My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (106)



Pesta pertunangan masih berlangsung Devano bersama dengan Adara menemui teman-teman mereka dan mengobrol banyak hal lalu ada juga keluarga dari Devano yang datang, seperti Gibran serta Ghina. Sudah pukul sembilan malam acara masih belum berakhir di sudut rumahnya Devina sedang menikmati makanan dengan lahap bersama dengan Ziko.


Tadi dia sudah menemui kembarannya dan sekarang Devina merasa sangat lapar hingga dia mengajak Ziko untuk makan dulu. Sejak tadi Ziko juga memang mengajak Devina untuk menyingkir karena ada banyak sekali teman kuliah Devano yang menyapa kekasihnya, menyebalkan.


Salah satunya pria bernama Mark yang terus mengajak Devina mengobrol padahal ada Ziko juga, tapi pria itu masa bodoh dan Devina juga menanggapinya dengan ramah. Memang sih mereka akan menikah dalam waktu dekat, tapi tetap saja Ziko tidak suka kalau ada pria yang mendekati gadisnya.


"Ziko enggak makan?" Tanya Devina


"Hm tadi udah kok makam cemilan, belum lapar banget." Kata Ziko membuat Devina mengangguk faham


"Kalau Vina lapar banget." Kata Devina


"Iya kamu makan yang banyak." Kata Ziko


Tersenyum manis Devina kembali menganggukkan kepalanya lalu menyantap makanan yang ada dihadapannya membuat Ziko memperhatikannya hingga selesai. Wajah Devina terlihat begitu menggemaskan apalagi ketika sedang mengunyah makanan dan membuat pipinya terlihat begitu tembam.


Begitu kekasihnya selesai makan Ziko tanpa diminta memberikan segelas minuman untuk Devina dan membuat gadis itu langsung mengucapkan terima kasih sambil tersenyum manis. Menenggak habis minumannya Devina sekarang merasa sangat kenyang hingga malas untuk beranjak dari tempatnya.


"Ziko"


"Hm"


"Vina kenyang banget sekarang." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya


"Yaudah gak papa duduk sini dulu." Kata Ziko


Tadi rasanya Devina lapar sekali karena sudah lewat dari jam makan malam.


"Sini tangan Ziko." Kata Devina


Tanpa banyak bertanya Ziko mengulurkan tangannya yang langsung Devina genggam dengan sayang serta mengusapnya.


Melihat hal itu Ziko hanya diam, dia suka sekali ketika Devina menggenggam atau memainkan tangannya.


"Tangan Ziko lembut." Kata Devina


"Tangan kamu juga." Kata Ziko


"Heem Ziko mau tau gak Mama nya Mona pernah bilang apa sama Vina?" Kata Devina sambil menatap kekasihnya


"Bilang apa?" Tanya Ziko


"Mama nya Mona bilang kalau tangan Vina lembut banget yang artinya Vina enggak pernah melakukan pekerjaan rumah." Kata Devina


"Terus kamu jawab apa?" Tanya Ziko


"Em gak jawab apa-apa Vina diam aja, tapi Vina memang jarang melakukan pekerjaan rumah biasanya cuman beresin kasur aja atau bantuin Mommy merapihkan meja makan." Kata Devina


"Orang tua kamu gak izinin kamu melakukan hal itu." Kata Ziko


"Iya Ziko memang benar Mommy sama Daddy gak bolehin Vina." Kata Devina


Ziko tersenyum dan mengusap kepala Devina dengan sayang membuat gadis itu merasa begitu bahagia hanya dengan usapan di kepalanya.


"Em Ziko gak masalah sama semua itu?" Tanya Devina


"Enggak"


Keduanya saling melemparkan senyum satu sama lain tanpa ada percakapan lagi hanya mata yang saling menatap.


Terkadang perkataan yang dianggap biasa mampu membuat seseorang merasa bahagia.


¤¤¤


"Kapan kawinnya Van?"


Pertanyaan Erick itu Devano tanggapi dengan decakan kesal, tapi teman-temannya malah tertawa sambil menatap keduanya yang sejak tadi tidak mau berpisah atau hanya sekedar memberi jarak. Malam ini mereka dibuat kaget dengan penampilan Adara yang ternyata sangat cantik dengan balutan dress serta make up tipis di wajahnya.


Berbeda kalau di prom night Adara terlihat seperti biasa, tapi malam ini dia sempurna apalagi berdiri disamping Devano yang sejak tadi merangkul pinggangnya, pasangan yang serasi. Selain itu Adara juga terlihat kalem sekali malam ini dia saja tidak menanggapi gurauan atau ledekan dari teman-temannya.


