
Enam bulan sudah usia baby Nathan dan Nadhin kedua anak kembar itu benar-benar pendiam mereka tak rewel dan sudah jarang sekali bangun ketika tengah malam, hanya sesekali saja dan lagi keduanya benar-benar terlihat menggemaskan dengan pipi yang sangat gembul. Di antara keduanya hanya Nadhin yang sedikit rewel dia biasanya menangis tak berhenti kalah Devano sudah menciuminya tanpa henti hingga Adara harus menegurnya agar berhenti menciumi Nadhin yang katanya lucu.
Memang Nadhin sangat menggemaskan hidungnya mancung pipinya juga sangat gembul hingga mata Nadhin menyipit dan membuat anak itu terlihat begitu lucu. Kalau Nathan beda lagi dia juga mirip Adara kalau kata Devano anak laki-lakinya itu adalah Adara versi lelaki.
Hidung dan bibir Nathan mirip Devano, tapi wajahnya Adara sekali benar-benar perpaduan yang membuat anak itu semakin terlihat tampan.
"Nathan"
Nathan menatap Adara lalu tertawa sambil menggerakkan kedua tangannya berusaha menggapai wajah Mama nya membuat Adara tertawa pelan.
"Mandi ya?" Kata Adara
Ini sudah jam tujuh pagi Adara baru selesai memandikan Nadhin tadi dan sekarang anak perempuannya itu ada bersama Devano dan mertuanya.
Mengangkat tubuh Nathan untuk di mandikan anak itu malah menangis dan memeluknya dengan erat.
"Eh Nathan harus mandi biar segar kayak Nadhin." Kata Adara sambil mencium keningnya dengan sayang
Begitu anaknya itu tenang Adara membawanya masuk ke dalam kamar mandi dia membuka pakaian juga pampers yang Nathan kenakan dan anaknya itu hanya menatapnya. Setelah selesai Adara memasukkannya ke dalam bak mandi kecil yang memang milik si kembar di sana sudah ada mainan Nathan yang memang selalu anak itu mainkan kalau sedang mandi.
"Mandi ya sayang"
Nathan tertawa dia memainkan tangannya di air membuat Adara tersenyum melihatnya, dia suka rutinitas barunya di pagi hari.
Di ruang tengah Devano sedang memangku Nadhin yang asik meminum susu dari dot nya anak itu memegang sendiri dot nya dan Nadhin tidak mau diam dia terus saja bergerak. Di samping Devano ada Daffa yang juga asik memperhatikan cucu nya yang terlihat begitu menggemaskan.
Anak itu sudah wangi dia memakai baju berwarna merah muda dengan bando di kepalanya yang membuat dia terlihat semakin menggemaskan. Pipi Nadhin begitu gembul matanya juga besar pokoknya anak itu sangat lucu Daffa sendiri gemas melihatnya.
"Sini Van biar Daddy gendong." Kata Daffa
Devano tersenyum lalu memberikan Nadhin dan membiarkan Daffa menggendongnya. Anaknya itu diam dia bersandar manja di bahu Daffa dan berhenti menyusu.
Tangannya mengulurkan dot pada Devano membuat Devano tersenyum dan mengambilnya.
"Kenyang yaa?" Kata Devano sambil mencubit pelan pipinga membuat Nadhin merengek
Anak itu, tapi kembali diam ketika Daffa mengusap punggungnya.
"Kalau lihat Nathan sama Nadhin Daddy jadi ingat kamu sama Vina dulu." Kata Daffa membuat Devano tersenyum mendengarnya
"Lucu ya Dad?" Kata Devano
"Iya dulu yang jahil kamu dari kecil kalau sama Vina jahil banget, tapi waktu udah besar malah kebalik Vina yang cerewet dan jahil banget." Kata Daffa sambil tersenyum
Devano ikut tersenyum dia menatap lagi Nadhin yang benar-benar tenang.
"Cantiknya cucu Opa." Kata Daffa sambil mencium kening Nadhin dengan sayang
"Mirip banget sama Adara ya Dad?" Kata Devano
Mereka berdua sibuk dengan Nadhin hingga beberapa saat setelahnya Adara turun dengan membawa Nathan dalam dekapannya. Bayi tampan itu sangat wangi dia menempel pada Adara dan bersandar dengan manja di bahunya.
Begitu melihat Nathan datang Devano tersenyum dia langsung mengambil alih bayi tampan itu dari Adara dan menciuminya dengan gemas membuat Nathan merengek pelan.
"Vano"
Devano tertawa pelan dia gemas sekali pada Nathan yang mudah merengek kalau dia cium.
Adara menggelengkan kepalanya pelan tak lama suara Fahisa terdengar untuk mengajak mereka semua sarapan.
Ya begitulah pagi hari di rumah keluarga Wijaya.
°°°°
Devina datang bersama dengan Arthan dan Ardhan yang kini berusia tujuh bulan dia datang dengan di antar oleh Ziko, tapi Ziko langsung pergi ke kantor dan akan menjemput lagi Devina nanti. Sekarang Devina di ruang tengah bersama dengan Adara dan si kembar di baringkan di atas karpet tebal berbulu yang ada di ruang tengah.
Ada Nathan dan Nadhin juga Arthan dan Ardhan yang sama-sama tidak tidur mereka terlihat sangat menggemaskan. Ada juga Fahisa yang benar-benar senang dengan kedatangan Devina yang membuat rumah semakin ramai.
Sayang sekali suaminya sedang ke kantor, tapi Fahisa akan memberikan kabar agar dia pulang lebih cepat.
"Lihat lihat Nadhin lucu banget." Kata Devina senang
Devina menyentuh sudut bibir Nadhin membuat bayi lucu itu menggerakkan lidahnya karena mengira akan di berikan susu dan hal itu membuat Devina tertawa.
"Ih gemesin dia mirip banget sama Adara." Kata Devina
Adara tersenyum dia menatap Nadhin yang kini menggenggam tangan Devina dengan tangan mungilnya lalu ingin memasukkan tangan itu ke dalam mulutnya.
"Ini bukan cucu Nadhin." Kata Devina sambil tertawa
Anak itu menatapnya dengan lucu lalu melepaskan tangan Devina dan menggerakkan kedua kakinya sambil tertawa.
"Ihh gemes aku gigit nanti kamu." Kata Devina
"Vano tuh sering banget gigit pipi Nadhin kalau pun pelan, tapi tetap aja bikin nangis." Kata Adara
"Vano itu sama kayak Daddy nya dulu juga gitu Vina sama Vano di gigit pipinya Ara juga padahal Ara udah gede waktu itu, tapi katanya dia masih gemas." Kata Fahisa
Keduanya tersenyum mendengar pernyataan itu dari Fahisa, pantas saja Devano begitu.
Memang Devano suka sekali menggigit pipi Nathan dan Nadhin karena gemas katanya nanti kalau anaknya menangis dia sibuk memanggil Adara.
Dasar Devano!
°°°°
Yee lunas untuk hari ini double update❤