
Sejak pertunangan berlangsung Devina selalu menempel dengan Ziko kemanapun dia pergi pasti akan ada Ziko yang menemaninya bahkan Ziko selalu menyusul ke kelasnya meskipun hanya untuk sekedar makan siang bersama. Terhitung sudah satu minggu berlalu sejak pertunangan mereka dilangsungkan dan sekarang Devina sering sekali menatap jari manisnya lalu tersenyum senang.
Rasanya sangat membahagiakan bisa menunjukkan pada semua orang bahwa Ziko adalah miliknya, dia tidak mau berbagi karena Ziko hanya miliknya saja. Selain itu keluarganya juga tidak marah kalau Devina pergi dengan Ziko sampai malam, meskipun Devano sering mengomel kalau dia pulang di atas jam sembilan malam.
Menjadi tunangan Ziko tidak langsung membuat Devina bebas karena mata Devano terus mengawasinya dua puluh empat jam. Mengingat sudah satu minggu Devina menghabiskan waktu bersama tunangannya sekarang Devina akan menghabiskan akhir pekannya bersama dengan Devano.
Dia memiliki rencana untuk pergi berenang hari ini meskipun awalnya Devano sangat menolak, tapi berkat paksaannya akhirnya dia mau juga. Sekarang Devina sudah menyiapkan semua barang-barang yang akan dia bawa dan hanya tinggal menunggu Devano saja.
"Vanooo"
Devina menerobos masuk ke kamar kembarannya dan melihat Devano yang ternyata sudah siap. Pria itu sedang menutup resleting tasnya dan langsung menoleh begitu melihat Devina yang ada di depan pintu kamarnya.
"Ayoo"
Tersenyum manis Devano memakai tasnya lalu menghampiri Devina dan mengulurkan tangannya.
"Kita mau berenang dimana?" Tanya Devina
"Tempat biasa kita berenang ketika masih SMA dulu." Kata Devano
Devina mengangguk faham dan melangkahkan kakinya dengan semangat menuruni tangga hingga keduanya bertemu Fahisa serta Daffa di ruang tamu. Tersenyum manis Devina melepaskan tangannya sambil berlari kecil menghampiri kedua orang tuanya.
"Mau kemana ini?" Tanya Daffa sambil mencubit pelan pipi anaknya
"Vina mau berenang sama Vano, boleh kan?" Tanya Devina
"Boleh, hati-hati ya?" Kata Daffa
Devina mengangguk dengan semangat lalu mencium pipi kedua orang tuanya bergantian dan mengajak Devano untuk bergegas.
Sampai di mobil Devina langsung duduk sambil memakai sabuk pengamannya dan Devano juga melakukan hal yang sama sebelum melajukan mobilnya. Jujur saja Devano sebenarnya enggan mengajak kembarannya pergi berenang karena dia tidak suka Devina menjadi pusat perhatian.
Bukan berlebihan, tapi itu memang faktanya setiap kali Devina pergi berenang dia sering sekali menjadi pusat perhatian. Padahal tidak ada yang salah Devina selalu memakai kaos hitam juga celana selutut setiap kali berenang.
Tapi, dia tidak bisa memberikan penolakan karena Devina sangat berharap untuk mengajaknya.
"Nanti jangan jauh-jauh dari aku." Kata Devano membuat Devina tersenyum mendengarnya
"Iya kembaran aku sayangg." Kata Devina
Sekitar dua puluh lima menit perjalanan mereka akhirnya sampai di area kolam renang yang beberapa kali mereka kunjungi ketika masih SMA dulu. Terlihat sangat bersemangat Devina langsung menggenggam tangan kembarannya dan sedikit menariknya agar segera masuk ke dalam.
Melihat Devina yang sangat antusias membuat Devano tak bisa menahan senyumnya, tapi begitu masuk ke dalam wajahnya berubah datar dia langsung merangkul Devina karena ada banyak mata yang menatap kembarannya.
Lihat kan?
Belum renang mereka bahkan baru datang, tapi ada banyak sekali yang menatap ke arah Devina karena memang cukup ramai mengingat ini adalah akhir pekan.
"Tuh kan banyak banget yang lihat kamu Vin." Kata Devano sebal
"Ya kan Vina gak lihat mereka." Kata Devina
"Harusnya kamu ajak Ziko juga dia pasti sebel banget ngeliat kamu di lihatin banyak orang." Kata Devano
"Kan Ziko lagi ke tempat neneknya." Kata Devina
Devano bergumam pelan lalu meletakkan tas mereka dan Devina segera mengajak Devano untuk turun ke air.
"Pelan-pelan sini pegang tangan aku dulu." Kata Devano ketika Devina ingin turun
"Ish gak bakal jatuh." Keluh Devina yang tetap menerima tangan Devano dan turun dengan hati-hati
"Sini Vano juga turun." Kata Devina
Devano tersenyum sebentar dan ikut turun membuat Devina merasa sangat senang lalu memainkan air hingga mengenai wajah kembarannya.
