My Possessive Twins

My Possessive Twins
S2 (5)



Berniat mengunjungi Kakaknya bersama dengan Devina sekarang Devano sedang pergi ke toko mainan untuk membelikan keponakannya. Setelah ini mereka akan langsung pergi ke rumah Sahara karena Kakaknya itu terus-terusan meminta mereka untuk datang.


Sebelumnya Sahara memang dinyatakan hamil anak kedua makanya Devano langsung menuruti kemauan Kakaknya yang meminta dia dan Devina untuk datang. Mereka berdua juga senang karena akan mendapatkan keponakan baru dan harapan mereka kali ini akan ada bayi perempuan lucu yang dilahirkan Kakaknya.


Sudah sekitar lima belas menit mereka disana dan Devano masih sibuk memilih mainan yang akan keponakannya itu sukai.


"Vin mending robot atau mobil mainan?" Tanya Devano sambil menatap Devina yang ada disampingnya


"Emm robot aja Vano soalnya kan Angga sudah punya banyak mobil mainan." Kata Devina


Devano mengangguk setuju lalu kembali memilih mainan yang akan dia belikan membuat Devina tersenyum dan iseng memotret kembarannya lalu mengirimkan kepada Adara diam-diam.



Dara Daraaa


Lihat dong pacar kamu gemes banget kannn


Setelah pesannya terkirim Devina memasukkan ponselnya ke dalam saku lalu mengikuti kembarannya yang ingin membayar. Mengambil dua robot yang tadi dia pilih Devano pergi ke kasir untuk membayar dengan uang tabungannya.


Dia memang selalu menyisihkan uang saku yang diberikan Daffa untuk ditabung supaya kalau ingin membeli apa-apa tidak perlu minta. Saat sedang membayar ponsel Devina bergetar membuat gadis itu membukanya ada pesan dari Adara dan Sahara.


Pertama Devina membuka pesan dari Adara lalu tersenyum ketika membacanya.


Gemess banget


Makasih loh Vin udah fotoiinn


Jadi kangen sama Vano


^^^Makanyaa sinii^^^


^^^Aku sama Vano mau ke rumah Kak Ara^^^


Selesai membalas pesan dari Adara sekarang Devina membuka pesan dari Kakaknya yang baru saja masuk.


Devinaaa adikku sayangg


Mau kesini kann? Awas ya kalau gak jadi Kakak marah!


Kalau kesini belikann Kakak mie ayam yaaa


^^^Iya Kakakkuu sayang ini lagi dijalan^^^


Bersamaan dengan Devina yang selesai membalas pesan Kakaknya ternyata Devano juga sudah selesai membayar dan sekarang mengajaknya untuk segera berangkat ke rumah Kakaknya. Sampai di parkiran mereka langsung masuk ke dalam mobil dan sebelum pergi Devina mengatakan keinginan Kakaknya.


"Vanoo"


"Iya Vina"


"Kata Kak Ara suruh belikan mie ayam." Kata Devina


"Iya nanti kita beli dijalan." Kata Devano


Devina mengangguk lalu memasang sabuk pengamannya ketika Devano menghidupkan mesin mobil. Mulai merasa bosan diperjalanan Devina mengambil ponsel kembarannya yang sejak tadi ada di saku celananya.


Sampai sekarang Devano tidak pernah memasang password untuk ponselnya karena menurutnya tidak ada sesuatu yang harus disembunyikan disana. Dia tidak penah marah meskipun Devina membuka whats app miliknya atau galeri di ponselnya, Devano hanya membiarkan.


"Vano Vanoo kenapa kamu gak simpen nomor-nomor ini?" Tanya Devina ketika melihat ada banyak sekali chat masuk tanpa nama


"Hmm malas"


"Kena marah Dara ya?" Tebak Devina


Devano tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak dia juga nanyaiin hal yang sama waktu lihat whats app aku." Kata Devano


Devina mengangguk faham dan membuka galeri ponsel kembarannya. Senyumnya mengembang ketika melihat ada banyak sekali foto mereka juga foto Adara, tapi sangat sedikit foto Devano sendirian.


"Vano gak suka foto ya?" Tanya Devina


Devano menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Padahal Vano ganteng sini aku fotoiin lagi nyetir." Kata Devina dengan semangat


Sekali lagi Devano hanya diam dan membiarkan Devina membuka kamera di ponselnya lalu mengambil gambar Devano dari samping.



"Ada yang jual mie ayam kita beli dulu Vin." Kata Devano membuat Devina mengalihkan pandangannya ke depan


"Iyaa beli dulu disanaa." Kata Devina


Menepikan mobilnya Devano segera turun dan meminta kembarannya untuk menunggu saja di mobil, dia mau protes sebenarnya, tapi Devano melotot lalu mengatakan hal yang tidak bisa membuat Devina membantah.


"Celana kamu pendek Devina! Diam di dalam biar aku yang turun lagian cuman sebentar"


Iya, Devina memang memakai celana pendek padahl tadi dia masuk-masuk saja waktu ke toko mainan.


Mungkin karena di sini tempat terbuka atau dekat jalan raya ditambah lagi ada banyak pria yang sedang makan disana. Selagi menunggu Devano membeli mie ayam Devina mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan dari Intan yang sebenarnya sudah sejak tadi dia lihat.


Vina gimana tugas kelompok kitaa?


Besok yuk kerjaiin


Di kost Hanifa aja haha


Devina tertawa kecil ketika membacanya karena belakangan ini mereka memang sering ke kost Hanifa untuk menunggu jam kosong.


