
Wajah Daffa sangat tidak bersahabat menatap anaknya yang kini bersembunyi dibalik pelukan Fahisa karena takut, dia tadi sedang ingin keluar rumah, tapi malah melihat anaknya bersama Ziko sedang berciuman. Masalah terbesar bagi Daffa dia tidak ingin kalau ada orang yang melihat lalu mengecap Devina dengan buruk dan lagi Daffa juga tidak suka anaknya sampai berciuman begitu.
Mereka sudah bertunangan setidaknya jangan sampai berciuman di bibir begitu karena Daffa tau kalau sudah sekali nanti bakal keterusan dan bagaimana kalau sampai berbuat lebih?
Astaga Daffa tidak bisa membayangkannya, dia merasa kesal sekali.
Bukan hanya Devina, tapi juga langsung meminta Devano untuk bergabung dia akan memberikan omelan pada kedua anaknya termasuk Devano karena waktu disalahkan Devina bilang kalau Devano juga pernah.
"Devina jelaskan sama Daddy apa maksudnya tadi? Kalian berciuman di depan." Kata Daffa tidak percaya
"Apa?! Kamu sama Ziko?!" Tanya Devano kaget
"Daddyy"
"Bagaimana kalau ada yang lihat? Daddy tidak mau kamu dianggap buruk sama orang lain." Kata Daffa
"Maaf"
Devina mengatakannya dengan pelan dam mengeratkan lagi pelukannya.
"Devina kamu apaan sih..."
"Kamu juga Devano pernah kan?! Ya ampun kalian berdua ini baru lulus SMA." Kata Daffa sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Daddy kenapa..."
"Vina tadi bilang." Kata Daffa membuat Devano menatap kembarannya yang memeluk Fahisa lebih erat
Dia berbicara dengan sangat pelan, tapi masih sanggup Devano dengar.
"Vina gak mau dimarahin sendirian." Kata Devina
"Dengar ya? Daddy tidak pernah melarang kalian berpacaran, tapi tidak dengan ciuman di bibir begitu, bagaimana kalau keterusan dan sampai lebih dari sekedar ciuman?" Omel Daffa
"Daddy kan Vina sudah besar." Kata Devina lugu
"Devina kamu ini." Kata Fahisa
"Tetap saja Devina kalian itu belum menikah." Kata Daffa
Devina diam dan memeluk Fahisa lagi dengan sangat erat.
"Selama liburan kalian tidak Daddy izinkan pergi jauh-jauh." Kata Daffa
"Daddyy"
"Lihat saja ya? Daddy akan ajak Ziko ketemu." Kata Daffa galak
"Daddy mau ngapain? Jangan dimarahin." Kata Devina sedih
"Daddy tidak mau kalau sampai ada orang yang lihat nanti mereka akan beranggapan buruk tentang kamu." Kata Daffa
"Kalau enggak ada yang lihat, boleh?" Tanya Devina dengan polosnya
"Eh Devina." Kata Fahisa sambil menatap Devina yang kini menyembunyikan wajahnya di balik leher
"Devina kamu ini benar-benar ya?" Kata Daffa yang tidak habis fikir dengan perkataan anaknya
"Daddy udah jangan marahin lagi mukanya jangan galak-galak." Kata Devina membuat Fahisa tertawa mendengarnya
"Fahisa anak kamu..."
"Anak Daddy juga." Kata Devina
"Mas udah ah." Kata Fahisa
"Dia ini aku ingin marah, tapi lihat malah bersikap begini." Kata Daffa
"Jangan marahin Vina." Kata Devina lagi
"Sini Devina lihat Daddy." Kata Daffa
"Gak mau! Daddy mukanya lagi galak takut." Kata Devina
"Sini Devina." Kata Daffa lagi
Melirik sebentar Devina akhirnya mendongak dan menatap Daddy nya yang membuat pria paruh baya itu semakin gemas lalu mencubit pipinya cukup kuat.
"Vina Vina pernah lihat Daddy sama Mommy ciuman juga di kamar." Kata Devina
Perkataan itu tidak hanya mengejutkan kedua orang tuanya, tapi Devano juga dia bahkan langsung menutup mulut Devina ketika Daffa melepaskan tangannya.
"Vina kamu inii"
"Ih Vina pernah lihatt waktu mau masuk kamar Mommy sama Daddy, tapi malah lihat itu jadi Vina kabur." Kata Devina sambil melepaskan tangan Devano
Kini Fahisa diam dengan wajah memerahnya, tapi Daffa malah ingin tertawa apalagi melihat anaknya.
