My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (38)



"Jangan diam aja Vin"


Perkataan dari kekasihnya itu membuat Devina mendongak lalu menatap matanya dengan pandangan yang sulit diartikan, mereka ada di halaman belakang rumah dan orang tua Ziko sudah pulang lebih dulu. Sejak tadi Devina tidak mengeluarkan suaranya lagi dia hanya diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ziko.


Jujur sampai sekarang tubuh Devina masih sering sakit terutama luka-lukanya yang masih sangat perih kalau diobati atau terkena air. Mungkin karena hal itu Devina jadi malas melakukan apapun termasuk bicara, dia hanya ingin diam saja.


Saat mendapat pertanyaan itu Devina hanya memilih untuk memeluk lengan kekasihnya. Berbeda dengan Ziko yang masih terlihat sedih karena Devina hanya diam biasanya Devina selalu bercerita tentang banyak hal.


"Vin"


"Hmm"


"Apa yang kamu rasain sekarang?" Tanya Ziko


"Gak ada." Kata Devina membuat Ziko menghela nafasnya pelan


"Kamu gak mau cerita?" Tanya Ziko lagi


"Vina gak ada sesuatu untuk diceritaiin." Kata Devina


"Aku kangen Vin kamu gak biasanya kayak gini." Kata Ziko


"Bosan ya?" Tanya Devina membuat Ziko menghela nafasnya pelan lalu menangkup wajah kekasihnya


"Bukan bosan Vin, tapi aku sedih karena Devina yang biasanya ceria sekarang lebih banyak diam." Kata Ziko


"Vina gak tau, tapi Vina gak mau bicara apa-apa dan Vina juga gak mau ngelakuin apa-apa." Kata Devina


"Aku tau Vin kamu pasti trauma karena kejadian itu, tapi sekarang kamu udah disini sama keluarga kamu dan aku juga, jangan takut lagi." Kata Ziko


"Kalau malam Vina masih suka mimpi buruk, takut banget mereka jahat banget sama Vina." Kata Devina


"Mungkin setiap malam aku harus nyanyiin kamu ya? Biar tidurnya nyenyak." Kata Ziko membuat Devina tersenyum mendengarnya


"Eh iyaa Vina mau dibeliin hp sama Daddy karena hp Vina yang lama layarnya retak." Kata Devina


"Iya? Nomor kamu gimana?" Tanya Ziko


"Tetap sama kan hp nya ada nanti tinggal diambil kartunya aja." Kata Devina


"Nanti malam mau aku telpon?" Tanya Ziko


Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu kembali memeluk Ziko juga menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih.


"Zikoo"


"Hmm"


"Nanti beliin case phone yang baru lagi ya? Harus kembar terus lucu." Kata Devina


"Oke nanti aku cariin ya?" Kata Ziko


"Iya pokoknya yang lucu dan warna pink kalau enggak nanti aku marah." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu mengusap pipi Devina dengan sayang.


"Iya sayang"


Memejamkan matanya Devina hanya ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Ziko untuk sekarang.


"Kamu takut keluar rumah?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Takutnya kalau sendirian aja, Vina gak mau kemana-mana sendirian." Kata Devina


"Kalau gitu kalau aku mau ajak keluar kamu mau?" Tanya Ziko


"Mau, tapi nanti kalau luka Vina udah sembuh semua." Kata Devina


"Masih sakit ya?" Tanya Ziko sambil menyampirkan rambut Devina ke belakang telinganya


"Masih apalagi kalau kena air perih." Kata Devina


Tersenyum tipis Ziko meraih tangan Devina lalu mencium tangan kekasihnya dengan lembut.


"Biar lebih cepet sembuhnya." Kata Ziko


Devina tersenyum manis lalu mencubit pelan pipi kekasihnya karena merasa gemas.


"Vina mau ke kamar." Kata Devina


Mengangguk singkat Ziko membantu Devina untuk berdiri lalu menemaninya hingga masuk ke dalam kamar dan berbaring di ranjang. Sudah siang mungkin Devina mengantuk atau ingin istirahat, pasti sakit sekali hingga masih terasa meski sudah tiga hari berlalu.


"Kamu mau tidur?" Tanya Ziko


Devina menganggukkan kepalanya singkat, dia tadi habis minum obat.


"Yaudah aku pulang ya? Nanti malam aku telpon kamu." Kata Ziko


"Vidio call"


"Iya vidio call." Kata Ziko sambil tersenyum


Tersenyum senang Devina memejamkan matanya ketika Ziko mengusap kepalanya lalu mencium Devina dengan sayang.


"Cepet sembuh ya? Aku merindukan Devinaku yang ceria"


Saat sampai di bawah Devano menghampiri Ziko untuk mengajaknya bicara dan Ziko hanya mengikuti saja Devano yang mengajaknya untuk kembali duduk di ruang tamu. Setelah mereka duduk berhadapan Devano tidak langsung bicara dia diam sebentar sebelum akhirnya mengeluarkan suara.


