
Salah satu tempat Devina curhat selain Sahara adalah Mona, sahabat baiknya juga teman sebangkunya sejak awal masuk sekolah. Sering pergi hangout berdua Devina jadi merasa kalau Mona bisa dipercaya untuk mendengarkan semua keluh kesah dan masalah yang dialaminya.
Selain itu Mona juga sering kali memberikan saran serta masukan setiap kali dia bercerita dan Devina merasa sahabat baiknya yang dia kenal sangat cerewet itu ternya bijak dalam menghadapi berbagai masalah. Sejak Alex mengatakan rasa sayangnya Devina merasa tidak tenang, ada banyak hal yang dia fikirkan hingga akhirnya dia memutuskan untuk bercerita dengan Mona.
Saat waktu istirahat Devina mengajak Mona untuk pergi ke perpustakaan, hanya berdua dan hal itu sempat membuat yang lainnya protes, tapi karena wajah galak Mona akhirnya mereka bisa pergi berdua ke perpustakaan. Semua kejadian malam itu Deviba ceritakan pada Mona dan dia juga mengatakan semua perasaan yang mengganjal dihatinya membuat Mona benar-benar mengumpat Ziko di dalam hatinya.
Sudah Mona duga kalau perasaan Devina untuk Alex sudah mulai hilang dan seharusnya Ziko memanfaatkan keadaan ini untuk mendekati serta menyatakan perasaannya untuk Devina, bukan malah maju mundur kayak gini. Sekarang dia sudah kalah start dari Alex beruntung Devina belum mengatakan apapun.
"Setelah itu Alex ada nanya sesuatu lagi ke lo?" Tanya Mona pelan karena mereka ada di perpustakaan
Keadaan perpustakaan tidak cukup ramai dan mereka berdua memilih tempat di sudut rak buku agar tidak ada yang mendengar.
"Enggak, makanya aku bingung Mon sebenernya mereka kenapa sih? Mereka cuman sekedar mau deketin aku aja ya?" Tanya Devina dengan wajah penuh kecewa
"Lo masih suka Alex?" Tanya Mona
Devina hanya diam, dia sudah bilang kan kalau dia tidak tau.
"Aku enggak tau Mon kadang aku seneng ada di dekat dia, tapi kadang aku juga ngerasa gak nyaman kalau dia udah megang tangan aku atau bicara hal kayak kemarin." Kata Devina
Oke, Mona simpulkan kalau Devina sudah tidak menyukai Alex, tapi perasaan itu bisa kembali muncul kalau Alex terus melangkah maju dan Ziko yang hanya diam di tempat.
"Kalau sama Ziko? Apa yang lo rasaiin kalau sama dia?" Tanya Mona
Mendadak senyum Devina merekah layaknya bunga dan dia mulai berbicara.
"Aku seneng kalau sama dia soalnya Ziko itu selalu berhasil bikin aku senyum, kita juga sering telponan kalau malam dan dia sering nyanyi buat aku bahkan sering ajak aku jalan juga." Kata Devina
Ya, sahabatnya itu memang terlalu polos hingga tidak bisa mengerti perasaannya sendiri padahal sudah sangat jelas siapa orang yang dia suka.
"Lo gak sadar ya Vin siapa yang sebenernya ada di hati lo?" Tanya Mona
Devina mendongak dan menatap Mona sebentar lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Gue tanya, lo pernah gak takut kalau Ziko ngejauh dari lo karena lo deket atau pacaran sama Alex?" Tanya Mona
Terdiam sebentar Devina menganggukkan kepalanya singkat.
Dia memang takut kalau Ziko menjauh karena dia terbiasa dengan kehadiran Ziko dan tidak mau kalau berada jauh darinya.
"Lo pernah marah gak kalau Ziko deket sama cewek selain lo?" Tanya Mona
"Kesel, gak suka." Kata Devina secara refleks
"Lo marah gak kalau Alex deket atau pacaran sama cewek lain?" Tanya Mona lagi
Devina menggelengkan kepalanya pelan membuat Mona tersenyum melihatnya, bukankah sudah sangat jelas?
"Ziko punya teman cewek selain aku, namanya Adyra mereka juga sering pergi berdua." Kata Devina tiba-tiba
Mendengar hal itu Mona mendongak dan menatapnya penarasan, dia tidak pernah tau hal itu.
"Anak sekolah ini?" Tanya Mona
Rasanya nama itu asing ditelinganya.
