
"Aduh Ra sakittt"
Devano meringis kesakitan kala Adara mencubit lengannya karena kesal ketika Devano terus saja menggodanya dan meminta Adara untuk menuruti keinginannya. Bukan tidak mau, tapi masalahnya Adara lelah sekali dia baru saja selesai bimbingan skripsi yang untungnya tidak ada masalah atau hal yang harus dia perbaiki kalau ada sudah dapat di pastikan Adara akan sangat sangat sensitif.
Baru sampai rumah Devano langsung memeluknya dan mendusal manja di lehernya tidak lupa dia juga mengecup leher jenjang itu beberapa kali. Saat di tanya Devano bilang dia ingin main tentu saja Adara langsung kesal karena suaminya itu tidak ada bosannya padahal hampir setiap malam mereka melakukannya.
Jangan tanya berapa lama deh Adara tidak mau jawab.
"Jahat banget." Kata Devano manja
"Ya kamu sih aku capek Van nanti aja malam." Kata Adara
"Janji ya?" Kata Devano
"Iya janji, kamu udah makan siang?" Tanya Adara sambil tersenyum
"Belum Mommy sama Daddy lagi pacaran aku malas makan sendirian." Kata Devano
Adara terkekeh pelan ketika mendengarnya dia mendongak dan menatap mata sang suami yang terlihat indah.
"Aku lapar, makan yuk Van?" Ajak Adara
"Hm yaudah ayuk makan istri aku jangan kelaparan." Kata Devano membuat Adara tertawa mendengarnya
Meraih tangan Devano yang terulur Adara bersama dengan suaminya pergi keluar kamar dan menuju ruang makan. Di sana sudah beberapa makanan yang telah di masak oleh Bibi dan kebetulan sekali Adara sangat suka hingga dia terlihat begitu bersemangat.
"Sini aku ambilin." Kata Adara
Devano hanya mengangguk sambil menatap Adara yang mengambilkan makan siang untuknya.
"Van"
"Hm"
"Kayaknya si Alex sama Cessa lagi berantem." Kata Adara sambil meletakkan piring di depan suaminya
"Lagi?"
"Hm gak tau sih masalah apa, tapi Alexa tadi cerita kayaknya salah faham lagi." Kata Adara
"Mereka berdua gak capek apa ya? Ribut terus." Kata Devano
"Ya gimana mereka sama-sama keras Van." Kata Adara
Setelah selesai mengambil makan siang untuknya Adara mulai menyantap makan siangnya sambil sesekali bercerita.
"Iya kadang Alex juga gak pernah mau coba jelasin." Kata Devano
"Padahal Cessa cuman butuh penjelasan aja Van lagian Alex sih masih aja ganjen." Kata Adara sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Susah berubah Ra, tapi menurut aku Alex udah banyak berubah sih dia itu tipe cowok yang gak suka di atur dan waktu sama Cessa dia nurut aja padahal biasanya kalau di atur-atur gitu udah deh di tinggalin nanti sama Alex." Kata Devano
"Hafal banget kamu Van." Kekeh Adara
"Iyalah aku udah sahabatan lama sama dia dan ya Alex kalau ada apa-apa juga ceritanya ke aku bukan ke Erick atau Yuda mereka mah gak bisa di percaya." Kata Devano membuat Adara tertawa kecil ketika mendengarnya
"Memang"
"Eh tapi Van dulu kamu kenapa gak kasih izin Alex dekat sama Vina?" Tanya Adara
"Ya karena di gitu Ra mudah bosan gak maulah aku kalau Devina cuman di jadiin pelampiasan aja." Kata Devano
"Iya sih, kamu memang benar-benar cowok idaman ya Van." Kata Adara membuat Devano tersenyum mendengarnya
"Iya dan kamu cewek pertama yang nolak cowok kayak aku." Kata Devano
"Ya kan duluuu." Kata Adara dengan wajah cemberut
"Haha iya Ra maaf." Kata Devano
"Van"
"Hm"
"Kita kan udah mau selesai kuliah nya ya? Kamu malah udah selesai tinggal nunggu wisuda aja." Kata Adara
Adara menghentikan sejenak aktivitasnya dan menatap Devano yang sekarang juga menatap ke arahnya.
"Kamu ingat kan perkataan aku tentang punya anak? Kayaknya aku udah siap deh Van." Kata Adara
"Beneran?" Tanya Devano serius
"Iya gak baik juga Van kalau di tunda terus." Kata Adara membuat Devano tersenyum mendengarnya
"Serius kamu Ra?" Tanya Devano
"Iya gak perlu nunggu siap kok nanti pasti bakal siap dengan sendirinya." Kata Adara
Devano tersenyum dia mengusap kepala Adara dengan sayang dan membuat istrinya itu ikut tersenyum.
"Aku serius Van aku bukan cuman mau jadi istri kamu, tapi jadi Ibu dari anak-anak kamu juga"
Perkataan itu membuat Devano tidak bisa menahan senyumnya dia mencubit gemas pipi istrinya.
"Kamu buat aku gemes deh Ra"
Adara tertawa kecil mendengarnya lalu dia mengambil satu suap makan siang miliknya dan mengarahkannya pada sang suami.
"Aaaaa"
Devano tersenyum dan menerima suapan itu dengan penuh kebahagiaan.
Ah Adara semakin perhatian Devano jadi makin cinta.
°°°°
Aku updateeee ayo bacaaa☹️