"Van buruan dinikahin aja lah." Kata Yuda


"Gue juga mau, tapi dia nya yang gak mau ngajak tunangan aja susah." Sindir Devano


"Kamu nyindir aku?" Tanya Adara sebal


"Enggak"


"Ra udah deh langsung nikah aja sama Vano terus kasih kita orang keponakan yang lucu-lucu." Kata Erick sambil tertawa puas


"Terus aja Rick." Kata Devano dengan tatapan tajamnya


"Ya kan bener Van." Kata Erick


"Gue mau fokus kuliah dulu." Kata Adara


"Masih bisa kali Ra kuliah meskipun lo udah nikah." Kata Yuda


"Iya udah nikah aja Dardara." Kata Alex juga


"Nanti"


Terkadang mereka bingung dengan jalan fikiran Adara padahal kalau difikir tidak ada ruginya menikah dengan Devano.


Entahlah mereka tidak akan memaksa dan tidak berhak juga kan?


"Adara"


Panggilan itu membuat mereka menoleh lalu menatap Juan yang berjalan mendekat dengan senyuman. Ikut tersenyum Adara bertanya tentang masuk kedatangannya dan Juan mengatakan bahwa dia ingin bicara sebentar.


"Adara"


"Iya"


"Ayah harus pulang, gak papa?" Tanya Juan


Adara menatapnya sebentar lalu tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


"Em gak papa." Kata Adara


"Nanti kamu pulangnya gimana?" Tanya Juan


"Orang tua Vano minta aku nginap." Kata Adara membuat Juan tersenyum mendengarnya


"Ayah senang sekali dengan pertunangan kamu, selamat ya?" Kata Juan sambil menatapnya dengan penuh ketulusan


"Iya"


Saling melemparkan senyuman untuk beberapa saat Juan berbalik dan ingin berjalan menjauh, tapi langkah kakinya terhenti begitu Adara memanggilnya lagi.


"Ayah"


"Iya Adara?" Tanya Juan


"Terima kasih sudah datang dan maaf karena bukan aku yang meminta Ayah datang." Kata Adara membuat Juan tersenyum mendengarnya


"Gak papa Ayah faham." Kata Juan


"Hati-hati dijalan dan kasih tau Adara kalau Ayah sudah sampai." Kata Adara


"Iya nanti Ayah kasih tau." Kata Ayah


Sebelum benar-benar membiarkan Ayah nya berjalan menjauh Adara mendekat lalu memeluknya dengan sayang.


Setelah sekian lama dia baru merasakan kehadiran seorang Ayah di hidupnya.


Memastikan Ayah nya keluar dari rumah Adara baru kembali menghampiri Devano yang langsung tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


"Ayah pulang duluan." Kata Adara


"Hm kamu yang anterin ke depan?" Tanya Devano


"Iya, mana yang lainnya Van?" Tanya Adara ketika tidak melihat teman mereka lagi


"Tuh pada makan." Kata Devano


Adara mengangguk faham lalu menatap Devano lagi dengan senyuman.


"Capek?"


"Enggak." Kata Adara dengan penuh semangat


Tersenyum senang Devano mencium pipinya tanpa rasa ragu membuat Adara tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya.


Malam ini dia sangat bahagia.


¤¤¤


Ziko merasa kesal sekali pada teman-teman kuliah Devano yang terus saja menggoda kekasihnya padahal sudah jelas-jelas ada dia disampingnya yang merangkul posesif pinggang gadisnya. Sekarang Ziko mengajak Devina untuk ke sudut ruangan agar teman-teman menyebalkan Devano itu tidak mengganggu lagi.


Berbeda dengan Ziko yang merasa sebal Devina justru ingin tertawa karena Ziko yang terlihat sangat kesal dengan wajah muramnya. Apalagi ketika mereka hanya berdua Ziko mengomel padanya dan hal itu menggemaskan.


"Aku gak suka banget sama temen kuliah Vano! Apalagi Mark dia apaan sih Vin kayak gitu sama kamu? Nyebelin banget." Kata Ziko


"Ish Ziko kan cuman ngobrol aja." Kata Devina


"Bukan ngobrol aja mereka juga godaiin kamu." Kata Ziko tidak suka


"Ziko cemburu?" Tanya Devina


"Iyalah Devina masa aku gak cemburu? Apalagi malam ini kamu cantik banget mana pakai make up juga meskipun tipis." Kata Ziko membuat Devina tersenyum mendengarnya


Dengan gemas dia mencubit pipi Ziko.


"Ish lucu kalau lagi cemburu." Kata Devina


"Dari tadi aku perhatiin ini kenapa kamu pakai merah-merah lagi?" Tanya Ziko sambil menyentuh pelan bibir kekasihnya


Devina mengerucutkan bibirnya sebal lalu memukul pelan lengan kekasihnya.


"Nanti bibir Vina pucat." Kata Devina


"Gak papa dari pada gini." Kata Ziko


"Memang kenapa?" Tanya Devina dengan wajah lugunya


"Kamu mau aku cium kayak waktu di mobil lagi?" Tanya Ziko membuat mata Devina membulat sempurna


"Enggak! Vina gak bisa nafas." Kata Devina


Ziko tertawa lalu mencubit gemas pipinya dia menoleh sebentar memastikan keadaan lalu mengecup singkat bibir Devina dan langsung menjauhkan wajahnya.


"Ish bibirnya nakal!"


¤¤¤


Aku updateeee😙