
Basket
Sejak dulu Devano tidak pernah lepas dari kegiatan yang sangat dia gemari bahkan meskipun di tengah kesibukannya kuliah dia selalu menyempatkan diri untuk bermain basket bersama dengan teman-temannya yang lain. Seperti hari ini contohnya Adara menemani kekasihnya itu bermain basket bersama dengan Cessa yang juga datang bersama Alex.
Meskipun hanya permainan biasa, tapi cukup ramai orang yang melihat dan tentu saja hampir di penuhi oleh wanita yang ingin melihat Devano bermain. Memang sulit sekali menghindar dari pesona Devano bahkan Adara saja bisa luluh padahal dulu dia paling anti dengan yang namanya pacaran.
Sekarang Devano sedang di lapangan dengan Alex dan yang lainnya bermain bersama dengan teman kuliah mereka.
"Gue bakal pukul Alex kalau sampai dia tebar pesona ke cewek-cewek"
Celetukan itu membuat Adara menoleh dan menatap Cessa lalu tertawa kecil.
"Mantan buaya Ces." Kata Adara
"Memang! Gue kadang kesel dia suka tebar pesona sama cewek-cewek." Kata Cessa
"Susah tuh pasti hilangin kebiasaan." Kata Adara
"Tau deh kenapa juga malah bisa suka sama dia? Kayaknya karma deh gue sering jelek-jelekin dia dulu depan Vina." Kata Cessa
"Kayaknya dulu dia sempet dekat sama Mona juga." Kata Adara
Cessa tertawa kecil mendengarnya sepertinya banyak yang salah faham.
"Bukan dekat sebenarnya Alex itu sering chat Mona untuk nanyaiin Devina gitu setelah Vina jadian sama Ziko." Kata Cessa
Adara mengangguk faham lalu menatap ke depan ketika suara sorakan terdengar dan ternyata kekasihnya itu berhasil mencetak poin lagi.
Tersenyum manis Adara melambaikan tangannya begitu sadar bahwa permainan telah selesai dan Devano berjalan ke pinggir lapangan. Seperti sudah tau kemana pria itu akan datang Adara mengeluarkan botol minum yang dia bawa lalu memberikannya pada Devano.
Dia dan Cessa memang duduk di pinggir lapangan.
"Thanks Ra"
Devano langsung duduk tepat di samping kekasihnya lalu menenggak habis minuman yang Adara berikan untuknya. Dari samping Adara memperhatikannya dia bahkan menahan nafas ketika memperhatikan Devano yang sedang minum dengan keringat bercucuran.
Ketampanannya bertambah berkali-kali lipat dari biasanya.
"Kenapa Ra?" Tanya Devano ketika dia selesai minum
Adara tersentak lalu dengan canggung menggelengkan kepalanya pelan.
"Ganteng ya?" Kata Devano sambil menaikkan sebelah alisnya
Astaga Devano benar-benar menguji kesehatan jantungnya.
"Mau langsung pulang gak?" Tanya Devano
"Hm terserah." Kata Adara pelan
Baru ingin bicara seseorang memanggilnya dan membuat Devano mendongak lalu menatap seorang gadis yang berlari kecil menghampirinya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan rambutnya diurai sebahu dia cantik Devano mengakui hal itu, tapi tentu saja dia tidak mengenalnya.
"Kak Devano"
"Ya?"
Devano memasang wajah datarnya dan hanya diam ketika gadis itu memberikan minuman juga coklat kepadanya.
"Untuk Kakak"
Tak ada tanggapan Devano hanya diam dengan raut wajah datarnya membuat Alex menggelengkan kepalanya pelan.
"Ambil aja Van kasian itu." Kata Alex
Devano menoleh dan menatap temannya dengan alis bertaut.
"Thanks"
Gadis itu tersenyum senang ketika Devano mengambil nya.
"Aku selalu nonton Kakak setiap main basket." Kata Gadis itu dengan pipi memerah
"Ah iya"
"Makasih ya Kak udah nerima yang aku kasih." Katanya dengan senyuman
Devano hanya bergumam pelan lalu menatap gadis itu yang berlalu pergi menghampiri temannya yang lain di pinggir lapangan. Begitu gadis tadi menghilang dari pandangannya Devano memberikan pemberian tadi kepada Alex.
