
Sejak tadi Adara tidak bisa berhenti bergerak dengan gelisah karena perbuatan Devano yang terus menyentuh tubuhnya dan memainkan lidah dengan nakal hingga membuat Adara terus melenguh sambil berusaha meminta Devano untuk berhenti. Besok mereka sudah akan pulang dan tentu Devano tidak mau membuang kesempatan untuk hanya berdiam diri padahal Adara sudah mengajaknya untuk jalan-jalan, tapi Devano menolak.
Tangan Devano semakin tak mau diam bahkan malah bergerak semakin nakal di dadanya membuat Adara hampir gila karena ulahnya. Kedua tangan Adara memeluk tubuh Devano matanya terpejam menikmati semua sentuhan yang Devano berikan.
"Van..."
Devano tersenyum dia berhenti sejenak lalu menatap Adara dan mencium sekilas bibirnya.
"Lagi ya?"
Belum sempat Adara memberikan jawaban Devano sudah membuat milik mereka berdua menyatu dengan sempurna di bawah sama dan membuat Adara mengeluarkan desahan pelan yang semakin membuat Devano menggila.
"Hm rasanya masih sama sayang." Kata Devano serak
Adara memeluk Devano semakin erat dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Devano ketika pria itu mulai bergerak di atasnya.
"Van.. Ngh"
Devano menatap wajah Adara dengan senyuman lalu dia mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman sambil terus bergerak pelan di atas istrinya.
Suasana malam membuat Devano semakin bersemangat apalagi di luar sana ada rintik hujan yang membuat suasana menjadi dingin, tapi kata dingin tidak berlaku bagi Adara dan Devano.
Bukan dingin, tapi mereka merasa panas keringat terus mengalir di sela-sela permainan malam mereka.
"Van.. Pelan pelan... Ngh"
Devano tidak mendengar apapun dia terus bergerak dengan cepat di atas tubuh Adara membuat pelukan yang istrinya itu berikan semakin erat dari sebelumnya.
"Van... Enggak tahan...."
Devano hanya bergumam pelan dia menyembunyikan wajahnya di leher lalu memberikan kecupan di sana membuat Adara semakin tidak karuan.
Saat pelepasannya hampir datang Adara memeluk dengan begitu erat dan mendesah cukup kuat membuat Devano tersenyum sambil mencium pipinya.
"Van stoph.."
Devano tersenyum miring dia mendekatkan wajahnya dan mencium sekilas bibir istrinya lalu berbisik.
"Aku belum selesai"
Adara tidak bisa melawan, dia hanya bisa pasrah ketika Devano sama sekali tidak memberikan istirahat untuknya.
Baiklah mungkin ini akan berakhir semalaman dan Adara akan asik tidur di sepanjang perjalanan pulang.
Dasar Devano mesum.
°°°°
Lelah
Rasanya Adara sangat lelah mengikuti tenaga Devano yang tidak ada habisnya entah sampai jam berapa mereka tadi malam, tapi yang jelas pagi ini ketika terbangun Adara merasa sangat lelah badannya pegal semua. Apalagi ketika bangun Adara yang masih belum memakai apapun membuat Devano langsung mengajaknya mandi bersama dan jangan tanya apa yang mereka lakukan karena kalian jelas sangat tau.
Sekarang Adara duduk dengan Devano yang menyuapi sarapan meskipun Adara menolak, tapi Devano bilang untuk permintaan maaf karena tadi malam dan pagi ini. Akhirnya Adara tidak bisa memberikan penolakan dan membiarkan Devano menyuapi dia sarapan.
"Ayo aaaa"
Adara tertawa kecil dan membuka mulutnya menerima suapan yang Devano berikan untuknya.
"Harus makan yang banyak biar banyak tenaga, jadi bisa main terus di kasur." Kata Devano membuat wajah Adara langsung berubah cemberut
"Ihhh"
"Haha iya iya maaf." Kata Devano sambil tertawa
"Capek tau Van ini lihat deh leher aku penuh merah semua kan malu Van kalau pulang nanti di lihat orang tua kamu." Kata Adara dengan bibir mengerucut
"Enggak papa dong nanti Mommy sama Daddy seneng karena tau cucu nya udah di proses." Kata Devano
"Vanooo"
"Kamu nyebelin deh." Kata Adara
"Ayo makan lagi." Kata Devano membuat Adara berdecak pelan, tapi tetap menerima suapan yang Devano berikan
"Van.."
"Hm"
"Aku mau nanya." Kata Adara pelan
"Tanya apa hm?" Kata Devano dengan penuh kelembutan
"Emm"
Adara terlihat kebingungan dia ingin bertanya, tapi merasa malu.
"Hm ada apa?" Tanya Devano lagi
"Kamu... Em kamu gak akan..."
"Gak akan?" Tanya Devano dengan alis bertaut
"Kamu emm"
"Kenapa Adara?" Tanya Devano sambil tertawa
"Kamu enggak... Em enggak akan buat aku...."
"Hamil?" Tebak Devano
Adara mengangguk malu wajahnya sudah memerah dan membuat Devano ingin tertawa karena gemas.
"Enggak dalam waktu dekat, tapi nanti bakal aku hamilin sampai ada baby disini." Kata Devano sambil mengusap perut Adara dengan penuh kelembutan
Adara semakin memerah karena ucapan Devano, tapi dia memang ingin menanyakan hal itu pada suaminya. Sebenarnya Adara bukan tidak siap, tapi dia merasa belum siap untuk memiliki seorang anak dalam waktu dekat.
"Sekarang aku mau nanya deh." Kata Devano
"Tanya apa?" Kata Adara dengan alis bertaut
"Adara mau punya baby berapa?" Tanya Devano
"Em gak tau." Kata Adara pelan sambil menunduk
"Harus tau sayang." Kata Devano
"Dua"
Adara mengatakan itu sambil mendongak dan menatap Devano dengan wajah memerah hingga ke kupingnya.
"Gemes banget kalau salah tingkah gini." Kekeh Devano
Adara diam dengan wajah cemberut berbeda dengan Devano yang tertawa lalu mendekatkan wajah dan mencium bibirnya hingga berkali-kali.
"Nanti kita buat baby yang banyak"
Ya ampun Devano membuat Adara semakin malu.
°°°
Maaf banget baru update😭
Oh iya supaya mengikuti alur di istri Manja Ziko jadi cerita Devano dan Adara juga bakal time skip yaa semuanya🥰
Masih ada satu part lagi, tapi aku update agak terlalu malam ya hehe😂