
Devano mendengar suara kembarannya yang membuat dia langsung keluar dari kamar untuk melihat ke bawah apa benar ada Devina atau tidak, dia sangat merindukan kembarannya yang berisik itu. Melangkahkan kakinya keluar dari kamar Devano melihat ke bawah dan benar dia melihat Devina yang sedang memeluk Daddy di sana membuat senyumnya mengembang dengan sempurna.
Bergegas menuruni tangga Devano tersenyum pada Devina yang kini melambaikan tangan padanya lalu berlari ke arahnya. Hal itu membuat Devano mempercepat langkahnya agar Devina berhenti berlari.
"Vanoooo"
Devano tersenyum senang dan langsung menyambut Devina ke dalam pelukan hangat nya.
"Kangen Vanooo"
Devina melingkarkan tangannya di leher Devano dan memeluknya dengan erat membuat kembarannya itu tertawa pelan, dia juga sangat sangat merindukan kembarannya.
"Ayo naik ke atas ada Mommy sama Adara di ruang keluarga." Kata Devano
Devina mengangguk dengan semangat lalu bersama dengan Devano juga Ziko mereka menaiki tangga dan masuk ke dalam ruang keluarga. Begitu masuk ke dalam kembarannya itu langsung berlari menghampiri Mommy mereka yang terlihat senang dengan kedatangannya.
Devina memeluk Mommy nya dengan sayang membuat Fahisa membalas pelukan itu seraya mengusap rambut hitamnya. Bersama dengan Ziko suami dari kembarannya Devano duduk di hadapan mereka bertiga.
"Ziko kalian habis dari mana?" Tanya Fahisa
"Dari rumah Mona terus Vina bilang mau ke sini." Kata Ziko
"Kangen hmm?" Kata Fahisa sambil mencubit pelan pipi anaknya
Devina mengangguk dengan semangat lalu menatap Adara dan tersenyum.
"Adara gimana kabar baby nyaaa?" Tanya Devina
"Baik, kamu gimana?" Tanya Adara
"Em baik juga, tapi tadii Vina muntah habis makan." Kata Devina membuat Devano langsung menatapnya dengan raut wajah cemas
"Benarkah? Perut Vina sakit?" Tanya Fahisa
Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan hal itu membuat Devano merasa sedikit lega.
"Tadi sakit, tapi sekarang udah enggak." Kata Devina
"Kalau Adara beda yang muntah-muntah malah Vano." Kata Fahisa membuat Devina menatap kembarannya
Devano langsung menghela nafasnya pelan ketika Devina menatapnya.
"Memang iyaa?" Tanya Devina
Adara tertawa pelan dan membenarkan ucapan mertuanya.
"Iya Vin dua hari kemarin dia dikamar aja." Kata Adara
Devina tertawa membuat Devano hanya bisa tersenyum tipis melihatnya.
"Ihh lucuuu Vano yang hamil berarti." Kata Devina sambil tertawa senang
Adara ikut tertawa membuat Devano kali ini memasang wajah sebalnya karena terus di ledek.
"Vano lucu dehh." Kata Devina masih dengan tawanya
Ya ampun sudah lama Devano tidak melihat tawa kembarannya.
"Devina"
Fahisa tersenyum dan menggenggam tangan anaknya membuat Devina diam lalu menunjukkan cengirannya.
"Ziko kenapa enggak gitu?" Tanya Devina membuat Devano kali ini tertawa pelan
"Mau aku kayak gitu?" Tanya Ziko sambil tertawa
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggakkk"
Fahisa tersenyum dia merasa senang dengan kehadiran anak perempuannya.
"Tadi ketemu Daddy?" Tanya Fahisa
"Ketemuu Daddy lagi ada tamu." Kata Devina
Devina terdiam sejenak lalu berpindah ke samping Adara dan berbisik pelan membuat Fahisa menatap keduanya dengan bingung. Mereka tertawa sebentar dan Devina terlihat begitu senang membuat Devano juga Ziko merasa penasaran.
Devina memeluk lengan Adara dan menyandarkan kepala di bahunya, dia terlihat seperti seorang adik.
"Nanti ya Adara?"
Devina berbisik pelan sambil tertawa membuat Adara ikut tertawa dan mengangguk singkat sebagai tanggapan.
"Kenapa sih?"
Keduanya menggelengkan kepalanya dengan cepat membuat Fahisa ingin tertawa melihatnya.
"Kenapa gak?" Tanya Devano sedikit memaksa
"Emm rahasiaa." Kata Adara sambil menjulurkan lidahnya
Devano berdecak pelan membuat kedua wanita itu tertawa senang.
