
Memanfaatkan keadaan dimana Devano sedang pergi keluar bersama Daddy nya dan sedikit memaksa pada Fahisa agar diberi izin Devina tersenyum senang ketika dia bisa memakai pakaian yang sangat ingin dia kenakan. Teman-temannya sudah datang dan sekarang mereka berencana untuk pergi keluar, cafe lebih tepatnya untuk menghabiskan waktu disana.
Saudara kembarnya sudah pergi sejak sore dan sekarang Devina berhasil mendapat izin untuk memakai celana pendek berwarna hitam serta baju oversize. Rambutnya tetap dia biarkan tergerai, tapi kali ini dia memakai liptint di bibirnya dan Devina sangat-sangat yakin kalau Devano sampai tau dia pasti akan dimarahi habis-habisan.
Tapi, Devina suka memakainya lagipula mereka pergi menggunakan mobil dan lagi ketika di cafe mereka hanya akan duduk.
Jadi tidak masalah kan?
"Ya ampun Vin lo cantik banget kalau kayak gitu dan gue yakin sih lo bakal jadi pusat perhatian nanti." Kata Mona yang disetujui dengan yang lainnya
"Pantes Ziko cinta mati." Kekeh Cessa
"Kayaknya kalau gak ada Devano dia bakal jadi kayak Alexa dideketin cowok-cowok." Kata Nayla
"Ihh gak kok aku biasa aja kalian ini lebay banget." Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya
"Merendah untuk meroket." Kata Mona sambil tertawa membuat Devina semakin cemberut
"Udah mending berangkat sekarang biar gak terlalu malam dan gak keduluan sama Devano yang pulang." Kata Cessa
Mengangguk setuju Devina bersama yang lainnya langsung keluar dari kamar dan menghampiri Fahisa yang sedang berada di kamarnya. Saat melihat Devina dan teman-temannya Fahisa langsung tersenyum lalu menghampiri mereka.
Sebenarnya dia agak ragu mengizinkan Devina keluar seperti itu karena dia sangat yakin suami dan anak laki-lakinya pasti tidak akan mengizinkan, tapi tidak masalah lagi pula hanya sesekali kan?
Selain itu pakaian Devina juga cukup sopan dan lagi anaknya itu bilang dia membawa jaket untuk menutupi kakinya kalau ingin duduk.
"Ingat ya jangan malam-malam pulangnya nanti Pak Hadi nungguin kalian sampai selesai." Kata Fahisa
"Iya Mommy makasih yaa?" Kata Devina senang
Melihat senyum manis anaknya Fahisa ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mereka semua berpamitan dengan mencium punggung tangannya. Menatap anaknya yang sekarang mulai menghilang dari pandangannya Fahisa tersenyum penuh arti, dia tidak ingin kalau anaknya itu merasa terlalu dikekang.
Kembali pada Devina yang terlihat begitu bersemangat kini memasuki mobil bersama teman-temannya dan setelah mengatakan tempat tujuan mereka mobil mulai melaju meninggalkan rumah besar keluarga Wijaya. Di dalam mobil Devina mengajak yang lainnya mengobrol dan membahas tentang banyak hal, terutama mengenai hubungannya dengan Ziko.
Entah kenapa teman-temannya itu sangat suka membahas masalah hubungannya dengan sang kekasih.
"Nanti lo foto deh Vin terus kirimin ke Ziko." Kata Nayla
"Gak mauu lagian aku gak pd pakai baju kayak gini." Kata Devina
"Gak pd gimana sih Vin? Ya ampun lo itu udah cantik maksimal." Kata Mona sedikit kesal dengan ucapan temannya
"Ihh enggak." Kata Devina
"Ngomong-ngomong nih Vin gue penasaran lo sama Ziko pacaran udah ngapain aja?" Tanya Cessa sambil menatapnya penuh curiga
Mendengar pertanyaan itu Devina mengerucutkan bibirnya kesal, masa dia harus mengatakan semuanya pada mereka kan malu.
"Ya gak ngapa-ngapain cuman jalan berdua aja paling." Kata Devina
"Ciuman pernah gak?" Tanya Nayla membuat Devina melotot dan memukul lengennya
"Kamu nih nanyanya kok gitu! Mana mungkin aku kalau mau jalan sama dia aja udah banyak peraturan dari Vano sama Daddy bahkan baju aja Vano yang pilihin." Kata Devina
Mendengar hal itu teman-temannya menatap Devina dengan tidak percaya, mereka tau kalau Devano sangat-sangat posesif terhadapnya.