^^^Boleh, besok aja ya?^^^


^^^Jam sembilan, tapi kamu yang bilang Hanifaa^^^


^^^Aku gak mau dia galak^^^


Baru ingin mematikan ponselnya ada panggilan masuk dari kekasihnya membuat Devina tersenyum senang dan langsung mengangkatnya. Dengan penuh semangat Devina menyapa kembarannya dan membuat tawa kecil Ziko terdengar.


"Zikoooo"


Suara Ziko terdengar lesu membuat Devina tersenyum dan mengatakan kalau dia mau ke rumah Kakaknya.


"Aku mau ke rumah Kak Ara disuruh kesana, Ziko mau ikut juga?" Tanya Devina


'Hm enggak deh gak enak masa tiba-tiba kesana'


"Enggak papa." Kata Devina


Devina menoleh ketika kembarannya masuk ke dalam dengan kantung plastik yang dia bawa dan tanpa suara Devano bertanya siapa yang menelpon. Tanpa banyak bicara Devina menunjukkan layar ponselnya membuat Devano mengangguk faham lalu melajukan mobilnya lagi.


'Vinn kangen tauu'


Suara itu masih dapat terdengar Devano hingga membuat pria itu mendengus kesal dan mengatakan hal yang membuat Devina tertawa.


"Lebay banget jadi cowok"


Menghidupkan load speaker di ponselnya Devina membiarkan kembarannya mendengar.


'Vano ya? Kembaran kamu tuh suka sibuk sendiri Vin padahal dia juga pasti gitu ke pacarnya'


Belum sempat menjawab Ziko sudah kembali bicara, tapi perkataannya membuat Devina langsung mematikan panggilan secara sepihak.


Sialll!


'Tau bilang kangen aja dia udah sewot, gimana kalau tau aku sering cium kamu Vin?'


Ziko bodoh sekali, kenapa mengatakan hal itu di telpon.


Merasa kalau suasana menjadi menyeramkan Devina langsung menghidupkan musik, tapi Devano menahan tangannya dan mematikan musik yang tadi dia putar.


"Dia ngomong apa Vin? Ziko sering cium kamu? Dimana? Bibir? Aku kan udah bilang Vina gak boleh lagi kayak gitu....."


Dan panjang sekali omelan yang Devano berikan.


Harusnya Devina tau kalau Devano juga sama, jadi dia bisa membela diri.


¤¤¤


Sampai di area rumah Kakaknya tanpa banyak bicara Devina mengambil plastik berisikan mie ayam lalu berlari ke dalam meninggalkan Devano yang masih merasa kesal. Selama perjalanan dia mengomel, tapi Devina hanya diam tidak memberikan tanggapan apapun padahal dia mau tau, apa Ziko sering melakukannya?


Devano tidak suka dan menganggap kalau hal itu belum boleh dilakukan Devina karena dia masih kecil, meskipun faktanya mereka seumuran. Masih dengan wajah masamnya Devano mengambil mainan yang tadi dia beli lalu menyusul Devina yang mungkin sudah berada di dalam.


Begitu muncul Devano langsung mendapat pelukan dari Kakaknya dan membuat pria itu tersenyum lalu memabalasnya dengan hangat.


"Sinii Vano duduk dulu biar Kakak ambilkan minum." Kata Sahara


Devano menurut dan duduk disamping Devina yang menatapnya dengan sebal.


"Gimana kuliah kalian?" Tanya Arjuna yang baru saja datang bersama Airlangga


"Baik Kak"


Menjawab bersamaan mereka membuat Arjuna tersenyum dan menurunkan Airlangga yang ingin berjalan.


"Kak aku belikan ini untuk Angga." Kata Devano


"Terima kasih Vano padahal tidak perlu." Kata Arjuna dengan senyuman


"Tidak papa Kak aku memang mau membelikannya untun Angga." Kata Devano


Begitu keponakannya mendekat Devano mengangkat tubuhnya dan membawa Airlangga untuk duduk dipangkuannya. Bersamaan dengan itu Sahara datang bersama Bi Yuni dengan membawa beberapa cemilan serta air minum.


"Nah sekarang Kakak mau makan mie ayam yang kalian bawa dulu." Kata Sahara senang


Tak butuh waktu lama Sahara kembali dengan membawa mangkuk berisikan mie ayam lalu duduk disamping Devano.


"Vano ayo suapin Kakak." Kata Sahara


"Aku? Kenapa tidak sama Kak Juna?" Tanya Devano bingung


"Maunya sama Vano." Kata Sahara dengan senyuman


Arjuna hanya tersenyum melihatnya dan Devano juga tidak punya pilihan lain dia menurunkan Airlangga dan mengambil mangkuk yang ada ditangan Kakaknya.


Sama seperti Devina dengan telaten dan hati-hati Devano menyuapi Kakaknya.


"Van"


"Hmm"


"Nginep sini sama Vina ya?" Kata Sahara


"Aku ada tugas Kak." Kata Devano membuat Sahara memasang wajah sedihnya


"Kerjaiin disini aja." Kata Sahara


Menghela nafasnya pelan Devano menatap kembarannya yang hanya dijawab dengan anggukan singkat saja.


"Yaudah nanti aku pulang dulu buat ambil laptop sama baju ya? Tapi, pagi Vano pulang soalnya mau ke rumah teman." Kata Devano


Sahara hanya mengangguk sebagai jawaban.


Memang Devano tidak pernah bisa menolak permintaan kembaran juga Kakaknya.


Susah sekali mengatakan kata tidak pada mereka dan sekali bilang tidak pada akhirnya Devano akan tetap mengatakan iya.


Dia tidak bisa mengabaikan wajah sedih kedua orang yang sangat dia sayang.


¤¤¤


Hari ini satu aja yaa lagi disibukkan dengan tugas kuliah😆


Untuk hari ini spesial Kakak Adik timeee😚😚


Kangen Sahara gakk😂