
Sejak selesai makan siang Devano mengajak Adara untuk menghabiskan waktunya di taman belakang hanya berdua tanpa ada siapapun disana. Tangan Devano menggenggam dengan sayang tangan kekasihnya, tapi Adara enggan untuk menatapnya.
Kemarin Adara terus meminta maaf sambil menyalahkan dirinya sendiri membuat Devano kesal, tapi juga tidak tega karena Adara terus menangis. Sungguh ini bukan salah kekasihnya Devano juga tidak masalah dia tidak marah pada Adara bahkan Devano akan terus melindungi kekasihnya meski dari orang tuanya.
"Adara lihat sini." Kata Devano
Adara menoleh dan menatap kekasihnya dengan sedih bahkan matanya terlihat sangat sembab. Tersenyum tipis Devano mengusap pipi Adara dengan sayang.
"Jangan diam aja." Kata Devano pelan
"Aku salah Van udah dekat sama kamu." Kata Adara sambil menunjukkan wajahnya
"Hey kenapa ngomong gitu sih?" Tanya Devano
"Aku selalu bawa sial untuk kamu Van." Kata Adara
"Adara udah berapa kali aku bilang jangan bicara begitu." Kata Devano
"Kamu hampir celaka karena aku Van." Kata Adara sedih
"Bukan karena kamu." Kata Devano
"Aku ngerasa bersalah kalau sesuatu sampai terjadi sama kamu." Kata Adara
"Tapi, aku baik-baik saja udah jangan sedih." Kata Devano
"Van maaf"
Menghela nafasnya pelan Devano menarik Adara ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Kamu minta maaf lagi aku cium disini ya?" Ancam Devano
Melepaskan pelukannya Devano melihat wajah Adara yang cemberut dan hal itu membuat dia tertawa kecil lalu mencium keningnya.
"Vannn"
"Makanya diem jangan minta maaf terus." Kata Devano
"Ya gimana akunya minta maa...."
"Diem gak?" Kata Devano sambil mendekatkan wajahnya
"Ihh iya diem." Kata Adara
"Udah ya? Jangan salahin diri kamu sendiri dan jangan minta maaf." Kata Devano
Adara tersenyum lalu mengangguk singkat dan tangannya terulur untuk mengusap rambut hitam Devano dengan lembut.
"Aku beruntung banget Van punya kamu." Kata Adara yang membuat kekasihnya itu tersenyum senang
"Aku juga beruntung punya kamu." Kata Devano
Menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih Adara menggenggan tangan Devano dengan erat dan menautkan jari-jarinya disana.
"Tau gak Van? Kemarin Vina ngelempar Ayah pakai sepatu." Kata Adara
"Beneran?" Tanya Devano sedikit tidak percaya
"Iya cuman waktu Ayah mau hampirin dia lari sambil teriak manggil Daddy kamu eh beneran Daddy kamu muncul." Kata Adara
"Vina pasti kesel." Kata Devano
"Iya soalnya Ayah dorong Ziko sampai jatuh." Kata Adara
"Kadang kalau Vina lagi kesel atau marah banget dia jadi lupa sama semua yang dia takutin dan ngelakuin apapun untuk melampiaskan kekesalannya." Kata Devano membuat Adara tersenyum mendengarnya
"Vina baik banget sama aku Van tadi malam dia terus hibur aku dan minta aku untuk berhenti nangis." Kata Adara
"Iya dong sama calon saudara iparnya harus baik." Canda Devano
Adara mencubit pelan lengannya membuat Devano tertawa kecil.
"Ish malah ngomong gitu." Kata Adara
"Kan bener memang kamu gak mau nikah sama aku?" Tanya Devano
"Memang kamu mau nikah sama aku?" Tanya Adara balik
"Mau banget kalau boleh sekarang aku bakal nikahin kamu sekarang." Kata Devano
"Kalau aku gak mau?" Tanya Adara
"Ya aku paksa." Kata Devano
"Kamu gak akan nyesal?" Tanya Adara lagi
Adara tersenyum lalu menatap wajah Devano dan mencium pipinya sebentar.