Cuman masa iya sampai segitunya?
"Beneran Vin? Sampai segitunya?" Tanya Mona penasaran
Devina mengangguk dan kembali mengatakan hal yang membuat teman-temannya semakin melongo.
"Hmm apalagi kalau keluarnya malam harus pakai jaket atau sweater dan ditambah kaos kaki terus jam pulang juga udah diatur kalau telat dikit langsung diomelin." Kata Devina
"Serius? Lo gak pernah protes?" Tanya Cessa
Cessa sedikit tidak percaya karena di zaman sekarang Devina bisa dibilang sangat dikekang, tapi dia juga tidak heran sih dan cukup mengerti alasan Devina begitu dijaga.
Temannya itu cantik dan lagi sangat polos orang tuanya serta Devano pasti tidak akan membiarkan kalau ada sesuatu sampai terjadi pada Devina.
"Enggak pernah paling kalau kesal aku ngambek, tapi cuman sebentar soalnya Daddy sama Vano pasti ke kamar terus minta maaf dan bilang kalau ini semua demi kebaikan aku." Kata Devina
"Bagus sih Vin memang bener kata Om Daffa sama Vano jangan sampe lo kebawa pergaulan yang buruk." Kata Nayla
"Terus mereka tau kalau lo sama Ziko pacaran?" Tanya Mona penasaran
Devina kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tau aku sendiri yang bilang." Kata Devina
"Marah gak?" Tanya Cessa
Kali ini Devina menggelengkan kepalanya karena Daddy nya tidak marah atau melarangnya.
"Enggak cuman bilang supaya gak lupa sama sekolah." Kata Devina
"Lo keren sih Vin kalau itu gue pasti udah berontak soalnya gue gak terlalu suka diatur." Kata Cessa sambil tertawa
Ya mereka semua juga tau sikap Cessa.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas menit mereka sampai di tempat tujuan dan langsung turun dari mobil, tapi Devina tidak lupa untuk mengatakan pada Pak Hadi kalau pukul setengah sembilan nanti mereka akan pulang.
Bersama-sama mereka memasuki area cafe yang cukup ramai dan benar saja ada banyak mata yang menatap ke arah Devina hingga membuat gadis itu merasa sedikit tidak nyaman. Setelah memilih tempat duduk Devina langsung melepas jaketnya dan meletakkannya di atas paha agar kakinya tidak terlihat.
Mereka memesan kopi juga beberapa makanan seperti kentang goreng dan nugget. Selagi menunggu pesanan Devina mengeluarkan ponselnya dan langsung melihat banyak pesan dari saudara kembarnya.
Ketika membaca pesan itu Devina menggigit bibir bawahnya pelan. Habis dia kalau Devano sampai tau.
Jangan lupa pakai baju sama celana panjang
Udah berangkat belum?
Pakai sweater aja sama celana jeans panjang
Nanti sebelum berangkat foto dulu aku mau liat
Jangan pakai baju aneh-aneh dan jangan ikutan yang lain pakai merah-merah dibibir
Dan Devina melanggar semuanya, tapi tidak masalah hanya sekali ini saja dia janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi.
"Kenapa Vin?" Tanya Mona yang melihat raut wajah cemas temannya
"Vano suruh poto katanya dia mau lihat baju yang aku pakai." Kata Devina sambil menghela nafasnya pelan
"Enggak usah." Kata Devina
Menatap ponselnya Devina mengetik beberapa pesan untuk kembarannya, sekali ini saja Devina janji tidak akan melakukannya lagi.
^^^Aku udah di cafee^^^
^^^Ihh malu kalau mau foto rame tau^^^
Setelah pesan itu terkirim Devina langsung mematikan data ponselnya dan meletakkan benda itu di atas meja lalu menatap teman-temannya sambil tersenyum.
