
Nathan merengek pelan dia memanggil Adara ketika bangun tidur, tapi Adara yang sedang mandi tidak kunjung datang membuat anak itu menangis, Nathan sedang dalam mode manja. Mendengar suara tangisan anaknya membuat Devano bergegas pergi ke kamar mereka dan benar saja dia melihat Nathan yang menangis dengan keras.
Berjalan mendekat Nathan langsung menggendongnya membuat anak itu bersandar manja di bahunya sambil memanggil Adara. Berusaha menenangkan Devano melirik Nadhin yang juga sudah bangun, tapi dia tidak menangis dan asik memainkan boneka yang ada di dekatnya.
"Amaaa manaa?" Rengek Nathan
Anak itu kalau sudah manja pada Adara hanya akan diam jika dengan Adara.
"Ama lagi mandi sebentar ya? Nathan mau apa? Mau minum susu enggak?" Tanya Devano
Nathan menggelengkan kepalanya pelan dia kembali memeluk Devano dengan sayang.
"Ya ampun anak Papa manjanya, sebentar ya sayang Mama lagi mandi sebentar lagi kesini." Kata Devano
Nathan mengangguk singkat dia masih saja menempel pada Devano dengan manjanya.
"Nadhin mau susu enggak?" Tanya Devano
Nadhin mendongak matanya masih sedikit sayu karena baru saja bangun tidur, dia menggelengkan kepalanya pelan.
Melihat itu Devano tersenyum dan membiarkan Nadhin sibuk dengan bonekanya selagi dia menenangkan Nathan.
"Mau Ama." Rengek Nathan lagi
"Iya sayang." Kata Devano
Devano mencium pipi anak itu dengan sayang lalu berjalan ke dekat jendela dan melihat keluar.
"Eh lihat sayang ada yang main sepeda." Kata Devano
Nathan melihat ke arah yang sama dia menunjuk keluar.
"Main cepeda." Kata Nathan
"Iya nanti kita belajar main sepeda ya? Nanti Papa belikan sepeda." Kata Devano
Perkataan itu membuat Nathan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Eh udah bangun?"
Suara Adara terdengar membuat Nathan langsung mengalihkan pandangannya dan heboh sendiri minta di turunkan. Tertawa pelan Devano menurunkan anak itu hingga kini Nathan berlari menghampiri Mama nya.
"Amaa"
Adara tertawa dia langsung menunduk dan memeluk anaknya sambil menciumi pipinya.
"Udah bangun gantengnya Mama." Kata Adara
Nathan memeluknya dengan manja membuat Adara akhirnya menggendong anak itu lalu melihat ke arah ranjang dimana ada Nadhin yang juga menatapnya. Anak itu terlihat masih mengantuk dia memeluk boneka beruangnya sambil menatap Adara dengan matanya yang sayu.
"Masih ngantuk ya Nadhin?" Kata Adara
Nadhin tak menjawab dia malah mengucak pelan matanya membuat Devano naik ke atas ranjang lalu duduk di dekatnya.
Di usapnya kepala Nadhin dengan sayang membuat anak itu memejamkan matanya lagi.
"Masih ngantuk ini." Kekeh Devano
Nadhin benar-benar diam tak bersuara dia memeluk bonekanya dan memejamkan matanya lagi.
"Yaudah biarin tidur dulu sekarang Nathan aja yang mandi duluan ya?" Kata Adara
Nathan hanya mengangguk patuh dan diam saja ketika Adara membawanya ke kamar mandi.
Selagi keduanya ke kamar mandi Devano berbaring di ranjang Nadhin lalu memeluk anak itu dengan erat. Mendongakkan kepalanya Nadhin melihat Papa nya dan langsung mendekat untuk balas memeluknya.
"Uuu ya ampun masih ngantuk." Kata Devano
"Macih mau bobok." Kata Nadhin
"Iya bobok dulu sebentar nanti kalau Nathan udah selesai mandi Nadhin bangun terus mandi." Kata Devano
"Mandinya libul." Kata Nadhin
Devano tertawa mendengarnya, dia mencium puncak kepala anak itu dan mencubit pipinya.
