
Adara menghela nafasnya pelan ketika suaminya belum juga pulang padahal sudah jam tujuh malam, tapi sebelumnya Devano memang memberikan kabar kalau dia pulang malam karena cukup sibuk. Sebentar lagi waktu makan malam dan Adara harap Devano akan segera pulang agar mereka bisa makan bersama.
Berulang kali Adara melirik jam lalu menatap ke arah pintu menanti kehadiran suaminya yang tak juga pulang padahal Adara sudah sangat rindu. Menunduk untuk menatap perut buncitnya Adara tersenyum lalu mengusapnya dengan sayang.
Tak lama suara pintu terbuka membuat Adara mendongak dan tersenyum begitu melihat sosok Devano muncul.
"Sayanggg"
Devano yang baru pulang terdiam mendengar panggilan yang Adara berikan.
"Sayang siniii"
Lagi, Devano semakin terkejut, tapi melihat wajah senang Adara membuat dia tersenyum dan langsung mendekat.
Lelahnya hilang begitu saja ketika melihat Adara apalagi mendapat panggilan itu dari Adara yang memang sangat jarang memanggilnya dengan kata sayang.
"Kenapa baru pulang?" Tanya Adara
Devano tertawa pelan dia langsung memeluk Adara dan mencium singkat puncak kepalanya.
"Nungguin aku dari tadi ya?" Tanya Devano
"Iyaa lama banget aku kangen Van." Kata Adara
"Ehh"
"Kangenn"
"Ya ampun kasiannyaa Mama Dara." Kata Devano sambil tertawa
Adara bersandar manja di bahu Devano sambil memejamkan matanya ketika Devano memberikan usapan di kepalanya dengan sayang.
"Gimana kamu hari ini hm? Ada sakit gak perutnya atau mual?" Tanya Devano
Adara melepaskan pelukannya dia menatap Devano dengan senyuman lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Enggak ada." Kata Adara
"Baby nya pintar ya?" Kata Devano senang
Tapi, memang Adara jarang sekali mual atau muntah dan Devano merasa cukup senang untuk itu karena dia tidak tega kalau Adara sampai mual hingga cukup parah seperti saat itu.
"Sebentar ya? Aku mandi dulu." Kata Devano
"Jam segini?"
"Iya Ra panas banget." Kata Devano sambil tersenyum
Adara ikut tersenyum lalu mengangguk singkat dan membiarkan Devano pergi ke kamar mandi.
Belakangan ini memang Adara sangat lengket sekali pada Devano setiap kali suaminya itu di rumah Adara tidak mau jauh-jauh dia selalu ingin ada di dekat suaminya.
Selagi menunggu Devano di kamar mandi Adara meraih ponsel pria itu dan membukanya sambil melihat beberapa pesan yang masuk. Awalnya Adara terlihat biasa saja, tapi begitu matanya melihat satu nama wajahnya berubah muram.
Di situ terlihat nama seorang wanita yang bernama Aira entah siapa dia Adara baru mendengar namanya. Tangan Adara langsung membuka pesan itu dan membaca beberapa pesan yang masuk.
Decakan kesal terdengar begitu Adara membaca pesan yang sebenarnya tidak pernah mendapat balasan dari Devano.
Van kamu beneran gak ingat sama aku?
Masa enggak ingat sih Van?
Aku sekretaris Pak Haidar yang tadi kita meeting di resto aku juga teman kamu waktu SMP tau
Adara langsung mengetikkan balasan dengan perasaan kesal.
Maaf siapa ya?
Saya istrinya Vano jangan sok kenal kamu sama suami saya
Adara langsung meletakkan ponselnya di ranjang dan tak lama setelahnya Devano keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti pakaian menjadi kaos dan celana pendeknya.
Devano menatap istrinya dengan bingung ketika wajah Adara mendadak berubah murung. Berjalan mendekat Devano duduk di tepian ranjang lalu mengusap pipi Adara dengan sayang.
"Kenapa sayang?" Tanya Devano
Adara menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa? Masa tiba-tiba cemberut." Kata Devano dengan penuh kelembutan
"Aira siapa Van?" Tanya Adara
"Aira? Oh dia ada hubungin aku lagi ya?" Tanya Devano
Adara mengangguk sebagai jawaban.
"Katanya teman aku, tapi gak tau sih udah lupa juga aku waktu SMP gak terlalu banyak teman kemana-mana sama Devina terus, biarin aja gak usah di balas." Kata Devano
Adara kembali mengangguk kini dia sedikit lebih lega.
"Mau aku blokir sebenarnya, tapi dia sekretaris salah satu rekan kerja aku, jadi gak bisa udah dari kemarin deh kayaknya chat padahal aku udah bilang gak ingat, tapi masih terus chat aku." Kata Devano
Adara mengangguk faham dan tersenyum.
"Aku bilang jangan gangguin suami aku." Kata Adara
Devano tertawa lalu mengangguk sebagai jawaban dan membiarkan Adara melakukan apa yang dia mau.
"Huh sebel banget punya suami ganteng banyak yang suka." Keluh Adara
"Astaga"
Devano tertawa dan mencubit gemas pipi Adara.
"Jelekin dikit Vannn." Kata Adara
"Gimana caranya sayang?" Kekeh Devano
Adara memasang wajah sebalnya lalu mendekat dan memeluk Devano dengan sayang.
Sebal sekali rasanya masih ada banyak wanita yang mendekati suaminya meskipun tau Devano sudah menikah.
Apa wanita itu tidak melihat cincin di jari manis Devano ya?!
Menyebalkan sekali!
°°°°
Halo maaf baru bisa updateee🙂
Aku gak update karena Ibu aku lagi sakit, tapi sekarang udah lebih baik makanya aku bisa update walaupun cuman sedikit hehe
Makasih yang masih mau menunggu cerita ini update❤