My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (4)



"Vanoo ih udah dibilang jangann"


Adara melayangkan protesnya sambil memukul lengan kekasihnya dengan penuh kekesalan yang malah membuat Devano tertawa lalu menangkap lengannya. Kemarin mereka menonton bioskop dan Devano mengajak Adara untuk sekalian berjalan-jalan mereka juga pergi ke toko baju.


Di salah satu butik Devano melihat Adara yang memegang sebuah dress cantik berwarna navy dan melihat harganya. Saat Devano tanya Adara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan bahwa dia tidak ingin hanya melihat saja.


Sayangnya Devano terlalu peka untuk seorang pria dia tau Adara suka dress itu, tapi mungkin karena harganya yang sedikit mahal dia jadi berfikir untuk membelinya. Padahal Devano mengajak Adara ke sana agar bisa membelikan sesuatu untuknya, tapi Adara menolak dan meminta dia untuk tidak melakukannya.


Sayangnya Devano adalah pria yang cukup keras kepala hingga dia kembali lagi kesana setelah mengantar Adara pulang lalu membelinya dan memberikan sekarang.


"Kamu tuh nyebelinn." Kata Adara kesal


"Ra gak papa tau kamu kan suka." Kata Devano sambil tersenyum


"Vann ini tuh terlalu mahal aku gak mau sana balikin lagii." Kata Adara dengan wajah cemberut


Devano tersenyum lalu mencubit pipi Adara dengan gemas dan memeluknya.


"Gak papa Ra anggap aja itu hadiah ya?" Kata Devano


"Udah banyak banget kamu kasih aku hadiah." Kata Adara


Tertawa kecil Devano melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Adara dan terasenyum manis.


"Pokoknya aku kasih itu untuk kamu harus diterima gak boleh di tolak." Kata Devano


"Makasih"


Adara mengatakannya dengan suara yang cukup pelan membuat Devano tersenyum mendengarnya.


"Aku suka beliin sesuatu untuk orang yang aku sayang Ra dulu juga gitu sama Devina, tapi sekarang Devina kan udah menikah jadi kamu yang bakal sering aku beliin sesuatu." Kata Devano


"Ya jangan sering-sering juga Van nanti orang tua kamu marah." Kata Adara membuat Devano tertawa mendengarnya


"Mana ada marah Daddy malah senang dia bilang aku itu gak bisa ngabisin uang karena sering banget uang saku yang Daddy kasih masih sisa banyak untuk aku." Kata Devano


Adara hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu mendekat pada kekasihnya dan menyandarkan kepala di bahunya sambil memeluk sayang lengannya.


"Aku sayang banget sama kamu Van." Kata Adara


"Aku juga Ra." Kata Devano sambil mengusap kepala Adara dengan sayang


"Kamu beneran gak bosan sama aku Van?" Tanya Adara


"Enggak lah aku gak pernah bosan." Kata Devano


"Kamu gak mau nanya hal yang sama ke aku?" Tanya Adara


Devano tertawa lalu mencubit pelan pipi Adara dan mengatakan hal yang membuat kekasihnya itu kesal.


"Kamu gak boleh bosan sama aku Ra lagian aku kan gak ngebosenin buktinya kalau kita jarang ketemu kamu chat terus bilang kangen aku." Kata Devano


"Kamu paling bisa ya Van bikin orang sebel." Kata Adara


"Kalau kamu bosan juga aku gak bakal ngelepasin kamu Ra." Kata Devano


"Kalau aku mau pergi?" Tanya Adara


"Aku halangin lah terus aku bawa ke rumah kurung di kamar biar gak bisa kabur terus besoknya aku nikahin." Kata Devano sambil tertawa


"Kamu sekarang suka bercanda Van." Kata Adara dengan senyuman


"Sama kamu atau keluarga aku aja kalau ke yang lain gak pernah." Kata Devano


"Kamu ganteng banget sih Van." Kata Adara tiba-tiba


Devano lantas tersenyum mendengar pujian itu apalagi ketika Adara menatapnya dengan penuh kelembutan.


"Aku jadi takut kamu diambil orang deh." Kata Adara


"Makanya nikah." Kata Devano


"Nikah juga gak menjamin kamu gak bakal direbu orang." Kata Adara


"Tapi, bisa mempersempit kemungkinan dan kalau untuk aku kamu tenang aja karena aku gak bakal suka sama orang lain selain kamu." Kata Devano


"Masa?"


