My Possessive Twins

My Possessive Twins
Devano (6)



Adara hanya bisa diam sambil memejamkan matanya kala dia mendapatkan omelan dari Devano karena dia yang jatuh sakit setelah kemarin kehujanan. Kemarin Adara berbohong dia bilang tidak akan pergi ke mana-mana, tapi ternyata Adara pergi ke rumah temannya.


Bukan tanpa alasan Adara pergi kesana untuk mengerjakan tugas juga meminjam uang untuk membayar tagihan listrik yang cukup besar karena dia sudah menunggak dua bulan, dia malu kalau harus meminta pada Devano. Selain itu Adara juga sudah cukup dekat dengan temannya jangan salah faham dia seorang wanita namanya Kayla mereka berteman sejak awal perkuliahan.


Adara pergi naik ojek online kemarin lalu dia kehujanan di jalan dan sekarang dia merasa sakit kepala Devano bilang dia demam. Bukan hanya itu Devano juga merasa marah karena ketika sakit Adara tidak bilang bahkan kalau Devano tidak datang tiba-tiba ke rumah dia tidak akan tau.


"Van..."


"Aku gak ngerti deh Ra mau kamu gimana? Aku udah bilang kalau butuh apa-apa bilang." Kata Devano


Adara diam sambil menatap kekasihnya yang terlihat marah.


"Biar aku aja yang bayar ke teman kamu." Kata Devano


"Van gak usah nanti... Nanti Ayah yang bakal bayar." Kata Adara


Adara sendiri jarang minta sesuatu dari Juan karena dia merasa sungkan juga takut dengan Mama tirinya, bukan takut sih, tapi Adara malas berurusan atau mendengar omong kosongnya.


"Kenapa kamu gak bilang? Aku tanya dari tadi Ra." Kata Devano


"Vann kamu udah banyak banget bantuin aku." Kata Adara


"Terus kenapa? Apa masalahnya?" Tanya Devano dengan raut wajah kesal


"Aku gak mau..."


"Aku benar-benar bakal nikahin kamu secara paksa kalau kamu kayak gini terus." Kata Devano


"Devano"


"Kamu kalau ada apa-apa bilang Ra sama aku biar aku bisa bantu." Kata Devano


"Van aku benar-benar merasa gak enak sama kamu." Kata Adara


"Gak enak gimana sih Ra? Kamu kalau mau ke mana-mana bilang biar aku antar kalau butuh apa-apa juga bilang sama aku." Kata Devano


"Aku gak enak sama kamu Devano kita kan masih pacaran." Kata Adara


"Tunangan!"


"Iya tunangan maksudnya." Kata Adara


"Memang kenapa? Cepat atau lambat kita juga akan menikah Ra dan kamu juga bakal tinggal sama aku terus jadi tanggung jawab aku." Kata Devano


"Iya udah maaf aku gak bakal gitu lagi." Kata Adara pelan


Devano menghela nafasnya pelan lalu mengambil ponsel Adara yang ada di dekat meja dan membukanya tanpa permisi.


"Siapa? Kamu pinjamnya sama siapa?" Tanya Devano


"Kayla"


Adara memperhatikan Devano yang membuka aplikasi chat miliknya lalu mencari nama Kayla disana dan mengetikkan pesan untuknya.


Setelah selesai Devano meletakkan lagi ponsel itu di meja lalu menatap Adara yang tengah berbaring dengan selimut menutupi hingga sebatas leher.


"Masih sakit gak? Mau ke rumah sakit?" Tanya Devano sambil menyentuh dahinya


"Enggak papa Van aku cuman kehujanan kemarin istirahat sebentar juga sembuh kok." Kata Adara


"Sedikit"


"Ke rumah aku aja deh aku gak bakal bisa pulang kalau ninggalin kamu lagi sakit gini." Kata Devano


"Sini aja ya? Aku janji kok kalau ada apa-apa bakal langsung telpon kamu." Kata Adara


Baru akan menjawab suara ketukan terdengar membuat Devano beranjak dari tempatnya karena mungkin itu bubur yang dia pesan sudah datang. Benar saja setelah membayar Devano langsung pergi ke dapur untuk memindahkan bubur yang dia beli ke mangkuk lalu membawa minum dan kembali menghampiri Adara.


Dalam diam Adara memerhatikannya dan dia menurut kala Devano membantunya untuk duduk. Kepalanya sudah tidak terlalu sakit karena sebelumnya Devano memberikan roti untuk mengganjal perut mengingat dia tidak sempat sarapan.


"Sini makan dulu habis itu tidur." Kata Devano


"Iya Van"


Tanpa banyak bicara Devano menyuapi kekasihnya itu makan dengan penuh perhatian.


"Aku nanti pulangnya sore atau malam mau lihat dulu demam kamu turun atau enggak kalau memang enggak kamu ikut ke rumah jangan protes aku bakal maksa meskipun kamu gak mau." Kata Devano


"Galak"


Devano menatap kekasihnya itu dengan tajam membuat Adara tertawa kecil mendengarnya.


"Sini tangan satunya aku mau pegang." Kata Adara


Devano mengulurkan sebelah tangannya yang langsung Adara genggam dengan sayang.


"Tadinya aku mau minta Ayah soalnya Ayah pernah bilang kalau aku perlu apa-apa suruh bilang, tapi aku takut sama istrinya Ayah." Kata Adara


"Takut?" Tanya Devano dengan alis bertaut


Devano sedikit bingung sih kalau Adara bilang dia takut.


"Sebenarnya bukan takut sih Van cuman aku itu malas banget kalau dia udah ngomong yang enggak-enggak." Kata Adara


"Memang dia pernah bilang apa hm?" Tanya Devano


"Ya gitu Van bilang anak gak tau diri atau sama kayak Bunda yang sukanya minta uang padahal Bunda gak pernah minta uang sama Ayah." Kata Adara


"Yaudah jangan difikirin kamu kalau ada apa-apa bilang sama aku aja." Kata Devano sambil mengusap pipi kekasihnya dengan sayang


Adara mengangguk patuh lalu kembali membuka mulutnya kala Devano menyuapi dia makan lagi. Suapan demi suapan Adara makan hingga akhirnya bubur yang dia makan sudah habis.


Setelahnya Devano memberikan air minum untuknya dan menaruh piring serta gelas itu di nakas.


"Sekarang kamu istirahat." Kata Devano


"Mau peluk kamu dulu." Kata Adara pelan


Devano tersenyum lalu membawa gadis itu ke dalam pelukannya dan berkali-kali memberikan ciuman di puncak kepalanya membuat Adara mengeratkan pelukan.


Dia benar-benar sayang pada Devano.


°°°


Devano balik lagi nihh😘


Habis ini aku ganti lagi status ceritanya jadi on going karena aku bakal update rutin lagi Devano seperti dulu aku biasa update Vano-Vina❤