
Hari pertama setelah pernikahan.
Di rumah besar keluarga Wijaya setelah pesta pernikahan dilangsungkan Devina dan Ziko masih tinggal disana untuk satu minggu kedepan sesuai permintaan dari Daffa sendiri. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi di dalam kamarnya Devina masih tertidur dan belum bangun juga padahal Ziko sudah bangun.
Sejak membuka matanya yang Ziko lakukan adalah memandangi wajah cantik Devina yang sekarang bisa dia lihat sepuasnya. Wanita yang tengah terlelap disampingnya kini telah menjadi miliknya, istrinya yang akan selalu dia bahagiakan seumur hidupnya.
Semalam mereka tidak melakukan apapun hanya sekedar ciuman saja karena Ziko tidak ingin melakukannya disini dan lagi dia menikahi Devina juga bukan hanya karena hal itu saja. Saat tengah sibuk dengan lamunannya tubuh Devina menggeliat pelan lalu dia mendekat pada Ziko yang membuat Ziko mengusap sayang kepalanya.
"Vin udah pagi bangun dulu." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Em nanti masih ngantuk." Kata Devina pelan
"Devina bangun dulu kamu harus sarapan." Kata Ziko lagi
"Ish nanti masih ngantuk." Kata Devina sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya
Ziko tersenyum penuh arti ketika melihatnya dan tangannya terulur membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya. Baru akan bicara suara ketukan terdengar membuat Devina refleks membuka matanya ketika suara Fahisa terdengar.
"Devina sayang ayo sarapan dulu." Kata Fahisa dari luar kamar
"Iya Mommyyy"
Devina membuka selimutnya lalu duduk dengan wajah cemberut membuat Ziko benar-benar dibuat gemas ketika melihatnya. Tersenyum manis Ziko menangkup wajah Devina dan membuat gadis itu kini menatap matanya.
"Kok cemberut?" Tanya Ziko
"Ngantukkk"
"Yaudah makan dulu habis itu tidur lagi." Kata Ziko
"Em enggak boleh tidur lagi kalau habis makan nanti gendut." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Yaudah terus maunya ngapain?" Tanya Ziko
"Gak tau." Kata Devina sambil menghela nafasnya pelan
"Yaudah difikirin nanti aja sekarang mandi dulu terus sarapan." Kata Ziko
"Vina dulu ya?" Kata Devina
"Gak mau mandi berdua aja?" Canda Ziko dengan wajah menyebalkan
"Ishh nyebelin!" Kata Devina sambil mencubit lengan Ziko
"Iya iya maaf." Kekeh Ziko
"Awas ya? Vina dulu yang mandi Ziko jangan ngintip gak boleh!" Ancam Devina dengan wajah galaknya
"Iya Vina"
Berlari kecil mengambil handuknya Devina masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya membuat Ziko tertawa kecil melihatnya. Selagi menunggu Devina mandi Ziko menjelajah isi kamar Devina yang cukup luas, dia duduk di meja rias Devina.
Ada foto gadis itu dengan Devano yang tengah berpelukan disana, menggemaskan.
Sebenarnya Ziko juga ikut sedih ketika Devina bicara padanya mengenai ketakutan dia untuk jauh dari Devano, dia kelihatan sangat sedih.
'Vina takut mau jauh-jauhan dari Vano biasanya Vina sama Vano gak pernah jauh-jauhan lamaa, tapi nanti lama bangett'
Tak sampai disitu Ziko juga mendapat pesan yang cukup panjang dari Devano dimana pria itu memberi tau dia banyak hal tentang Devina dan dari situ Ziko tau bahwa Devina benar-benar diperlakukan layaknya seorang ratu.
Ziko nanti kalau Devina udah jadi istri lo jangan sampe lo abaikan dia ya? Devina itu manja kadang kalau mau tidur minta dipeluk dulu dan kalau lagi bad mood atau sakit Devina cuman mau makan kalau disuapin
Devina juga mudah sakit jangan boleh makan mie terlalu sering kasih dia makan mie seminggu sekali aja jangan lebih gak baik buat lambungnya
Lagi, setiap pagi Devina selalu dibangunin dia jarang banget bangun sendiri, jadi kalau Devina bangunnya siang jangan dimarahin
Devina juga gak bisa masak gue harap orang tua lo tau dan satu yang paling penting Devina paling gak bisa dibentak
Dia bisa nangis cuman karena bentakan dan lagi Devina takut banget sama petir dia juga gak bisa kena hujan
Kena hujan dikit pasti langsung sakit, jadi jaga Devina baik-baik ya?
