My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (79)



Tertidur di dalam dekapan Devano merupakan hal yang sangat Devina suka karena dia selalu merasa nyaman dan dapat tertidur dengan sangat lelap apalagi setiap kali merasakan usapan di kepalanya. Kembarannya itu akan selalu ada ketika Devina datang lalu minta untuk ditemani tidur tidak pernah sekali pun Devano menolak keinginannya.


Sekarang Devina sedang berdiri di depan pintu kamar Devano lalu mengetuk pintunya sebelum masuk ke dalam. Kamarnya terlihat gelap, tapi Devina tetap masuk ke dalam karena ada lampu tidur yang menyala di dekat ranjang.


Mendudukkan dirinya ditepian ranjang Devina melihat kembarannya yang sudah tertidur dengan lelap, dia tidak mungkin membangunkannya. Tersenyum sambil menatap Devano yang sangat nyenyak Devina mengusap pelan kepalanya lalu beranjak dari tempatnya, tapi tangannya malah ditahan.


Saat menunduk Devina melihat kembarannya yang membuka mata perlahan lalu menatapnya.


"Eh Vina gangguin Vano tidur ya?" Tanya Devina


"Hm"


"Yaudah Vano tidur lagi." Kata Devina


"Temenin"


Perkataan itu membuat Devina terkejut, tapi tertawa sesaat setelahnya karena merasa lucu ketika Devano memintanya.


"Em boleh"


Naik ke atas ranjang Devina membaringkan tubuhnya disamping Devano lalu mengusap kepalanya sambil menatap kembarannya yang sudah kembali memejamkan matanya.


"Vano ngantuk banget ya?" Tanya Devina


"Hmm"


"Sini Vina peluk." Kata Devina sambil memeluk kembarannya itu dengan sayang


Devano tersenyum merasakan pelukan yang Devina berikan untuknya, nyaman. Terkadang Devano mulai membayangkan saat nanti ketika Devina menikah dan harus berjauhan dengannya.


Apa dia bisa?


Biasanya setiap hari Devano selalu mendengar suara Devina rengekan gadis itu dan melihat wajah Devina yang sering keluar masuk ke dalam kamarnya. Mungkin nanti dia akan merindukan saat dimana Devina datang ke kamarnya lalu minta untuk ditemani tidur.


Mungkin Devano akan merindukan rengekan Devina yang sering kali minta untuk ditemani ke suatu tempat. Mungkin Devano akan merasa kesepian kalau Devina sudah menikah nanti.


Memejamkan matanya Devano mengeratkan pelukannya pada Devina dan setelahnya dia merasakan usapan sayang di kepalanya.


"Tidur yang nyenyak Vano"


Devano mendengar bisikan itu ditelinganya dan membuat sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman.


Tadi dia sudah terlelap, tapi merasakan sentuhan di kepalanya membuat dia terbangun dan ternyata Devina yang baru saja pulang setelah pergi bersama Ziko.


Sekali lagi ketika Devano merasakan usapan di kepalanya dia merasa tenang dan hatinya seolah berkata bahwa dia tidak perlu memikirkannya. Perlahan Devano kembali terlelap di dalam dekapan kembarannya dan sepertinya dia akan tidur dengan sangat nyenyak.


Untuk pertama kalinya Devano mulai merasa takut kalau harus berada jauh dari kembarannya.


¤¤¤


Sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela dan membuat Devano terusik dalam tidurnya perlahan matanya terbuka, tapi dia masih ingin menempel di ranjangnya. Selain itu Devano merasa kepalanya sedikit berat sepertinya karena dua hari belakangan ini Devano hanya tidur beberapa jam.


Melirik ke arah jam yang tergantung di dinding Devano menghela nafasnya pelan ketika sadar dia terlambat pergi ke kampus, tapi biarlah kali ini Devano tidak akan berangkat. Rasanya ada sesuatu di kepalanya yang membuat Devano merasa sangat pusing untungnya sedang tidak ada ujian.



Ketukan di pintu kamarnya terdengar membuat Devano melirik ke samping dan melihat Fahisa yang berjalan masuk ke dalam kamar. Wanita paruh baya itu duduk di tepian ranjang sambil menatap anaknya dengan alis bertaut.


Sejak tadi mereka menunggu Devano keluar kamar untuk sarapan, tapi sampai selesai sarapan Devano tidak keluar dari kamar juga. Awalnya Fahisa pikir karena anaknya itu butuh istirahat lebih mengingat tadi malam Devano mengatakan kalau dia sangat mengantuk dan lelah.


"Vano?"


"Iya Mom"


Suara anaknya terdengar serak membuat Fahisa cemas dan langsung meletakkan tangannya di dahi Devano.


