My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (9)



Dengusan kesal Devano terdengar kala dia melihat kekasihnya yang tengah mengobrol dengan beberapa pria disana, teman kampusnya pasti yang membuat kesal adalah salah satu dari mereka sesekali menyentuh bahu gadisnya. Rasanya kesal sekali hingga Devano mempercepat langkahnya dan menarik Adara ke dekatnya hingga membuat gadis itu tersentak kaget.


Raut wajah Devano datar dan teman-teman Adara yang tau siapa pria itu hanya tersenyum canggung sambil melambaikan tangan singkat pada Adara. Begitu mereka pergi Devano menatap Adara dengan raut wajah kesal membuat gadis itu tersenyum geli melihatnya.


Kebanyakan teman Adara di kampus memang lelaki, dari dulu memang selalu begitu entah kenapa Adara lebih suka berteman dengan lelaki dari pada perempuan. Kalau dulu karena dia yang urakan dan sering berantem makanya hampir tidak punya teman wanita, tapi sekarang ada Devina yang menjadi temannya.


"Ayo pulang"


Hanya kata itu yang Devano ucapkan sambil meraih tangan Adara untuk digenggam, kali ini dia membawa mobil dan bukan motor. Dalam diam Adara memperhatikan kekasihnya yang sedang dalam mode ngambek kalau sudah begini Devano terlihat menggemaskan.


Memasuki mobil Devano tidak langsung menyalakan mobilnya, tapi hanya diam dengan mata menatap lurus ke depan dan tiba-tiba menoleh pada Adara membuat kekasihnya itu tersentak.


"Aku gak suka kamu ngobrol sama mereka dan aku gak suka mereka pegang-pegang kamu juga." Kata Devano cepat


Adara terdiam sebentar lalu tertawa kecil.


"Ya ampun Van kan cuman ngobrol lagian pegang juga cuman bahu gini, nepuk doang." Kata Adara


"Tetep aja gak suka!" Kata Devano ketus


Adara tersenyum dan meminta Devano untuk menatapnya.


"Apa? Pokoknya aku gak suka Dara! Gak boleh ngobrol terlalu dekat sama mereka kayak tadi." Kata Devano


"Vano aku..."


"Gak boleh!" Kata Devano dengan penuh penekanan


"Terus kalau ada tugas gimana? Mereka kan sering bantuin aku." Kata Adara


"Modus itu mereka sebenarnya mau deketin kamu makanya sok-sokan baik ngasih contekan." Kata Devano


Adara kembali tertawa, dia gemas sekali pada Devano yang sekarang banyak bicara dan sering mengomel.


"Van kamu nih fikirannya." Kata Adara


"Aku tau Adara! Awas kalau aku lihat kayak gitu lagi." Ancam Devano


"Kalau kayak gitu lagi kenapa? Kamu mau ngapain?" Tanya Adara dengan raut wajah menantang


Devano menatap Adara dengan dalam dan mendekatkan wajahnya sedikit membuat Adara memundurkan tubuhnya dengan jantung berdetak sangat cepat.


Pilihan salah.


"Aku cium kamu disini." Kata Devano sambil menyentuh bibirnya


Adara memukul lengan Devano cukup kuat yang bukan meringis sakit pria itu malah tertawa dan mengacak gemas rambutnya.


"Nyebelin tau gak?!" Ketus Adara


Tersenyum manis Devano kini mengusap rambutnya dengan lembut lalu mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan area kampus Adara.


"Vann"


"Hmm"


"Kamu gak bosan sama aku?" Tanya Adara


"Kamu nanya apa sih Dar." Kekeh Devano


"Em ya gak papa nanya aja kalau kamu bosan aku bakal cari cara buat hilangan rasa bosan itu suapa kamu tetap sama aku." Kata Adara


"Aku gak bosan dan gak akan pernah bosan sama kamu." Kata Devano


"Kamu malu gak pacaran sama aku?" Tanya Adara lagi


"Malu? Enggaklah ngapain malu?" Tanya Devano sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Kamu kan orang kaya Van terus ganteng juga berasal dari keluarga terpandang beda banget sama aku yang...."


"Memang status sosial itu penting ya? Mungkin kalau di masyarakat iya, tapi untuk urusan perasaan status sosial itu gak penting Dar," Kata Devano sambil menoleh sekilas.


"Aku ngerti kamu mungkin merasa gak enak atau minder atau kefikiran sama omongan orang-orang, tapi kenapa kamu harus fokus pada hal-hal kayak gitu Dar?" Tanya Devano


"Aku Van.. emm aku..."


"Gak bisa fokus ke aku aja? Fokus ke aku yang bener-bener cinta sama kamu, apa kamu juga ragu sama perasaan aku?" Tanya Devano membuat Adara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Bukan Van, kamu bener aku sering takut sama omongan orang-orang, tapi aku janji setelah ini gak bakal mikirin yang kayak gitu lagi." Kata Adara


"Fokus sama sesuatu yang bikin kamu senang Adara." Kata Devano


"Iya Van"


"Dan fokus ke aku aja jangan cowok lain termasuk teman-teman kamu tadi." Kata Devano


"Iya Vano"


Adara tersenyum, dia beruntung sekali kan?


