My Possessive Twins

My Possessive Twins
37 : Bersama Ziko



Setelah melalui perdebatan panjang dengan kembarannya akhirnya Devina mendapat izin untuk pulang bersama kekasihnya dan dia sangat bersemangat karena Ziko akan mengajaknya jalan-jalan. Sepanjang perjalanan senyum manis Devina tidak pernah memudar, dia senang sekali setelah tiga hari full berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun kini dia akan pergi jalan-jalan bersama kekasihnya.


Meskipun hanya sekedar makan bakso bersama lalu pergi ke taman setelahnya Devina sangat senang, bagi dia tidak masalah dimana tempatnya asal itu bersama orang yang dia sayang. Saat mereka sampai Devina segera turun dari motor dan melepas helmnya lalu mengajak Ziko untuk segera masuk juga memesan, dia lapar.


Tempat ini cukup besar juga ramai pelanggan dan hal itu semakin membuat Devina bersemangat untuk merasakan bakso yang kata Ziko sangat enak. Kekasihnya itu mengatakan dia sering kesini bersama Gio dan yang lainnya juga sering membelikan untuk Mama nya.


"Tunggu sini biar aku pesenin dulu." Kata Ziko


Devina mengangguk patuh dan memperhatikan Ziko yang sedang pergi untuk memesan.


Mata Devina menjelajah sekitar sampai akhirnya getaran di meja yang berasal dari ponsel kekasihnya membuat Devina mengalihkan pandangannya dan langsung mengambil ponsel sang kekasih. Namun, melihat nama Adyra yang tertera disana serta isi pesannya membuat mood Devina mendadak buruk dan dia jadi tidak bersemangat sekarang.


Ziko makasih untuk tadi malam


Memang mereka ngapain malam-malam?


"Kok cemberut Vin? Gak suka aku ajak kesini?" Tanya Ziko yang merasa bingung ketika dia kembali dan melihat wajah murung gadisnya


Devina menggelengkan kepalanya pelan lalu menyerahkan ponsel Ziko yang masih menyala.


"Ada chat dari Adyra." Kata Devina pelan


Wajah Ziko cukup terkejut, tapi hanya sesaat karena setelah melihat isi pesannya dia jadi mengerti apa penyebab gadisnya itu murung.


Saat ini Ziko bisa menebak kalau di kepala gadisnya muncul berbagai spekulasi buruk yang sama sekali salah. Senyum manis Ziko mengembang dia membawa tangan Devina ke dalam genggamannya membuat gadis itu menatapnya masih dengan wajah cemberut, mengemaskan.


"Kamu kemarin malam memang kemana?" Tanya Devina


"Awalnya cuman di rumah, tapi sekitar jam delapan Adyra telpon dan minta tolong untuk anterin dia ke rumah sakit." Kata Ziko


"Kenapa kamu? Kenapa bukan yang lain?" Tanya Devina tidak suka


Dia tidak suka kalau ada gadis lain yang bergantung pada kekasihnya.


"Sebenarnya dia memang lagi di perjalanan, tapi ban motornya bocor jadi dia telpon aku dan sebelumnya dia udah coba telpon Bastian juga yang lain cuman gak ada yang angkat." Kata Ziko menjelaskan


"Kamu cuman nganterin doang kan?" Tanya Devina memastikan


"Iya aku cuman nganter dia." Kata Ziko pasti


"Yaudah"


"Kamu cemburu ya?" Tanya Ziko membuat Devina menatapnya dengan malu


Tapi, Devina tetap mengaku juga karena wajah memerahnya tidak akan membuat dia menang kalau mengelak.


"Iya aku gak suka!" Kata Devina


Tersenyum senang Ziko mencubit pipi kekasihnya itu dengan gemas lalu berjanji kalau dia akan mengatakan semuanya pada Devina kalau dia secara kebetulan membantu Adyra lagi.


"Harus bilang ya? Awas kalau enggak bilang apalagi kalau sampai bohong!" Ancam Devina


"Iya udah jangan cemberut lagi." Kata Ziko membuat sudut bibir Devina perlahan mulai terangkat


Bukan hanya karena perkataan kekasihnya, tapi juga karena baksonya sudah datang lengkap dengan es teh pesanannya.