Ah sepertinya ini adalah rencana mereka untuk mengerjainya.
°°°°
"Ya ampun cari dimana?"
Devano dan Ziko dibuat bingung oleh istri mereka yang katanya ingin makan mie ayam sekolah sedangkan hari ini tanggal merah dan sekolah libur, tapi mereka bilang cari saja rumahnya. Mereka ingin menolak hanya saja kedua ibu hamil itu memasang wajah cemberutnya apa lagi Devina yang terlihat malah ingin menangis.
Entah dari mana munculnya ide makan mie ayam yang dijual di sekolah ketika hari libur begini.
"Ini gak ada permintaan yang lain apa?" Gerutu Devano
Ziko tertawa pelan dan melajukan mobil milik Devano ke area sekolahan, ya semoga saja ada keajaiban.
"Terus ini kalau enggak ada kita mau cari kemana Ko?" Kata Devano lagi
"Gak tau deh aneh banget memang maunya." Kata Ziko
Baru setengah perjalanan ponsel Devano berbunyi dan ternyata Devina yang menelpon membuat Devano langsung mengangkatnya.
"Kenapa Vina?" Tanya Devano
'Vanoo nanti bilang Ziko belikan Vina lollipop yaaa'
"Hm apa lagi?" Kata Devano
'Adara mau apa? Oh coklat..... Sama coklat ya Vanoo'
"Hmm"
'Mie ayamnya harus yang di sekolah ya?'
"Vin ini tanggal merah." Kata Devano pelan
'Ya maunya disituuu'
Devano menghela nafasnya pelan dan hanya bisa pasrah.
"Iya aku sama Ziko cariin." Kata Devano
'Yeeee makasih'
Devina mematikan panggilannya begitu saja membuat Devano menghela nafasnya pelan.
"Kenapa lagi Van?" Tanya Ziko
"Minta beli lollipop sama Coklat." Kata Devano
"Aduh Vina nih padahal tadi habis muntah banyak." Kata Ziko sambil menghela nafasnya pelan
Devano juga tidak mengerti, ada saja maunya.
Begitu sampai di area sekolah ternyata gerbang terbuka lebar karena ada beberapa anak basket yang sedang latihan membuat Devano jadi sedikit rindu, tapi bukan itu tujuannya datang. Setelah memarkirkan mobil keduanya memasuki area sekolah mereka tiga tahun yang lalu dan pergi ke kantin.
Sampai sana hanya beberapa orang yang buka dan mie ayam tutup membuat Devano menghela nafasnya pelan.
"Beliin di tempat lain aja deh Ko." Kata Devano
"Gak bisa Van pasti sadar, gue pernah Devina minta belikan bakso di tempat kita biasa beli dan tutup gue beliin di tempat lain tanpa tau dia ehh sadar juga terus nangis." Kata Ziko
"Terus gimana?" Tanya Devano bingung
Ziko menghela nafasnya pelan dan Devano mengambil ponselnya lalu menghubungi istrinya.
"Halo sayang aku udah di sekolah, tapi tutup beli di tempat lain aja ya?" Kata Devano
Tak ada jawaban.
"Adara sayang?" Kata Devano dengan penuh kelembutan
'Maunya mie ayam yang di sekolah Van'
"Tutup sayang besok aja ya?" Kata Devano lagi
'Mau mie ayam yang di sekolah pokoknya!'
"Terus gimana..... Ra? Ya ampun Adara malah dimatiin lagi." Gerutu Devano
Ziko menghela nafasnya pelan lalu menghampiri salah satu pedagang kantin yang memang cukup dia kenal.
"Eh Ziko udah lama gak ketemu." Kata seorang wanita paruh baya itu
"Hehe iya nih Bu ehh Ziko mau tanya boleh gak?" Kata Ziko
"Boleh"
"Bu yang jual Mie ayam Pak Jamal rumahnya dimana ya?" Tanya Ziko
"Oh deket itu mah di belakang sekolah kamu lurus aja nanti rumahnya di sebelah warung sayur pagar hitam." Jelasnya
"Wah makasih banyak ya Bu." Kata Ziko senang
"Iya sama-sama"
Setelah mendapat kabar itu Ziko menghampiri lagi Devano dan mengajaknya ke belakang sekolah. Keduanya langsung kembali ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.
Ziko mengendarai mobilnya dengan hati-hati agar bisa menemukan rumah yang tadi Ibu kantin maksud.
"Ada Ko ada tuh bukaa"
Devano terlihat begitu lega melihat sebuah gerobak mie ayam yang ada di depan rumah dan beberapa pembeli yang tengah makan di sana.
Kali ini mereka selamat!
°°°°
Aku updateeeee🥰