"Nih Lex ambil." Kata Devano
"Dih Van itu kan untuk lo." Kata Alex
"Ambil aja nanti yang sebelah gue ngambek." Kata Devano sambil melirik Adara
"Apasih Van kok aku." Kata Adara kesal
"Tuh kan udah ngambek dia." Kata Devano
"Ambekan lo Dar." Kata Alex
Adara hanya menatap Alex dengan tajam membuat pria itu tertawa.
"Sini dah Van untuk gue aja." Kata Cessa
Terdiam untuk sesaat Devano memberikannya pada Cessa yang disambut gadis itu dengan senang hati.
"Dari pada di buang mending buat gue lumayan ini Alex mah pelit." Kata Cessa
Cessa hanya menatapnya dengan sinis lalu memberikan minuman yang ada ditangannya.
"Bukaiin Lex susah." Kata Cessa
"Ah biasanya aja ngangkat galon masa buka gini gak bisa." Kata Alex
"Yaudah gak usah." Kata Cessa ketus
"Eh ya ampun Sa bercanda sini-sini gue bukaiin." Kata Alex
Devano hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah keduanya lalu dia menatap Adara dengan senyuman.
"Balik gak?" Tanya Devano
Ketika Adara menganggukkan kepalanya Devano langsung mengambil tas yang tadi Adara pegang untuknya.
"Lex gue mau balik bareng gak?" Tanya Devano
"Gak Van duluan aja gue bawa mobil kok nanti mau jalan dulu sama Cessa." Kata Alex
"Oke gue duluan besok jangan lupa jam sebelas latihan." Kata Devano
Setelah mengatakan hal itu Devano meraih tangan kekasihnya dan mengajaknya untuk pulang. Memasuki area parkiran Devano dengan mudah dapat menemukan dimana mobilnya terparkir dan bersama Adara keduanya langsung masuk ke dalam mobil.
Di dalam seperti biasa Devano akan memakaikan sabuk pengaman untuk dia dan juga Adara.
"Boleh buka baju gak Ra?" Tanya Devano membuat Adara melotot
"Jangan aneh-aneh deh Van." Kata Adara
"Panas"
"Ada AC juga." Kata Adara
"Panas"
"Van gak usah aneh-aneh ya? Nanti kalau ada yang lihat bisa-bisa kita dikira habis berbuat mesum." Kata Adara
Devano tertawa mendengarnya lalu mengatakan hal yang membuat Adara kesal bukan main.
"Gak papa biar kita dinikahin." Kata Devano
"Vannn"
"Iya iya ini aku jalan." Kata Devano sambil menghidupkan mesin mobilnya
Terkadang Devano memang jahil sekali pada Adara membuat kekasihnya itu kesal sendiri padahal kalau di hadapan orang dia sangat datar dan jarang berekspresi.
"Aku sering lihat cewek tadi kalau kamu latihan atau tanding." Kata Adara
"Hm biarin"
"Dia cantik gak Van?" Tanya Adara
"Cantik"
Ah Devano memang terlalu jujur menyebalkan sekali.
"Cantikan aku atau dia?" Tanya Adara
Pertanyaan menjebak Devano tau.
"Kalau di aku cantikan kamu, tapi gak tau kalau dimata yang lain." Kata Devano
"Ah bohong cantikan dia kan." Kata Adara
"Gak mau jawab karena jawaban aku bakal sama kayak yang tadi." Kata Devano
Adara berdecak lalu terkekeh pelan dan menatap Devano dari samping.
"Susah deh Van punya pacar ganteng kayak kamu tiap hari takut terus kalau kamu di rebut orang lain." Kata Adara
"Makanya dinikahin." Kata Devano
Adara tertawa lalu tangannya terulur dan mengacak pelan rambut Devano yang masih sedikit basah karena keringat.
"Kan lagi kuliah Van." Kata Adara
"Nikahnya hari minggu kan lagi libur." Kata Devano
Astaga Devano sudah pintar membuat lelucon sepertinya.
"Tapi, ada tugas." Kata Adara
"Tuh kan banyak alesan." Kata Devano sebal
Adara hanya tersenyum menanggapinya lalu mengalihkan lagi pandangan ke depan, dia memang ingin menikah dengan Devano bahkan sangat ingin.
Tapi, sepertinya tidak dalam waktu dekat.
°°°
Ada yang kangen Vano enggak nih😝