My Possessive Twins

My Possessive Twins
86 : Lagu Untuk Devina



"VINAA!"


Seruan itu membuat Devina tersentak kaget padahal dia sudah hampir terlelap, tapi ketika melihat teman-temannya dia tersenyum apalagi ketika mereka berlari memasuki kamarnya dengan wajah sedih. Berbeda dengan Devina yang merasa senang Ziko justru berdecak kesal karena mereka mengganggu Devina yang hampir tertidur.


Sekarang sudah pukul dua siang dan Devina memang harus istirahat, tapi kedatangan teman-temannya membuat rasa kantuknya hilang. Bahkan dia berusaha untuk duduk dan membuat Ziko secara refleks membantunya.


"Vinaa lo kenapaa? Ya ampun tangan sama kaki lo sampai di perban gitu." Kata Mona heboh


"Kenapa bisa Vin? Siapa yang nabrak lo?! Siapa kasih tau gue?!" Kata Cessa membuat Devina tertawa kecil melihatnya


"Gimana keadaan lo Vin?" Tanya Nayla yang lebih waras dari pada yang lainnya


Devina tersenyum dan meminta mereka semua untuk duduk lalu ketiganya menaiki sisi ranjang lainnya untuk duduk di dekatnya.


"Udah lebih baik kok, kemarin cuman kecelakaan aja dan yang nabrak aku juga yang bawa ke rumah sakit." Kata Devina


"Ihh gue sedihh." Kata Mona sambil memeluk Devina dari samping dengan hati-hati


"Sepi tau Vin enggak ada lo si Mona kesepian." Kata Cess


"Iya gak ada temen dia." Kata Nayla


Devina tertawa kecil mendengarnya dan ketika melepaskan pelukannya Mona langsung memperhatikan wajah temannya yang sedikit pucat juga luka di sudut bibirnya.


Mendengar kabar dari Ziko dia juga ikut cemas tadi dan mereka bertiga langsung sepakat untuk menjenguk Devina hari ini juga.


"Ko lo kan cowok sendiri keluar sana!" Kata Mona


Berdecih pelan Ziko mengabaikan perkataan itu dan menatap kekasihnya, dia memang mau pulang niatnya setelah Devina tidur.


"Vin aku pulang ya? Mama barusan chat dia minta anterin ke rumah Tante." Kata Ziko


Devina mengangguk singkat dan dia memejamkan matanya ketika Ziko mencium keningnya dengan lembut. Senyumnya mengembang dengan sempurna ketika Ziko berdiri dan melambaikan tangannya, dia ingin membalas hanya saja tangannya masih sakit.


"Sakit aja masih romantis-romantisan." Sindir Cessa


"Ihh Cessa jangan gitu." Kata Devina


"Vin sakit banget ya pasti?" Tanya Nayla


"Emm apalagi kemarin, tapi sekarang udah enggak cuman sakit banget setiap ganti perban." Kata Devina


"Yahh lo gak sekolah sampai kapan dong? Masa gue duduk sendirian?" Tanya Mona dengan raut wajah sedih


"Enggak tau kalau udah boleh sekolah sama Daddy baru aku sekolah." Kata Devina


"Ihh kesepian dong kita Vin." Kata Nayla


"Cepet sembuh dong Vin biar sekolah kan bentar lagi ujian." Kata Cessa


Devina hanya mengangguk singkat, dia juga maunya cepat berangkat ke sekolah karena dia juga bosan kalau harus di rumah terus.


"Mana lo bentar lagi ulang tahun padahal kita udah ada niat mau ceplokin telur." Kata Cessa sambil tertawa


Wajah Devina langsung berubah kesal dan membuat teman-temannya tertawa, tapi mereka memang berniat melakukannya.


"Ihh jahattt"


"Haha bercanda sayangg." Kata Mona


"Ziko bisa tau aku kecelakaan dari mana? Aku gak ada kasih tau dia." Kata Devina penasaran


"Awalnya nih kita kan nungguin lo sampai dateng ehh tapi, malah surat lo yang dateng dan bilang kalau lo sakit langsung deh Ziko panik banget,"


Perkataan Mona membuat Devina menatapnya dengan penuh rasa ingin tau.


