My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (56)



Memasuki usia kandungan lima bulan Adara jadi sering sekali lapar dia selalu makan karena merasa lapar terus seperti sekarang misalnya, semua orang sudah tidur termasuk Devano, tapi Adara tiba-tiba terbangun tepat pukul dua malam karena merasa lapar. Akhirnya dengan hati-hati Adara keluar kamar dan pergi ke dapur untuk makan, hal ini bukan sekali dua kali terjadi, tapi sangat sering.


Biasanya selalu ada Devano yang menemani dia makan, tapi kali ini tidak karena Adara tidak mau menggangu tidur nyenyak suaminya mengingat tadi Devano pulang jam delapan malam karena terlalu sibuk. Menghela nafasnya pelan Adara bingung harus makan apa padahal perutnya sudah sangat lapar.


"Makan apa ya kita sayang?" Kata Adara sambil mengusap perutnya


Membuka lemari Adara menemukan mie instan dan senyumnya langsung mengembang.


"Kita makan mie aja ya?" Kata Adara


Adara mengambil mie juga satu butir telur lalu menghidupkan kompor untuk memasak mie yang akan dia makan.


Selagi menunggu Adara menunduk untuk menatap perutnya yang sudah cukup buncit lalu mengusapnya dengan sayang.


"Kalian lapar ya? Sebentar ya sayang Mama masak mie dulu, mau bangunin Papa, tapi kasihan Papa lagi banyak kerjaan." Kata Adara


Adara tersenyum dia memasak mie nya dengan tidak sabaran karena sudah lapar begitu matang Adara langsung membawa mangkuknya ke kamar, dia takut makan sendirian di rumah yang sangat besar ini, jadi lebih baik dia ke kamar saja.


Duduk di sofa sebisa mungkin Adara tidak membuat suara karena Devano sangat nyenyak tadi saja ketika pulang Devano langsung mandi dan makan malam habis itu memeluknya dengan manja.


'Capek banget hari ini Ra'


Devano mengatakan itu makanya Adara menahan semua keinginannya dan membiarkan Devano istirahat.


Mulai memakan mie nya ternyata Devano sedikit terganggu dengan bau mie juga tidurnya mendadak tidak nyenyak karena hilangnya pelukan. Mata Devano perlahan terbuka dia melirik ke samping dan Adara tidak ada lalu mata Devano melihat ke arah sofa dimana istrinya itu tengah makan.


Tanpa sadar senyumnya terbit dengan sempurna Devano bangun dan bersandar pada kepala ranjang membuat Adara mendongak. Mata Adara membulat, tapi setelahnya dia tersenyum lucu membuat Devano dapat melihat wajah cantik istrinya itu dari sini.


Adara meninggalkan sejenak makanannya lalu menghampiri Devano dan duduk di dekatnya.


"Kenapa bangun?" Tanya Adara


Devano tersenyum lalu mengusap sudut bibirnya.


"Makan apa?" Tanya Devano


"Masak mie hehe aku lapar banget Van." Kata Adara


"Kenapa gak bangunin aku sayang?" Tanya Devano


Adara tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu capek, sekarang tidur lagi aja." Kata Adara


"Gak papa kalau mau sesuatu bangunin aku, ayo aku temenin makan." Kata Devano


Adara menggelengkan kepalanya lagi.


"Kamu tidurrr aja." Kata Adara


"Ra ih aku gak papa." Kata Devano


"Jangan Van kamu capek aku tau, sekarang kamu tidur aja istirahat besok kamu kerja lagi sama Daddy nanti malah kecapean." Kata Adara


"Enggak Ra aku enggak akan capek, apalagi untuk istri dan anak-anak aku." Kata Devano


"Ish terserah deh aku mau makan lagi." Kata Adara sebal


Devano tertawa pelan dan mengikuti Adara lalu menatap mangkuk berisikan mie yang masih cukup banyak.


"Kamu mau?" Tanya Adara


Devano menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dia kini menatap ke arah perut Adara dan mengusapnya.


"Anak-anak Papa lapar ya?" Kata Devano


Adara tersenyum dia makan dengan sangat lahap dan Devano asik memperhatikannya.


Devano terus menatapnya hingga Adara selesai makan lalu meminum air putih yang dia bawa.


"Hehe kenyang Van." Kata Adara


Devano mengusap kepala Adara dengan sayang.


"Aku taruh ini dulu ke belakang ya?" Kata Adara


"Aku temenin." Kata Devano


"Ish gak usah ke bawah aja kok." Kata Adara


"Hm beneran?" Kata Devano


"Iyaa janji gak lama aku lari." Kata Adara


"Jangan lari sayang kamu itu lagi hamil udah lima bulan tuh lihat perutnya, jangan lari nanti jatuh." Kata Devano membuat Adara tersenyum lebar


"Iya gak lari em jalan cepet aja." Kata Adara


Adara bangun dia membawa mangkuknya dan menaruh ke dapur lalu bergegas kembali ke kamar agar Devano tidak menunggu.


Ternyata suaminya itu sudah kembali ke ranjang dan Adara langsung menghampirinya.


"Tidur lagi Van." Kata Adara


"Hmm"


Adara meminta Devano untuk berbaring, tapi dia masih duduk dan dengan sayang Adara mengusap rambut hitam Devano sedangkan suaminya itu memeluk pinggangnya.


"Tidur sayang"


Perkataan itu langsung membuat Devano mendongak dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


"Bilang apa barusan?" Tanya Devano senang


"Sayang"


"Lagi"


"Sayanggg"


Devano tertawa dia memeluk Adara lagi dan istrinya itu terus mengusap rambutnya dengan sayang.


Adara terus melakukannya hingga Devano kembali tenang dan terlelap dalam tidurnya.


Devano lelah sekali, tapi dia selalu mengutamakan Adara.


"Tidur yang nyenyak suamiku sayang"


Adara membiarkan Devano terus berada pada posisi itu karena dia sendiri belum mengantuk.


Adara juga suka menatap Devano yang tertidur sambil memainkan rambutnya.


Ah tidak Adara suka semua yang ada pada diri Devano dan apa yang Devano lakukan.


°°°°


Helloo aku updateee❤