"Ya jangan bilang Vina." Kata Devano tidak habis pikir dengan kembarannya
"Vina pernah lihat dua kali di kamar sama di dapur." Kata Devina lagi
"Vinaaa"
"Hey kamu ini suka mengintip." Kata Daffa
"Bukan ngintip gak sengaja lihat." Kata Devina
"Mas udah ah jangan diterusin." Kata Fahisa dengan wajah memerah
Devina melihat itu lalu tertawa dan memainkan pipi Mommy nya dengan gemas.
"Ih Mommy malu pipinya merah kayak tomat"
Daffa benar-benar tidak habis pikir dengan anaknya, dia yang tadi ingin marah, jadi tidak bisa karena tingkah Devina yang menggemaskan.
Mana bisa dia marah.
Lihat saja habis ini dia akan bicara dengan Ziko dan kedua orang tuanya.
¤¤¤
"Vina kamu kasih tau Daddy?"
Devina menjawab pertanyaan itu dengan anggukan ketika Devano datang ke kamar dan bertanya padanya tentang Daffa yang tau kalau dia pernah mencium Adara beberapa kali. Melihat itu Devano duduk disebelah kembarannya Devano melihat gadis itu tersenyum manis.
Menggelengkan kepalanya pelan Devano mencubit pipi Devina dengan gemas, dia ingin protes, tapi karena Devina yang melakukannya Devano tidak bisa marah.
"Vina gak mau dimarahin sendirian, jadi Vina bilang Daddy juga biar kita dimarahin sama-sama." Kata Devina dengan senyuman bangganya
"Kamu ini untung aku sayang." Kata Devano
"Kalau enggak sayang?" Tanya Devina
"Kalau enggak sayang udah aku marahin." Kata Devano galak
Devina tersenyum lalu memeluk Devano dengan erat.
"Jangan dimarahin nanti Vina nangis." Kata Devina
"Tapi, kenapa Ziko cium-cium kamu lagi?" Tanya Devano
Devina menatap kembarannya lalu memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.
"Ziko kan memang sering cium Vina." Kata Devina
"Sering?!"
"Iya sering, Vano juga kan?" Kata Devina
Devano memasang wajah kesalnya ketika mendengar hal itu, tapi Devina hanya tersenyum saja padanya.
"Kamu memang gak bisa bikin aku marah ya?"
¤¤¤
Ziko diam ketika dia bertemu dengan Daffa yang merupakan orang tua dari kekasihnya yang kini duduk dihadapannya. Mereka berdua ada di salah satu cafe tengah duduk berhadapan tentu saja Devina tidak tau kalau Daffa mengajak kekasihnya bertemu.
Jantung Ziko berdetak dengan sangat cepat, dia takut dimarah atau yang paling buruk diminta untuk menjauhi Devina. Cukup lama terdiam Ziko mendongak untuk menatap Daffa yang berdeham pelan lalu meminum kopi yang tadi dia pesan.
"Saya tidak suka kamu melakukan hal seperti itu pada Devina." Kata Daffa
Ziko terdiam, dia semakin takut.
"Saya takut kalau ada orang yang melihat lalu menganggap buruk Devina dan saya tidak suka hal itu." Kata Daffa
"Iya Om maaf." Kata Ziko pelan
"Saya tidak pernah melarang kalian berpacaran bahkan sampai mengizikan kalian pergi sampai malam atau menginap di rumah kamu, tapi jangan sampai melakukan sesuatu yang bisa membuat orang lain meganggap buruk kalian berdua." Kata Daffa
"Iya Om saya minta maaf." Kata Ziko lagi
"Sayaa mungkin mengenal kalian dengan baik, tapi tidak dengan orang lain dan Ziko saya percaya sangat percaya kalau kamu akan menjaga anak saya dan tidak akan berbuat lebih dari itu," Kata Daffa.
Dia menatap Ziko yang tengah menatapnya juga.
"Setelah ini saya akan batasi jam keluar kalain berdua." Kata Daffa
Ziko hanya mengangguk patuh saja setidaknya dia tidak diminta menjauhi Devina kan?
"Sekarang saya akan menanyakan sesuatu." Kata Daffa
Ziko menatap orang tua kekasihnya lagi lalu terdiam mendengar apa yang diakatakan setelahnya.
"Kalau kamu memang ingin menikahi anak saya dalam waktu dekat bicarakan dengan orang tua kamu lalu temui saya lagi"
¤¤¤
Lampu hijau sudah menyala Ziko sayang ayo langsung di gass😂
Yes or no untuk Devina dan Ziko menikahh lebih cepat😶
Hm aku lagi suka triple update haha😂