My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (2)



"Vanooo"


Suara itu membuat Devano langsung mendongak dan senyumnya mengembang dengan sempurna begitu melihat wajah yang sangat dia rindukan apalagi ketika sosok itu berlari ke arahnya lalu memeluknya dengan erat. Cukup lama terdiam Devano langsung membalas pelukan itu tak kalah erat, dia rindu sekali pada Devina rasanya sudah lama dia tidak memeluk kembarannya.


Selama satu minggu tanpa Devina dia benar-benar merasa kesepian karena Devano kehilangan kembarannya yang selalu masuk ke dalam kamar tanpa izin, merengek minta dibelikan sesuatu atau mengantarnya ke suatu tempat, sering minta untuk dipeluk dan ditemani tidur. Rasanya Devano sangat merindukan Devina, tapi dia senang karena sekarang kembarannya itu datang ke rumah dan Devano ingin berlama-lama bersama Devina.


Dia ingin memeluk kembarannya itu untuk waktu yang lama.


"Vina kangenn"


"Aku juga kangen banget sama kamu." Kata Devano sambil mengeratkan pelukannya


"Vina lebih kangen." Kata Devina


"Aku yang lebih kangen." Kata Devano membuat Devina tertawa kecil mendengarnya


Cukup lama mereka berpelukan hingga suara Daffa terdengar dan membuat pelukan mereka terlepas.


"Vina sini duduk dulu kamu baru sampai." Kata Daffa


Devina melepaskan pelukannya dan mengangguk patuh lalu berjalan ke arah sofa bersama dengan kembarannya. Sampai sana Devina duduk tepat disamping Ziko lalu Devano duduk di dekat Daffa.


"Vina enggak bilang mau kesini Mommy gak ada apa-apa sayang." Kata Fahisa


Benar, Devina tidak bilang kalau mau datang Devano tidak ada ice cream di kulkas biasanya Devina yang selalu mengisinya.


"Enggak papa Mommy." Kata Devina dengan senyuman manisnya


Devano juga rindu sekali melihat senyuman manis kembarannya.


"Iya Ma gak masalah kami kesini mau main aja Vina bilang kangen banget dan di rumah kami juga gak ada kerjaan apapun." Kata Ziko


Ziko pengertian sekali mengajak Devina ke rumah padahal baru satu minggu mereka menikah tadinya Devano fikir mereka akan pergi bulan madu berdua, tapi ternyata salah.


"Mama senang karena kalian datang kesini." Kata Fahisa


"Iya, makasih Ko udah ajakin Vina kesini." Kata Devano sambil tersenyum


Devano sangat berterima kasih pada Ziko karena sudah mengajak Devina ke rumah dan mengobati rasa rindunya.


Setelahnya Ziko mengobrol bersama dengan kedua orang tuanya dan Devano hanya menyimak saja sambil melemparkan senyuman manisnya pada Devina yang juga tersenyum padanya. Tak hanya itu Devina juga melambaikan tangan padanya membuat Devano ingin tertawa karena Devina terlihat lucu.


Devano terus menatap Devina hingga dia mendengar pertanyaan yang Daddy nya ajukan dan membuat Devano langsung mengalihkan pandangannya.


"Kamu gak ada niat mau ajak Devina pergi? Tau kan maksud Papa?"


Devano langsung menatap Ziko yang tersenyum canggung dan memberikan jawaban, tapi begitu melihat Devina kembarannya itu bersikap biasa saja.


Ah dia tau Devina pasti tidak mengerti, kembarannya itu sedikit lola.


"Pergi kemana?" Tanya Devina sambil menatap yang lainnya dengan penasaran


Benar kan dugaannya, dia terlihat begitu polos ketika bertanya.


"Jalan-jalan sayang." Kata Daffa


Kembarannya itu mengangguk faham, tapi begitu dia menjawab dengan begitu lugunya Devano tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.


"Ada kok Daddy kami sudah berencana mau pergi jalan-jalan emm ke kedai ice cream terus ke pantai atau ke mall juga dan tadi malam kami ke pasar malam"


Pantas saja Ziko sangat tergila-gila pada kembarannya.


Bahkan setelah ditertawai Devina malah protes dan merasa tidak terima sambil membela dirinya.


¤¤¤


Saat ini Devani berada di taman belakang rumah bersama dengan Devina karena Ziko sedang mengobrol bersama kedua orang tua mereka. Devina menyandarkan kepalanya di bahu Devano sambil tersenyum senang dan memeluk lengan Devano dengan sayang.


