
Senyum Adara mengembang dengan sempurna ketika dia menatap wajah kedua anaknya yang tertidur dengan lelap, dia sudah dibolehkan pulang karena keadaan Adara baik tidak ada jahitan yang dia dapatkan sehingga Adara bisa pulih lebih cepat. Baru kemarin dia pulang rencananya besok Adara ingin ke makam Bunda bersama dengan Devano oh iya kemarin juga Ayahnya datang.
Kehidupan Adara rasanya sangat sempurna sekarang bahkan dia tak bisa mendefinisikan betapa bahagianya dia memiliki keluarga, suami dan anak, senang sekali. Saat ini Adara ada di kamar sedangkan Devano lagi menemui Daddy nya karena ada pekerjaan.
Adara asik memperhatikan baby twins yang baru saja tidur setelah dia susui.
"Malaikatnya Mama"
Adara tersenyum kali ini anaknya akan merasakan kebahagiaan yang begitu besar dan bukan seperti dia yang masa kecilnya di penuhi tangisan kini kedua anaknya hanya akan tersenyum juga tertawa.
"Kalian segalanya untuk Mama sehat selalu ya?" Kata Adara
Adara lalu membuka laci dan mengambil sebuah foto di sana.
Foto Bunda dengan dia dan Devano yang dulu sempat Adara ambil.
"Bunda... Kalau Bunda disini pasti Bunda bahagia banget lihat Dara sekarang... Bunda lihat kan dari sana? Bunda lihat Adara bahagia sekarang Bunda sudah punya cucu namanya Nathan sama Nadhin, mereka lucu Bunda gemes banget." Kata Adara sambil mengusap foto itu dengan sayang
Adara sengaja menaruhnya di laci karena setiap melihat foto itu dia selalu merasa sedih seperti sekarang misalnya Adara bahkan jadi ingin menangis.
"Mama sama Papa nya Devano juga baik banget sama Adara belum lagu Ayah sama Tante Hellena yang sekarang juga baik sama Adara.... Mungkin kalau Bunda di sini Bunda senang banget." Kata Adara lagi
Adara tersenyum tipis dia memejamkan matanya sejenak.
'Bunda selalu ada sama Adara jangan pernah mengira kalau Bunda itu jauh karena Bunda selalu ada di sisi kamu'
Adara menghela nafasnya pelan lalu tersenyum lebih lebar.
"Enggak boleh sedih kalau Dara senang Bunda juga akan senang." Kata Adara
Adara mencium foto itu lalu memasukkannya lagi ke dalam laci dan tak lama dari itu pintu kamar terbuka ada Devano yang masuk ke dalam.
Devano tersenyum dia duduk di dekat Adara dan langsung memeluknya menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Adara.
"Mau mandi gak? Aku siapkan air hangat mau?" Tanya Adara sambil mengusap kepala Devano dengan sayang
"Hm nanti aja sayang." Kata Devano
Mengangguk singkat Adara diam saja hingga Devano menjauhkan wajahnya dan mencium bibirnya lama.
"Besok mau ke makam Bunda?" Tanya Devano
Adara mengangguk sebagai jawaban dia juga tersenyum.
"Pagi ya? Jam sembilan aja biasanya baby twins kita tidur jam segitu." Kata Devano
"Iyaaa"
"Mereka lucu banget kalau lagi tidur." Kata Devano
"Iya gemes." Kata Adara
"Mereka mirip kamu semua." Kata Devano
"Nathan mirip kamu kol sedikit." Kata Adara dengan senyuman
Devano tersenyum juga lalu memeluk Adara lagi.
"Sama baby twins?" Tanya Adara
"Iya kalau enggak malam ini besok." Kata Devano
Adara tersenyum senang akan sangat menyenangkan bisa bertemu Devina dan kedua anak kembarnya.
Pasti akan sangat lucu ada empat baby di rumah!
°°°°
"Mana baby nyaaaaa?"
Devina sudah berseru heboh ketika memasuki rumah, dia bersama Ziko sampai sekitar jam setengah tujuh malam dan kini Devina dengan Arthan di gendongannya serta Ziko yang membawa Ardhan memasuki rumah. Mereka disambut oleh Daffa dan Fahisa dengan penuh kebahagiaan bahkan keduanya langsung mengambil alih baby twins dari tangan Devina dan Ziko.
Begitu anaknya ada di tangan orang tuanya Devina langsung menghampiri Adara dan Devano lalu mengintip baby twins yang tidak tertidur. Mata kedua bayi itu terbuka mereka menatap Devina lalu terlihat seperti sedang tertawa.
"Ihh gemesss"
Devina tersenyum senang dia mengangkat baby Nadhin dengan hati-hati dan anak itu diam sama sekali tidak menangis atau merengek.
"Haii aku Ante Vinaa." Kata Devina
"Hai Tantee aku Nadhin." Balas Adara membuat keduanya tertawa pelan
"Lucuuu Vina enggak punya baby perempuan." Kata Devina sambil mengusap pipi Nadhin dengan sayang
"Cantik banget Nadhin." Kata Ziko yang ada di samping Devina
"Iyaa cantikk terus lucu gemesin." Kata Devina
Devina memberikan Nadhin pada Ziko lalu beralih mengambil Nathan yang membuat anak itu sedikit merengek, tapi diam saat Devina mengusap pipinya.
"Mirip Vanooo sedikit." Kata Devina
"Iyaa ganteng ya kayak Arthan sama Ardhan." Kata Adara
"Nanti lucu mereka kalau sudah besar main bertiga nanti Nadhin sendirian." Kata Devina sambil tertawa
"Nadhin ikutan juga dia nyempil." Kata Adara ikut tertawa
Keduanya tersenyum lalu Adara mengusap pipi Nathan dengan sayang membuat bayi tampan itu menggerakkan lidahnya karena mengira Adara akan memberi susu.
"Vina ayo kita jalan-jalan baby twins." Kata Adara
"Ayoo pasti seru." Kata Devina senang
Devina membaringkan lagi Nathan di atas ranjang begitu juga dengan Ziko yang membaringkan Nadhin di sana.
Setelahnya Devina memeluk Adara dan Devano dengan sayang membuat yang lainnya menatap mereka dengan senyuman.
Sepertinya akan ada banyak waktu untuk Mama muda menghabiskan waktu bersama para baby twins nantinya.
°°°°
Yayyyy aku updateeee❤