My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (49)



"Vannnn"


Panggilan itu membuat Devano meletakkan buku yang sedang dia baca lalu bergegas menghampiri Adara yang entah sedang mencari apa di dalam lemari. Semua pakaian rasanya sudah di keluarkan oleh Adara, tapi istrinya itu belum menemukan juga apa yang sedang dia cari.


Menghela nafasnya pelan Devano yang kini sudah berada di hadapan istrinya bertanya apa yang sedang wanita itu cari, tapi Adara terus saja mengatakan tidak ada. Belakangan ini memang banyak sekali yang Adara cari entah itu baju, tas bahkan sepatu yang biasanya tidak pernah dia cari.


"Kamu cari apa sayang?" Tanya Devano lagi


Adara menoleh dan menatap Devano dengan raut wajah sedih.


"Van kamu lihat piyama aku gak? Piyama yang warna biru muda yang waktu itu kamu beliin untuk aku." Kata Adara


"Bukan udah kamu pakai?" Kata Devano


"Belumm Van. Kemana yaa? Kok gak ada?" Kata Adara


"Ada sayang mungkin masih di cuci." Kata Devano


"Belum aku pakai Van." Kata Adara lagi


"Ya ampun sini aku bantuin cari." Kata Devano


"Kemana ya Van?" Tanya Adara dengan raut wajah sedih


"Iya aku cariin sayang." Kata Devano


Adara langsung menyingkir dan membiarkan Devano mencari piyama yang dia cari.


"Maunya piyama yang itu Van." Kata Adara


"Iya sayang"


Devano dengan telaten mencari piyama yang istrinya cari dan tak butuh waktu lama Devano menemukannya. Piyama yang dia cari itu ada di tumpukan terakhir baju di rak kedua dari bawah dan Adara sudah mengacak tiga rak di atasnya.


Menggelengkan kepalanya pelan Devano langsung memberikan piyama itu pada istrinya membuat senyuman manis menghiasi wajah Adara.


"Kok adaaa?" Kata Adara


"Iya ada di bawah." Kata Devano sambil tersenyum


Adara tersenyum lalu memeluk Devano dengan sayang.


Melepaskan pelukannya Adara berniat mengganti piyama tidurnya karena ini sudah malam dan sebentar lagi mereka akan makan malam, tapi dia terkejut begitu melihat lemarinya berantakan.


"Yahh lemarinya berantakan." Kata Adara


"Udah nanti aja kamu ganti baju dulu gih nanti sebentar lagi kita makan malam." Kata Devano


Adara mengangguk patuh lalu berlari kecil menuju kamar mandi sambil membawa piyamanya.


"Adara jangan lari." Kata Devano


Adara langsung berhenti dan menoleh ke belakang dia tersenyum lalu melangkahkan kakinya dengan pelan.


Menggelengkan kepalanya pelan Devano menutup pintu lemari dan akan merapihkannya nanti saja setelah makan malam. Melangkahkan kakinya ke ranjang Devano mendudukkan dirinya di tepian ranjang sambil menunggu Adara keluar kamar.


Sekitar sepuluh menit Adara keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai piyamanya dia tersenyum senang.


"Vann cantik enggak?" Tanya Adara


Devano tertawa kecil mendengarnya.


"Cantik sayang." Kata Devano


Adara tersenyum dia berlari mendekat membuat Devano menghela nafasnya pelan, tapi setelahnya dia tertawa ketika Adara duduk di atas pangkuannya.


"Vannnn"


Devano bergumam pelan sambil mengusap rambut istrinya dengan sayang.


Baru akan mengatakan sesuatu mata Adara melihat ke arah tangan kanannya yang tidak ada cincin.


"Lohh Van cincin aku mana?!" Seru Adara panik


Adara turun dari pangkuan suaminya.


"Vann kok cincinnya gak ada?" Tanya Adara panik


Devano meminta Adara untuk duduk lalu dia pergi ke kamar mandi dan mencari cincin Adara yang mungkin jatuh di sana, tapi sesaat setelahnya Devano mendengar lagi suara Adara yang memanggilnya. Begitu keluar istrinya itu tersenyum sambil mengatakan hal yang membuat Devano diam untuk sesaat.


"Van ada cincinnya di sini ternyata." Kata Adara sambil menunjukkan tangan kirinya


Menghela nafasnya pelan Devano mendekat dia menatap wajah Adara yang tersenyum senang membuat dia kini tertawa pelan.


"Makanya jangan panik sayang." Kata Devano sambil mencubit pelan pipi istrinya


Adara hanya tersenyum mendengarnya.


"Udah, sekarang kita turun untuk makan malam." Kata Devano


Adara mengangguk patuh dia langsung bangun dan memeluk lengan Devano ketika mereka keluar dari kamar.


Begitu sampai di ruang makan ternyata sudah ada Daffa di sana dia langsung tersenyum melihat kehadiran keduanya.


"Gimana keadaan kamu Adara? Baik kan?" Tanya Daffa


"Baik Pa." Kata Adara sambil tersenyum


"Enggak ada mual?" Tanya Daffa lagi


"Belum ada." Kata Adara lagi


Daffa mengangguk singkat lalu tak lama Fahisa datang setelah dia selesai mencuci tangannya.


"Adara, ayo makan sayang." Kata Fahisa dengan penuh kelembutan


Adara tersenyum, dia senang sekali ada di keluarga Devano yang begitu perhatian padanya.


Adara yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga seperti ini membuat dia merasa senang.


°°°°


Adara semakin mendekat pada Devano begitu mereka berbaring di ranjang dia memeluk suaminya itu dengan sayang dan bersandar manja di dadanya. Tersenyum manis Devano mengusap rambut istrinya dengan sayang sambil sesekali memberikan ciuman di sana.


Mata Adara terpejam dia mulai membayangkan akan seperti apa mereka nanti ketika anak-anak mereka lahir, pasti akan sangat menyenangkan. Membayangkan akan ada bayi mungil yang mengisi kehidupan mereka membuat Adara merasa senang.


"Vann"


Adara mendongak dia menatap Devano yang kini menatapnya dengan senyuman.


"Van nanti kamu mau anak kita manggil kita dengan sebutan apa?" Tanya Adara


"Hm Mama dan Papa? Atau Mommy dan Daddy?" Kata Devano


"Mereka cewek atau cowok ya?" Tanya Adara lagi


"Kamu maunya apa?" Tanya Devano sambil mengusap pipi Adara dengan sayang


"Em dua-duanya." Kata Adara


"Apapun jenis kelamin anak kita nanti aku tetap senang Ra." Kata Devano


"Aku juga"


Devano tersenyum dia mencubit pelan pipi Adara membuat istrinya itu mengeratkan pelukannya.


"Aku tidur ya?" Kata Adara


Devano bergumam pelan sebagai tanggapan.


"Mimpi indah sayang"


Devano mencium kening Adara dengan sayang dan mengusap kepalanya.


Bersama dengan istrinya Devano juga memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur bersama dengan Adara di pelukannya.


Ah nanti akan semakin menyenangkan ketika ada dua bayi yang menemani mereka.


°°°°


Yuhuu aku updateee🥰


Aduh Adara sekarang panikan yaa🤣