Rasa rindu Devano benar-benar sudah terbayarkan sekarang, dia duduk lagi bersama dengan Devina dan menghabiskan waktu berdua meski hanya untuk beberapa jam saja. Sulit sekali berada jauh dari Devina mungkin karena masih satu minggu pertama, tapi nanti dia pasti akan terbiasa.


"Vina kangen banget sama Vano." Kata Devina entah untuk yang keberapa kalinya


"Aku enggak"


"Ish bohong! Vano suka masuk kamar Vina kan? Vano kesana karena kangen sama Vina." Kata Devina membuat Devano menatapnya dengan bingung


"Kamu tau dari mana?" Tanya Devano penasaran


"Kamu betah kan disana Vin?" Tanya Devano mengalihkan pembicaraan


"Em betah"


"Kamu biasanya ngapain disana?" Tanya Devano


"Nonton tv atau main game sama Ziko kadang ngobrol sama Mama juga." Kata Devina


"Kamu senang kan disana?" Tanya Devano lagi


Devina menatap Devano dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya.


"Heem senang banget Vano disana mereka baik banget sama Vina apalagi Mama dia sering ajakin Vina ngobrol." Kata Devina


Devano tersenyum lalu mengusap pipi Devina dengan sayang membuat kembarannya itu tersenyum.


"Vano tau gak?" Tanya Devina


"Tau apa?"


"Vina kangen banget sama Vano terus Mommy dan Daddy, tapi kalau Vina bilang sama Ziko dia langsung ajakin Vina kesini bahkan pas pertama kali Vina pergi Ziko bilang kalau Vina masih mau tinggal disini kita bisa tinggal lagi untuk beberapa hari." Kata Devina


Hati Devano menghangat ketika mendengarnya, dia senang sekali dengan kenyataan bahwa Ziko tidak membatasi hubungan Devina dengan keluarganya dan lagi Ziko sangat pengertian pada Devina.


"Ziko baik"


"Iyaa Ziko baik banget dia kayak Vano suka ngalah sama Vina." Kata Devina


"Ziko sering gangguin kamu kayak aku gak?" Tanya Devano sambil tersenyum


"Em kadang-kadang kalau Vano sering." Kata Devina membuat Devano tertawa kecil mendengarnya


"Tapi, kamu kangen kan aku gangguin?" Kata Devano


"Iyaaa"


Devina mengatakannya dengan bibir mengerucut lalu dia memeluk Devano lagi dan memejamkan matanya.


Hari yang menyenangkan untuk Devano.


¤¤¤


"Seneng banget kelihatannya"


Devano mendongak begitu pinta kamarnya terbuka lalu dia tersenyum senang melihat Fahisa yang masuk ke dalam kamarnya. Menaruh gitar miliknya Devano berjalan mendekat lalu memeluk Mommy nya dengan sayang membuat Fahisa tersenyum sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


Kembarannya sudah pulang, tapi Devano masih merasa senang karena kehadiran Devina tadi bahkan dia puas sekali memeluk Devina karena Ziko benar-benar tidak masalah dengan hal itu. Jangan salah sangka juga Devano tidak terus menempel pada Devina dia hanya mengajak Devina ke taman belakang atau ke ruang tengah kalau Ziko lagi mengobrol bersama orang tuanya.


Devano tidak lantas memisahkan keduanya ketika Devina ke rumah.


"Vano seneng tadi Vina kesini." Kata Devano


Melepaskan pelukannya Fahisa mengusap pipi anaknya itu dengan sayang lalu mencubitnya.


"Ternyata Vano juga gemesin sama kayak Vina ya?" Kata Fahisa sambil tersenyum


"Aku gak gemesin Mom." Kata Devano


"Gemesin ah apalagi kalau lagi kayak tadi tiba-tiba meluk Mommy nya." Kata Fahisa


"Oh Mommy mau aku peluk terus ya? Sini Vano peluk." Kata Devano sambil memeluk Fahisa lagi


Tertawa kecil Fahisa membalas pelukan itu sambil mengusap punggung anaknya dengan sayang.


"Udah ah tidur sana." Kata Fahisa


Devano melepaskan pelukannya lalu mengangguk sebagai jawaban dan Fahisa mengikuti Devano hingga dia berbaring di atas ranjang.


Menarik selimut untuk menutupi tubuh anaknya Fahisa tersenyum penuh arti sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


"Selamat malam Devano anak manjanya Mommy"


¤¤¤


Aduh gak ada Devina sekarang jadi Devano yang manja sama Mommy Hisa💞