"Ehh Vin mau tau gak?" Tanya Cessa berusaha mengalihkan pembicaraan
"Apaa?" Tanya Devina penasaran
"Mona lagi deket sama seseorang dan gue yakin lo bakal kaget kalau tau siapa orangnya." Kata Cessa membuat Mona menatapnya dengan tajam
"Iya? Kok kamu gak cerita Mon? Siapa Ces?" Tanta Devina penasaran
"Alex"
Perlu waktu beberapa detik untuk Devina mencerna perkataan Cessa sampai ketika dia sadar seruan keras terdengar hingga membuat banyak pasang mata menatap ke arah mereka.
"Serius Ces?!" Seru Devina
"Vinn ya ampun suaranya kecilin dikit." Kata Mona membuat Devina langsung menunjukkan cengirannya
Dia sangat terkejut dengan perkataan Cessa.
Bagaimana bisa?
Ya ampun ini kabar yang sangat baik kan?
"Ihh beneran? Kok bisa?" Tanya Devina dengan penuh antusias
Mona hanya mengangkat bahunya acuh karena jujur dia juga gak tau alasan si playboy itu mendekatinya belakangan ini, tapi tidak masalah juga.
"Gak tau tiba-tiba dia chat gue dan ya gitu sampai sekarang kita sering chatan." Kata Mona
"Jangan lupa dong minggu depan diajakin jalan." Kata Cessa sambil menaik turunkan alisnya
Menatapnya dengan sebal Mona langsung memukul lengen temannya itu dengan kesal dan malah membuat Cessa tertawa.
"Ihh gak nyangka, tapi kayaknya kalian cocok." Kata Devina
"Gak Vin apaan sih." Kata Mona
Devina tertawa dan malah menoel pipi Mona sambil menatapnya dengan menyebalkan.
"Nanti pasti suka." Kata Devina
"Diem Vin!" Kata Mona kesal
"Iya ihh galakk." Kata Devina
Sesaat setelahnya mereka terdiam karena pesanan mereka telah datang dan menyantap pesanan mereka sambil mengobrol. Senang rasanya bisa menghabiskan waktu bersama teman-temannya di akhir pekan biasanya Devina lebih sering berdiam diri di rumah dengan membaca novel atau mengajak kembarannya berjalan-jalan.
"Nayla fotoiin aku." Kata Devina
"As always kalau minta fotoiin pasti sama gue, mana sini hp nya." Kata Nayla membuat Devina tersenyum senang dan langsung menyerahkan ponselnya
Mengambil minumannya Devina berpose dan dengan keahliannya Nayla langsung mengambil foto Devina. Setiap pergi bersama-sama memang Nayla yang selalu menjadi tukang foto maklum saja dia kan anak jurnalis jadi hasil fotonya pasti bagus.
Tersenyum puas Nayla menyerahkan kembali ponsel milik Devina dan membuat gadis itu tersenyum senang melihatnya.
Tangan Devina berkutik untuk membuat story instagram dengan foto yang baru saja dia ambil, tapi dia lupa kalau Devano dan Ziko pasti melihatnya.
Tanpa sadar Devina tetap membuat story instagramnya lalu menaruh ponselnya di atas meja dan kembali mengobrol.
Sekitar lima belas menit ponsel Devina terus bergetar membuat gadis itu berdecak kesal dan langsung membukanya sambil menggerutu.
"Ihh kan masih jam delapan." Gerutunya
Tapi, kala melihat notifikasi itu berasal dari instagramnya Devina langsung melotot apalagi melihat nama yang tertera disana.
Devano dan Ziko.
Devano : Vin plng skrng!
Devano : Knp km memakai pakaian itu?!
Devano : Plng atau aku jmpt skrng!
Ziko : Vin kamu apaan sih keluar pakai baju kayak gitu?
Ziko : Cepetan pulang Vin aku gak suka kalau kamu diperhatiin banyak orang
Ziko : Vina pulanggg
Ziko : Pasti Vano gak tau kan?
Ziko : Pulanh atau aku jemput ya?!
Setelah menghadapi kembaran posesif apa dia juga harus menghadapi pacar yang posesif.
Tak sampai disitu ketika panggilan telpon masuk ke ponselnya mata Devina kembali membulat.
Daddy is calling
Habislah dia sebentar lagi.
¤¤¤
Hmm apa yang bakal terjadi pada Devina yaaa😂
Double up untuk besokk?
Sepertinya udah lama aku gak double update yaa😂