"Makasih Ko udah bikin Devina senyum lagi." Kata Devano


"Gue pacarnya Van dan senyuman Devina itu juga penting untuk gue bahkan gue masih sedikit rindu Devina yang manja dan ceria." Kata Ziko


"Ya gue ngerasa bersalah karena gak bisa datang lebih cepat." Kata Devano


"Bukan salah siapapun Van karena gak ada yang tau hal ini bakal terjadi kan? Hari sebelumnya semua baik-baik aja bahkan gue sama Devina udah berencana untuk cari cincin, tapi hal itu terjadi dan siapa yang duga? Gak ada Van." Kata Ziko


"I know. Tetap aja Ko gue ngerasa bersalah bahkan Devina sampai bilang kalau gue bohong waktu bilang mau jagaiin dia." Kata Devano sambil menghela nafasnya pelan


"Dia bilang kayak gitu karena dia ketakutan Devano." Kata Ziko


"Ya, intinya gue mau bilang makasih karena lo udah perhatian dan sayang banget sama Vina." Kata Devano


"Bukan apa-apa Van, yaudah gue balik ya? Vina katanya mau tidur." Kata Ziko


"Oke"


Setelahnya Devano hanya memperhatikan Ziko yang berjalan menjauh hingga keluar dari pintu utama. Orang tuanya pergi keluar beberapa saat yang lalu dan tadi Daffa juga menceritakan masalah persidangan.


Sudah hampir selesai tiga hari lagi adalah sidang keputusan.


Devano harap mereka akan membusuk di penjara.


¤¤¤


Senyuman manis Devina mengembang ketika melihat Daffa yang masuk ke dalam kamar sambil membawakan ponsel baru untuknya bahkan sangking senangnya Devina sampai memeluk pria paruh baya itu dengan hati-hati. Tentu saja Daffa senang sekali melihat anaknya yang sangat bahagia dan setelah melepaskan pelukannya dia mencium kening Devina lama.


Setidaknya keadaan Devina sudah semakin membaik dan itu membuat Daffa merasa sangat lega. Setelah ini dia akan terus mengawasi Devina di kampusnya dan tidak akan memberikan banyak kebebasan untuk anaknya.


"Kemarin hp Vina bukan yang kayak gini." Kata Devina


"Gak papa Vina." Kata Daffa sambil mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang


"Tapi, ini mahal Daddy." Kata Devina


"Hanya sedikit lebih mahal dari ponsel Vina yang lama tidak masalah sayang anggap saja itu permintaan maaf Daddy ya?" Kata Daffa


"Daddy kan tidak salah." Kata Devina


"Kalau gitu anggap itu sebagai hadiah." Kata Daffa


Devina tersenyum lalu mencium pipi Daddy nya sebentar.


"Makasih hadiahnya Daddy"


Daffa mengangguk singkat lalu mengatakan kalau dia ingin keluar dan menemui Fahisa yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya. Bersamaan dengan Daffa yang keluar dari kamar Devano masuk dan duduk di tepian ranjang dekat dengan Devina.


Dia memperhatikan kembarannya yang terlihat begitu bahagia sambil membolak-balik kotak ponsel yang Daddy nya belikan.


"Cie hp baru." Kata Devano


Devina mendongak dan tersenyum senang lalu membuka kotaknya kemudian mengambil ponsel keluaran terbaru yang ada di dalamnya.


"Licik masa bagusan hp kamu." Kata Devano


"Ini hadiah dari Daddy." Kata Devina senang


Melihat hal itu Devano sangat senang apalagi ketika Devina menghidupkannya dan mulai melihat isi ponsel barunya.


"Vano masukan kartunya sama memorinya." Kata Devina


Devano mengangguk singkat lalu memasang kartu serta memori Devina yang lama ke ponsel barunya dan menyerahkan pada Devina lagi.


"Masih ada semuanya." Kata Devina


Masih tetap memperhatikan Devina yang terlihat begitu senang Devano merasa lega, dia takut akan butuh waktu lama untuk membuat keadaan Devina membaik.


"Vin aku lupa kasih ini ke kamu." Kata Devano


"Kasih apa?" Tanya Devina sambil menatap kembarannya


"Satu hari setelah kejadian itu aku sama Daddy ke tempat itu lagi dan aku nemuin gelang ini." Kata Devano


Mata Devina berbinar ketika melihat gelang pemberian Mama nya Ziko untuk dia. Mendongak untuk menatap kembarannya Devina tersenyum lalu memeluk Devano dengan sayang.


"Vano makasihh"


Devano ikut tersenyum dan mencium puncak kepala kembarannya dengan sayang.


"Kapan kamu jadi Devina yang manja lagi?"


Devano menanyakan itu dengan nada sedih, tapi Devina menjawabnya asal dan membuat Devano tertawa kecil mendengarnya.


"Besokk"


Perlahan Devina semakin membaik.


¤¤¤


Awww mau deh jadi Devina yang dikelilingin cogann😭