My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (42)



Menjadi istri dari seorang Devano merupakan kebahagiaan terbesar bagi Adara karena hidupnya benar-benar berubah, setiap hari selalu ada senyuman dan tawa di hidupnya tidak seperti dulu dimana Adara merasa begitu kelabu, dia merasa hampa, tapi sekarang tidak Devano merubah segalanya. Waktu terus berjalan hingga Adara tidak sadar bahwa mereka sudah berada di tingkat akhir perkuliahan bahkan Devano sudah selesai dengan sidang skripsinya dan hanya tinggal menunggu di wisuda saja.


Cepat sekali waktu berjalan ketika bersama dengan Devano padahal dulu Adara merasa satu hari begitu lama untuk berlalu. Selama menikah ada banyak hal yang Adara pelajari dia belajar menjadi seorang istri juga menantu yang baik.


Setiap pagi Adara akan bangun lebih awal lalu pergi ke dapur dan memasak sarapan bersama dengan Fahisa lalu kalau ada waktu luang dia membantu membereskan rumah, ya meskipun nanti Devano akan mengomel.


Ah Devano juga menepati janjinya untuk tidak membuat Adara hamil dalam waktu dekat.


"Adara ayo sayang"


Panggilan itu membuat Adara menoleh dan menatap Devano dengan senyuman, mereka ternyata telah sampai di rumah Ziko karena tadi Devano memang ingin bertemu dengan kembarannya.


Devano tersenyum senang dia menekan bel dan tak butuh waktu lama pintu terbuka ada Devina yang menyambutnya dengan penuh antusias.


"Vanooo"


Devina berseru senang dia langsung memeluk kembarannya itu dengan sangat erat membuat Devano tertawa kecil dan di belakang Devina ada Ziko yang tersenyum.


"Vina udah biar masuk dulu." Kata Ziko


Melepaskan pelukannya Devina menurut dia melepaskan pelukan dan kini Devina beralih memeluk saudara iparnya dengan sayang.


"Adara apa kabar?" Tanya Devina


"Baik Vin kamu gimana?" Tanya Adara


"Vina juga baikkk." Kata Devina senang


Begitu Adara bersama Devano masuk ke dalam rumah keduanya langsung duduk dan Ziko langsung meminta Bibi untuk mengambilkan minuman.


"Vano gimana di rumah? Mommy sama Daddy apa kabar? Vina mau main ke sana, tapi Ziko sibuk." Kata Devina


Ziko tertawa kecil mendengarnya.


"Iya Van gue belakangan ini memang sering ke kantor bantuin Papa." Kata Ziko


"Gak papa Ko di rumah Mommy sama Daddy baik kok." Kata Devano


Senyum manis Devina mengembang dengan sempurna.


"Adaraa kamu udah selesai kerjain skripsi belum?" Tanya Devina


"Belum"


"Ihhh sama aku juga belum tau, tapi aku udah malas ngerjainnya." Kata Devina dengan wajah cemberut


"Enggak boleh malas." Kata Devano sambil mencubit pelan pipi kembarannya


"Memang malas dia Van gue suruh kerjain sambil gue bantuin juga dia jarang mau katanya malas." Kata Ziko


"Tapi, memang malas ya Vin?" Kata Adara


Devina langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Adara juga sama ya?" Tanya Devina


"Sama aja dia Vin." Kata Devano


"Iya aku ngaku Vin aku memang malas." Kekeh Adara


"Tuh kan Ziko bukan cuman aku yang malas tau." Kata Devina


"Kamu kok tambah tembem sih pipinya." Kata Devano


"Iya loh Vin." Kata Adara


Devina cemberut dia mengusap pipinya yang terasa sakit juga panas.


"Kamu ih tambah berisi tau jangan-jangan kamu hamil ya?" Tebak Adara


"Hah? Beneran Ko?" Tanya Devano


"Enggak ishhh Vina memang makannya banyak tau." Kata Devina cemberut


"Enggak tau Van, tapi memang Vina makannya banyak cuman dia gak ada mual-mual gitu sih." Kata Ziko


Devano mengangguk faham dia mengacak-ngacak gemas rambut kembarannya.


"Kalau kamu hamil beneran aku seneng deh Vin." Kata Devano


"Emm Adara duluan." Kata Devina


"Eh kok aku sih?" Kata Adara yang jadi salah tingkah


"Bareng aja ya Ko?" Kata Devano sambil tertawa


"Iya mendingan bareng." Kekeh Ziko


Devina dan Adara diam dengan pipi merona mereka malu mendengarnya.


Ah dasar dua pria itu sama saja!


"Ih jangan tauu Vano." Kata Devina


"Kok jangan?" Kata Devano


"Nanti Vano susah lohh nanti aku manja terus Adara juga manja nanti kalau aku hamil aku mau gangguin Vano terus." Kata Devina


Devano tertawa mendengarnya, tapi itu tidak masalah dia malah senang.


"Gangguin Ziko aja lah." Kata Devano


"Enggak, gangguin Vano juga, enggak papa kan Adara? Nanti kita berdua bikin Vano sudah kita kerjain dia." Kata Devina senang


Ziko tertawa mendengarnya lalu dia mendekat dan mengacak gemas rambut istrinya.


"Iya Vin kita buat repot dia"


Devina dan Adara tersenyum senang mereka mengira Devina merasa takut, tapi ternyata Devano justru senang.


Dalam bayangannya ada Devina dan Adara yang bersikap manja padanya.


Pasti akan menyenangkan.


°°°°


Aku update hehe🥳


Ini aku time skip yaa biar gak bingung nulisnya, jadi waktunya ikutin seperti yang du Istri Manja Ziko🥰