sekarang kita gak ada kue’
Mendengar hal itu Devina yang masih
berusia empat tahun langsung ingin menangis dan ketika Fahisa ingin
menghiburnya dia malah benar-benar menangis lalu berlari pergi. Bersamaan dengan
itu Daffa masuk ke dalam dan menatap dengan bingung lalu bertanya pada
istrinya.
Begitu dijelaskan Daffa tersenyum
dkemudian mencium kedua anaknya seta Fahisa sebelum akhirnya pergi ke kamar
anaknya. Disana dia dapa meliha Devina kecil yang duduk di ranjang sambil
menangis.
‘Vina’
Anak itu malah mengalihkan
pandangannya membuat Daffa tersenyum lalu menangkup wajahnya dan mengusap air
matanya dengan sayang.
‘Vano nakal cama aku Kakak Ala juga’
‘Sst udah jangan nangis’
‘Kuenya jatuh bukan gala-gala Vina’
‘Iya udah jangan nangis’
‘Vina dimalahin’
‘Enggak sayang udah ah jangan nangis
masa Daddy ulang tahun Vina malah nangis’
Daffa langsung menggendong anak itu
membuat Devina memeluknya dengan manja.
‘Nanti Daddy beliin Barbie biar Vina
gak nangis ya?’
‘Enggak mau belbi mau boneka beluang’
‘Iya besok kita beli’
Hari itu selalu Daffa ingat,
bagaimana Devina menangis hanya karena menjatuhkan kue bahkan anak itu menolak
untuk bicara dengan kedua saudaranya.
***
Dear Daddy,
Selamat ulang tahun cinta pertamanya
Vina.
Makasih banyak Daddy untuk semuanya,
Vina sayang sekali sama Daddy. Sehat selalu Daddy dan maafin Vina kalau Vina
jadi anak yang bandel dan enggak nurut sama Daady.
Happy birthday and I love you Daddy♡
¤¤¤
Part ini khusus Daddy Daffa kesayangannya anak-anak sama Mommy Hisa❤