My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (26)



"Brengsek"


Devano tertawa mendengar umpatan penuh kekesalan Alex begitu dia menyerahkan undangan pernikahannya dengan Adara yang membuat teman baiknya itu merasa kesal. Waktu memang berjalan dengan cepat terhitung kurang dari dua minggu lagi pernikahannya dengan Adara akan di langsungkan.


Pertama tentu saja Devano menyerahkan undangannya kepada teman-teman dekatnta terutama Alex dan teman satu tim basket di sekolah dulu. Sebenarnya bukan hal yang mengejutkan bahkan cukup wajar mengingat Devina yang sudah lebih dulu menikah dan lagi keadaan keluarga Devano yang sangat kaya memungkinkan saja jika pria itu ingin menikah di usia sekarang.


Baru Alex yang datang yang lainnya belum sampai.


"Kurang ajar katanya nunggu wisuda." Kata Alex sebal


"Kelamaan Lex udah gak tahan." Kekeh Devano


"Dih mesum lo." Kata Alex


"Cowok wajar kayak lo enggak aja yang penting gue gak pernah aneh-aneh sama Adara." Kata Devano sambil tertawa kecil


"Ya gue juga gak pernah aneh-aneh sama cewek gue." Kata Alex


"Sama Cessa sih kalau sama yang lain aneh-aneh lo." Kata Devano


"Jangan fitnah." Kata Alex kesal


"Siapa yang fitnah? Gue mah bicara fakta Alexander." Kata Devano


"Cessa mah gak bisa di ajak aneh-aneh takut duluan gue sama dia, takut kena hantam." Kata Alex membuat Devano tertawa


"Bagus lah, tapi lo masih bertahan aja sama dia." Kata Devano


"Belajar setia lagian dia beda dari cewek lain sih susah di lupaiinnya udah pernah putus dua kali, tapi ujung-ujungnya gue yang merengek minta balikan." Kata Alex


"Kenapa sempet putus? Pasti lo yang cari masalah." Kata Devano


"Hehe iya gue selingkuh ehh bukan selingkuh sih, tapi deket sama cewek lain cuman sebentar soalnya Cessa tau sumpah feeling dia kuat banget." Kata Alex


"Udah gila lo masih aja main-main sama cewek." Kata Devano


"Ya ampun cuman itu doang Van udahnya enggak lagi takut sumpah gue sama Cessa." Kata Alex


Devano baru akan menanggapi sampai akhirnya teman-teman yang lain datang dan bergabung bersama mereka.


"Nih mau kasih undangan gue kasih sekarang biar lo semua siapin kado." Kata Devano sambil menyerahkan tiga buah undangan


Untuk Gara, Yuda dan Erick.


"Sialan lo Van udah mau kawin aja." Kata Erick


"Nikah woy." Kata Yuda


"Tau lo kira kucing kali kawin." Kata Gara


"Gue gak mau ngado sih Van lo kan udah punya semua yang lo mau." Kata Erick sambil mengangkat bahunya acuh


"Gue juga sih"


"Sama gue juga"


"Atau lo yang beli deh nanti kasih ke kita terus kita kadoin buat lo." Kata Alex


Devano hanya bisa berdecak pelan lalu menatap mereka secara bergantian.


"Gue kira sih Vano dulu bakal jomblo seumur hidup." Kata Erick


"Kurang ajar"


"Eh bener ya lo kalau mau gue kenalin ke cewek gak pernah mau." Kata Yuda


"Gila gue dulu malah ngira dia suka sama kembarannya sendiri." Kata Gara sambil tertawa


Devano menggelengkan kepalanya pelan, tapi ucapan Gara sudah sering dia dengar sejak dulu.


