
Adara membawa makan siang untuk suaminya dia terlihat begitu bersemangat untuk mengantarkannya pada Devano tadi dia juga sudah bilang pada suaminya agar tidak perlu membeli makan siang. Sekarang Adara ada di perjalanan bersama dengan Pak Mun yang membawa mobil menuju kantor keluarga Wijaya yang letaknya cukup jauh juga dari rumah.
Paper bag dalam pangkuannya berisi makan siang untuk sang suami yang sudah dia siapkan sendiri ah dengan bantuan mertuanya juga. Sejak menikah Adara selalu membantu Fahisa memasak di dapur bahkan tak jarang dia sendiri yang masak untuk semuanya.
Begitu mobil yang dia naiki berhenti di area kantor Adara tersenyum senang dia berterima kasih pada Pak Mun karena sudah mengantarnya lalu turun dari mobil. Melangkahkan kakinya ke dalam Adara sudah terbiasa dengan suasana kantor karena beberapa kali dia pernah datang untuk menemui Devano.
Adara naik ke lantai lima dan pergi ke ruangan yang berada di sudut sebelah kiri.
"Maaf, cari siapa? Apa sudah buat janji?"
Pertanyaan itu membuat Adara menatap seorang wanita dengan kemeja biru muda juga rok selutut yang merupakan salah satu pegawai kantor.
"Devano, suami saya." Kata Adara sambil tersenyum
"Ah maaf, sebelah sini." Kata wanita itu
Adara mengikutinya dan menatap wanita yang membuka pintu ruangan tempat Devano berada lalu menunduk dengan sopan membuat Adara tersenyum.
"Terima kasih." Kata Adara
Adara masuk ke dalam dan memanggil Devano membuat pria itu mendongak menatapnya. Tersenyum manis Devano meletakkan beberapa berkas yang ada ditangannya lalu menghampiri Adara dan membawa istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Sayang"
Tersenyum senang Adara membalas pelukan itu dengan sayang.
"Belum makan kan? Aku bawain makan siang." Kata Adara senang
"Ya ampun gak perlu sebenarnya, tapi makasih aku belum makan." Kata Devano
"Gak papa tau hehe baby nya mau ketemu kamu." Kata Adara
Devano tertawa pelan lalu menunduk dan mencium sekilas perut istrinya.
"Miss me baby?" Bisik Devano
"Dia maunya sama kamu terus Van." Kata Adara
"Mau baby kita atau maunya Adara hm?" Tanya Devano dengan wajah menyebalkan
Adara tersenyum dan memeluk Devano lagi.
"Ayo makan aku masak semuanya tadi di bantu Mama." Kata Adara
"Suapin ya?" Kata Devano
Adara mengangguk sebagai jawaban lalu mengajak Devano untuk duduk dan mengeluarkan kotak makan yang ada di dalam paper bag.
"Enak banget kayaknya." Kata Devano ketika Adara membuka kotak makannya
Adara tersenyum senang lalu menyuapi Devano dan menunggu suaminya itu memberikan komentar tentang masakannya.
"Gimana? Enak kan?" Kata Adara
"Hm ini terlalu enak, ayo aaaa lagi." Kata Devano
Adara semakin senang dia menyuapi Devano dengan perlahan.
"Tadi mau bawain Papa juga, tapi Mama kamu bilang Papa lagi gak di kantor ya?" Kata Adara
"Iya Daddy lagi ada acara di kantor temannya." Kata Devano
"Hm gitu terus kamu yang disini?" Tanya Adara
Adara mengangguk lagi dia menatap Devano yang masih asik makan.
"Kamu enggak mual lagi kan? Kenapa ya Van malah kamu bukan aku?" Tanya Adara penasaran
"Hm gak tau juga, tapi enggak papa." Kata Devano sambil tersenyum
Adara ikut tersenyum lalu mengusap sudut bibir Devano sebelum memberikan suapan lagi.
Saat tengah asik menyuapi suaminya pintu ruangan di ketuk dan seorang wanita masuk kali ini berbeda dengan yang sebelumnya.
"Maaf Pak lima belas menit lagi ada meeting." Kata wanita itu sambil tersenyum canggung
Devano berdeham pelan dan mengangguk sebagai jawaban.
"Lima menit lagi saya keluar kita ketemu di ruangan pertemuan." Kata Devano
"Baik Pak"
Begitu wanita itu keluar dan menutup pintu lagi Devano memakan lagi satu suap sebelum akhirnya menyudahi makan siangnya.
"Kamu tunggu sini bentar ya Ra?" Kata Devano
"Lama?"
"Enggak mungkin satu jam, jangan pulang dulu tunggu aku selesai." Kata Devano
Adara mengangguk faham dan menatap Devano yang mengambil sesuatu di atas meja lalu kembali duduk di sampingnya. Suaminya itu tersenyum dan mencium sayang keningnya lalu memberikan usapan di kepalanya.
"Vann"
Devano bergumam pelan sebagai tanggapan.
Adara tau ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya, tapi ada rasa aneh yang mengganjal di hatinya.
"Cewek tadi cantik ya? Kamu suka gak sama dia?"
Devano terdiam sejenak lalu tertawa mendengar pertanyaan yang diajukan istrinya.
"Cantikan istri aku, udah ah dia udah punya anak sayang." Kata Devano
"Hah?"
"Suaminya juga kerja disini." Kata Devano
Adara terdiam dan pipinya memerah dengan sendirinya membuat Devano tertawa lalu mencapit gemas hidungnya.
"Tunggu sebentar ya sayang"
Dan Adara menatap Devano yang keluar ruangan dengan membawa berkas di tangannya.
Menggigit pelan bibir bawahnya Adara memukul pelan kepalanya.
"Huh cemburuan banget sih Ra"
Lagian wanita itu cantik sekali sih tidak terlihat seperti wanita yang sudah menikah dan punya anak.
°°°°
Update duluu gaiss🥳