"Bukan, anak sekolah lain Ziko punya semacam band gitu dan Adyra salah satunya aku pernah dia ajak ke studio musik yang sering mereka pakai latihan." Kata Devina membuat Mona menatapnya dengan tidak percaya
Sudah sejauh itu Ziko bertindak, tapi dia masih belum berani menyatakan perasaannya.
Lihat saja kalau pria itu masih ingin diam dan tidak melakukan apapun Mona akan mendukung hubungan Devina dengan Alex saja.
Ziko benar-benar pengecut.
"Lo gak suka kalau Ziko dekat sama Adyra?" Tanya Mona
"Awalnya biasa aja, tapi waktu aku lihat mereka jalan berdua terus Ziko juga pernah bohong sama aku karena Adyra, aku kesel banget." Kata Devina
"Dia pernah bohong?" Tanya Mona lagi
Devina kembali menganggukkan kepalanya.
"Dia bilang lagi nongkrong sama Gio dan yang lainnya, tapi waktu aku tanya Gio katanya Ziko gak ada terus dia akhirnya jujur dan bilang kalau dia habis pergi sama Adyra ke toko buku." Kata Devina membuat Mona benar-benar menyumpah serapahi Ziko di dalam hatinya
Terdiam sebentar Mona menatap wajah Devina lalu menanyakan hal yang sama hingga beberapa kali kepadanya.
"Lo suka sama Ziko?" Tanya Mona
"Enggak tau"
"Lo suka sama Ziko?"
"Enggak tau Mona"
"Lo suka sama Ziko?"
"Aku enggak tau." Kata Devina
"Lo suka sama Ziko?" Tanya Mona
"Aku..."
"Lo suka sama Ziko?"
"Iya"
Akhirnya satu kata itu keluar dari bibir Devina.
Apa dia menyukai Ziko?
Iya, dia mengakuinya sekarang.
"Mon aku gak pernah terlalu berharap untuk sebuah hubungan, aku takut kecewa dan lagi Ziko gak pernah bilang apapun aku takut kalau aku yang terlalu berharap, mungkin dia suka sama Adyra bukan aku." Kata Devina membuat Mona jadi gemas sendiri mendengarnya
Ziko yang enggan mengungkapkan perasaan dan Devina yang terlalu lugu juga suka menarik kesimpulan sendiri.
Masa iya sih dia orang yang mau pacaran, tapi Mona yang harus bergerak?
"Kenapa lo bisa bilang kalau dia suka sama Adyra? Mungkin itu cuman perasaan lo aja Vin." Kata Mona
Devina tersenyum singkat lalu mengangkat bahunya acuh.
"Dia kelihatan senang waktu jalan berdua dan dia juga bohong ke aku karena Adyra, kenapa dia harus bohong?" Tanya Devina
Ya karena dia takut lo marah, batin Mona kesal
"Selain itu aku sama Ziko cuman sahabat kan? Kami cuman sahabat Mona gak mungkin bisa lebih." Kata Devina sambil tersenyum tipis
Devina hanya mengangkat bahunya acuh, entahlah dia hanya merasa kalau mustahil dia dan Ziko bisa lebih dari sahabat.
"Jangan pesimis gitu dong, Ziko itu suka sama lo Vin." Kata Mona
"Gak, dia bukan suka sama aku." Kata Devina
"Vin, semua orang juga tau kalau Ziko suka sama lo." Kata Mona kesal
"Perasaan kalian aja." Elak Devina lagi
"Oke terserah deh." Kata Mona malas
Sesaat setelahnya bel masuk berbunyi membuat Devina dan Mona beranjak dari tempat mereka untuk kembali ke kelas. Di perjalanan ke kelas Devina hanya diam dia sibuk dengan fikirannya sendiri, kalau Ziko memang suka padanya kenapa dia tidak bilang?
Entahlah Devina malas untuk memikirkannya.
Biarkan saja waktu yang menjawan semuanya kalau Ziko memang memiliki perasaannya semoga saja dia akan berkata jujur.
Saat mendekati pintu kelas ternyata ada Ziko dan teman-temannya yang masih belum masuk ke dalam kelas, mungkin belum ada guru yang datang. Melihat kedatangan gadisnya senyum Ziko langsung merekah dan dia langsung menghampiri Devina memisahkan gadisnya dari Mona yang berdecak kesal akan tingkahnya.
"Rusuh sih Ko." Kata Mona kesal
Ziko tidak menanggapi ucapan Mona dan malah menatap gadisnya.
"Vin lapar gak? Aku tadi beliin susu sama roti." Kata Ziko membuat Mona mendengus kesal mendengarnya
Ziko terlalu bertele-tele hanya mau menunjukkan perhatian tanpa mau bicara jujur.