"Kamu kenapa baik banget sih Van?" Tanya Adara
"Aku gak sebaik itu." Kata Devano sambil tersenyum
"Ish kamu tuh baik banget banyak banget bantuin aku." Kata Adara
"Aku lakuin itu karena aku sayang sama kamu dan karena aku gak mau lihat kamu susah." Kata Devano
"Kamu gak mau aku pergi?" Tanya Adara
"Enggak lah! Awas aja kalau kamu pergi aku kejar terus aku nikahin paksa." Kata Devano sambil mencubit gemas pipi kekasihnya
"Sakit Vann." Keluh Adara
"Kamu jangan kemana-mana ya? Tetep sama aku." Pinta Devano
"Iya"
"Sayangnya mana?" Tanya Devano
"Apasih Van?" Kekeh Adara dengan wajah memerah
"Iya sayang gitu jawabnya." Kata Devano
"Iya Devano sayang aku gak bakal kemana-mana." Kata Adara sambil tersenyum
Melirik ke sekitarnya sebentar Devano mencium sekilas bibir Adara membuat kekasihnya itu melotot san memukul lengannya dengan cukup kuat.
"Vano nanti ada yang lihat gimana!"
Bukan merasa bersalah Devano justru tertawa dan mengatakan hal yang membuat Adara semakin kesal.
"Biarin nanti kalau ada yang lihat paling cuman disuruh nikah"
Ya ampun Adara benar-benar menyayangi pria itu dengan setulus hatinya.
Tanpa ada sedikit pun keraguan.
¤¤¤
Di lain tempat Devina sedang pergi bersama Ziko untuk membeli cincin pertunangan mereka, tapi sebelum itu Ziko lebih dulu mengajak kekasihnya makan siang karena Devina yang katanya ingin makan spagheti. Sekarang mereka sedang menunggu pesanan datang dan selagi menunggu Devina terus menatap wajah kekasihnya dengan senyuman.
Kemarin dia kesal sekali karena Ayah dari Adara yang mendorong kekasihnya hingga jatuh, dia sebal hingga ingin mendorongnya juga. Entah kenapa Devina bisa secinta ini dengan Ziko mungkin karena kekasihnya yang terlampau baik dan perhatian padanya.
"Vin kenapa?" Tanya Ziko yang merasa kalau Devina terus menatapnya
"Aku cuman mau lihat wajah Ziko." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya
"Kamu mau apa?" Tanya Ziko
"Mau sama Ziko." Kata Devina
"Ya ampun Vin aku jadi salting." Kekeh Ziko
"Vina gak tau kenapa, tapi Vina jadi sayang bangett sama Ziko rasanya gak mau jauh-jauh." Kata Devina dengan senyuman
"Aku juga sayang banget sama kamu Devina." Kata Ziko
"Vina gak sabar mau pakai cincin." Kata Devina sambil menatap jarinya
"Kamu bahagia mau tunangan sama aku?" Tanya Ziko
"Bahagia bangettt." Kata Devina
Tak lama setelah Devina mengatakan hal itu pesanan mereka datang membuat gadis itu tersenyum senang karena dia memang sudah sangat lapar. Tanpa banyak bicara Devina memakan spagheti miliknya dengan lahap dengan Ziko yang terus memperhatikannya.
Rasanya dia sangat ingin menghabiskan waktu yang begitu lama bersama dengan Devina. Melihat senyuman gadis itu membuat Ziko ikut senang dan mendengar tawanya membuat dia bahagia.
Saat melihat ada saus di sudut bibir kekasihnya Ziko mengusapnya menggunakan ibu jarinya membuat Devina mendongak dan menatapnya. Tanpa di duga Devina mengatakan hal yang membuat Ziko membulatkan matanya tidak percaya.
"Vina mau cium Zikoo"
Apa itu tadi benar Devina yang mengatakannya?
¤¤¤
Ehh Vina kok bar-bar sekarang😂
Daddy Daffa cepat lihat kelakuan anak perempuan mu ini ya ampunn😂
Part ini lebih pendek dari sebelumnya, maafinn yaaa😆 Besok aku usahaiin double updatee😚