"Enggak boleh libur nanti bau asem." Kata Devano
"Harus mandi nanti Ama marah." Kata Devano
Nadhin mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya lagi.
Ya ampun anaknya ini sangat mengantuk sepertinya, gemas sekali.
°°°°
Nadhin benar-benar cemberut karena di paksa mandi dia tidak mau dengan Adara dan terus saja menempel pada Devano bahkan ketika Devano ingin berangkat kerja anak itu menangis. Memeluk terus Devano dengan manja Nadhin tidak mengizinkan Papa nya itu untuk pergi bekerja.
Adara sudah berusaha membujuk dan minta maaf, tapi Nadhin tetap ngambek begitu juga Fahisa serta Daffa yang ikutan membujuk. Sayangnya Nadhin tidak luluh anak itu terus memeluk Devano bahkan ketika Devano berdiri dia memeluk kakinya.
"Enggak enggakkkk Papa di lumahh." Kata Nadhin sambil menangis
Anak itu menggelengkan kepalanya dengan cepat dan ketika Adara berusaha melepaskannya Nadhin langsung mengamuk. Anak itu memukul Adara sambil menangis dan melempari bantal kursi karena kesal.
"Enggak enggakk boleh pelgiii Papa di lumah ajaaaa." Rengek Nadhin
"Nadhin jangan gitu ya Papa mau kerja." Kata Adara
"Enggak! Papa lumahh ajaa enggak boleh keljaa besok aja keljanya." Rengek Nadhin
Anak itu menangis dengan keras dan terus melempari bantal kursi hingga akhirnya Devano berjalan mendekat lalu menggendongnya lagi.
"Papa kerja dulu ya? Nanti siang Papa pulang." Kata Devano
"Enggak enggakkk di lumah aja cama Adhin." Kata Nadhin sambil memiliki wajah Devano dengan tangan mungilnya
"Sama Oma ya? Kita jalan-jalan ke taman atau Nadhin mau main timezone lagi?" Kata Fahisa
"Enggak enggakkk cama Papaaa." Kata Nadhin
Nathan hanya menatap kembarannya itu dengan bingung.
"Adhin cinii." Kata Nathan
"Enggak cama Papaaa." Rengek Nadhin lagi
Daffa tersenyum tipis melihatnya, persis sekali ketika Devina dulu.
Dulu Devina juga pernah begitu nangis karena tidak mau dia tinggal.
"Papa enggak ucah kelja cama Adhin aja di lumah." Kata Nadhin
"Nanti kalau enggak kerja Nadhin enggak bisa beli mainan." Kata Devano
"Papa di lumah aja." Kata Nadhin lagi
"Devano sudah kamu di rumah saja dulu kalau nanti Nadhin sudah tenang baru kamu ke kantor, tapi kalau masih tidak mau di tinggal tidak papa biar Daddy yang urus masalah kantor." Kata Daffa
"Maaf ya Dad." Kata Devano
"Sudah, kasihan itu cucu Daddy wajahnya sudah merah semua karena nangis." Kata Daffa
Devano melihat Nadhin dan benar wajah anak itu merah sekali karena menangis.
"Sini cium Opa udah nangisnya Papa di rumah aja sama Nadhin." Kata Daffa
Nadhin menatap Daffa yang mendekat dan menghapus air matanya lalu Nadhin mencium Opa nya itu dengan sayang juga memeluknya.
"Jangan nangis ya?" Kata Daffa
Nadhin menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
Anak itu benar-benar kalau sedang merajuk pada Adara tidak akan mau ditinggal Devano barang hanya sebentar.
°°°°
Siapa yang nungguin Nadhin sama Nathannn?
Siapa yang mau bacaa cerita mereka kalau sudah besarrr???
Siapa yang mau Nadhin sama Nathan punya adik baruuuuuu?????