My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (2)



Wajah murung Devina mulai dari kedatangan Ziko hingga ketika mereka sampai di pasar malam membuat Ziko bertanya-tanya dan penasaran, tidak biasanya Devina murung. Padahal hanya mendengar kata pasar malam saja senyum Devina biasanya selalu mengembang, tapi ini tidak dia hanya diam sambil menggenggam tangannya.


Biasanya juga Devina langsung mengajak Ziko untuk membeli makanan atau naik bianglala, tapi kali ini dia tidak mengatakan apapun. Seolah sedang banyak sekali hal yang dia fikirkan melihat hal itu tentu saja Ziko khawatir hingga dia mengajak Devina untuk duduk sebentar.


Saat duduk Devina menatapnya sambil tersenyum tipis dan bukan senyuman lebar seperti biasanya. Kali ini Ziko yakin kalau sesuatu mengganggu fikiran kekasihnya.


"Kenapa hmm?" Tanya Ziko lembut


Devina menggelengkan kepalanya pelan lalu menunduk membuat Ziko menghela nafasnya pelan sambil mengangkat dagu Devina agar menatapnya.


"Kenapa?" Tanya Ziko lagi


"Ziko ayo naik bianglala." Ajak Devina tanpa mau menjawab pertanyaan kekasihnya


Memilih untuk tidak bertanya lagi Ziko hanya mengangguk lalu membawa Devina untuk naik bianglala. Sekali lagi Devina tetap diam tanpa mengatakan apapun.


'Zikoo habis naik bianglala kita beli kerak telur ya?'


'Zikoo nanti aku mau beli mie ayam'


'Zikoo cepet fotoiin aku'


'Ziko ayoo fotooo'


Biasanya Devina selalu bersemangat, tapi sekarang tidak dan Ziko memutuskan untuk bertanya nanti saja. Selesai membeli tiket juga menunggu bianglala berhenti sekarang mereka akan naik.


Sambil menggenggam tangan Devina mereka berdua naik ke dalam bianglala dan perlahan bianglala itu bergerak membuat senyum Devina perlahan terbentuk. Setelahnya Devina kembali diam dengan mata yang menjelajah kesegala arah.


Ziko tersenyum lalu mengacak pelan rambutnya membuat Devina menoleh sambil memasang wajah cemberutnya.


"Kamu ada masalah kan?" Tebak Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan, dia memang sedang tidak berada dalam masalah.


"Ada yang kamu fikirin? Kalau ada bilang sama aku jangan dipendem sendirian." Kata Ziko lagi


Menghela nafasnya pelan Devina menatap kekasihnya dengan raut wajah sedih lalu menyandarkan kepalanya dibahu Ziko.


"Nanti Ziko bilang-bilang." Kata Devina


"Enggak Vin janji cuman aku yang tau." Kata Ziko


Terdiam sesaat akhirnya Devina mulai bicara tentang apa yang mengganggu fikirannya.


"Mereka gak ada yang mau ajak aku ngobrol terus Mona sama yang lainnya juga gak ada yang balas pesan aku dan kamu juga sama." Kata Devina


"Waktu kamu chat aku lagi dikelas, tapi aku langsung balas waktu udak keluar." Kata Ziko


"Heem tau kalau Mona sama yang lainnya malah ceritaiin temen-temen mereka disana, aku enggak ada." Kata Devina


"Jadi karena itu kamu murung?" Tanya Ziko


Devina mengangguk dan menatap Ziko dengan sedih lalu bertanya dengan suara pelan.


"Lebay ya? Iya aku tau." Kata Devina


"Bukan Vin sini denger aku dulu." Kata Ziko sambil membawa Devina untuk menghadapnya


"Kamu jangan berfikiran buruk gitu, baru pertama masuk kelas nanti juga pasti bakal ada teman." Kata Ziko


"Aku biasanya kalau masuk kelas langsung ngobrol sama Mona atau yang lainnya, tapi sekarang cuman duduk diam." Kata Devina


"Ajakin ngobrol jangan takut." Kata Ziko


"Enggak bisaa akunya takut terus gak tau harus ngomong apa." Keluh Devina


"Terus Vina maunya gimana?" Tanya Ziko dengan lembut


Devina menggelengkan kepalanya pelan dan memeluk lengen Ziko sambil menyandarkan kepalanya disana.


"Ziko nanti kalau ada jam kosong harus temuin aku di fakultas." Kata Devina


Ya, mereka memang satu kampus hanya beda fakultas dan jarak antara fakultas Ziko dengan Devina itu cukup jauh.


"Iya Vina"


"Ziko gak boleh deket-deket cewek lain kalau ada yang chat kamu harus bilang sama aku." Kata Devina lagi


"Iya Vina dan kamu juga gitu ya?" Kata Ziko


Devina mendongak dan terdiam sebentar lalu mengangguk bersamaan dengan itu bianglala berhenti. Sambil tersenyum Ziko mengajak Devina untuk keluar lalu mereka pergi untuk mencari makanan.


"Ziko beli bakso yuk." Ajak Devina


Tentu saja Ziko akan menuruti permintaan kekasihnya dan membawa Devina ke salah satu penjual bakso tang cukup ramai. Sambil menunggu pesanan mereka dibuat Ziko dan Devina duduk berhadapan.