"Terus dia langsung telponin Vano sampe belasan kali, tapi gak diangkat dan akhirnya dia telpon nyokap lo dari situ dia tau kalau lo kecelakaan dan semakin panik deh dia." Kata Mona


"Iya sumpah dia sampai mau cabut dari sekolah Vin." Kata Cessa


"Dia udah sempet mau pulang kan, tapi ketauan guru dan gak dibukaiin gerbang juga makanya dia baru kesini sekarang." Kata Nayla


"Dannn dia cemas banget Vin sampai bolos pelajaran." Kata Mona


"Beneran?" Tanya Devina tidak percaya


Tentu saja dia senang, tapi Ziko seharusnya dia melakukan itu semua.


"Hmm terus karena Nyokap lo bilang kalau lo pulang hari ini dia jadi lega deh." Kata Cessa


Senyum Devina perlahan mengembang, dia tidak percaya kalau Ziko ternyata sangat mencemaskan dia.


Rasanya Devina ingin memeluknya lagi, tapi kekasihnya sudah pulang. Kemarin setelah pulang sekolah Devina memang tidak memegang ponselnya lagi bahkan sekarang dia tidak tau dimana ponselnya.


Kalau Devano kata Mommy dia terus menemani Devina dan itu berarti Devano tidak perduli dengan ponselnya.


"Kemarin aku pingsan karena kaget terus bangun-bangun udah di rumah sakit dan tangannya udah berdarah." Kata Devina


"Ihh gue ikut sedih deh kok bisa sih Vin?" Tanya Mona


"Kejadiannya di persimpangan jalan padahal aku sama Abang ojeknya pelan kok bawa motornya terus pas mau belok ada mobil kebut banget, padahal Abang ojeknya udah hidupin sen dan hidupin klakson juga ehh dia tetep ngebut, jadi ya gitu." Kata Devina sambil tersenyum tipis


"Ih bodoh banget itu yang bawa mobil!" Kata Cessa singut


"Untung dia tanggung jawab kalau enggak mau gue labrak." Kata Mona


Devina tertawa kecil mendengarnya dia merasa senang dan terharu.


"Makasih ya udah khawatir sama aku." Kata Devina sambil tersenyum tulus


Mona mengerucutkan bibirnya dan kembali memeluk teman baiknya dari samping.


"Ya khawatir lah Vin." Kata Mona


"Ihh gantian kali Mon gue juga mau peluk Vinaa." Kata Cessa membuat Mona berdecak kesal dan melepaskan pelukannya


Devina tersenyum lalu Cessa dan Nayla juga memeluknya bergantian. Mendadak Devina ingin memberi tau sesuatu pada teman-temannya kalau dia sudah memutuskan sesuatu.


Setelah mereka melepaskan pelukannya barulah Devina mengatakan hal yang membuat teman-temannya berseru senang.


"Aku mau kasih tau sesuatu." Kata Devina


"Apa?!" Tanya mereka bersamaan


"Emm aku mutusin untuk kuliah disini aja gak mau jauh-jauh." Kata Devina


Mereka sangat senang mendengar perkataan Devina.


"Tapi, beneran Vin? Kenapa gak boleh ya?" Tanya Nayla


"Bukan karena itu aku ngerasa kalau aku gak bisa jauh-jauh dari keluarga aku, dari kalian dan Ziko juga." Kata Devina


"Aaa Vinaaa"


Tertawa kecil Devina menggelengkan kepalanya pelan ketika teman-temannya bergantian mencubit pipinya dengan pelan.


Tok tok


Suara ketukan pintu membuat mereka semua menoleh dan melihat Devano yang membawa minuman serta beberapa makanan.


"Nih kata Mommy suruh bawaiin ini." Kata Devano


Melangkahkan kakinya masuk Devano meletakkannya di atas meja lalu menghampiri kembarannya.


Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak Vann"


Mengangguk singkat Devano mengusap puncak kepala kembarannya dengan sayang lalu pergi keluar kamar dan meninggalkan Devina bersama teman-temannya.


"Vinn"


"Emm"


"Cepet sembuh yaaaa"


Tersenyum manis Devina menganggukkan kepalanya, dia pasti akan segera sembuh dan pergi ke sekolah lagi.


Devina juga tidak mau berlama-lama menghabiskan di dalam kamarnya.