"Kamu mah suka gak percaya sama pacar sendiri Ra, kenapa sih?" Tanya Devano sebal


"Bukan gak percaya aku cuman.. em takut aja." Kata Adara


Adara tersenyum lalu mengangguk patuh dan memeluk Devano lagi.


"Ke pantai yuk Van." Ajak Adara


"Sekarang?"


"Heem sebentar aja mau lihat sunset sama kamu disana." Kata Adara


"Boleh"


"Yaudah aku siap-siap dulu." Kata Adara senang


Sebelum pergi ke kamar dia mencium pipi Devano lebih dulu lalu berlari kecil meninggalkan kekasihnya yang tersenyum melihat tingkahnya. Sekitar sepuluh menit Adara keluar dengan memakai celana jeans serta kaos berwarna putih yang dia pakai, memang Adara itu sepalu berpenampilan sederhana.


Menggenggam tangan Adara dengan sayang keduanya keluar dari rumah dan tak lupa Adara lebih dulu mengunci pintu rumahnya lalu masuk ke dalam mobil bersama dengan Devano. Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan Adara sibuk memperhatikan Devano dari tempatnya duduk.


Devano terlihat serius sekali dan dia suka kalau Devano tengah serius begitu karena wajahnya berkali-kali lipat lebih tampan. Rasanya setiap sudut yang ada di wajah Devano sempurna.


Apa Devano tidak terlalu sempurna untuknya?


"Kenapa Ra? Ada yang mau kamu bilang ke aku?" Tanya Devano ketika merasa sejak tadi Adara memperhatikannya


"Enggak kok aku cuman lagi mau lihat kamu aja." Kata Adara


"Dulu kamu males lihat aku kerjaannya marah sama ngusir aku aja." Kata Devano


"Kan dulu Vano sayang." Kata Adara tanpa sadar


"Sayang?"


Devano tersenyum dan menatap Adara yang terlihat salah tingkah.


"Coba ulang lagi." Kata Devano


"Enggak ada pengulangan." Kata Adara dengan pipi merona


Tertawa kecil Devano meraih tangan Adara dan mencium punggung tangannya.


Adara tidak tau semerah apa wajahnya, tapi dia benar-benar gugup selama sisa perjalanan mereka bahkann ketika sampai di pantai Adara tidak banyak bicara.


Tangan Devano merangkulnya mereka berjalan ke area pantai, tapi jauh dari bibir pantai. Mengingat sudah cukup sore Devano hanya mengajak Adara duduk di atas pasir pantai.


Sudah sepi pengunjung mungkin karena sudah sore.


"Van"


"Hmm"


"Sekarang hubungan aku sama Ayah udah semakin baik dan kemarin dia minta aku supaya ajak kamu ketemu katanya dia mau minta maaf." Kata Adara


"Ketemu aku? Kapan?" Tanya Devano


"Dia bilang minggu ini kalau kamu mau." Kata Adara


"Aku mau kok bilang aja sama Om Juan dan kasih tau aku dimana kita harus ketemu." Kata Devano


"Kamu gak marah sama Ayah?" Tanya Adara pelan


"Marah sih iya, tapi udah lewat juga Ra yang penting semuanya udah membaik sekarang." Kata Devano


"Kamu terlalu sempurna gak sih Van untuk wanita kayak aku?" Tanya Adara sambil menatap Devano


Pertanyaan itu membuat Devano berdecak kesal lalu mencubit pipi Adara dengan kuat.


"Kalau kamu nanya itu lagi aku bener-bener bakal nikahin kamu secara paksa ya?"


Adara mengerucutkan bibirnya sebal lalu menyandarkan kepalanya di bahu Devano.


"Aku gak bercanda ini Ra kalau kamu bilang gitu lagi aku bakal bener-bener nikahin kamu secara paksa." Kata Devano


"Iya enggak nanya gitu lagi." Kata Adara


Tersenyum tipis Devano mencubit lagi pipi Adara dan mengatakan hal yang membuat gadis itu terdiam.


"Aku yang berhak nentuin wanita mana yang pantas untuk aku, jadi kamu gak perlu memikirkan hal itu Adara sayang karena bagi aku cuman kamu yang pantas"


¤¤¤


Aku updateeee😚