Senyum manis Ziko terbentuk ketika melihat wajah berbinar kekasihnya dan ketika tangan Devina ingin mengambil sambal dia langsung menarik wadah sambal itu menjauh.


"No"


"Sedikit aja." Pinta Devina dengan wajah memelas


Ziko tetap menggelengkan kepalanya pelan dia sudah berjanji pada Devano tidak akan membiarkan gadisnya memakan makanan pedas.


"No pakai kecap saja." Kata Ziko membuat Devina langsung mengerucutkan bibirnya sebal


"Sedikit aja Zikooo." Rengek Devina


"Aku gak mau nanti kamu sakit lalu aku akan di cap sebagai pria yang tidak bisa menjaga kekasihnya sama Devano." Kata Ziko


Menghela nafasnya pelan akhirnya Devina diam dan menuruti ucapan kekasihnya.


Benar juga nanti kalau dia sakit pasti yang dimarahin bukan dia, tapi kekasihnya yang disalahkan karena tidak bisa menjaganya dengan baik.


"Senyum dulu nanti kan kita bakal ke taman terus aku janji bakal turutin semua keinginan kamu." Kata Ziko membuat Devina menatapnya dengan semangat


"Bener ya?" Kata Devina


Ziko bergumam pelan membuat Devina tersenyum senang.


"Beliin ice cream." Kata Devina


"Oke"


Senyum manis Devina mengembang sempurna dan dia langsung memakan baksonya dengan lahap.


Sudah dia bilang kan kalau membuat Devina bahagia itu begitu sederhana?


"Besok aku mau manggung lagi, tapi bukan di cafe biasanya." Kata Ziko membuat Devina langsung menatapnya dengan penasaran


"Terus dimana? Jauh enggak?" Tanya Devina


"Kali ini di restoran dan iya tempatnya cukup jauh." Kata Ziko


"Wahh keren dong, tapi kamu jangan sampai kecapean ya Ziko? Terus kalau udah selesai manggung harus langsung pulang dan tidur jangan malah begadang apalagi main game." Kata Devina panjang


Mendengar hal itu Ziko tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya.


Dia merasa senang diperhatikan oleh Devina.


Ternyata seperti ini kalau punya kekasih.


¤¤¤


Tangan mereka saling mengenggam erat ketika menyusuri area taman sambil mengobrol satu sama lain, menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersama dengan orang tersayang. Meskipun masih sangat muda, tapi entah kenapa Ziko merasa perasaannya untuk Devina sangat nyata bahkan dia tidak pernah mau membayangkan jika mereka sampai berpisah nantinya.


Setelah memendam rasa selama bertahun-tahun kini Ziko berhasil mendapatkan hati Devina dan membuat mereka bisa menjadi sepasang kekasih. Sekarang dia tidak perlu ragu untuk menggenggam tangan Devina atau mengajak gadis itu pergi berdua.


Sekarang Devina miliknya.


"Duduk yuk Vin." Ajak Ziko


Devina mengangguk dan mengikuti langkah Ziko yang membawanya untuk duduk di bangku taman.


Senyum manis Devina masih terbentuk dengan sempurna dan dia menatap lurus ke depan sambil menikmati angin yang berhembus ke wajahnya.


"Aku seneng banget Vin bisa jadi pacar kamu padahal dulu aku cuman bisa nahan rasa suka ini karena takut kamu bakal ngejauh kalau kamu tau." Kata Ziko membuat Devina menoleh dan menatapnya


Ziko tersenyum sambil menyampirkan beberapa helai rambut Devina ke belakang telinga.


"Teman-teman kita sering nanya, apa aku cemburu kalau lihat kamu sama Alex? Waktu itu aku jawab bahwa gak masalah asal kamu bahagia, tapi ternyata aku salah Vin aku gak bisa lihat kamu bahagia sama orang lain." Kata Ziko


Devina hanya diam dan setia mendengarkan dengan hati yang menghangat setiap mendengar kalimat yang Ziko ucapkan.


"Kenapa kamu pada akhirnya jujur?" Tanya Devina penasaran


Devina tersenyum mendengarnya, terima kasih kepada mereka yang berhasil membuat Ziko untuk mau melangkah maju.


"Kamu sayang aku gak Ziko?"


"Sayang banget"


"Kamu gak bakal ninggalin aku kan?"