"Adara gak lo ajak?" Tanya Erick


"Lagi pergi sama nyokap." Kata Devano


"Devina mana Devina?" Tanya Gara


"Sama suaminya lah." Kata Devano


"Cessa mana Cessa?" Tanya Gara lagi


"Apaan sih lo Gara?! Ngapain nanya cewek gue?!" Kata Alex sewot


"Dih posesif biasanya dia yang ngenalin ceweknya ke kita." Kata Gara sambil tertawa


"Yang ini beda ya? Cuman punya gue." Kata Alex


"Lex gue ada nomor Chelsea." Kata Erick


"Haha masih aja dia." Kata Yuda


"Eh enggak enggak apaan! Gak usah mancing-mancing Rik." Kata Alex sambil berdeham pelan


"PC gak nih nomornya?" Kata Erick


"Sialan lo Erick! Kirimin." Kata Alex membuat yang lainnya tertawa


"Gue kasih tau Cessa." Kata Devano


"Van jangann woy abis gue sama dia nanti." Kata Alex


"Makanya udah lagi Lex udah punya pacar juga." Kata Yuda


"Iya gue juga enggak si Erick yang suka mancing-mancing." Kata Alex


Devano menggelengkan kepalanya pelan lalu melirik ponselnya yang ada di meja, ada pesan ternyata. Meraih ponsel miliknya Devano membuka pesan yang Adara untuknya.


Vann


Kamu masih sama yang lain ya?


Bisa jemput enggak :(


Tadi supirnya di telpon Om Daffa terus kata Daffa kalau udah pulang suruh hubungin kamu


Tapi, kalau kamu masih sibuk aku sama Tante Fahisa naik taxi aja deh gak papa


Devano tersenyum ketika membacanya, yang benar saja masa dia membiarkan orang tua serta calon istrinya naik taxi sedangkan dia sendiri bisa menjemput.


Tunggu lima belas menit lagi sampai


Memasukkan ponselnya ke saku celana Devano menatap yang lainnya bergantian.


"Gue duluan ya? Mommy sama Adara minta jemput pesen aja nanti gue yang bayar, kasih tau aja totalnya nanti Lex." Kata Devano


Alex hanya bergumam pelan lalu melambaikan tangan pada Devano yang berjalan menjauh.


Wah satu teman mereka sebentar lagi akan menikah.


°°°°


Devano melirik dua wanita yang sangat dia sayang tengah mengobrol di belakang sementara dia membawa mobil, keduanya terlihat begitu asik bahkan Fahisa sampai sesekali tertawa. Tentu saja melihat keduanya yang sangat akrab membuat Devano merasa sangat senang apalagi Fahisa sering mengatakan bahwa dia sangat suka dengan Adara.


Setiap kali bercerita Fahisa selalu mengatakan bahwa dia menyukai Adara bahkan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Tidak jarang Fahisa memberikan kasih sayang kepada Adara seperti memeluknya hingga mengusap kepalanya dengan sayang membuat Adara selalu mengatakan bahwa dia merasa seperti memiliki seorang Ibu lagi.


"Kenapa di kasih aku Tante?" Kata Adara


Fahisa menatap Adara dengan raut wajah tidak suka.


"Kan udah berapa kali di bilang panggilnya Mama dan ini Mama beli memang untuk kamu." Kata Fahisa


"Em maaf Ma, tapi beneran ini buat Adara?" Tanya Adara sambil menatap jam tangan yang ada di pergelangan tangannya


"Ya bener masa bohong." Kekeh Fahisa


"Makasih Tan.. Eh Mama." Kata Adara begitu Fahisa menatapnya dengan galak


"Aduh Mama gak sabar kamu menikah sama Vano nanti Mama ada teman di rumah." Kata Fahisa


"Kan ada Vano." Kata Adara


"Beda sayang maksud Mama kan anak perempuan kalau Vano ini gak manja jarang dia manjanya." Kata Fahisa


"Pasti dulu rumahnya rame ya Ma? Waktu Devina sama Kak Ara masih di rumah." Kata Adara


"Tidak usah di tanya setiap hari ribut mereka sering teriak-teriak apalagi kalau udah berantem makanya Mama sepi banget, ya meskipun ada Vano, tapi kamu kan tau dia gimana." Kata Fahisa


"Memang Vano gimana?" Kata Devano


"Ya kamu pikir sendiri." Kata Fahisa


"Mommy pilih kasih kalau lagi sama Adara." Kata Devano


"Biarin Mommy seneng loh bentar lagi dapet menantu seperti Adara." Kata Fahisa


Adara benar-benar hanya bisa tersenyum, dia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dia sekarang.


Sebentar lagi Adara akan bergabung dengan keluarga Wijaya.


°°°°


Aku updateee yeee🥰