
Adara menatap bingung suaminya yang masuk ke dalam kamar dengan wajah sedih bahkan matanya memerah seperti habis menangis membuat Adara bingung dan cemas di waktu yang bersamaan. Beberapa waktu lama mereka baru pulang dari rumah sakit untuk periksa kandungan dan memang di perjalanan pulang Devano sibuk menelpon orang tuanya karena merasa cemas tanpa alasan.
Baru saja ingin bertanya Devano sudah mendekat lalu memeluknya tak lama suara isakan terdengar membuat Adara semakin panik, dia mengusap punggung Devano dengan sayang. Isakan Devano cukup kuat, tapi pria itu belum mau bicara dan Adara juga tidak memaksa karena takut Devano butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Cukup lama di posisi seperti itu hingga Devano melepaskan pelukannya dan menatap Adara dengan mata memerah.
"Adara"
Suara Devano serak dia benar-benar terlihat sangat sedih.
"Kenapa Van?" Tanya Adara cemas
"Vina..."
"Vina?"
Adara yang mendengar nama itu jadi ikutan panik kalau sudah begini pasti ada sesuatu pada Devina mengingat Devano memiliki ikatan batin yang cukup kuat dengan kembarannya.
"Vina kenapa?" Tanya Adara
"Vina.... Vina jatuh"
Devano terisak lagi dia menghapus air matanya dengan kasar.
"Mommy telpon dia bilang Vina jatuh dan di bawa ke rumah sakit sekarang dia ada di ruang oprasi... Ra aku takut kalau sesuatu terjadi sama Vina." Kata Devano
Adara jadi ikut menangis dia langsung memikirkan Devina yang sedang hamil besar.
"Van..."
"Vina... Dia pasti kesakitan." Kata Devano
"Ayo kita ke rumah sakit." Kata Adara
Devano masih menangis dan Adara kembali memeluknya dia mengusap punggung Devano dengan sayang.
"Ayo ke rumah sakit kita lihat Vina." Kata Adara lagi
"Aku ambilin kamu jaket dulu." Kata Devano
Devano bergegas mengambil jaket lalu memakaikan pada Adara dengan hati-hati.
"Kamu mau ikut?" Tanya Devano memastikan
"Iya enggak papa aku ikut." Kata Adara
Menggenggam tangan istrinya Devano dengan hati-hati menuntun Adara menuruni tangga hingga masuk ke dalam mobil.
Dalam perjalanan pun Devano tidak bisa buru buru dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan biasa karena ada Adara di sampingnya. Dua puluh menit mungkin hingga akhirnya mereka sampai di area rumah sakit dan Devano kembali membantu Adara.
Begitu sampai di tempat yang tadi Mommy nya katakan Devano dapat melihat semua orang di sana dan Fahisa yang menyadari kehadirannya langsung berjalan mendekat.
Fahisa meminta Adara untuk duduk begitu juga dengan Devano.
"Mama gimana Devina?" Tanya Adara
"Mom gimana? Vina gak papa kan?" Tanya Devano panik
"Operasinya sudah selesai dua baby Vina sudah lahir." Kata Fahisa
"Lalu Vina gimana?" Tanya Devano lagi
Dia benar-benar tidak tenang.
"Dokter minta kita tunggu sampai dua puluh empat jam ke depan hingga Devina sadar." Kata Fahisa
Devano menghela nafasnya kasar lalu mengusap wajahnya.
"Kamu mau lihat keponakan kamu?" Tanya Fahisa
"Mom..."
"Vina sudah berjuang sejauh ini ayo lihat keponakan kamu." Kata Fahisa
Devano diam lalu menatap Adara yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Devano terdiam sejenak lalu mengangguk singkat dan berjalan ke tempat dimana Daffa baru saja keluar.
Sebelumnya dia melihat Ziko yang kelihatan begitu kacau, dia tidak langsung mengajak bicara karena tau keadaan Ziko yang sedang tidak baik.
Sama sepertinya sekarang Ziko pun memiliki ikatan yang kuat dengan Devina.
Devano tidak menyalahkan jatuhnya Devina karena ini murni kecelakaan bukan disengaja.
°°°°
"Vina?"
Devano tersenyum dia kembali datang ke rumah sakit begitu mendengar kabar bahwa Devina sudah sadar, dia datang sendirian Adara ada di rumah bersama dengan Fahisa karena Fahisa yang melarang Adara untuk ikut mengingat Adara yang sedang hamil besar. Sebelumnya Ziko sudah keluar karena orang tuanya meminta pria itu untuk makan, jadi Devano yang sekarang ada di dalam ruangan.
Tangan Devano menggenggam sayang tangan kembarannya, dia dengar dari Ziko kalau Devina belum bersuara mungkin karena masih lelah, tapi yang paling penting Devina sudah sadar. Mata Devina menatapnya kembarannya itu juga menunjukkan senyuman tipis dengan wajah pucatnya.
"Baby kamu lucu mereka laki-laki semua." Kata Devano
Devina mengangguk singkat, dia tau Ziko sudah mengatakannya.
"Yang satu mirip kamu kalau yang satu lagi mirip Ziko." Kata Devano
Devina hanya tersenyum sebagai tanggapan.
"Adara tadi mau ikut, tapi sama Mommy gak boleh, jadi dia di rumah sama Mommy dan tadi dia titip salam untuk kamu." Kata Devano
Devina menganggukkan kepalanya.
"Vina jangan sakit ya?" Kata Devano
Lagi, Devina menganggukkan kepalanya.
"Ziko sedih banget kemarin dia nangis terus gak mau makan." Kata Devano
Devina tersenyum tipis, dia benar-benar masih sangat lemas.
"Vina cepat sembuh ya?" Kata Devano
Devina mengangguk lagi sebagai jawaban lalu dia memejamkan matanya ketika Devano mencium keningnya lama.
Devina ingin mengatakan agar Devano tidak perlu cemas, tapi dia masih merasa lemas sekali.
°°°°
Devano masuk ke dalam kamar begitu dia pulang dari rumah sakit dia melihat Adara yang sedang berbalas pesan melalui ponsel membuat dia tersenyum dan langsung mendekat. Duduk di samping istrinya Devano bersandar di bahu Adara lalu melirik ke layar ponselnya.
Ternyata Adara sedang berbalas pesan dengan Juan dan hal itu membuat Devano tersenyum karena semakin hari hubungan ayan dan anak itu kian membaik. Tak lama setelah membalas pesan Adara meletakkan ponselnya lalu menoleh pada Devano yang langsung menjauhkan wajahnya dari bahu Adara.
"Gimana keadaan Vina? Dia baik-baik aja kan? Aku mau ke sana." Kata Adara
"Vina udah lebih baik, nanti aja ya? Nanti kita telpon Vina kalau dia udah baikan." Kata Devano
Adara tersenyum dan mengangguk.
"Baby nya Vina lucu ya?" Kata Adara
"Iya nanti baby kita juga lucu." Kata Devano dengan senyuman
Adara ikut tersenyum lalu mengusap perutnya dengan sayang.
"Kandungan aku juga udah mau masuk sembilan bulan." Kata Adara
"Iya, kamu harus hati-hati ya? Kalau mau kemana-mana harus sama aku." Kata Devano
Adara mengangguk patuh dan menatap Devano yang kini menunduk untuk mencium perut buncitnya.
Devano sudah membaik karena Devina sudah membuka matanya dan Dokter bilang keadaannya membaik.
°°°°
Yuhuu aku updateee🥰
Jadii beda nya kehamilan Vina sama Adara itu kurang lebih satu bulan yaaa🤭