"Gak akan pernah"


"Kamu gak bakal nyakitin aku kan?"


"Gak akan pernah Devina"


Senyum manis Devina terukir bersamaan dengan tangannya yang terulur untuk mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.


"Sayang banget sama Ziko"


Ya, Devina juga harus tau betapa Ziko sangat menyayangi gadis itu dengan sepenuh hatinya.


¤¤¤


Setelah puas berjalan-jalan bersama dengan kekasihnya Devina pulang ke rumah dan di antar oleh Ziko tentunya, mereka menghabiskan waktu dengan banyak hal menyenangkan. Sampai di rumah Devina langsung membuka helmnya dan menatap Ziko dengan senyuman manisnya.


"Makasih banyak Ziko aku seneng bangettt hari ini." Kata Devina dengan penuh semangat


Ziko menganggukkan kepalanya dan ikut tersenyum.


"Kamu harus sering-sering ajakin aku jalan-jalan kayak hari ini ya? Aku suka hehe." Kata Devina sambil menunjukkan cengirannya


"Iya cantik." Kata Ziko sambil mencubit pelan pipi kekasihnya


"Aku masuk ya? Kamu hati-hati jangan lupa kabarin aku kalau udah sampai rumah." Kata Devina


Ziko kembali mengangguk dan menutup kaca helmnya lalu menatap Devina sebentar.


Saat Ziko mulai melajukan motornya Devina melambaikan tangannya dan baru masuk ke dalam rumah ketika pria itu sudah menghilang dari pandangannya. Dengan penuh semangat Devina melangkahkan kakinya ke dalam dan hal pertama yang dia lihat adalah Devano yang menatapnya dengan penuh curiga.


Menghela nafasnya pelan Devina tetap melanjutkan langkahnya dan menghiraukan Devano yang sekarang mengikutinya hingga ke kamar.


Oh iya orang tua mereka sedang pergi keluar.


Memasuki kamar Devina langsung menaruh tasnya dan melepas jaket yang sangat panas ketika dia pakai lalu mendudukkan dirinya di ranjang.


"Habis dari mana aja?" Tanya Devano


"Kepooo"


"Habis dari mana Vin?" Tanya Devano kali ini nada bicaranya penuh penekanan


Menatap kembarannya sebentar akhirnya Devina menjawab dengan jujur.


"Pergi sama Ziko." Kata Devina


"Kemana?" Tanya Devano sambil menatapnya penuh curiga


"Makan bakso"


"Terus?"


"Terus apanya?" Tanya Devina kesal


"Terus kemana lagi? Gak mungkin selama itu kalau cuman makan bakso." Kata Devano membuat Devina menghela nafasnya pelan


Dia lupa orang seperti apa Devano, susah dibohongi.


"Terus ke taman"


"Terus?"


"Terus pulang"


"Terus?"


"Terus aku mau pukul kamu sekarang!" Kata Devina kesal


Devano tertawa kecil lalu menghampiri kembarannya dan memeluknya.


"Jahat"


"Kamu nyebelin!"


"Aku kan nanya"


"Nanyanya gak habis-habis"


Kembali tertawa Devano mencubit pipi kembarannya itu dengan gemas.


"Aku di suruh nyanyi untuk acara pentas seni." Kata Devano


"Bagus dong." Kata Devina


Raut wajah kesalnya berganti penuh antusias.


"Lagu apa bagusnya?" Tanya Devano


"Emm terserah kamu." Kata Devina


"Bingung"


"Nanti aku fikirin kalau udah nanti aku kasih tau." Kata Devina membuat kembarannya itu mengangguk


"Nanti malam temenin aku mau gak Vin?" Tanya Devano


"Kemana?" Tanya Devina dengan penuh semangat


"Ke rumah Adara"


Devina menganggukan kepalanya, dia juga bosan kalau harus di rumah terus.


Tersenyum senang Devano menarik kembarannya itu ke dalam pelukannya, hal yang sangat dia sukai sejak dulu.


Memeluk Devina.


¤¤¤


Double aja ya gak jadi triple😂


Next time janji bakal triple update😉 Susah banget aku nulis kalau suasananya gak tenang😆


Makasih untuk semuanya yang setia nungguin cerita ini update❤


Jangan bosen baca ucapan terima kasih aku ya haha😂