My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (47)



"Vina suka yang iniii"


Senyuman manis Devina terbit sambil dia yang menunjuk cincin yang cukup sederhana di hadapannya lalu menatap Ziko dengan mata berbinar. Mengambil cincin itu dari tangannya Devina memakainya di jari manis miliknya yang ternyata begitu pas di jarinya membuat dia semakin senang.


Melihat raut wajah kebahagiaan Devina membuat Ziko ikut merasa begitu senang melihatnya apalagi ketika Devina meraih tangannya dan memasangkan cincin yang sama ke jari manisnya lalu tersenyum senang. Mata Devina memperhatikan jari manisnya juga jari manis Ziko yang sama-sama terdapat cincin.


"Kamu mau yang ini?" Tanya Ziko


"Iyaaa"


"Yaudah kita ambil yang ini." Kata Ziko membuat Devina tersenyum senang


"Ziko juga suka kan?" Tanya Devina


"Suka apapun yang kamu pilih aku suka." Kata Ziko


Saat ingin melepaskan cincin itu dari jari manis kekasihnya Ziko malah melihat Devina yang menarik tangannya sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Gak mau Vina lepas." Kata Devina


"Ya ampun Vin sebentar lagi kamu bakal pakai kok." Kata Ziko sambil tertawa kecil


"Tapiii, Vina suka gak mau di lepas." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya


"Nanti ya? Kamu pakai ketika acara pertunangan kita." Kata Ziko


"Sekarang aja gak boleh?" Tanya Devina membuat Ziko merasa sangat gemas melihatnya


Mereka bahkan tidak sadar bahwa penjaga toko memperhatikan sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Dasar anak muda, batinnya.


"Kalau kamu pakai sekarang nanti kita tunangan pakai apa?" Tanya Ziko


"Ihh yaudah Vina lepas." Kata Devina


Melepaskan cincin itu Devina meletakkannya lagi dan memperhatikan kedua cincin yang tadi dia pilih di masukkan ke dalam kotak. Beberapa saat setelahnya Ziko mengeluarkan atm yang tadi di berikan orang tuanya lalu membayar cincinnya.


Selesai membayar Ziko meraih tangan Devina dan bertanya kemana gadis itu ingin pergi. Mengatakan bahwa dia ingin makan ice cream Ziko tersenyum lalu menuruti keinginan Devina dan membawanya ke kedai ice cream.


Selama perjalanan Devina sangat senang senyum manisnya tidak pernah pudar dia terus menatap Ziko sambil bersandar pada jok mobil.


"Zikooo"


"Hmm"


"Zikooo"


"Iya Vina kenapa?" Tanya Ziko sambil menoleh sebentar


"Vina sakit." Kata Devina pelan


Mendengar hal itu Ziko langsung menepikan mobilnya dan menatap Devina dengan cemas, dia menangkup wajah Devina agar menatapnya.


"Apa yang sakit? Kamu salah makan apa gimana sayang?" Tanya Ziko panik


Devina malah tersenyum lalu mengatakan hal yang membuat Ziko terdiam.


"Vina jantungan karena lihat Ziko yang semakin hari semakin ganteng." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya


"Ya ampun Vina kamu bikin aku cemas tau gak?" Kata Ziko membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


"Ziko gak mau aku sakittt?" Tanya Devina


"Enggak"


Mendengar hal itu Devina tersenyum senang.


"Emm yaudahh Ziko ayo jalan lagi Vina mau ice cream." Kata Devina


Menggelengkan kepalanya pelan Ziko mencubit lebih dulu pipi Devina karena gemas. Sekarang Devina suka sekali menggodanya dan membuat Ziko sampai geleng kepala dengan tingkahnya.


"Zikooo"


"Iya Vin kenapa?" Tanya Ziko pelan


"Vina mau pinjem hp." Kata Devina


"Iya ambil aja sayang." Kata Ziko


Devina tersenyum lalu mengambil ponsel Ziko dan membukanya melihat whats app pria itu untuk melihat dengan siapa saja kekasihnya berkirim pesan.


"Ihh Ziko kenapa Tiara masih suka chat kamu?" Tanya Devina


"Enggak tau Vin, tapi aku jarang balas kok aku juga gak suka dia." Kata Ziko


"Dia ganjen banget sama Ziko nanti dia rebut kamu dari aku." Kata Devina


"Enggak akan Vin." Kata Ziko


"Masaaa?"


"Iya Vin kamu bisa pegang kata-kata aku." Kata Ziko


"Awass yaa? Kalau Ziko deket-deket sama dia aku marah." Kata Devina


"Iya sayang"


Kembali tersenyum Devina membuka instagram milik kekasihnya lalu mengambil gambar dirinya dan membuat story di akun kekasihnya.


Ziko hanya memperhatikannya saja sambil tersenyum.


Sekitar sepuluh menit kini keduanya sampai di kedai ice cream dan Devina terlihat begitu bersemangat dia langsung menggandeng tangan Ziko lalu bersama-samua keduanya masuk. Setelah memesan sekarang keduanya menunggu sambil duduk di dekat kaca dan saling menatap tanpa mengatakan apapun.


Terkadang Ziko bingung sendiri, kenapa dia bisa secinta ini pada Devina?