¤¤¤


"Vina mau makan apa?"


Menjelang malam Fahisa masuk ke dalam kamar Devina dan menanyakan keinginan gadis itu untuk makan malam, tapi Devina hanya menjawab kalau dia tidak ada keinginan apapun hanya akan memakan apa yang sudah dimakan. Saat ini Devina sedang berbaring di ranjangnya dan dia sudah mulai merasa bosan karena tidak bisa melakukan apapun.


Ingin main ponsel, tapi ponselnya entah dimana dan Devina cuman diam sambil menatap langit-langit kamarnya. Devano juga belum ke kamarnya karena pria itu sedang mandi, jadi Devina sangat jenuh.


"Bubur ya? Sama ayam?" Tanya Fahisa


"Emm boleh"


"Yaudah nanti Mommy buatkan, sekarang gimana keadaan Vina? Masih ada yang sakit?" Tanya Fahisa


"Sudah lebih baik, tapi kadang masih suka sakit cuman tidak terlalu sakit Mom." Kata Devina membuat Fahisa tersenyum senang


"Nanti minum obatnya lagi biar cepat sembuh." Kata Fahisa yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya


"Mommy aku bosannn." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya sebal


"Vina mau apa?" Tanya Fahisa


"Enggak tau, tapi bosan Mom." Kata Devina


Baru akan bicara Fahisa menoleh dan melihat Devano yang baru saja masuk dengan kaos dan celana pendeknya. Melihat anaknya Fahisa tersenyum dan dia mengusap pipi Devano dengan lembut ketika anak itu duduk di tepian ranjang dekatnya.


"Vina bosan katanya." Kata Fahisa


Menatap kembarannya sebentar Devano melihat wajah Devina yang terlihat sebal.


"Memang Vina mau ngapain?" Tanya Devano


"Enggak tau"


Fahisa tersenyum lalu karena disana sudah ada anaknya dia pergi keluar kamar untuk membersihkan diri lalu memasak makan malam.


Setelah Fahisa keluar dari kamar Devano memperhatikan kembarannya dan menanyakan apa yang Devina inginkan, tapi gadis itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Enggak tauuu"


"Aku nyanyiin mau?" Tanya Devano


Mata Devina berbinar dan dia langsung mengangguk dengan semangat membuat Devano tersenyum melihatnya.


"Aku ambil gitar dulu ya?" Kata Devano yang dijawab dengan anggukan oleh kembarannya


Tak butuh waktu lama Devano kembali ke kamarnya dengan membawa gitar lalu naik ke sisi ranjang lainnya.


"Vano mau duduk." Kata Devina


Dengan sigap Devano membantu kembarannya untuk duduk dan setelahnya dia membawa gitarnya ke pangkuan.


"Mau lagu apa?" Tanya Devano


"Emm terserah lagu apa aja." Kata Devina


Terlihat berfikir untuk sejenak Devano mulai memetik gitarnya dan menyanyikan lagu young dumb and broke dengan suara merdunya.


So you're still thinking of me


"Yess"


Devano menghentikan nyanyiannya sejenak dan tertawa mendengar perkataan kembarannya.


Just like I know you should


I can not give you everything, you know I wish I could


I'm so high at the moment


"Aku jugaaa"


Lagi, Devano tertawa dan menghentikan nyanyiannya sebentar.


I'm so caught up in this


Yeah, we're just young, dumb and broke


But we still got love to give


"Givee me love Vanoo"


Tersenyum manis Devano berhenti memetik gitarnya dan mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi Devina lalu kembali bernyanyi.


While we're young dumb


Young, young dumb and broke


Young dumb


Young, young dumb and broke


Young dumb


Young, young dumb and broke


Young dumb broke high school kids


Devina sangat menikmati nyanyian Devano dan setelah pria itu selesai bernyanyi Devina meminta untuk di peluk.


"Vano pelukkk"


Tertawa kecil Devano memeluk kembarannya itu dengan sayang lalu mencium pipinya lagi dan membisikkan sesuatu yang membuat Devina tersenyum.


"Get well soon babyy"


Aaa kembarannya manis sekalii Devina jadi gemas.


¤¤¤


Aaa pengen peluk Vanoo jugaaaa😍


Sayang bangett sama Vano dehh sini Van cium duluu😚