My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (60)



"Vannnn"


Adara meringis sakit sambil memegangi perutnya ketika tiba-tiba dia merasa perutnya sangat sakit padahal tadi dia sedang tidur. Memejamkan matanya Adara meringis lagi dia menggenggam erat tangan Devano membuat pria itu perlahan membuka matanya.


Devano terkejut bukan main dia langsung bangun dan menatap Adara dengan cemas istrinya itu terlihat menahan sakit dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Merasa bingung juga cemas Devano berseru memanggil kedua orang tuanya sambil berlari mengambil jaket dan menyambar kunci mobil di meja.


"Sayang"


Meringis lagi Adara nyaris menangis karena merasa sangat sakit dan tak lama Fahisa muncul bersama dengan Daffa yang tak kalah panik karena seruan Devano.


"Momm aku mau ke rumah sakit." Kata Devano cemas


"Ayo biar Daddy yang bawa mobilnya." Kata Daffa


Devano memberikan kunci mobilnya lalu menggendong Adara dengan sekuat tenaganya dan bergegas menuruni tangga.


Perkiraan Dokter masih satu minggu lagi, tapi apa mungkin lebih cepat?


"Vannn sakitt"


Devano berusaha menenangkan Adara dia mengusap tangannya yang ada dalam genggamannya.


"Sebentar ya sayang kita udah di jalan mau ke rumah sakit." Kata Devano


Adara memejamkan matanya dia meringis pelan ketika perutnya terasa sakit dan mulas di waktu yang bersamaan.


Sepertinya baby mereka sudah tidak sabar ingin bertemu kedua orang tuanya.


°°°°


Pertama kalinya Devano masuk ke dalam ruang persalinan, benar Adara sudah akan melahirkan lebih awal dari waktu perkiraan Dokter sekarang Devano ada dalam ruang persalinan bersama dengan Adara juga Dokter dan beberapa perawat. Kedua orang tua Devano ada di luar awalnya Fahisa yang ingin masuk, tapi Devano menolak dia ingin menyaksikan sendiri perjuangan istrinya.


Tangan Adara menggenggam erat tangannya keringat mengalir deras di wajahnya dia hanya tinggal menunggu aba-aba yang akan diberikan Dokter padanya. Nafas Adara terengah membuat Devano cemas karena istrinya itu terlihat sangat lemah dan menahan sakit.


Devano berkali-kali membisikkan kata semangat untuk Adara hingga Dokter memberikan aba-aba untuknya.


Dan persalinan dimulai.


Adara berteriak dan Devano meringis pelan melihat Adara yang tengah berusaha melahirkan buah hati mereka.


"Aghh Vanoooo"


Devano membiarkan Adara mencengkram tangannya cukup kuat.


"Aku disini sayang." Bisik Devano


Waktu terasa begitu lambat Adara berusaha sekuat tenaga untuk melahirkan buah hatinya ditemani dengan Devano yang tak henti membisikkan kata semangat untuknya.


Sesakit itu proses melahirkan dan Devano menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya, melihat bagaimana kuatnya Adara meskipun sesekali istrinya itu mengatakan tidak kuat dan terus berteriak karena merasa sakit.


"Aghhh Vanooo sakitttt"


Tak lama setelah teriakan itu suara tangisan terdengar membuat rasa lega menghampiri Devano dia mengalihkan pandangannya sesaat lalu menatap Adara dan tersenyum.


"Anak kita sayang." Kata Devano dengan mata berkaca-kaca


Adara masih terengah matanya terlihat sayu.


"Satu lagi sayang kamu pasti bisa hm? Aku disini aku ada disini untuk kamu." Kata Devano dengan penuh kasih sayang


Dan sekali lagi perjuangan Adara di mulai.


°°°°


Sekarang Adara sedang dipindahkan ke ruang rawat dan Devano dengan penuh kebahagiaan menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya. Tepat pukul sembilan malam sepasang bayi kembar telah lahir ke dunia, ya seorang wanita dan seorang laki-laki tepat seperti dugaan Dokter.


"Selamat anak Mommy sayang." Kata Fahisa sambil mencium kening dan kedua pipi Devano


Devano tersenyum dia memeluk lagi Fahisa dengan sayang.


"Terima kasih sayang sudah memberikan Mommy dan Daddy cucu." Kata Daffa


Devano mengangguk lalu berpindah ke pelukan Daffa meskipun merasa sedikit malu, tapi dia sedang senang sekali.


"Ya ampun anak Daddy sudah pada besar." Kata Daffa sambil mengusap rambut Devano


"Vina?"


"Mommy udah kasih tau Ziko mungkin mereka kesini besok karena kamu tau kan Devina punya dua baby sekarang." Kata Fahisa


Devano tersenyum dan mengangguk singkat sebagai tanggapan.


Ya ampun ini merupakan hari yang paling membahagiakan dam hidupnya.


°°°°


"Van udah"


Adara tertawa pelan meskipun dia sangat lemas, tapi Devano sejak tadi terus mencium punggung tangannya sambil mengucapkan Terima kasih padanya yang menurutnya itu tidak perlu. Rasanya lega ketika Adara berhasil melahirkan kedua anaknya dengan selamat apalagi kedua anaknya itu sangat sehat.


Tubuhnya masih lemas rasanya tenaganya terkuras habis ketika melahirkan, tapi semuanya tidak terasa ketika Devano membawa kedua anaknya yang kini ada di ranjang bayi dekat ranjangnya. Kedua anaknya terlihat tenang mereka terlihat sangat lucu dan keduanya mirip dengan Adara hanya si tampan yang sedikit mirip dengan Devano.


"Makasih sayang makasih banyak"


Adara tersenyum dia mengusap kepala Devano dengan sayang.


"Kamu yang terbaik, aku gak akan pernah berani nyakitin kamu Ra." Kata Devano


Adara tersenyum lagi.


"Aku udah kasih kabar ke Ayah besok dia ke sini sama Tante Hellena." Kata Devano


Adara mengangguk sebagai tanggapan.


"Nanti kalau aku udah boleh pulang, kita ke tempat Bunda ya?" Kata Adara pelan


"Iya"


Devano tersenyum manis Adara dapat melihat raut wajah penuh kebahagiaan di sana.


"Namanya?" Tanya Adara


Devano tersenyum lagi dia lalu mengatakan sepasang nama yang sudah dia siapkan sejak lama.


"Nathan dan Nadhin"


Adara tersenyum merasa senang dengan nama yang Devano berikan, dia suka.


Welcome Nathan Wijaya dan Nadhin Wijaya.


°°°°


Aaa maafin baru bisa updateeee😩