
"Amaa"
Nadhin naik ke atas kasur dan menghampiri Adara yang baru saja bangun tidur, anak itu tersenyum lebar hingga matanya menyipit lalu menjatuhkan dirinya di atas tubuh Adara sambil menatap matanya. Wajah Nadhin terlihat begitu lucu membuat Adara tertawa pelan lalu mencubit gemas pipinya, dia jadi berharap calon anak nya ini perempuan pasti lucu sekali.
Memeluk Mamanya dengan sayang Nadhin benar-benar tidak mau bangun hingga bermenit-menit lamanya dan baru turun dari atas tubuh Adara begitu Devano masuk ke dalam kamar bersama dengan kembarannya. Saat kedua orang itu datang Nadhin langsung berdiri, dia melompat sambil merentangkan kedua tangannya ketika Devano mendekat.
"Sini cantik." Kata Devano sambil menggendong tubuh Nadhin dan membuat anak itu tertawa senang.
Adara tersenyum senang melihatnya, dia bangun dan duduk sambil bersandar di kepala ranjang lalu memeluk Nathan yang sudah ada di sampingnya.
"Papa Papaaa aku mau dicini cama Mamaa." Kata Nadhin.
"Mau disini aja hmm?" Kata Devano sambil mengusap pipi anaknya dengan sayang.
"Aku mau temenin Mama jagain adik." Kata Nadhin yang berhasil membuat Devano tertawa pelan mendengarnya.
"Mau sama Mama ya? Enggak mau sama Papa aja?" Tanya Devano.
Nadhin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Gakk cama Mama ajaa Papa kelja." Kata Nadhin.
"Pinter banget sih ini anak Papa." Kata Devano sambil menggigit pelan pipi Nadhin karena merasa gemas.
"Dah Paa dahh jangan cium." Kata Nadhin.
Devano tertawa senang dia memeluk anaknya itu dengan sangat erat karena merasa gemas.
"Aaa dah Paa." Kata Nadhin yang merasa sesak karena di peluk terlalu erat.
"Gemes banget anaknya Papaa." Kata Devano.
Devano yang merasa gemas menciumi pipi Nadhin hingga berkali-kali.
"Amaa Amaa." Rengek Nadhin.
"Van udah ah jangan digangguin." Kata Adara.
"Gemes sih." Kekeh Devano.
Devano naik ke atas kasur dan memeluk Nadhin lagi dengan sangat erat.
"Gemes banget anak Papa inii mau Papa makan aja rasanya." Kata Devano.
Nadhin mengerucutkan bibirnya sebal sambil menatap Papa-nya dengan wajah yang terlihat semakin menggemaskan.
"Aku gak mau cama Papa mau cama Ama aja." Kata Nadhin.
Anak itu menjauhkan dirinya dari Devano lalu bergabung bersama Nathan di pangkuan Adara.
"Kok enggak mau sama Papa?" Kata Devano.
"Papa nakal." Kata Adara sambil tertawa pelan.
"Iya Papa nakal." Kata kedua anaknya bersamaan.
"Oh sekarang udah satu geng sama Mama ya?" Kata Devano.
"Aku mau cama Mama telus jagain adik." Kata Nathan membuat Adara tersenyum dan mengusap kepala anak itu dengan sayang.
"Ya ampun ini anak-anak Papa kenapa pada pinter banget sih?" Kata Devano.
Mengangkat tubuh Nathan yang ada dalam pangkuan istrinya Devano memeluk anak laki-lakinya itu dengan sayang lalu mencium pipinya.
"Papa enggak kelja?" Tanya Nathan sambil menatap Devano dengan lugu.
"Nanti dong kan belum makan, ayo ajak Ama makan." Kata Devano.
"Makan makann aku mau makan." Kata Nadhin dengan penuh semangat.
Devano tertawa pelan mendengarnya, anaknya yang satu itu memang suka sekali makan.
"Ayo makan Nadhin endut." Kata Devano membuat Adara tertawa.
"Aku gak endut." Kata Nadhin dengan wajah cemberut.
"Endut, liat tuh pipinya, Nadhin endut ya sayang?" Kata Devano pada Nathan.
Anak itu mengangguk setuju.
"Adhin endut pipinya lucu." Kata Nathan.
"Aaa enggak." Kata Nadhin dengan wajah yang semakin kesal.