"Kamu sakit?" Tanya Fahisa cemas


"Pusing aja Mom aku gak ke kampus dulu hari ini." Kata Devano membuat Fahisa menghela nafasnya pelan


"Udah Mommy bilang sayang kamu harus cukup istirahat, memang gak ingat kata Dokter Daniel? Dia bilang gak baik untuk kesehatan kalau kamu kurang tidur dan terlalu kelelahan." Kata Fahisa lelah


Susah sekali bicara dengan Devano.


"Iya Mom"


"Yaudah kamu tunggu dulu Mommy ambilin makan." Kata Fahisa sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang


"Vina mana?" Tanya Devano


"Dia udah berangkat katanya ada ujian." Kata Fahisa


Devano mengangguk faham lalu kembali memejamkan matanya membuat Fahisa mengusap sayang kepalanya sebelum beranjak pergi dari kamar.


Melangkahkan kakinya ke dapur Fahisa bergegas menghidupkan kompor lagi untuk membuatkan bubur karena biasanya Devano hanya ingin makan bubur saja kalau lagi sakit.


"Vano sakit." Kata Fahisa


"Devano? Sakit apa?" Tanya Daffa cemas


"Mungkin kelelahan Mas." Kata Fahisa


"Biar aku telpon Daniel." Kata Daffa


Tanpa menunggu apapun lagi Daffa bergegas menelpon Daniel yang memang biasa memeriksa keluarganya ketika sedang sakit.


"Siang? Baiklah langsung kemari ketika siang, iya mungkin kelelahan." Kata Daffa


Selesai bicara Daffa mematikan ponselnya dan kembali menghampiri Fahisa.


"Sayang Daniel akan datang sekitar jam dua belas." Kata Daffa


"Hm nanti aku kasih obat sakit kepala dulu untuk Devano." Kata Fahisa


"Aku berangkat sekarang ya? Telpon kalau ada apa-apa." Kata Daffa


Fahisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tidak lupa dia juga mencium punggung tangan sang suami.


Begitu suaminya berangkat Fahisa kembali fokus dan sekitar setengah jam akhirnya Fahisa selesai menyiapkan semuanya. Mengambil nampan Fahisa menaruh bubur serta omelette yang tadi dia buat dan tidak lupa segelas air hangat lengkap dengan obat sakit kepala.


Setelah selesia Fahisa bergegas kembali ke kamar anaknya dan di dalam Devano masih berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam.


"Vano makan dulu." Kata Fahisa


Membuka matanya Devano bergumam pelan sambil bangun dari tempat tidur, tapi sesaat setelahnya dia meringis sambil memegang kepalanya.


"Sudah disitu saja." Kata Fahisa


Duduk di tepian ranjang Fahisa tersenyum sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang.


"Biar Mommy suapin." Kata Fahisa


"Tidak papa Mom biar Vano... iya iya Mommy suapin." Kata Devano ketika Fahisa menatapnya dengan galak


Melihat hal itu Devano tertawa kecil karena merasa seperti melihat Devina yang pernah melakukan hal yang sama setiap kali Devano tidak mau mendengarkan ucapannya.


"Hey malah tertawa." Tegur Fahisa


"Mommy mirip Vina." Kata Devano


"Tentu saja Devina kan anak Mommy." Kata Fahisa


"Mirip sekali Mom." Kata Devano


"Kamu ini sudah ah sekarang makan." Kata Fahisa


"Iya, kenapa cuman bawa omelette nya sedikit?" Tanya Devano


"Hm Mommy kira kamu tidak mau, perlu Mommy ambilkan lagi?" Tanya Fahisa


"Tidak Mom." Kata Devano


Mengangguk singkat Fahisa mulai menyuapi anaknya dengan telaten karena Devano mengunyah sangat lama. Memang begitu kalau sedang sakit apalagi kalau Fahisa yang merawatnya pasti akan sangat manja.


Saat hanya tinggal setengah Devano langsung menolak lagi untuk makan dan mengatakan kalau dia sudah kenyang. Awalnya Fahisa membujuk anaknya untuk makan lagi, tapi Devano menolak dan dia tidak punya pilihan lain.


Setelahnya Fahisa memberikan minum serta obat sakit kepala untuk Devano dan memintanya untuk beristirahat. Mengusap kepala anaknya dengan sayang Fahisa mencium keningnya sebentar.


"Mommy ke dapur dulu kamu istirahat jangan main hp"


Devano bergumam pelan sebagai jawaban.


"Nanti sini lagi Mom." Pinta Devano


"Kesini lagi?" Tanya Fahisa


Devano menganggukkan kepalanya dan mengatakan sesuatu yang membuat Fahisa tersenyum mendengarnya.


"Vano mau peluk"


Devano memang tetap anak kecil untuknya pantas saja Devina sering menyebut pria itu anak Mommy kalau sedang sakit.


Di mata Fahisa anaknya itu tetap sangat menggemaskan.


¤¤¤


Part ini spesial Devano karena kalau diingat aku hampir gak pernah bikin part khusus Devano gitu😂


Jadi, kali ini part khusus untuk Devano💞