
Devano tersenyum sambil menatap istrinya yang sudah tertidur lelap di sofa dengan TV yang menyala dan menampilkan film yang sedang istrinya itu lihat. Membawa helaian rambut istrinya ke belakang telinga Devano terus memandang wajah Adara yang terlihat begitu tenang.
Mencium sekilas keningnya Devano mengusap pipi istrinya itu dengan sayang lalu dengan hati-hati menggendongnya untuk dipindahkan ke kamar. Jujur Devano sedikit kesulitan, tapi dia tetap melakukannya dan Adara sama sekali tidak terganggu dia malah mendekatkan wajahnya pada leher Devano.
Masuk ke dalam kamar Devano dengan hati-hati membaringkan tubuh Adara di atas ranjang dan berniat mengganti pakaiannya, tapi Adara malah menariknya mendekat.
"Emhh"
Devano tersenyum dia mencium lagi kening Adara.
"Mau ganti baju dulu sebentar ya?" Kata Devano pelan
Adara bergumam lagi dan semakin menarik Devano mendekat.
"Sebentar sayang ya?" Kata Devano
Devano melepaskan dengan hati-hati tangan Adara dan berniat pergi, tapi istrinya itu malah membuka mata lalu menatapnya.
"Siniiii"
Adara merengek pelan dia menatap Devano dengan mata sayunya.
"Siniiii"
"Ganti baju dulu ya?" Kata Devano yang tetap belum beranjak dari tempatnya
"Siniii"
Adara memasang wajah sedihnya membuat Devano tersenyum dan akhirnya naik ke atas ranjang.
"Mau peluk Vann"
Devano mengangguk singkat dia ikut berbaring di samping Adara lalu membawa istrinya itu ke dalam pelukannya membuat Adara kembali memejamkan matanya.
"Mau tidur." Kata Adara
"Iya sayang"
"Sini aja ya?" Kata Adara lagi
Devano kembali mengangguk dia mengusap sayang kepala Adara membuat istrinya itu merasa nyaman.
Perlahan Adara kembali terlelap Devano membiarkan hingga istrinya itu benar-benar tertidur lalu ketika merasa sudah cukup pulas dengan hati-hati Devano melepaskan pelukannya. Diciumnya kening Adara dengan sayang lalu Devano menarik selimut hingga menutupi sebatas dadanya.
Setelah itu Devano mematikan lampu dan pergi keluar kamar karena ada beberapa pekerjaan yang Daffa berikan untuknya. Pergi ke ruang keluarga Devano mengeluarkan laptop yang tadi dia letakkan di meja lalu menghidupkannya.
Selagi menunggu laptopnya hidup Devano melihat ke dinding dimana tergantung foto keluarga juga foto pernikahan semua anak-anak Daffa di sana. Mulai dari Sahara dengan Arjuna hingga si kembar dan pasangan masing-masing.
Nanti akan ada tambahan foto si kembar dengan anak-anak mereka yang juga kembar kalau foto Sahara sih sudah dengan tiga anaknya.
"Pantas saja Mommy sama Daddy gak kasih izin Vano tinggal di rumah yang berbeda, kalian pasti akan kesepian ya? Biasanya rumah ramai dengan Kak Ara dan Vina yang selalu ribut"
Devano tersenyum untuk sesaat.
"Sabar ya Mom Dad sebentar lagi ada si kembar yang akan buat rumah jadi ramai seperti dulu"
Sepertinya kelahiran anaknya juga anak Devina akan sangat dinantikan, asik sekali Daffa dan Fahisa akan langsung mendapatkan empat orang cucu sekaligus.
Wah pasti akan sangat ramai.
°°°°
Adara baru saja selesai mandi dan sekarang dia berjalan ke arah lemari untuk mencari pakaian yang akan Devano gunakan ke kantor. Mengambil kemeja putih juga jas dan dasi dari sana Adara meletakkannya di atas ranjang.
Bukan hanya itu dia juga menyiapkan ponsel hingga kunci mobil Devano agar pria itu tidak perlu mencari lagi. Setelah selesai Adara duduk di atas ranjang dan tak lama Devano keluar.
Pria itu sudah memakai celananya, tapi masih bertelanjang dada dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya.
Oh ya ampun suami siapa itu?!
Adara menggerakkan tangannya dan meminta Devano mendekat membuat suaminya itu tersenyum. Begitu Devano ada di hadapannya Adara mengambil handuk dari tangan suaminya dan membantu Devano mengeringkan rambutnya yang masih setengah basah.
"Ganteng banget suaminya Adara"
Devano tertawa pelan ketika mendengarnya.
"Aku takut deh kamu digodain cewek atau nanti ketemu cewek yang lebih cantik dari aku." Kata Adara
"Siapa yang lebih cantik dari Adara hm? Gak ada sayang." Kata Devano
"Yaa siapa tau nanti kamu ketemu di kantor." Kata Adara
"Awas kejadian beneran loh." Kata Devano
"Ihh jangan sampai." Kata Adara membuat Devano tertawa
"Lagian ada aja deh." Kata Devano
Adara melepaskan tangannya ketika merasa rambut Devano sudah cukup kering lalu dia menatap suaminya yang sekarang mengambil kemeja.
Astaga Devano lagi membuka kancing kemeja saja sudah kelewat tampan.
"Vannn beneran takut kamu di godain cewek." Rengek Adara
"Aku gak bakal tergoda sayang." Kata Devano santai
"Kamu kan cowokk." Kata Adara
"Ya terus kenapa?" Kata Devano sambil mengancingkan kemejanya
"Cowok biasanya mudah digodain." Kata Adara
Adara berjinjit dan memasangkan dasi lalu membenarkan kerah kemeja suaminya.
"Gak berlaku untuk Devano karena untuk dia cuman Adara yang bisa." Kata Devano
Adara diam sambil memakaikan jas sang suami lalu meminta Devano untuk duduk dan menyisir rambutnya.
"Memang di sana gak ada cewek seksi apa?" Tanya Adara
"Ada"
Devano hanya menjawab asal padahal dia tidak pernah melirik wanita lain, malas lebih tepatnya.
"Sama aku lebih seksi mana?" Tanya Adara
Devano tertawa pelan lalu membawa istrinya itu ke pangkuannya dan mencium bibirnya berkali-kali.
"Kamu yang paling seksi sayang"
Devano berbisik pelan membuat Adara merinding sendiri apalagi ketika Devano menggigit pelan telinganya.
"Ayo ibu hamil sarapan"
Adara bangun sambil terus menatap Devano membuat pria itu tertawa.
"Kenapa sayangg?"
Adara menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Ayo makan kalau gak mau makan, aku makan kamu ya?"
°°°°°
Aku updateee🥰