Bagaimanapun juga wanita itu butuh kepastian.
"Lapar"
"Udah aku taro di laci meja kamu." Kata Ziko
"Makasih ya Ziko baik banget deh." Kata Devina
"Apasih yang enggak untuk kamu." Kata Ziko membuat Mona kembali berdecak kesal
"Yang enggak untuk kamu cuman bicara jujur aja Vin." Celetuk Mona
Ziko langsung menatapnya sebal, tapi Mona sama sekali tidak peduli dia juga balas menatap Ziko dengan tajam.
Merasa kesal Mona menjauhkan tangan Ziko langsung mengamit tangan Devina dan mengajaknya untuk masuk ke dalam sambul berbicara dengan cukup kuat agar Ziko mendengarnya.
"Semalem ngapain aja sama Alex Vin? Habis dia bilang sayang sama lo terus apa lagi?" Tanya Mona
Mendengar hal itu Ziko terdiam dan mengikuti Mona serta Devina yang masuk ke dalam kelas.
Samar-samar Ziko masih bisa mendengar bisikan gadisnya.
"Ih kan tadi aku udah cerita"
Mengatakan sayang?
Jadi, Alex sudah melangkah lebih dulu.
Benar kata Gio dia terlalu banyak berfikir harusnya dia memanfaatkan waktu untuk membuat Devina jatuh hati padanya.
Tapi, Ziko malah sibuk memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi.
¤¤¤
"Monaa"
Mendengar panggilan Ziko saat dia sedang jalan menuju parkiran Mona memilih untuk mengabaikannya, dia kesal sekali dengan tingkah Ziko yang sangat plin plan dan lambat. Saat pundaknya ditahan Mona menghela nafasnya pelan dan berbalik sambil menatap Ziko dengan malas.
"Kenapa sih Ko?" Tanya Mona sebal
"Tadi Devina bilang apa aja? Dia sama Alex ngapain aja kemarin malam? Alex beneran jujur soal perasaannya?" Tanya Ziko tanpa jeda
Mona mendengus kesal dan mengatakan kalau itu bukan urusannya .
"Memang urusannya sama lo apa? Sekarang mendingan gue dukung Alex aja deh dari pada lo yang kebanyakan mikir." Kata Mona
"Mon, please kasih tau gue tadi Vina cerita apa aja?" Tanya Ziko lagi
Menghela nafasnya pelan Mona mengajak Ziko untuk duduk di dekat parkiran, dia malas bercerita sambil berdiri.
Setelah duduk Ziko kembali mendesak Mona untuk mengatakan semua yang dia bicarakan bersama Devina ketika waktu istirahat.
"Gak bisa dibilang nyataiin perasaan juga karena dia cuman sekedar bilang sayang terus belum bilang apa-apa lagi ke Vina, tapi gue yakin dalam waktu dekat Alex pasti bakal jujur soal perasaannya." Kata Mona
"Terus Devina gimana? Dia pasti seneng ya Mon?" Tanya Ziko membuat Mona gemas dan menoyor kepalanya ke samping
"Kesel gue sama lo berdua sumpah!" Kata Mona
"Kenapa sih Mon? Gue bener dong? Devina pasti seneng banget dia kan udah lama suka sama Alex mungkin sebentar lagi mereka bakal pacaran." Kata Ziko membuat Mona semakin kesal mendengarnya
Ternyata Ziko sama saja seperti Devina suka menarik kesimpulan sendiri tanpa mau tau kenyataannya.
Astaga dia kesal sendiri jadinya!
"Lo suka gak sih Ko sama Vina?" Tanya Mona kesal
"Kenapa masih tanya Mon? Lo jelas tau banget gimana perasaan gue." Kata Ziko
"Lo bener-bener gak faham ya?" Tanya Mona kesal
"Faham apasih?" Tanya Ziko membuat Mona benar-benar ingin memukul kepalanya sekarang
"Gue gak mau bilang banyak hal, tapi lo harus tau kalau Devina gak suka sama Alex dia bilang sendiri ke gue dan lo Ziko gue harap jangan buang-buang waktu lagi." Kata Mona
Setelah itu Mona pergi dan mengabaikan panggilan Ziko, dia sudah mengatakan semuanya sekarang pilihannya ada di tangan Ziko.
Dia mau bergerak maju atau tetap diam dan menelan kekecewaan semisal Devina bersama pria lain?
Semoga Ziko tidak sebodoh dan sepengecut yang Mona bayangkan.
¤¤¤
Kasih tauu Monnn biar dia jujur😑
Kesel ya Mon? Sama aku juga😂