Wajah lugunya, senyuman manis, mata indah yang selalu menatapnya dengan binar membuat Ziko selalu terpesona entah untuk yang keberapa kalinya.


"Vin"


"Emm"


"Masa? Emm Ziko lebih suka rambut aku panjang atau pendek?" Tanya Devina


"Panjang"


"Tapi, kenapa Ziko gak marah waktu aku potong rambut?" Tanya Devina


"Karena kamu mau dan kamu senang." Kata Ziko


"Iya Vina suka soalnya kalau rambutnya pendek gak panas." Kata Devina sambil tersenyum manis


Ziko hanya tersenyum sambil menatap Devina hingga pesanan mereka datang dan membuat kekasihnya merasa begitu bahagia.


"Emm Ziko aku lupa ngomong." Kata Devina


"Ngomong apa?" Tanya Ziko sambil menatapnya dengan alis bertaut


"Waktu itu Kak Lucas balikin buku aku yang ketinggalan di kelas terus dia minta aku untuk buka blokir kontak dia." Kata Devina


"Terus?"


"Em terus aku buka blokirnya, tapi dia gak pernah chat kok jangan marah yaa?" Kata Devina


"Iya kalau dia chat kamu bilang aku." Kata Ziko


Devina hanya menganggukkan kepalanya lalu memakan ice cream miliknya.


Dia dapat melihat Devina yang sangat bersemangat memakan ice cream miliknya dan hal itu membuat Ziko tidak bisa menahan senyumnya.


Rasanya dia ingin sekali menyembunyikan gadis itu hanya untuknya.


¤¤¤


Sekitar pukul lima sore Devina baru pulang dia langsung pergi ke kamarnya dan langsung melihat Devano yang duduk di kasurnya. Saat mata mereka bertemu Devano tersenyum lalu menepuk pelan tepat disebelahnya, meminta Devina untuk duduk.


Ikut tersenyum Devina melangkahkan kakinya dia meletakkan tasnya di meja lebih dulu baru setelahnya naik kr atas ranjang dan duduk di samping kembarannya. Kalau ingat Devano yang dimarahi Devina kembali sedih, entah siapapun yang marah atau membentak Devano dia merasa tidak terima.


"Udah selesai cari cincinnya?" Tanya Devano


"Udah hehe Vano kenapa disini? Adara mana? Dia udah pulang?" Tanya Devina penasaran


"Lagi di ajak Mommy keluar." Kata Devano membuat Devina mengangguk faham


"Vano kenapa? Kangen sama Vina yaa?" Tebak Devina


Devano tersenyum lalu mencubit pelan pipi kembarannya, dia ingin berterima kasih.


"Makasih udah hibur Adara kemarin." Kata Devano


"Sama-sama Vina gak mau Vano sedih." Kata Devina sambil tersenyum


"Sini peluk dulu." Kata Devano


Tertawa kecil Devina mendekat lalu memeluk kembarannya dengan sayang dan dia dapat merasakan ciuman di kepalanya.


"Vano kenapa gak mau tunangan bareng sama Vina dan Ziko?" Tanya Devina penasaran


"Aku gak mau memaksa Vin karena Adara masih belum mengatakan iya, tapi ketika nanti dia mengatakan hal itu maka saat itu juga akan melakukannya." Kata Devano


"Vano senang gak Vina mau tunangan?" Tanya Devina


"Kalau kamu senang aku juga senang." Kata Devano


"Kita sama ya?" Kekeh Devina


"Kita kan kembar, kata Adara kemarin kamu lempar Om Juan pakai sepatu." Kata Devano


Devina melepaskan pelukannya dan menatap Devano dengan raut wajah sebal.


"Iya! Aku kesel banget dia marah-marah sama Adara terus dorong Ziko sampai jatuh." Kata Devina sebal


"Kalau aku yang di dorong kamu bakal gitu juga?" Tanya Devano


"Iyalah! Vina gak sukaa, tapi habis itu Vina takut banget Om Juan natap aku tajam banget untuk ada Daddy." Kata Devina sambil tersenyum


Devano ikut tersenyun sambil mengusap kepala kembarannya dengan sayang.


"Kamu takut?" Tanya Devano


Devina mengangguk sebagai jawaban.


"Takut banget, tapi kesel juga." Kata Devina


"Untung kalian baik-baik aja." Kata Devano


Devina tersenyum lalu menangkup wajah Devano dan memainkan kedua pipinya dengan gemas.


"Nanti kalau kita udah gak tinggal satu rumah gimana yaa?" Tanya Devina


"Gak gimana-gimana Vin." Kata Devano


"Nanti Vina mau rumah kita sampingan biar Vina bisa gangguin Vano terus." Kata Devina sambil tertawa


Menggelengkan kepalanya pelan Devano mengacak-ngacak rambut kembarannya itu dengan gemas.


Bukan marah Devina justru tersenyum lalu mencium kening Devano dan memeluknya.


"Nanti Ziko marah lo pacarnya cium cowok lain." Kekeh Devano


"Enggak kan Vano kembaran aku." Kata Devina sambil tersenyum


Ikut tersenyum Devano membalas pelukan kembarannya dengan cukup erat.


¤¤¤


Vina meresahkan ya sekarang😂


Eh mau tanya udah bosan belum baca cerita ini kalau udah bosan mau aku tamatin😆