
"Adara bangun kita udah sampai"
Devano berusaha membangunkan Adara ketika mereka berdua sampai di rumah karena sepanjang perjalanan istrinya itu asik tidur dan Devano maklum karena tadi malam Adara kurang tidur karena ulahnya. Baru ingin berhenti dan memilih menggendong Adara mata istrinya itu perlahan terbuka dia menggeliat pelan lalu menatap Devano dengan mata sayunya.
Beberapa saat Adara hanya diam sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya dan Devano asik menatapnya sambil mengusap kepalanya dengan sayang. Melihat ke sekeliling Adara baru sadar kalau mereka telah sampai di rumah dan dia menatap lagi Devano yang tersenyum.
"Udah sampai atau kamu mau aku gendong?" Tanya Devano
"Em gak usah Van." Kata Adara pelan
Devano mengangguk singkat dia mendekat lalu mencium sekilas keningnya dan mengajak Adara untuk turun. Keduanya turun dari mobil dan Devano langsung mengeluarkan koper yang tadi di bawa.
Jalan beriringan Devano merangkul Adara dengan sayang lalu bersama-sama keduanya masuk ke dalam rumah.
"Eh udah pulang"
Suara Fahisa menyambut kedatangan mereka dan Devano dapat melihat Mommy nya itu tersenyum senang seraya menghampiri mereka dengan semangat. Tanpa menunggu lagi Fahisa langsung memeluk keduanya dan mencium pipi mereka secara bergantian.
"Daddy mana?" Tanya Devano
"Daddy lagi ke rumah Om Farhan." Kata Fahisa
Devano mengangguk faham lalu mengikuti langkah kaki Fahisa dan duduk di ruang tamu bersama dengan Adara juga.
"Gimana liburannya sayang? Kalian kemana aja?" Tanya Fahisa dengan senyuman
Mereka tidak pergi kemana pun Devano tidak mengajaknya pergi hanya satu kali saja, sisanya tidak usah di tanya.
"Gak kemana-mana Mom di kamar aja." Jawab Devano sambil tertawa
Fahisa langsung menggelengkan kepalanya pelan membuat Devano tertawa dengan wajah menyebalkan.
"Aduh sabar ya Adara memang Vano itu nakal." Kata Fahisa
Adara hanya tersenyum canggung sambil mengusap tengkuknya dan Fahisa tentu dapat melihat jelas apa yang ada di leher jenjang menantunya.
"Yaudah kalian pasti capek kan? Ke kamar dulu istirahat nanti kalau lapar turun aja ya?" Kata Fahisa
Keduanya mengangguk dan Adara langsung memeluk singkat mertuanya baru setelahnya mereka berdua pergi ke kamar. Begitu masuk ke dalam kamar Adara langsung duduk di tepian ranjang dan menghela nafasnya pelan karena akhirnya dia bisa istirahat juga.
Adara melirik sekilas Devano yang meletakkan koper di dekat lemari lalu membuka kemeja yang dia kenakan hingga punggung polos pria itu dapat terlihat jelas. Wajah Adara terasa panas dia jadi teringat malam-malam panjang mereka dan hal itu membuat Adara secepat mungkin mengalihkan pandangannya.
'Sadar Ra lo jangan ketularan mesumnya Devano'
Adara merapalkan kalimat itu dalam dirinya, tapi mata nakalnya tetap saja melirik Devano yang sekarang berjalan tanpa memakai kaos dan pergi ke kamar mandi.
'Gila jantung gue mau copot rasanya ganteng banget sih suami gue'
Memukul pelan kepalanya Adara mencoba untuk tidak memikirkan Devano dan punggung polosnya.
"Yah batrainya habis." Kata Adara
Adara pergi untuk mengisi daya ponselnya yang habis lalu setelahnya dia mengambil ponsel milik Devano yang ada di meja dan memainkannya.
Ada beberapa pesan yang masuk dan kebanyakan dari Devina juga Alex tadinya Adara mau membaca, tapi tidak jadi lalu dia memilih untuk meletakkan lagi ponsel suaminya di meja. Saat suara pintu terdengar Adara mendongak dia melihat Devano yang masih belum memakai kaos dan hanya mengenakan celana pendeknya saja.
'Stop Adara jangan mikir yang aneh-aneh!'
Adara mengalihkan pandangannya dan beranjak dari tempat dia duduk karena berniat pergi ke kamar mandi, tapi belum sampai tangannya membuka pintu Adara sudah lebih dulu merasakan tangan yang melingkar manis di pinggangnya.
Sesaat Adara menahan nafasnya dia merasakan wajah Devano semakin mendekat ke lehernya karena dia dapat merasakan hembusan nafas yang membuatnya merinding. Tangan Adara memegang kenop pintu kamar mandi dan di belakangnya Devano memejamkan mata sambil bersandar di bahunya.
"Mau kemana?" Tanya Devano
"Kamar mandi sebentar." Kata Adara pelan
Devano bergumam pelan dia mencium leher Adara, tapi tidak meninggalkan kecupan sedikitpun di sana.
"Van udah ish aku capek." Kata Adara
"Memang aku mau ngapain hm?" Tanya Devano dengan lembut
Adara terdiam sejenak dia menunduk dan melihat tangan Devano yang melingkar manis di perutnya. Perlahan tangan Adara menyentuh tangan Devano yang ada di sana sambil tersenyum.
"Aku gak mau jauh-jauh dari kamu Ra." Kekeh Devano
Adara tersenyum mendengarnya dia menggigit pelan bibir bawahnya ketika Devano memberikan kecupan di lehernya.
"Van"
Terkekeh pelan Devano melepaskan pelukannya lalu membawa Adara untuk menghadapnya dan mencium sekilas bibirnya.
"Aku tunggu ya?"
Adara hanya mengangguk lalu dia bergegas pergi ke kamar mandi dan menutup pintunya.
Tertawa kecil Adara menyentuh bibirnya sendiri dia hampir gila karena ulah Devano.
Astaga bagaimana ini dia harus terbiasa dengan sikap suaminya kan?
Dasar Devano mesum entah dari mana sifat mesumnya itu muncul padahal Adara fikir dulu Devano tidak begitu.
°°°°
Harusnya ini aku update tadi malam hehe tapi baru aku update sekarang maaf yaaa🥰
Nanti malam aku update lagi okayy❤