Devano sangat perhatian padanya dan Adara suka dia tidak pernah mendapat perhatian seperti sekarang kecuali dari Bunda dan Kakeknya.


"Van"


"Hmm apa lagi?" Tanya Devano


"Aku seneng banget Van kalau kamu perhatian soalnya dari dulu aku gak pernah diperhatiin sama orang lain selain Bunda dan Kakek." Kata Adara


"Jadi suka kalau aku perhatian? Kalau aku posesif?" Tanya Devano


"Aku itu terkenal posesif di keluarga aku karena terlalu ngekang Devina bahkan sama Kakakku juga." Kata Devano


"I know Van"


"Jangan tinggalin aku ya Dar?" Kata Devano sambil menoleh sebentar dan tersenyum


Adara ikut tersenyum, harusnya dia yang bilang begitu.


"Kamu yang jangan tinggalin aku Van"


Devano mengulurkan sebalah tangannya dan langsung disambut dengan Adara, jari mereka saling bertautan disana.


Adara tidak menyangka kalau dia akan sejatuh ini pada pesona Devano.


Hatinya benar-benar penuh dengan Devano.


¤¤¤


"Ah gak seru filmnya!"


Adara mengeluh sambil mematikan layar tv nya lalu menoleh pada Devano yang hanya diam sambil menatapnya tanpa ekspresi. Mereka sedang menonton film di rumah Adara, tapi ternyata film yang diputar sangat membosankan jadi Adara mematikannya.


Baru ingin bicara ketukan pintu terdengar membuat Adara bangun untuk membukanya, mereka memang memesan makanan. Setelah membayar Adara kembali dan meletakkan makanan yang tadi mereka pesan ke meja.


Ada burger dan jus melon.


"Makan aja deh filmya bosenin." Kata Adara


"Siapa suruh milihnya film romantis." Kata Devano sambil mengambil burger miliknya


"Ya kan penasaran Van kiraiin bagus, memang aku gak ada jiwa cewek-ceweknya deh." Kata Adara


Devano tertawa kecil mendengarnya.


"Ada"


"Apa?"


"Pipinya blushing kalau digodaiin." Kata Devano membuat Adara berdecak kesal mendengarnya


Memakan burgernya sesekali Devano melirik Adara yang begitu fokus dengan makanannya, pasti lapar. Anehnya Adara kalau lapar malah tidak mau makan nasi dan memilih untuk makan makanan ringan atau cepat saji.


"Besok aku mau ke butik Kak Ara." Kata Adara


"Mau di anter?" Tanya Devano


"Enggak, aku bilang tuh bukan karena mau di anter, tapi cuman mau kasih tau aja." Kata Adara sebal


Devano selalu begitu ketika dia mengatakan ingin pergi kesini pasti menanyakan hal yang sama, mau di anter?


Adara jadi tidak enak karena sering merepotkan Devano meskipun kekasihnya itu tidak pernah masalah.


"Suka kerja sama Kak Ara?" Tanya Devano


Adara tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mengambil jus melon yang ada di meja dan meminumnya.


Melihat Devano yang memperhatikannya Adara sedikit salah tingkah dan dia refleks menjauhkan wajahnya ketika Devano mendekat lalu mengusap sudut bibirnya. Baru ingin bicara ponsel Adara berdering membuat gadis itu ingin mengambilnya, tapi mata Devano memicing dia lalu menunjukkan siapa yang menelpon.


Nama Adnan tertera disana.


Helaan nafas Adara terdengar dia meminta untuk Devano agar tidak usah mengangkatnya, tapi kekasihnya itu malah melakukan hal yang lain. Mengangkat panggilannya Devano menghidupkan load speaker dan meminta Adara untuk bicara.


'Halo Adara'


Devano melipat tangannya di dada dan meminta Adara untuk menjawabnya. Memanggil saja sudah terlihat ganjen sekali.


"Iya Nan kenapa?" Tanya Adara pelan


'Gak papa dong mau telpon aja, masa gak boleh'


Adara menggigit bibir bawahnya pelan, pria itu memang kerap kali menggodanya kalau di kelas.


"Gak jelas lo gue matiin ya?" Kata Adara


'Jangan dong Dar, kenapa sih kan mau ngobrol, cowok lo juga gak ada kan?'


Berdecak kesal Devano langsung mengambil ponsel itu dari tangan Adara.


"Ada cowoknya disini gak usah ganjen!" Kata Devano ketus


Mematikan panggilannya sepihak Devano menatap Adara yang tersenyum tanpa dosa.


"Aku gak pernah ganjen sama dia Van, bener dia memang sering kayak gitu ke cewek-cewek juga." Kata Adara jujur


Devano diam masih dengan raut wajah kesalnya dan Adara yang telah membuang rasa malunya mendekat dan mencium sekilas bibir kekasihnya.


"Aku cuman suka kamu Van jangan cemburu ya?"


Cara manis yang Devano suka kalau begini sih dia tida jadi marah.


¤¤¤


Vano mah modus teruss😑 Daddy Daffa anakmu marahinn😶


Maaf ya updatenya malem-malem baru selesai ngerjaiin tugas yang langsung di kumpul tadi sore😣