My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (111)



"Vina mau lihat sunsett"


Devano tersenyum lalu mengangguk pada kembarannya yang terlihat begitu senang ketika mereka akan pergi ke pantai. Sekarang keduanya sedang berada di dalam perjalanan dan Devina tidak pernah menghilangkan senyuman manisnya, dia senang sekali bisa berjalan-jalan bersama Devano lagi.


Selagi di perjalanan Devina menyandarkan kepalanya di jok mobil lalu menatap Devano yang terlihat sibuk dengan jalanan dihadapannya. Melihat itu mendadak Devina teringat bahwa sebentar lagi dia akan menikah dan tidak bisa terus bersama Devano, mereka tidak akan bisa bertemu terus.


Devina bahagia karena akan menikah, tapi dia juga sedih harus berpisah dengan orang tua serta kembarannya yang selama ini selalu meneminya setiap waktu. Setelah menikah dia akan tinggal bersama keluarga barunya, Devina tidak takut, tapi dia yakin akan merasa sangat canggung nantinya.


"Vanoo"


"Hmm"


"Vina mau pinjam hp." Kata Devina


"Hp?"


Mengeluarkan ponsel dari saku celana Devano memberikannya pada Devina dan membuat gadis itu tersenyum lalu mengambilnya.


Devano selalu menggunakan lockscreen fotonya dengan Adara lalu walpaper fotonya dengan Devina.


"Vano kenapa pasang foto ini?" Tanya Devina


Menoleh sebentar Devano melihat walpaper ponselnya lalu tersenyum.


"Enggak papa." Kata Devano


"Vina sedih mau jauhan sama Vano." Kata Devina jujur


"Aku juga, tapi enggak papa Vina nanti seiring berjalannya waktu akan terbiasa dan lagi kita masih bisa sering ketemu atau telponan." Kata Devano


"Heem cuman nanti Vina gak bisa minta peluk." Kata Devina


"Ada Ziko." Kata Devano membuat Devina tersenyum mendengarnya


"Nanti Vano meluk siapa?" Tanya Devina


"Adara"


"Nanti kena marah Daddy loh kan belum menikah." Kata Devina


"Enggak kena marah aku kan peluk kalau kamu sama Ziko ciuman makanya kena marah." Kata Devano membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal


"Vano cium Adara depan Daddy aja biar dinikahin." Kata Devina


"Aku cari mati kalau kayak gitu Vin." Kata Devano sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Hehe yaudah jangan." Kata Devina


Tersenyum tipis Devano mencubit pelan pipi kembarannya membuat Devina merengek pelan.


Dia belum mau jauh dari Devina, tapi dia juga tidak mau menghalangi gadis itu dari bahagia.


¤¤¤


Senyuman manis Ziko mengembang dengan sempurna ketika melihat Devina yang baru saja mengirimkan foto kepadanya. Sebelumnya Devina memang bilang kalau dia akan pergi bersama Devano ke pantai karena Daffa memang sangat membatasi mereka berdua sekarang.


Setelah kejadian itu Daffa hanya memberikan izin untuk keluar di akhir pekan atau keluar dengan izin darinya karena takut Ziko akan melakukan hal yang sama lagi. Kenyataannya memang begitu karena kemarin saja Ziko mencium Devina lagi.


"Ziko"


Panggilan itu membuat Ziko mendongak lalu menatap Gio yang baru saja datang, mereka memang janjian untuk bertemu. Saat ini keduanya ada di cafe dekat SMA mereka yang dulu.


"Dari tadi gak lo?" Tanya Gio


"Enggak juga." Kata Ziko santai


"Dah sampe mana persiapan pernikahan Ko?" Tanya Gio


"Udah mau selesai kira-kira 80% lah." Kata Ziko


"Gue gak kaget sih denger lo sama Vina mau nikah karena dari dulu memang lo sering bilang gitu." Kata Gio membuat Ziko tersenyum mendengarnya


"Vina banyak yang suka di kampusnya ya?" Tanya Gio


"Kalau yang secara terang-terangan deketin sih cuman satu namanya Lucas, tapi gak tau kalau yang lainnya." Kata Ziko


"Yakin sih pasti banyak yang suka cuman gak nunjukkin aja." Kata Gio


Ziko bergumam pelan sebagai jawaban lalu kembali memesan karena Gio sudah datang.


"Terus gimana sama temen kampus lo, siapa namanya? Tiara ya?" Tanya Gio


"Hm gak gimana-gimana sih." Kata Ziko


"Awas Ko nanti ada niat buruk kayak Adyra lagi." Kata Gio


"Iya Yo gue juga udah berusaha jaga jarak dari dia." Kata Ziko


Setelah itu keduanya mengalihkan pembicaraan dan membahas banyak hal bersama mulai dari perkuliahan hingga wanita yang sedang Gio dekati.


Mungkin mereka akan disana hingga sore.


¤¤¤


"Vanoo aku mau foto"


Perkataan Devina ditanggapi dengan senyuman lalu tanpa banyak protes Devano mengambil ponsel kembarannya dan mengambil gambar Devina dari belakang. Beberapa kali memgambil gambar Devina yang merasa cukup berlari mendekati Devano dan melihat-lihat foto yang diambil.


Semua hasilnya memuaskan membuat Devina tersenyum senang kalau Devano memang pintar mengambul gambar, beda dengan Ziko. Biasanya kalau Devina habis minta difoto dia akan merajuk karena Ziko yang tidak pernah benar mengambil fotonya.


Kalau tidak diminta Ziko pasti mengambil foto dengan bagus, tapi ketika Devina memintanya pasti ada saja yang salah entah terlalu kebawah hingga blur.


"Vano mau foto juga enggak?" Tanya Devina dengan senyuman


"Hm enggak." Kata Devano


Mengangguk faham Devina berlari menyusuri pantai membuat Devano harus memperingatinya agar tidak lari karena takut jatuh. Tidak mendengarkan Devina mempercepat langkah kakinya ketika Devano mengejarnya.


Semakin cepat dia berlari hingga akhirnya tanpa sengaja Devina tersandung kakinya sendiri dan membuat dia jatuh tersungkur. Melihat hal itu Devano bergegas menghampiri Devina lalu menanyakan keadaannya dengan cemas dan mengomel.


"Vin kamu gak papa? Ada yang sakit? Aku udah bilang jangan lari-lari nanti jatuh lihat kan...."


"Cerewet." Kata Devina sambil mengusap pipi Devano dengan tangannya yang dipenuhi pasir pantai


Melihat Devano yang wajahnya kotor dengan pasir Devina tertawa senang membuat Devano juga ikut tersenyum melihatnya.


"Nakal banget sih." Kata Devano


Devina hanya menunjukkan cengirannya saja lalu mengulurkan tangan dan meminta Devano untuk membantunya berdiri.


Begitu sudah berdiri dan saling berhadapan tanpa Devina duga kembarannya itu memeluknya dengan sangat erat.


Cukup lama hingga Devano menjauhkan tubuhnya dan menunduk untuk memberikan ciuman di kening Devina.


Devina tidak bisa menggambarkan betapa dia sangat bahagia.


¤¤¤


Yuhuu aku updatee💞


Cerita yang Ghina reviewnya agak lama gak tau deh kalo yang ini sama apa enggak😶


Dua atau tiga part lagi cerita ini end ya dan ditambah dengan extra part ada tiga juga.


Setelah itu baru kita sambut cerita Devina dan Ziko.


Terus Devano gimana dong?


Devano tetap muncul kok di cerita Devina dan Ziko jangan khawatir penggemarnya Vano😚