Inget juga kalau ada apa-apa lo harus langsung kasih tau gue apapun itu kalau bersangkutan sama Devina lo harus kasih tau gue Ko
Gue sayang banget sama Devina apapun yang dia rasaiin gue selalu bisa ngerasaiin, jadi jaga dia baik-baik
Ya, sebanyak itu Devano mengirim pesan padanya dan Ziko berusaha mengerti karena Devano memang sangat-sangat menyayangi Devina apalgi keduanya saudara kembar. Tentu saja Ziko akan melakukan semua yang Devano katakan padanya, dia akan menjaga Devina sepenuhnya.
Tersenyum manis Ziko beranjak dari tempat duduknya lalu kembali ke atas ranjang dan mengambil ponsel miliknya. Membuka aplikasi chat yang ada disana Ziko membalas pesan dari kedua orang tuanya.
Kamu nyenyak tidurnya disana?
^^^Ziko tidur nyenyak kok Ma^^^
^^^Nanti Ziko kesana sama Devina ya?^^^
Setelah membalas pesan itu pintu kamar mandi terbuka Devina keluar dengan pakaian rumahannya. Melihat hal itu Ziko tersenyum lalu dia berjalan mendekat dan menghampiri Devina.
Gadis itu juga tersenyum padanya lalu mengusap pipinya dengan penuh kelembutan.
"Sana mandii." Kata Devina
Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tapi sebelum itu Ziko mencuri sebuah ciuman di bibir istrinya membuat Devina merona malu karena ulahnya.
"Aku mandi dulu ya sayang"
Astaga Devina jantungan dibuatnya!
¤¤¤
Devano merasa canggung dengan kehadiran Ziko ditengah-tengah keluarganya, tapi dia mencoba untuk bersikap biasa dan dari yang dia lihat Ziko juga merasa sangat canggung. Saat Fahisa mengambilkan makanan untuk Devina pria itu memperhatikan dan Devano fikir Ziko pasti merasa aneh karena Devina makan harus diambilkan, tapi kembarannya memang begitu.
Sebenarnya tidak harus diambilkan karena Devina sendiri tidak masalah untuk mengambil makanannya, tapi Fahisa sudah terbiasa melakukannya. Setelah semua makanan sudah tersedia mereka mulai sarapan dalam diam tanpa ada yang bicara untuk beberapa saat hingga akhirnya Daffa mulai mengajak menantunya bicara.
"Ziko"
"Iya Om"
"Panggil Papa saja seperti kamu memanggil Zidan." Kata Daffa
"Iya Pa"
"Setelah ini kalian masih akan kuliah kan?" Tanya Daffa
"Iya Pa setelah ini kami masih akan kuliah." Kata Ziko sebagai jawaban
"Begitu mulai kuliah itu artinya kamu yang memiliki tanggung jawab untuk mengantar dan menjemput Devina." Kata Daffa
"Iya Pa itu jadi tanggung jawab saya." Kata Ziko
"Hm maksud saya mengatakan itu adalah kalian tidak selalu memiliki jam kosong yang sama, jadi kalau kamu tidak bisa melakukannya hubungi Papa atau Devano." Kata Daffa
Ziko mengangguk dengan patuh lalu kembali memakan sarapannya dalam diam hingga mereka sama-sama selesai sarapan. Setelah selesai sarapan Ziko melihat Fahisa yang melarang Devina untuk membantunya membersihkan meja makan lalu mertuanya itu merapihkan meja bersama seorang pembantu rumah tangga.
Ternyata Devina benar-benar dimanjakan pantas saja istrinya itu sangat manja pada orang tua, kembaran dan pada dia sendiri.
"Em Pa apa boleh hari ini Ziko ajak Vina keluar?" Tanya Ziko
"Boleh"
Ziko tersenyum senang menndengarnya.
"Ziko ikut saya sebentar ya? Biarkan Devina sama Devano." Kata Daffa
Ziko mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Daffa ke ruang kerja pria itu dan meninggalkan Devina di bawah bersama dengan kembarannya.
Kembali pada Devina yang kini menatap Devano dengan senyuman lalu menghampiri dan memeluknya.
"Vanoo"
"Selamat pagi Vin." Kata Devano sambil mengacak gemas rambut kembarannya
"Selamat pagi jugaa Vano gimana tidurnya?" Tanya Devina
"Hm nyenyak kalau kamu aku gak mau nanya karena pasti nyenyak banget." Kata Devano membuat Devina tertawa kecil mendengarnya
"Ish Vano tau aja." Kata Devina
Devano hanya tersenyum lalu mengeratkan pelukannya, dia merasa baik-baik saja setelah melihat Devina bahagia.
Pernikahan gadis itu dengan Ziko membuatnya bahagia dan Devano akan ikut bahagia untuknya.
¤¤¤
Extra part datangg yeee💞