Nadhin menatap Adara dengan wajah kesal, dia mengadu pada Mamanya itu yang membuat Adara tertawa pelan melihatnya.
"Makan." Kata Nadhin senang.
"Sama Papa duluan ya? Mama mau ke kamar mandi dulu." Kata Adara sambil mengusap kepala kedua anaknya bergantian.
Kedua anak itu mengangguk patuh mereka bergandengan tangan dengan Devano dan berjalan keluar kamar bersama. Di bawah ternyata sudah ada Fahisa dan Daffa yang membuat kedua anak itu berseru senang.
Mereka berlari menghampiri Daffa yang membuat pria paruh baya itu langsung berdiri dan sedikit menunduk agar bisa memeluk kedua cucunya.
"Opaaa"
"Pagi cucu Opa sayang." Kata Daffa sambil mencium kedua pipi cucunya bergantian.
"Aku mau makan." Kata Nadhin.
"Nadhin mau makan apa?" Kata Daffa.
"Aku mau telol mata capiii." Kata Nadhin sambil menyengir lucu.
Daffa tertawa pelan lalu membantu kedua cucunya itu untuk duduk dan senyuman keduanya langsung terbentuk dengan sempurna melihat nasi goreng juga telur mata sapi yang sudah tertata rapih di meja.
"Makan makannnn"
Astaga anak satu itu ribut sekali kalau sudah akan makan.
"Aku mau makann cakalang aku cudah lapall." Kata Nadhin dengan penuh semangat.
Devano hanya bisa tersenyum melihatnya, lucu sekali anak itu, ah dia jadi membayangkan rumah ini akan semakin ramai dengan kehadiran baby mereka yang lain.
Adik Nathan dan Nadhin.
°°°°
Baby twins!
Sekali lagi Adara mengandung anak kembar dalam perutnya dan hal itu benar-benar membuat Devano merasa sangat senang, tidak hanya Devano, tapi yang lainnya juga. Selain itu saat ini kehamilan Adara sudah memasuki bulan ke empat cepat sekali, perutnya juga sudah mulai membuncit membuat si kembar ikut merasa gemas melihatnya.
Sekarang kedua anaknya itu tidak terlalu banyak bermain mereka malah ingin menghabiskan banyak waktu dengan Adara dan menemaninya menonton tv. Seperti yang terjadi saat ini Adara sedang menonton tv bersama dengan Nathan dan Nadhin yang ada di dekatnya sambil bermain dengan buku juga beberapa pensil warna.
Pekerjaan rumah sudah selesai di lakukan dan Adara yang bingung harus melakukan apa memilih untuk menonton tv saja sekalian menjaga si kembar juga.
"Athan gambalnya jelek aku bagus." Kata Nadhin.
"Aku bagus... Aku gambal mobil." Kata Nathan dengan wajah cemberut.
"Mobilnya jelek.... Athan gambil mobil lucak." Kata Nadhin.
"Gakkk"
Nathan mengerucutkan bibirnya kesal lalu menaruh semua pensil yang dia gunakan dan berlari menghampiri Adara, naik ke atas sofa.
"Ama Adhin nakal." Kata Nathan.
"Aku baik." Kata Nadhin sambil tersenyum lebar.
"Gak Adhin nakal." Kata Nathan dengan raut wajah kesal.
"Aku cantik." Kata Nadhin lagi.
Perkataan itu membuat Adara tertawa, entah siapa yang mengajarkan Nadhin.
"Kenapa Nathan bilang gitu sayang?" Tanya Adara dengan penuh kelembutan.
"Adhin bilang gambal aku jelek katanya aku gambal mobil lucak." Kata Nathan.
Anak itu turun kemudian mengambil gambarannya dan menunjukkan kepada Adara.
"Bagus ini gambarnya, enggak papa ya Nadhin cuman bercanda aja." Kata Adara.
Nathan yang memang sangat penurut hanya mengangguk saja lalu turun dari sofa dan kembali duduk di samping kembarannya.
Kalau Nathan yang merajuk tidak sulit membujuknya, tapi akan berbeda cerita kalau Nadhin yang merajuk.
Ah Adara jadi membayangkan kalau baby twins kali ini perempuan semua pasti akan sangat menggemaskan.
Nanti rumah ini akan semakin ramai.
°°°°
...**Yeee aku datangg lagii🥰...
Baby twins nya sepasang lagi atau gimana yaaa**???