"Vinaaa"
Mendengar suara Devano membuat Devina tertawa kecil dan mulai berenang dengan Devano yang terus memperhatikannya.
Seandainya saja dia tega pasti Devano akan tetap menolak untuk mengajak Devina berenang, tapu dia selalu tidak tahan melihat wajah sedih kembarannya.
Mengikuti kemana Devina berenang kini mereka bersebrangan dan Devina melambaikan tangannya meminta Devano untuk kesana. Sekali lagi Devano menurut dia berenang mendekat lalu menghampiri Devina.
"Vano lihat deh banyak yang lihatin kamu jugaa." Kata Devina sambil melirik ke samping kanan mereka dimana ada dua orang wanita yang memperhatikan Devano
Bagaimana tidak diperhatikan?
Devano hanya memakai baju putih yang membuat perut kotak-kotaknya terlihat dengan jelas belum lagi rambutnya yang basah dan terlihat berantakan.
"Ya Vina kan mau berenang." Kata Devina
"Yaudah jangan cemberut." Kata Devano
"Kan ada Vano yang jagaiin Vina, jadi enggak papa." Kata Devina
"Iya Vin"
"Yaudah ayuk berenang lagi kita balapan nanti kalau Vano menang Vano boleh minta apapunnn." Kata Devina
"Ah kamu mah bohong." Kata Devano
"Ish benerrr." Kata Devina
"Bener ya? Boleh minta apapun kan?" Kata Devano
"Iya bener." Kata Devina yakin
"Yaudah"
Devina tersenyum lalu mereka berdua kembali berenang dan Devano berhasil sampai lebih dulu membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal. Salahnya memang sudah tau kalau akan kalah tetap saja mengatakan hal begitu pada kembarannya.
Tak langsung mengatakan keinginannya Devano mengatakan pada Devina untuk puaskan dulu berenangnya dan Devina melakukannya. Tak hanya berenang saja sesekali Devina memainkan air ke wajah Devano lalu tertawa senang dan banyak hal yang dia lakukan.
Hingga setengah jam berlalu Devano meminta kembarannya untuk berhenti dan Devina menurut karena dia memang mulai kedinginan. Baru ingin naik Devano meminta Devina untuk menunggu dan ternyata pria itu berlari kecil untuk mengambil handuk di tasnya lalu mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Devina.
Begitu naik Devano langsung menyampirkan handuknya di tubuh Devina agar tidak ada yang melihat tubuh adiknya di balik kaos hitamnya yang basah.
"Habis ganti baju Vina mau makan pop mie yaa?" Kata Devina
"Iya"
Mengambil tas masing-masing keduanya pergi ke kamar mandi yang tentu saja terpisah untuk mengganti pakaian masing-masing. Sedikit butuh waktu lama bagi Devina untuk selesai karena Devano sudah lebih dulu selesai dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk selesai.
Selang lima menit Devina akhirnya keluar dari kamar mandi dengan memakai dress selutut juga rambut yang masih tergerai belum dia sisir. Melihal hal itu Devano tersenyum dan mengajak Devina untuk duduk lalu meminta sisir pada Devina.
"Vano mau sisirin aku?" Tanya Devina
"Iya"
Devina tersenyum dan membiarkan Devano menyisir rambutnya dengan telaten. Tak butuh waktu lama Devano selesai merapihkan rambut Devina lalu mengembalikan sisirnya.
"Coba sinii lihat aku dulu"
Setelah menaruh sisirnya Devina menatap Devano sambil tersenyum membuat kembarannya itu ikut tersenyum dan mencubit pelan pipinya.
"Yuk makan"
Mungkin semua orang yang melihat beranggapan bahwa mereka sepasang kekasih karena melihat sikap Devano yang begitu posesif juga manis pada Devina.
"Vina mau es teh." Kata Devina
Devano hanya mengangguk dan mengatakan pesanannya lalu mereka menunggu sekitar sepuluh menit hingga semua selesai disiapkan. Duduk di bangku yang kosong Devina langsung membuka pop mie miliknya dan menatapnya dengan antusias.
"Kamu udah makan mie tiga kali berarti ini yang terakhir makan lagi bukan berikutnya." Kata Devano
"Ish enggak mauu kalau Vina mau mie nanti Vina makan." Kata Devina
"Oh mau kena marah?" Tanya Devano
"Enggak dong kan aku makannya diem-diem." Kata Devina sambil tertawa kecil
Menggelengkan kepalanya pelan Devano mencubit gemas pipi kembarannya membuat Devina hanya bisa tersenyum.
"Makasih ya Vano udah temenin Vina." Kata Devina dengan senyuman manisnya
"Apapun untuk kembaran aku tersayang"
Ya ampun Devina jadi semakin sayang pada Devano.
¤¤¤
Ziko-Vina absen dulu hari inii😂😂
Maaf ya kemarin gak update💔 Salam sayang dari Devinaaa😚