Devina menatap Ziko sebentar lalu mengeluarkan ponselnya dan membuka whats app miliknya. Disana ada banyak sekali chat yang masuk dari teman sekelasnya, rata-rata cowok yang minta Devina untuk menyimpan nomor mereka.


"Ziko ada banyak yang chat aku." Kata Devina


Menaikkan sebelah alisnya Ziko langsung mengambil ponsel Devina lalu melihatnya dan benar ada banyak sekali pesan yang masuk. Beberapa ada yang cukup sopan, tapi ada juga yang keganjenan dan membuat Ziko berdecak kesal.


Susah sekali sejak dulu ada banyak yang menyukai Devina.


Devina save ya


Save ya cantik


Malem Devina


Kemudian mata Ziko beralih pada pesan yang baru masuk dan menunjukkan nama seseorang disana.


Lucas


Devina ya?


^^^Iya^^^


Inget gak? Yang tadi kamu tabrak


^^^Ehh kok tau nomor aku?^^^


Minta dari temen sekelas kamu


^^^Siapa?^^^


Hesti


^^^Owh iya^^^


Simpen ya nomor aku?


^^^Siapa?^^^


Lucas kakak tingkat kamu


^^^Owh iya Kak^^^


Lucas aja biar kelihatan akrab


Mendengus kesal Ziko mengetikkan balasan disana lalu menghapusnya setelah pesan yang dia kirimkan terbaca.


Gak usah ganjen sama cewek gue!


"Kenapa Ziko?" Tanya Devina sambil menatap kekasihnya dengan bingung


"Ganjen banget sih temen-temen sekelas kamu." Kata Ziko kesel


"Kalau di kelas enggak gitu." Kata Devina


"Ada namanya Lucas tadi, siapa?" Tanya Ziko


Dia mau tau Devina akan menjawab jujur atau tidak, tapi ternyata Devina mengatakan yanga sebenarnya bahkan menceritakan pertemuan mereka.


"Jangan terlalu direspon ya? Tadi dia bales chat kamu ganjen banget, tapi udah aku bales chatnya." Kata Ziko


Ziko fikir Devina akan protes, tapi tidak kekasihnya itu hanya mengangguk patuh.


Tak lama setelah itu pesanan mereka datang dan Devina mulai memakan makanannya dengan lahap. Dalam diam Ziko tersenyum dia selalu percaya pada Devina dan dia juga tidak akan membiarkan seseorang mendekati kekasihnya.


Devina itu hanya miliknya.


¤¤¤


"Vanooo"


Devina merengek lalu menghampiri Devano dan memeluknya dari samping membuat kembarannya itu tersenyum sambil mengusap punggungnya. Sekarang sudah pukul sebelas mereka belum juga tidur, Devano memang sedang mengerjakan sesuatu, tapi kalau Devina dia tidak bisa tidur.


Biasanya kalau sudah begini Devina akan minta untuk ditemani hingga dia tidur dan benar dugannya. Tersenyum manis Devano mengajak Devina untuk kembali ke kamarnya sendiri lalu menemaninya hingga dia tertidur lelap.


Tapi, bukan pergi tidur Devina malah mengajak untuk mengobrol.


"Vano"


"Hmm"


"Dara gimana? Dia jadi kuliah?" Tanya Devina


"Jadi Vin beda kampus sama kita." Kata Devano


"Emm dia ambil jurusan apa Van?" Tanya Devina


"Komputer"


"Vano jarang ketemu dia dong?" Tanya Devina lagi


"Ketemu cuman gak sesering biasanya aku bakal jemput dia kalau gak ada kelas atau ke rumahnya." Kata Devano


"Emm Dara jadi kerja sama Kak Ara?" Tanya Devina


"Jadi cuman kalau hari-hari kuliah Adara kesana kalau lagi jam kosong aja, tapi kalau akhir pekan dia dari pagi ke butik." Kata Devano menjelaskan


"Adara itu mandiri ya? Enggak kayak Vina." Kata Devina sambil mengeratkan pelukannya pada Devano


"Mulai lagi deh, ada masalah apa?" Tanya Devano


"Gak ada Van aku kan cuman bilang aja." Kata Devina


Menghela nafasnya pelan Devano mengusap puncak kepala kembarannya dengan sayang sambil menciumnya singkat.


"Denger ya? Kamu gak boleh bandingin diri kamu sama orang lain karena Devina setiap orang itu berbeda dan kamu juga gak perlh dengerin apa yang orang lain katakan tentang kamu," Kata Devano.


Devina hanya diam dan mengeratkan pelukannya.


"Jangan kayak gitu lagi ya? Jangan ngerendahin diri kamu sendiri karena kamu itu berharga Devina entah untuk diri kamu sendiri atau untuk orang lain." Kata Devano


Devina mengangguk singkat dalam pelukan kembarannya lalu dia mulai memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur.


Devina harap besok akan lebih baik.


¤¤¤


Besok kita ke Vano-Dara yaa😉


Hmm besok double up lagi dehh, mau gak nih😌